Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Membeli Seorang Budak di Toko Budak


__ADS_3

Susan berjalan ke sudut ruangan untuk membuatkan teh untuk Doyle dan Julian. Lalu Doyle memulai pembicaraan nya.


"Tuan Julian kan? Apakah benar kau akan membeli budak nomor 27?" Doyle langsung berbicara ke intinya.


"Ya, aku sangat yakin." Julian mengangguk dengan serius.


"Baiklah. Harga nomor 27 adalah 2 koin emas." Doyle memberitahu harga budak nomor 27.


"2 koin emas? Bukankah itu terlalu murah? Apakah ada sesuatu yang menyebabkan harganya menjadi seperti itu?" Julian mengerutkan kening nya.


Selama perjalanan, Julian sudah berkomunikasi dengan Mindy dan bertanya berapa harga nomor 27 menurut perhitungan nya.


Mindy menjawab kalau harga nomor 27 adalah sekitar 6 platinum atau lebih karena level mana nya masih bisa meningkat.


"Tunggu, apakah mereka tidak tahu kalau nomor 27 memiliki level mana 7?" Seketika Julian tersadar.


"Hah... Nomor 27 itu adalah orang yang lemah lembut, dia tidak terlalu berguna dalam pekerjaan apapun dan bisa dikatakan kalau dia hanya berguna di malam hari." Doyle menghela napas


"Malam hari? Ah..." Julian paham dengan ucapan Doyle.


"Jadi begitu ya, tapi itu tidak mengurungkan niat ku. Aku akan tetap membeli nomor 27." Julian tidak mengubah keputusan nya.


"Baiklah. Susan, tolong panggilkan nomor 27." Ucap Doyle kepada Susan.


"Baik." Susan mengangguk lalu ia keluar ruangan.


Setelah beberapa saat, Susan kembali bersama dengan nomor 27. Julian sangat terkejut saat melihat nomor 27 saat ini.


Nomor 27 mengenakan pakaian yang biasa saja namun wajah nya sangat cantik. Warna rambut nya juga berwarna putih.


Julian tidak menyadari hal itu karena penampilan nomor 27 tadi sangatlah lusuh dan berantakan seperti orang yang tidak terawat.


"Nomor 27, kemari lah. Dia adalah tuan baru mu." Doyle menyuruh nomor 27 untuk mendekat.


"Baik." Nomor 27 mengangguk dan berjalan mendekat.


"Tuan Julian, tolong ulurkan tangan kanan mu dan taruh diatas punggung tangan kanan nomor 27." Ucap Doyle.


"Ya." Julian melakukan seperti yang Doyle ucapkan.


Kemudian Doyle membacakan sebuah mantra sihir yang tidak bisa di pahami oleh Julian namun Mindy mengatakan kalau itu adalah mantra mengenai perbudakan.


Cahaya putih muncul di atas punggung tangan kanan Julian lalu menghilang secara tiba-tiba dan meninggalkan sebuah tanda persegi panjang berwarna hitam.


"Tanda itu memiliki arti kalau kau memiliki seorang budak dalam jumlah satu. Jika dua tanda maka budak mu ada dua dan seterusnya. Tanda itu juga bisa tidak terlihat jika kau menginginkan nya." Doyle menjelaskan mengenai tanda itu.


"Ah, jadi begitu ya. Baiklah..." Julian paham dengan penjelasan Doyle kemudian ia mencoba membuat tanda itu tidak terlihat dan berhasil.


Julian lalu menandatangani sebuah dokumen kalau dirinya adalah tuan baru nomor 27 dan ia membayar 2 koin emas kepada Doyle.


"Terimakasih." Doyle mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Aku juga." Julian berjabat tangan dengan Doyle.


...----------------...


"Baiklah, pertama-tama. Mari kita pergi ke penginapan." Julian berjalan menuju penginapan diikuti oleh nomor 27.


Setelah sampai, Julian mengatakan kalau nomor 27 adalah budak nya dan yang lain tidak bereaksi berlebihan karena itu adalah hal yang biasa.


Julian memesan dua porsi makanan dan meminta tolong untuk mengantarkan nya ke kamar lalu ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya.


"Duduklah." Julian duduk di kursi dan menyuruh nomor 27 untuk duduk juga.


"Tidak bisa, seorang budak tidak bisa sejajar dengan tuan nya." Nomor 27 menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Ini perintah." Julian menyipitkan mata nya.


"...Baik.." Nomor 27 duduk di kursi seberang Julian.


"Bagus. Mulai saat ini, namamu adalah Claire yang memiliki arti terang." Julian memberikan nomor 27 sebuah nama baru.


"!! - Terimakasih banyak! Anda bahkan memberikan saya nama yang memiliki arti!" Claire menerima nama itu sambil menangis bahagia.


"Tidak perlu berbicara dengan formal." Julian tidak terlalu suka berbicara dengan formal.


"Apakah tidak apa-apa?" Claire tampak ragu-ragu.


"Ya." Julian mengangguk untuk meyakinkan Claire.


Kebetulan sekali Irmei datang membawakan dua porsi makanan yang sudah dipesan. Mereka berdua kemudian makan siang bersama.


Meskipun pada awalnya Claire menolak dengan alasan seroang budak tidak berhak makan makanan yang enak apalagi makan bersama tuan nya.


