
Desa demi-human kadal hidup dengan rawa dan sungai dibelakang desa mereka yang menyediakan banyak sekali jenis-jenis ikan.
Mereka tidak pernah kelaparan karena selain mereka mengambil ikan, mereka juga mengambil ikan yang sudah bisa dimakan.
Ikan-ikan kecil akan dibiarkan dan mereka juga memberi ikan-ikan tersebut makan berupa tumbuhan dan biji-bijian yang didapat dari hutan.
Namun, satu bulan yang lalu, ada kehadiran yang mengerikan yang menempati sungai dan rawa yang membuat mereka kelaparan.
Kehadiran tersebut adalah seekor monster buaya yang tingginya sampai 3 meter dan panjangnya hampir sekitar 10 meter.
Para demi-human kadal tidak bisa mengalahkan monster buaya karena kulitnya yang sangat keras dan serangannya yang kuat.
Oleh karena itu mereka memutuskan untuk membiarkan monster buaya tetap disana dan mereka mencari makanan ke luar desa.
"Jadi begitu, monster buaya ya." Julian menganggukkan kepalanya.
"Mengapa kalian tidak meminta bantuan kerajaan?" Claire bertanya kepada Dace.
"Tidak ada gunanya, Claire. Raja memang orang yang baik, tapi permintaan bantuan mereka tidak mungkin sampai ke tangan raja karena ada bangsawan yang mengurusi itu."
"Namun karena ada beberapa bangsawan yang membenci demi-human, mereka pasti tidak akan membiarkan permintaan bantuan mereka sampai ke tangan raja." Julian menjelaskan mengapa para demi-human kadal tidak meminta bantuan kerajaan.
"Apa yang Tuan Julian katakan memang benar adanya, kami pernah meminta bantuan kerajaan sekali namun tidak ada balasan dari mereka." Dace berkata dengan nada pahit.
"Ah..." Claire ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi karena ia tahu kalau ucapannya tidak akan berpengaruh.
"Mari kita kesampingkan hal itu. Sekarang, aku bisa membantu kalian mengalahkan monster buaya itu, tapi, apa yang bisa kalian berikan?" Julian menatap Dace dengan serius.
"Kami... bisa menyerahkan hidup kami." Dace menundukkan kepalanya.
"Aku tidak membutuhkan hidup kalian, aku ini petualang yang berkeliling ke berbagai tempat, tidak perlu yang berharga, berikan saja aku sesuatu yang menarik." Julian tersenyum.
"...Tuan, sebenarnya, ada sesuatu yang bisa dipakai sebagai imbalan. Tetapi, ini sangatlah berharga dan aku harus berdiskusi dengan warga desa yang lain." Dace berkata dengan ragu-ragu.
"Oh? Baiklah, aku akan mengalahkan monster buaya terlebih dahulu, dengan itu kalian bisa berdiskusi bukan?" Julian tersenyum karena paham dengan maksud ucapan Dace.
"Terima kasih atas pengertiannya, Tuan Julian." Dace tersenyum dan menundukkan kepalanya lagi.
__ADS_1
...----------------...
"Di depan sana adalah rawa yang ditempati oleh monster buaya, Tuan," kata Dace sambil menunjuk ke depannya.
"Baiklah. Claire dan yang yang lain kembali saja ke desa dan urus beberapa masalah kecil disana." Julian mengangguk dan meminta mereka untuk kembali ke desa demi-human kadal.
"Baik, Master. Tolong berhati-hati." Claire menganggukkan kepalanya.
"Santai saja, aku juga perlu menggerakkan tubuhku yang kaku ini." Julian tersenyum dan melakukan pemanasan sebentar.
Setelah itu, Julian berlari menuju arah yang ditunjuk oleh Dace tadi dengan kecepatan tinggi sambil menghindari akar-akar pohon yang menghalangi jalan.
"Nona, apakah tidak apa-apa jika membiarkan Tuan Julian pergi sendirian?" Dace bertanya dengan nada khawatir setelah melihat Julian pergi sendirian.
