Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Mendapat Informasi setelah Menyiksa Yuru


__ADS_3

Raff datang membawa banyak sekali prajurit, setelah melihat Yuru yang diikat, ia langsung memerintahkan prajuritnya untuk memasukan Yuru ke dalam kereta kuda besi.


Kemudian, mereka membawa ke barak prajurit di sisi timur yang Julian kunjungi kemarin karena di sana sudah menjadi tempat penelitian.


Segera, Yuru di bawa ke ruang bawah tanah dan dikurung di salah satu ruangan dengan jeruji besi, mirip seperti sel penjara.


Kemudian, Raff meminta Julian untuk menjelaskan situasinya dan Julian menjelaskan semua yang Claire ucapkan tadi.


Raff menyentuh dagunya, "Kemampuan yang merepotkan, pantas saja kami tidak bisa mencari dalang dibalik penyebab orang menjadi Undead."


Julian mengangguk dan berkata, "Ya, tidak akan ada orang yang mencurigai anak kecil yang menjual bunga di daerah miskin."


"Oleh karena itu Yuru, memanfaatkan kemampuannya untuk menjadi anak kecil agar dia bisa menarik simpati orang-orang dan mengubah mereka menjadi Undead."


Bisa dikatakan, mereka menangkap Yuru karena kebetulan. Jika Claire dan Yuru tidak bertemu, mereka pasti akan memakan banyak waktu untuk menemukan Yuru.


Ada juga alasan lain, itu karena Claire merasa kasihan terhadap Yuru dalam wujud anak kecil dan memutuskan untuk membeli bunganya.


Jika itu adalah para prajurit, mereka pasti tidak akan mempedulikannya karena mereka sudah biasa melihat orang-orang yang bekerja keras di daerah miskin.


"Tuan Julian, bisakah aku menyerahkan interogasinya kepadamu? Orang itu pasti tidak akan menjawab pertanyaan dariku atau prajuritku," pinta Raff.


"Baiklah, serahkan padaku. Yuru adalah orang yang jahat, aku tidak akan lembut kepadanya." Julian membuat seringai jahat.


Raff dan Lex yang melihat seringai Julian merasa tubuh mereka merinding. Sedangkan Claire dan kedua demi-human sudah biasa dengan ekspresi wajah Julian.


Lalu tanpa basa-basi lagi, Julian memasuki sel Yuru sendirian dengan Claire dan kedua demi-human berjaga diluar sel.


Yuru sudah tidak diikat dengan tali tambang lagi. Tapi, di tangan dan kedua kakinya sudah diborgol dengan rantai yang berat yang ditancapkan ke dinding agar dia tidak bisa kabur.


Bahkan lehernya dikenakan kalung besi yang memiliki duri-duri tajam agar tangannya tidak bisa melepaskan kalung itu.


"Baiklah, Yuru, tolong jawab beberapa pertanyaan yang akan aku ajukan dengan jujur," ucap Julian sambil menunjukkan senyum cerah.


"Apa kau pikir aku akan tertipu dengan senyummu itu!?" Yuru berteriak dan mendengus.


Julian membuang senyumnya, ia mengepalkan tangan kanannya dan memukul perut besar Yuru dengan keras sampai terdengar suara keras karena Yuru mengenai dinding di belakangnya.


"Ugh!" Yuru melebarkan matanya merasakan rasa sakit di perutnya.


Jika itu orang biasa, mungkin mereka akan memuntahkan banyak sekali darah dari mulut mereka. Tapi Yuru bukan orang biasa dan dia memiliki perut yang besar sehingga pukulan Julian bisa diredam oleh lemak di perutnya.


Namun tetap saja itu sangat sakit karena pukulan Julian tidak main-main. Julian tidak menggunakan mana, tapi dia menggunakan kekuatan dinosaurus nya.


Raff dan prajurit lainnya secara reflek menyentuh perut mereka saat melihat Julian memukul perut Yuru dengan sangat keras.