Namun Julian mengatakan kalau itu perintah dan Claire akhirnya setuju. Karena jika seorang budak melanggar perintah tuan nya, tubuh nya akan tersengat listrik.


"Mindy, apakah kekuatan asli Claire ini tersegel? Aku tidak merasakan seperti itu masalahnya." Julian berkomunikasi dengan Mindy.


[ Tidak, sepertinya Claire memang tidak mengetahui akan hal itu ]


"Claire, apakah kau pernah menggunakan sihir?" Julian bertanya kepada Claire.


"Um pernah. Pada saat aku masih kecil, aku pernah mencoba menggunakan sihir namun pada akhirnya itu malah meledakkan rumah ku dan aku dijual..." Wajah Claire tampak pucat saat mengatakan hal itu.


"Ah, itulah mengapa Claire tidak pernah menggunakan sihir lagi ya." Sekarang Julian mengerti.


"Tenanglah, sekarang kau sedang bersama dengan tuan baru mu yang berarti kau juga akan membuka lembaran kehidupan yang baru." Julian menenangkan Claire.


"Lalu Claire, belajar lah sihir dengan buku-buku ini." Julian memberikan Claire buku-buku sihir yang diberikan oleh Conall.


"Eh!? Tidak sepantasnya-" Ucapan Claire terpotong.


"Belajar lah, peran mu adalah sebagai penyembuh untuk ku. Jadi sekarang pelajari sihir dan coba cari mantra penyembuhan." Ucap Julian.

__ADS_1


Dengan kekuatan dinosaurus nya, tubuh Julian akan mengalami peningkatan drastis entah itu kekuatan, ketahanan, bahkan kecepatan penyembuhan.


Namun bukan berarti kalau semua luka bisa disembuhkan secara cepat apalagi jika Julian terkena serangan mental atau mental nya kelelahan.


Oleh karena itu Julian memutuskan untuk membuat Claire sebagai penyembuh karena sifat Clare yang lemah lembut itu.


Dan juga karena Julian bisa merasakan kalau Claire memiliki afinitas elemen api dan juga elemen cahaya yang dominan.


"!! - Baik! Saya akan merasa terhormat jika bisa berguna bagi Tuan!" Claire tampak bersemangat.


Bagi Claire yang lemah lembut, ia tidak ingin dibuang oleh tuan nya. Lalu sekarang ia diberi kesempatan untuk berlatih agar bisa berguna bagi tuan nya, tentu saja ia akan bersemangat.


"Hm, panggil aku master saja." Julian menyentuh dagunya dan berkata.


"Hehe, aku sangat ingin dipanggil master oleh budak ku. Aku selalu iri dengan tokoh utama yang memiliki budak cantik dulu." Batin Julian.


"Baik, Master!" Claire mengangguk dan memanggil Julian master.


"Bagus, sekarang, lakukan tugas mu." Julian mengeluarkan perkamen yang berisi informasi yang diberikan oleh Conall.


Kemudian ruangan menjadi sunyi karena mereka berdua sangat berkonsentrasi akan hal yang perlu mereka lakukan itu.


Julian membaca informasi-informasi yang tersedia dengan serius dan mengingat seluruh nya karena informasi adalah hal yang paling berguna.


Lalu Claire juga mempelajari sihir dengan sungguh-sungguh, meskipun beberapa kali gagal namun ia tidak menyerah dan terus mencoba.


"Ah, disini ada labirin. Ciri khas dari dunia fantasi. Sepertinya aku harus kesana untuk uji coba kekuatan ku." Julian menyentuh dagunya dan berpikir.


"Lalu, agenda untuk hari esok adalah pergi ke dalam labirin yang ada di Utara Kota Caver ini yang merupakan labirin ulat." Julian sudah memutuskan nya.


Lalu Julian memberitahu Claire kalau mereka berdua akan pergi ke dalam labirin besok untuk bertarung melawan ulat-ulat.


Meskipun ulat, Julian membaca informasi kalau ulat-ulat itu memiliki tubuh yang kenyal dan sulit ditembus dengan benda tajam.


Dan ukuran ulat-ulat itu setara dengan seekor harimau di bumi yang membuat sulit untuk dihadapi oleh satu atau dua orang saja.


"Meskipun begitu, aku yakin kalau kekuatan dinosaurus ku bisa mengalahkan ulat-ulat itu." Julian tampak yakin dengan kekuatan nya.


Itu karena dinosaurus adalah makhluk yang sangat kuat entah dari segi kekuatan atau ketahanan ditambah dengan kecerdasan Julian yang membuat nya menjadi semakin liar biasa.


...----------------...


Malam hari tiba, setelah makan malam di kamar, Julian membasuh tubuh nya dan menyuruh Claire untuk membasuh tubuh nya juga.


Claire tampak bersemangat karena sudah lama ia tidak membasuh tubuh nya bahkan ia berkali-kali bertanya kepada Julian apakah ia bisa membasuh tubuh nya.


Setelah selesai membasuh tubuh, mereka berdua lalu tidur karena besok mereka akan bertarung melawan ulat-ulat di labirin.


Julian mengeluarkan selimut tebal dan menaruh nya dilantai untuk Claire tidur karena ia tidak bisa membiarkan Claire tidur di lantai.


Dan juga itu karena hanya ada satu ranjang yang hanya dapat menampung satu orang saja. Meskipun begitu, Claire tampak senang karena Julian sangat memperhatikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2