Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pelelangan Bagian Tubuh Sea Serpent (2)


__ADS_3

Jeda untuk istirahat telah selesai. Orang-orang kembali ke tempat duduk masing-masing dan menunggu pelelangannya dimulai kembali.


"Selamat siang! Istirahat sudah selesai, sekarang adalah waktunya untuk puncak acara pelelangan karena akan dijual bagian tubuh Sea Serpent yang sangat berharga!"


Inka muncul diatas panggung dan berteriak untuk memulai pelelangannya dan disambut meriah oleh tepuk tangan orang-orang.


Beberapa pria berotot memasuki panggung sambil membawa troli yang sangat besar yang ditutupi oleh kain berwarna hitam.


Kemudian salah satu pria memegang kain tersebut dan menariknya yang memperlihatkan sebuah kotak transparan yang berisi sesuatu yang membuat mereka terkejut.


"Barang berharga pertama! Paru-paru Sea Serpent yang bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah ramuan yang memiliki efek meningkatkan afinitas dengan elemen sihir!"


"Harga awal dari barang ini adalah 25 koin platinum!" Inka menjelaskan manfaat dari paru-paru Sea Serpent lalu memberitahu harga awalnya.


"40 koin platinum!"


"45 koin platinum!"


"55 koin platinum!"


Pada akhirnya paru-paru Sea Serpent berhasil dijual seharga 60 koin platinum yang dibeli oleh salah satu ruang pribadi dilantai tiga.


...----------------...


"Barang terakhir, bagian tubuh Sea Serpent yang paling berharga diantara bagian tubuh yang lain! Kalian pasti sudah tahu dan pasti sudah menunggu barang ini muncul!"


"Barang ini adalah, Jantung Sea Serpent! Bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah ramuan dan memiliki efek meningkatkan batas tubuh seseorang yang meminumnya"


"Meskipun tampak sederhana, namun ramuan ini juga bisa digunakan oleh orang-orang yang sudah kuat dan bukan hanya untuk anak kecil saja."


"Baiklah! Untuk harga awalnya adalah 80 koin platinum!" Inka berteriak memberitahu harga awal Jantung Sea Serpent.


Orang-orang langsung berteriak untuk menawar harga terutama orang-orang diruang pribadi di lantai dua dan lantai tiga.


...----------------...


Disalah satu ruangan pribadi dilantai tiga.


"Ayah! Kita harus mendapatkan Jantung Sea Serpent!" Seorang pria muda berteriak kepada pria tua disebelahnya.


Pria muda itu adalah Bruno Malone, dia mengikuti pelelangan ini setelah kekacauan yang terjadi tiga hari lalu saat ia kehilangan Sea Serpent.


Dan Bruno tidak datang kesini sendirian, pria tua disebelah Bruno adalah ayahnya sekaligus kepala Keluarga Malone saat ini, Roman Malone.


Roman Malone adalah seorang pria yang terlihat garang, ia selalu memasang ekspresi wajar serius kapanpun dan dimanapun.


Roman sangat marah saat mengetahui kalau Keluarga Mollon mengambil Sea Serpent, bukan hanya itu, tapi mereka mendapatkannya tanpa bertarung dengan yang lain.

__ADS_1


Oleh karena itu ia sangat marah kepada Bruno yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Keluarga Mollon membawa tubuh Sea Serpent.


"Diam! Tanpa kau beritahu aku juga sudah paham! Kau kira ini salah siapa yang membuat kita harus datang ke pelelangan ini!" Roman berteriak dan memelototi Bruno.


"Maaf, Ayah..." Bruno menciutkan lehernya saat melihat ayahnya marah.


...----------------...


Di dekat ruangan pribadi milik Keluarga Malone.


"Tuan, apakah kita memang harus mendapatkan Jantung Sea Serpent?" Seorang prajurit berpakaian besi bertanya kepada pria yang sedang duduk didepannya.


"Tentu saja! Ini adalah perintah langsung dari Marquiss Alan!" Pria yang sedang duduk itu mengangguk dengan serius.


Dia adalah Sika, tangan kanan Marquiss Alan sekaligus orang yang berencana melakukan pemberontakan bersama dengan Keluarga Malone dan Raja Iblis Boldax.


Sika mengikuti pelelangan ini karena ia disuruh oleh Raja Iblis Boldax dengan imbalan bahwa Raja Iblis Boldax akan memberikan Sika kekuatan.


Namun Sika dagang kesini dengan berbohong. Oleh karena itu, prajurit dibelakangnya tampak tidak percaya saat Sika mengatakan kalau Marquiss Alan memberi perintah untuk mendapatkan Jantung Sea Serpent.


"Kalau aku berhasil mendapatkan Jantung Sea Serpent, membunuh Marquiss Alan bukanlah hal yang sulit lagi, hahaha," batin Sika.