Mereka merupakan orang yang bisa bertempur, jadi mereka bisa memperkirakan bagaimana rasa sakit yang akan diterima jika terkena pukulan itu.


"Aku tahu kau lebih memilih untuk mati dibandingkan dengan mengatakan informasi. Tapi, apakah kau yakin bisa membunuh dirimu sendiri dalam kondisi yang sekarang?" Julian menyeringai.

__ADS_1


Sekilas Yuru bahkan berpikir kalau yang menjadi penjahat bukanlah dirinya melainkan Julian setelah melihat seringai Julian.


"Pertanyaan pertama, siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu?" Julian mengajukan pertanyaan pertama kepada Yuru.


"Ayahmu!" Yuru membuat seringai mengejek dan menjawab dengan asal-asalan.


"..." Julian menatap Yuru dengan tenang.


"Haha! Apakah kau marah?" Yuru bahkan tertawa dengan liar.


Julian menaruh telapak tangan kanannya di dada kiri Yuru. Kemudian ia memasukan mana ke dalam jantung Yuru dan membuat mana itu bergerak dengan liar.


"Argh!!!" Yuru berteriak kesakitan.


Ia merasakan rasa sakit yang sangat parah di jantungnya. Ia merasa seolah-olah jantungnya sedang dirobek oleh seseorang.


"Masih belum," ucap Julian.


Julian menambahkan sedikit elemen petir di dalam mananya untuk menambahkan rasa sakit di dalam jantung Yuru.


"Argh!!! To-tolong, he-hentikan..." Yuru memohon kepada Julian untuk berhenti.


Julian tersenyum, ia menghentikan tindakannya kemudian memanggil Claire. Claire mengangguk paham, ia menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan Yuru.


"Katakan." Julian menatap Yuru dengan tenang.


"Hah...Hah... Raja Iblis... Boldax..." Yuru menjawab dengan napas terengah-engah.


"Pertanyaan kedua, apakah kau manusia?" tanya Julian.


"Tentu saja, aku manusia!" Yuru menatap Julian dengan sengit.


"Lalu mengapa kau membantu Raja Iblis Boldax?" Julian mengangkat alisnya.


"Hah! Apakah manusia tidak boleh membantu iblis? Jangan sok suci!" Yuru mendengus.


"Benar juga, tidak ada yang berhak untuk mengadili keputusan setiap manusia, tidak, setiap makhluk," ucap Julian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Pertanyaan ketiga, kekuatanmu itu, apakah itu asli milikmu atau pemberian Raja Iblis Boldax?" Julian mengajukan pertanyaan ketiga.


Yuru terdiam sebentar lalu menjawab, "...Kekuatan asliku adalah perubahan suara, untuk perubahan tubuh ini diberikan oleh Raja Iblis Boldax."


"Pertanyaan keempat, mengapa Raja Iblis Boldax menyuruhmu untuk membuat orang-orang menjadi Undead?" Julian mengajukan pertanyaan keempat.


"..." Namun kali ini Yuru tidak menjawab pertanyaan dan hanya tetap diam.


Julian bergerak dengan cepat, ia menaruh telapak tangan kanannya ke dada kiri Yuru lagi. Namun kali ini ia tidak memasukan mana ke dalam jantung Yuru melainkan elemen petir.


Benar, Julian memasukan elemen petir dalam jumlah banyak ke dalam jantung Yuru yang mengakibatkan jantungnya berdenyut sangat cepat.

__ADS_1


"Argh!!!" Yuru berteriak kesakitan dan kali ini ia bahkan mengeluarkan air mata.


Rasa sakit yang sekarang lebih parah dibandingkan dengan yang sebelumnya. Yang sekarang, ia bisa merasakan seluruh tubuhnya tersengat listrik.


Karena jantung memompa darah ke seluruh organ dalam tubuh, petir yang dimasukan oleh Julian juga ikut terbawa di darah yang dipompa.


