Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Lucas von Cruya dan Masalah yang Dihadapinya


__ADS_3

"Makan malam dengan keluarga kerajaan, apakah kalian gugup?" tanya Julian sambil tersenyum kepada Claire dan kedua demi-human.


"Um!" mereka bertiga mengangguk-angguk.


"Yah, siapapun pasti akan gugup. Tapi tenang saja, aku ada di samping kalian, cukup ikuti aku," ucap Julian yang menenangkan mereka.


"Baik!" mereka bertiga tersenyum karena Master mereka selalu mengkhawatirkan mereka.


Mereka mengikuti pelayan dan sampai di depan pintu yang lagi-lagi pintunya sangat besar. Ada dua prajurit di depan pintu yang segera membukakannya untuk mereka.


"Tuan, silakan masuk, sudah ada pangeran Conall dan Putri Mellina di dalam," ucap si pelayan.


Julian mengangguk dan berkata, "Ya, terima kasih."


Mereka berempat kemudian masuk ke dalam ruang makan yang mana meja makannya panjang dan juga lebar dengan 10 kursi di sisi meja. Lalu ada dua orang yang sudah duduk di sana. Seorang pria di sisi kanan meja dan seorang gadis cantik di sisi kiri meja.


"Hm? Julian!?" Conall terkejut kalau ada Julian di sini.


Julian tersenyum dan menyapa Conall, "Yo! Bagaimana kabarmu?"


Conall tertawa kecil dan berkata, "Haha, kabarku baik, bagaimana denganmu? Ngomong-ngomong, kalian berempat duduk di sebelahku, sini."


"Kabarku dan mereka juga baik," ucap Julian sambil duduk di sebelah Conall dan yang lain juga duduk disebelahnya.


"Sebelum itu, perkenalkan, dia adalah adikku. Putri pertama Kerajaan Cruya, Mellina von Cruya." Conall memperkenalkan Mellina kepada Julian.


"Mellina, dia adalah Julian Roley yang pernah aku ceritakan kepadamu," ucap Conall kepada Mellina.


Mellina adalah seorang gadis berparas cantik dengan rambut panjang berwarna pirang dan bola mata berwarna biru. Dirinya seperti cerminan dari Regina, yang memiliki penampilan yang sama.


"Ah, halo." Mellina mengangguk dan menyapa Julian dengan singkat, bukan karena dia bersikap dingin tapi karena dia malu.


"Haha, jangan salah sangka, adikku ini memang pemalu, jangan berpikir kalau dia ini bersikap dingin kepadamu," ucap Conall sambil tertawa.


Mereka berbincang-bincang sebelum pintu terbuka. Ada satu orang pria yang mirip dengan Conall dan satu orang wanita cantik dengan rambut berwarna hitam yang diikat menjadi kuncir kuda.

__ADS_1


Selang beberapa detik, Rolant dan Regina juga masuk ke dalam ruang makan dan tersenyum melihat mereka semua sudah datang.


"Tunggu, budak? bagaimana bisa seorang budak makan dengan keluarga kerajaan?" orang yang mirip dengan Conall mengerutkan keningnya.


Orang itu adalah Lucas von Cruya, pangeran kedua Kerajaan Cruya dan adik Conall. Lalu di sebelahnya adalah istrinya, Doria.


Conall menatap Lucas dengan tatapan tajam, "Lucas, jaga nada bicaramu, Julian dan rekannya itu adalah temanku. Apakah kau ingin mengusir teman-temanku?"


"Jadi orang ini adalah Lucas, dan pasti di sebelahnya adalah istrinya, Doria," pikir Julian.


Lucas juga menatap Conall, "Kakak, tidak peduli apa, status seorang budak tidak bisa dibandingkan dengan status seorang bangsawan, apalagi keluarga kerajaan. Juga, mengapa kakak berteman dengan budak?"


"Yah, karena seperti ini, suasana untuk makan malam sudah hancur. Haruskah aku pergi saja? Aku tidak ingin menimbulkan masalah yang tidak perlu hanya karena seseorang," pikir Julian sambil mendesah.


Julian berdiri dan menundukkan kepalanya kehadapan Rolant dan Regina, "Maafkan aku, Raja, Ratu. Sepertinya kehadiranku dan rekan-rekanku mengganggu pangeran kedua, kami minta maaf dan izin undur diri."


Ia menoleh ke arah Conall dan menganggukkan kepalanya, kemudian ia keluar dari ruangan diikuti oleh Claire dan kedua demi-human.


Tidak ada yang menghentikan Julian karena mereka juga tahu kalau suasananya sudah hancur. Mereka hanya bisa menghembuskan napas panjang dan mulai makan malam.


