Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Berburu Kuliner dengan Ethan dan Ella


__ADS_3

Keesokan harinya saat sudah sore hari, Damian dan Inka sedang sibuk mempersiapkan lelang yang akan diadakan dua hari lagi di Toko Mollon.


Mereka sudah memanggil orang-orang ahli untuk memproses tubuh Sea Serpent agar tidak ada kerusakan selama pemrosesan.


Sedangkan Julian, setelah ia beristirahat dengan cukup, ia menjadi bosan. Ia ingin keluar dan berkeliling kota, namun keadaan kota saat ini sedang riuh.


"Tuan Muda! Nona Muda!" Seroang pengasuh berteriak karena Ella dan Ethan berlarian dihalaman.


"Ella? Ethan?" Julian menoleh melihat Ethan dan Ella berlari menuju dirinya.


"Paman!" Ethan dan Ella berteriak memanggil Julian.


"Mengapa kalian berlarian? Bagaimana jika kalian jatuh?" Julian menggendong Ethan dan Ella.


Pengasuh yang mengejar Ethan dan Ella menghela napas panjang karena mereka berdua berhenti berlari dan ada Julian yang menggendong mereka.


"Kami bosan!" Ethan berkata dengan nada cemberut.


"Benar, ayah dan ibu sedang sibuk!" Ella juga cemberut.


"Benar juga, mereka sedang sangat sibuk ya. Lalu apakah kalian ingin bermain bersama paman?" Julian tersenyum kepada mereka berdua.


"Bolehkah kami!?" Ethan dan Ella menatap Julian dengan mata berharap.


"Tentu saja." Julian mengangguk.


"Hore!!!" Ethan dan Ella berteriak dengan gembira.


"Tidak apa-apa bukan?" Julian menoleh kearah pengasuh.


"Tidak apa-apa, Tuan. Justru akan sangat bagus jika Tuan Muda dan Nona Muda bermain." Pengasuh mengangguk.


"Bagus, kau tolong siapkan kereta kuda dan berangkat menuju Utara Pelabuhan Coramon, aku akan langsung pergi kesana dengan Ethan dan Ella," ucap Julian.


"Utara ya, baik, saya akan langsung mempersiapkan kereta kuda dan berangkat kesana." Pengasuh mengangguk dan pergi.


"Ethan, Ella, apakah kalian berdua pernah terbang?" tanya Julian.


"Terbang? Apakah maksud paman bergerak bebas di langit seperti burung?" Ella memiringkan kepalanya.


"Benar, seperti itu." Julian mengangguk.


"Kami belum pernah." Ethan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lalu apakah kalian ingin merasakannya?" Julian tersenyum.


"Apakah itu artinya kita bisa terbang? Tentu saja kami mau!" Ethan dan Ella menganggukkan kepala mereka.


"Bagus, tunggu sebentar." Julian mengangguk.


Julian menyimpan bajunya kedalam inventory dan saat ini ia bertelanjang dada. Kemudian, ia mulai menggunakan kekuatan dinosaurus nya.


Sepasang sayap berbulu yang memiliki warna cokelat muncul dari punggung Julian dan membentang sampai 2 meter.


__ADS_1


Julian menggunakan mode hibrida dimana ini pertama kalinya ia bertransformasi menjadi dinosaurus yang mirip seperti binatang biasa.


Ia bertransformasi menjadi salah satu dinosaurus terbang, yaitu Jeholornis. Burung ini sebenarnya adalah burung yang memiliki ukuran seperti burung kalkun.


Namun Julian bisa menggunakan kekuatannya dengan bebas, oleh karena itu sayap yang ia keluarkan bisa sangat besar dan panjang.


Jeholornis adalah dinosaurus omnivora yang memakan biji-bijian dan ikan dan penampilannya mirip seperti burung pada umumnya.


"Woah! Paman menumbuhkan sayap!!" Ethan berteriak dengan kagum.


"Bagaimana bisa paman melakukan itu?" Ella bertanya kepada Julian.


"Haha, ini adalah kekuatan paman. Lalu, haruskah kita terbang?" Julian mengepakkan sayapnya perlahan-lahan karena ia membawa Ethan dan Ella.


"Wah!?" Ethan dan Ella berteriak saat mereka mulai terbang.


"Pegangan yang erat ya, kita akan terbang mengelilingi kota sebentar." Julian terbang dengan pelan sambil melihat pemandangan kota dari atas.


"Ini keren!!" Ethan berteriak kegirangan.


Mereka terbang mengelilingi kota selama setengah jam, kemudian Julian mendarat di tempat yang tadi ia katakan, yaitu sebelah utara Pelabuhan Coramon.


Disana adalah area yang ramai, terdapat banyak restoran, toko, kios, bahkan ada beberapa penyanyi yang menyanyi di pinggir jalan.


"Kita sampai." Julian menarik kembali sayapnya dan memakai baju. Kemudian ia menurunkan Ethan dan Ella.


"Ethan? Ella?" Julian penasaran mengapa kedua anak kecil itu tidak berbicara.


Ia melihat dan ternyata Ethan dan Ella sedang memandangi kios-kios yang menjual makanan dan minuman sampai air liur mereka menetes.


"Hahaha! Apakah kalian ingin membeli itu?" Julian tertawa dengan keimutan mereka dan bertanya.