Butuh waktu lama sebelum akhirnya Julian menghentikan tindakannya. Kondisi Yuru saat ini sangat menyedihkan dimana tubuhnya mengeluarkan asap dan rambut-rambutnya mulai rontok.


"Katakan." Julian menatap Yuru dengan dingin bahkan dengan sedikit niat membunuh.


Yuru menjawab dengan suara yang sangat lirih, "...Karena Raja Iblis Boldax ingin Kota Cronna hancur dengan pasukan Undead yang mudah dikendalikan karena Undead tidak memiliki kecerdasan."


Julian menyentuh dagunya, "Hm, masuk akal. Dia bisa mengendalikan Undead yang sudah menguasai Kota Cronna dengan mudah."


"Claire," panggil Julian.


Sama seperti sebelumnya, Claire langsung menyembuhkan Yuru dengan sihir penyembuh. Namun kondisi mental Yuru tidak membaik, masih sama seperti sebelumnya.


"Pertanyaan kelima dan yang terakhir. Mengapa Raja Iblis Boldax merencanakan untuk menguasai Kota Cronna?" Julian mengajukan pertanyaan terakhir.


Entah karena tidak ingin menjawab atau karena mentalnya sudah rusak, Yuru tidak bereaksi selama beberapa menit yang membuat Julian kesal.


Julian tahu kalau Yuru belum mati karena ia masih bisa melihat ada energi panas di tubuh Yuru dengan mata dinosaurus nya.


"Sial, mengapa kau harus bersikap keras kepala." Julian mendecakkan lidahnya karena kesal.


Julian menaruh telapak tangan kanannya di kepala Yuru, bukan di dada kirinya karena ia berniat untuk menyerang otak Yuru.


Menyerang otak musuh akan membuat musuh merasakan rasa sakit yang sangat parah karena otak terhubung ke semua saraf tubuh.


Julian tidak berbelas kasih, ia menyalurkan elemen petir yang sama seperti sebelumnya ke otak Yuru. Ia tidak berani terlalu banyak karena takut Yuru mati sebelum bisa menjawab pertanyaannya.


"Argh!!!" Kali ini adalah teriakan Yuru yang paling keras.


Air mata keluar kedua matanya bahkan kedua bola matanya berubah menjadi putih. Tubuhnya juga berkedut tidak terkendali karena seluruh saraf tubuhnya diserang.


Satu menit kemudian, Julian menghentikan tindakannya. Meskipun hanya satu menit, Yuru merasakan kalau itu sama dengan satu abad karena rasa sakit yang begitu mengerikan.


"Katakan, atau tidak, kau akan merasakan rasa sakit yang lebih lama," ucap Julian dengan nada dingin.


Karena tidak ingin merasakan rasa sakit di otak dan jantungnya, Yuru memutuskan untuk menjawab pertanyaan Julian.


Ia menjawab, "Raja Iblis Boldax ingin menguasai wilayah manusia dengan cara menguasai kota-kotanya entah itu dengan menyerang dari luar atau dalam."


"Kerja bagus, semoga di kehidupanmu selanjutnya, kau hidup sebagai cacing," Julian mengangguk kemudian ia menusuk jantung Yuru dengan kuku dinosaurus.


"Kalian dengar itu kan? Meskipun Yuru terbunuh, bukan berarti masalah ini selesai. Kita masih belum menemukan Undead yang sudah dikumpulkan olehnya," ucap Julian.


"Tenang saja, Tuan. Aku akan mengerahkan seluruh prajurit untuk mencarinya." Raff mengangguk dengan serius.

__ADS_1


Julian mengangguk dan berkata, "Karena sebentar lagi malam, ayo kita cari sekarang. Semoga saja kita bisa menemukannya hari ini."


"Baik!" Semua orang menjawab dengan bersamaan.


__ADS_2