...----------------...


Di ruangan pribadi milik Julian dilantai dua.


"Ho? Banyak yang menginginkan Jantung Sea Serpent ya." Julian mengangkat alisnya.


Julian ada disini karena ia penasaran bagaimana reaksi orang-orang yang akan membeli Jantung Sea Serpent dan ternyata mereka sangat bersemangat.


"130 koin platinum!" Terdengar suara wanita yang Julian kenal.


"Karin!?" Julian berdiri dari kursi dan berteriak dengan terkejut.


"Sudah jelas tadi adalah suara Karin, tapi mengapa aku tidak bisa mendeteksi bau Karin?" Julian mengerutkan keningnya.


"136 koin platinum!" Suara itu terdengar lagi.


"Sudah bisa dipastikan kalau itu adalah suara milik Karin. Suaranya berasal dari ruangan pribadi dilantai tiga, kira-kira ada di nomor 4 dari kanan." Julian langsung keluar dari ruangannya dan pergi kelantai tiga.


Penjaga yang menjaga lantai tiga tidak menghentikan Julian yang datang karena mereka tahu kalau Julian adalah orang yang dekat dengan Damian.


Damian juga sudah memberitahu para bawahannya mau itu pelayan atau prajurit kalau Julian adalah temannya dan dia harus diperlakukan setara dengan dirinya.


"Disini?" Julian sudah berdiri didepan salah satu pintu ruangan. Julian mengangkat tangan kanannya dan mengetuk pintu itu.


"Siapa!?" Suara wanita terdengar dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Ya, ini ruangan yang benar." Julian menyipitkan matanya dan terus mengetuk pintu.


"Ah siapa!?" Pintu terbuka dan terlihatlah sosok wanita cantik yang Julian kenal.


"Yo!" Julian menyapa Karina.


"Julian!? Bagaimana bisa kau ada disini!?" Karina tampak terkejut saat melihat kalau yang mengetuk pintu adalah Julian.


"Bisakah aku masuk?" Julian tidak menjawab pertanyaan Karina.


"Tentu saja." Karina mengangguk dan mempersilakan masuk.


Mereka berdua duduk di kursi dan Karina langsung bertanya kepada Julian mengapa dia ada disini. Julian lalu mengatakan semuanya dengan jelas tanpa menyembunyikan apapun.


"Jadi kau sudah tahu ya..." Karina menghela napas panjang.


"Jadi apakah berita mengenai pertunanganmu dengan salah satu keluarga pedagang disini adalah benar?" tanya Julian.


"Ya, benar. Tapi ada alasannya dan akan aku jelaskan nanti. Aku perlu mendapatkan Jantung Sea Serpent. 150 koin platinum!" Karina menawar Jantung Sea Serpent lagi.


"170 koin platinum!" Sika berteriak.


"180 koin platinum! Hahaha apakah kalian berani melawan Keluarga Malone!?" Bruno berteriak dan tertawa terbahak-bahak.


"Cih..." Karina duduk dengan lemas.


Julian melirik Karina yang memiliki ekspresi wajah putus asa dan ia kepikiran sesuatu.


"Apakah kau memang membutuhkan Jantung Sea Serpent?" tanya Julian.


"Sangat butuh. Tapi aku sudah tidak memiliki uang lagi untuk mendapatkannya" Karina mengangguk dengan lemas.


"Kalau begitu aku bantu." Julian mengeluarkan kantung yang berisi banyak koin platinum.


"Darimana kau memiliki uang sebanyak ini? Bukan itu, apakah kau serius untuk membantuku!?" Karina membuka kantung itu dengan tangan yang gemetaran.


"Gunakan sesukamu." Julian tersenyum dan mengangguk.


"Terima kasih! 200 koin platinum!" Karina menawar dengan penuh semangat.


"Apa kau gila!?" Bruno yang masih tertawa terbahak-bahak langsung berhenti saat mendengar tawaran Karina.


"200 koin platinum! Apakah ada yang menawar lagi!? 200 koin platinum satu, 200 koin platinum dua, dan 200 koin platinum tiga! Selamat kepada ruangan nomor 307 yang telah mendapatkan Jantung Sea Serpent!" Inka mengetuk palu tanda bahwa Jantung Sea Serpent berhasil terjual.


"Ah..." Karina duduk dengan lemas lagi namun bedanya kali ini ia memiliki ekspresi wajah yang bahagia.


"Selamat." Julian tersenyum saat Karina berhasil mendapat Jantung Sea Serpent.

__ADS_1


"Wah! Terima kasih Julian!" Karina tiba-tiba memeluk Julian dengan erat sambil berterima kasih kepadanya beberapa kali.


"Ya, ya..." Julian menepuk-nepuk punggung Karina.


__ADS_2