"Hey, sekarang kalian sedang bersamaku. Paman akan membelikan semua yang kalian inginkan!" Julian tersenyum dan mengeluarkan kantung berisi uang.


"Benarkah!?" Ethan dan Ella menatap Julian dengan tatapan berharap.


"Tentu saja. Tapi..." Julian sengaja tidak menyelesaikan ucapannya.


"Tapi..." Ethan dan Ella malah mengikuti ucapan Julian.


"Tapi jangan beritahu Ayah dan Ibu serta orang lain. Ini akan menjadi rahasia kita bertiga." Julian mengelus-elus kepala mereka.


"Wah baik!" Ethan dan Ella menganggukkan kepala mereka dengan semangat kemudian mereka berdua mengulurkan jari kelingking mereka.


"Ah." Julian paham akan yang mereka maksud.


Julian juga mengulurkan dua jari kelingkingnya dan saling mengaitkan dengan jari kelingking Ethan dan Ella.


"Janji!" Julian, Ethan, dan Ella berbicara secara bersamaan.


Ethan dan Ella langsung berlari menuju kios makanan ringan yang sepertinya adalah daging yang dipotong kecil-kecil dan digoreng dengan tepung.


"Paman! Kami ingin membeli ini!" Ethan dan Ella menunjuk kios itu.


"Hm, ayam goreng ya. Boleh, tapi kalian tidak boleh makan terlalu banyak ya, soalnya ini makanan berminyak dan tidak bagus untuk tubuh kalian." Julian mengangguk memperbolehkan mereka namun dengan batasan.

__ADS_1


"Baik!" Ethan dan Ella tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka juga tahu kalau itu tidak sehat.


"Halo, kami beli satu porsi," ucap Julian.


"Baik! Mau pakai bumbu apa?" Penjual bertanya kepada Julian.


"Manis!" Ethan dan Ella yang menjawab.


"Haha, baiklah, tunggu sebentar." Penjual tertawa sebentar lalu segera membuatnya.


"10 koin tembaga tuan!" Penjual menyerahkan pesanan mereka dan mengucapkan harganya.


"Sangat murah?" Julian sedikit terkejut dengan harganya.


"Haha, ini adalah harga yang normal." Penjual tertawa.


Julian mengeluarkan 10 koin tembaga dan menyerahkannya kepada penjual. Ia mengambil pesanannya dan memberikannya kepada Ethan dan Ella.


"Aromanya harum!" Ethan dan Ella mencium aroma ayam goreng yang harum.


"Kalian ingin minum apa?" tanya Julian.


"Kami ingin itu!" Ella menunjuk ke kios minuman dan apa yang Ella tunjuk adalah minuman sederhana yaitu es teh.


"Tentu, ikuti paman." Julian berjalan menuju kios minuman diikuti oleh Ethan dan Ella.


"Halo, tolong 2 es teh dengan sedikit gula dan satu es kopi biasa," ucap Julian kepada penjual.


"Baik!" Penjual segera mempersiapkannya.


"Totalnya 15 koin tembaga." Penjual menyerahkan pesanan Julian.


"Terima kasih." Julian mengambil pesanannya dan memberikan 15 koin tembaga.


"Terima kasih kembali!" ucap penjual.


"Ayo duduk disana!" Julian menunjuk kearah bangku kosong didekat air mancur.


Mereka berjalan kesana dan duduk. Kemudian Ethan dan Ella memakan ayam goreng mereka dengan lahap karena mereka sangat jarang memakan makanan seperti ini.


Kebetulan sekali ada grup penyanyi yang sedang menyanyi sekaligus bermain musik didekat mereka. Mereka makan sambil menikmati lantunan musik.


Sesekali Ethan atau Ella juga memberikan Julian ayam gorengnya karena mereka juga tahu kalau mereka tidak boleh menghabiskan semuanya karena tidak baik.


Setelah menghabiskan ayam goreng dan minumannya, mereka segera melanjutkan kembali perburuan kuliner yang dipimpin oleh Ethan dan Ella.


Sebelum itu, Julian memberikan satu koin perak kepada grup penyanyi tadi dan mereka sangat berterima kasih atas kebaikan Julian.


Julian membelikan beberapa makanan yang Ethan dan Ella inginkan seperti permen manis, cumi-cumi bakar, es buah, jeli, dan masih banyak lagi.


Ethan dan Ella memakan makanan yang dibeli oleh Julian setengah-setengah porsi sedangkan sisanya dihabiskan oleh Julian.


Ethan dan Ella nampak bahagia sekali dengan perburuan kuliner mereka karena mereka tidak pernah melakukan hal ini bersama dengan Damian dan Inka atau pengasuh mereka.


Kemudian mereka bertemu dengan pengasuh Ethan dan Ella bersama dengan pengawal dan pengasuh segera menasihati Ethan dan Ella saat melihat mereka berdua makan banyak hal.

__ADS_1


Ethan dan Ella langsung bersembunyi dibelakang Julian dan Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata tidak apa-apa kepada pengasuh.


Pengasuh tetap bersikeras untuk tidak membiarkan Ethan dan Ella membeli makanan jalanan namun pada akhirnya ia menyerah saat Ethan dan Ella menatap dirinya dengan tatapan memohon yang imut.


__ADS_2