"Conall," panggil Rolant.


Conall menoleh ke arah Rolant dan bertanya, "Ya, ayah?"


"Tanya Julian apakah dia memiliki cara untuk mengatasi masalah Doria. Dia adalah pengembara dan siapa tahu dia memiliki sebuah cara yang tidak kita ketahui. Dunia itu luas, bahkan meskipun aku adalah seorang raja, masih ada beberapa hal yang tidak aku ketahui," ucap Rolant dengan serius.


Ternyata, Lucas bersikap seperti itu karena Doria yang tidak bisa memberikan keturunan untuknya. Meskipun Lucas masih mencintai Doria, tetapi sebagai seorang pria, ia juga menginginkan anak, apalagi dirinya adalah pangeran.


"Baik ayah, aku akan bertanya kepada Julian. Semoga saja dia memiliki sebuah cara," angguk Conall yang mengerti maksud Rolant.


Mereka bertiga keluar dari ruang makan, Rolant dan Regina kembali ke kamar mereka sedangkan Conall pergi ke kamar tamu yang ditempati oleh Julian.


...----------------...


Julian dan yang lain makan di dalam kamar setelah pelayan mengantarkan makanan untuk mereka atas perintah Rolant.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan malam, mereka bersiap untuk mandi lalu tidur, namun pintu kamar tiba-tiba diketuk dan terdengar suara Conall dari luar.


Julian membukakan pintu dan menyuruh Conall untuk masuk. Setelah mereka duduk, Conall langsung mengatakan alasan mengapa dia datang.


"Hm, begitu ya. Dia tidak bisa melahirkan, tapi apakah dia masih subur?" tanya Julian setelah Conall menjelaskannya.


"Ya, semuanya tidak ada masalah. Hanya saja tabib dan healer yang memeriksanya mengatakan kalau rahimnya tidak kuat untuk menampung seorang bayi apalagi melahirkannya," angguk Conall.


"Hm, aku ingin menyarankan metode bayi tabung seperti di bumi, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya karena tidak ada alat terkait di sini. Aku juga tidak bisa membuatnya karena tidak tahu," batin Julian.


Conall yang melihat ekspresi sulit Julian tahu kalau Julian memiliki sebuah cara, namun dia tidak mengatakannya karena tidak pasti atau karena ada sesuatu yang lain.


"Katakan saja Julian, mari kita bicarakan efek samping atau yang lain bersama, ucap Conall.


"Yah, baiklah," angguk Julian.


Julian menjelaskan metode yang disebut bayi tabung kepada Conall namun ia tidak mengatakan 'mesin' tapi 'alat aneh' agar tidak menimbulkan ketidakpahaman dan dirinya juga bingung harus menjelaskan bagaimana jika menggunakan kata 'mesin'.


"Jadi begitu, aku paham secara garis besarnya. Memang, metode ini memiliki resiko karena bisa jadi bayi tersebut tidak bisa bertahan. Apakah kau memiliki cara lain?" tanya Conall.


"Mungkin Doria harus memperkuat rahimnya menggunakan mana agar bisa menampung bayi. Namun cara ini juga sangat melelahkan karena dia harus menggunakan mana terus-menerus selama 9 bulan," ucap Julian setelah berpikir sebentar.


Conall mengangguk lalu ia berdiri dan berkata, "Hm, baiklah. Terima kasih Julian. Aku akan membicarakan hal ini dengan Ayah dan Ibu."


"Sama-sama, beritahu aku apa keputusan yang diambil," angguk Julian.


Conall kemudian meninggalkan kamar Julian dan pergi ke kamar Rolant dan Regina. Ia lalu mengatakan kepada mereka dua cara yang dikatakan oleh Julian.


"Cara pertama, Doria bisa tenang namun resikonya terlalu tinggi. Cara kedua, Doria akan sangat lelah namun resikonya lebih kecil," ucap Rolant setelah Conall mengatakan dua cara dari Julian.


"Seperti yang diharapkan dari pengembara. Dua cara ini bahkan tidak terpikirkan olehku, tidak, bisa dikatakan ini adalah cara yang baru ada di dunia ini," tambahnya.


"Suamiku, bagaimana kalau kita mengadakan pertemuan? Kita, Lucas dan Doria, para tabib dan healer akan hadir untuk membahas ini," saran Regina.


"Baiklah, memang tidak ada cara lain lagi. Jika Lucas menginginkan anak dari Doria, kita harus memilih salah satu dari dua cara," angguk Rolant.

__ADS_1


Setelah membahas beberapa hal lagi, Conall undur diri dan kembali ke kamarnya, Rolant dan Regina juga bersiap untuk tidur.


__ADS_2