"Tidak apa-apa, kau tahu, Master kami mengalahkan Sea Serpent sebelumnya. Monster buaya kali ini sudah pasti lebih mudah dibandingkan dengan Sea Serpent." Claire tersenyum cerah.
"Selain itu, tolong beritahu kami apa yang perlu dilakukan," ucap Claire dengan serius.
"Ah, iya. Tidak ada yang perlu dilakukan selain berburu makanan, desa kami hanya kekurangan makanan saja," jelas Dace.
"Baiklah, kalau begitu kami akan berburu saja keluar hutan. Nimi, Mine, kalian bisa melakukan hal itu bukan?" Claire bertanya kepada Nimi dan Mine.
"Bagus, tolong buru hewan yang banyak agar warga desa bisa makan dengan tenang. Lalu aku akan berkeliling desa dan melihat situasi sekitar." Claire mengangguk.
"Baik!" Nimi dan Mine langsung pergi.
Mereka berdua sudah mengingat jalan untuk keluar dari area desa demi-human kadal. Setelah keluar dari sana, mereka langsung pergi ke hutan dan mulai perburuan mereka.
Sementara itu, Claire bersama dengan Gael melakukan keliling desa untuk melihat situasi sekitar apakah ada masalah lain atau tidak.
Untuk Dace, ia kembali ke rumahnya karena masih memiliki beberapa urusan sebagai kepala desa yang harus diselesaikan.
Claire memang tidak pandai dalam melakukan pekerjaan fisik, namun dirinya itu cerdas. Oleh karena itu urusan seperti ini akan diserahkan kepada Claire.
Dirinya ingin mensurvei lingkungan desa demi-human kadal dan akan melaporkannya kepada Julian nanti. Dengan hal itu, Julian bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat tanpa harus membuang banyak waktu lagi.
"Apakah konsumsi kalian hanyalah ikan saja?" tanya Claire saat mereka berdua berkeliling area sekitar desa.
__ADS_1
"Benar, hanya ikan yang kami dapatkan dari sungai dan rawa." Gael mengangguk.
"Rawa ya, mari kita lihat ke area rawa, aku akan memeriksa sesuatu," ucap Claire.
"Baiklah, tolong ikuti aku." Gael mengangguk lalu menunjukkan jalan menuju area rawa.
...----------------...
Julian tidak menggunakan mata dinosaurus nya karena buaya juga termasuk hewan berdarah dingin. Sebagai gantinya, ia memaksimalkan semua panca inderanya.
Setelah lima menit berlari, Julian merasakan aura haus darah dari arah depannya. Julian menyipitkan matanya dan bersiap untuk pertarungan.
Julian memperlambat larinya dan mengendap-endap menuju ke arah depannya agar ia bisa mengamati situasi terlebih dahulu.
Ia melihat kalau monster buaya yang ada di depannya berbeda dengan apa yang dideskripsikan oleh Dace sebelumnya.
Monster buaya di depannya memiliki tinggi sekitar 3 meter namun panjangnya lebih dari 10 meter dengan duri-duri tajam di punggungnya.
"Buaya yang sangat besar! Aku tidak pernah melihat buaya sebesar ini selama hidupku bahkan di internet saja hanya lukisan buatan tangan." Julian berkata dengan nada yang bersemangat.
Julian berjalan secara perlahan-lahan menuju arah monster buaya di depan sana. Ia tidak berusaha untuk menyembunyikan dirinya karena ia juga tahu kalau serangan dadakan tidak akan berguna.
Monster buaya yang sedang beristirahat itu membuka matanya karena merasakan sesuatu yang mendekati dirinya.
Ia tidak mengaum seperti kebanyakan monster saat melihat sesuatu yang tidak ia kenal mendekat, justru ia berdiri dan menatap Julian dengan tatapan ingin tahu.
"Oh? Sepertinya kau memiliki kecerdasan ya." Julian mengangkat alisnya saat melihat monster buaya tidak langsung menyerang dirinya.
"Roar..." Monster buaya mengeram pelan.
"Aku ubah rencanaku. Tadinya aku akan membunuhmu, tetapi sekarang aku ingin bertarung denganmu!" Julian berteriak dengan penuh semangat
Julian mulai menggunakan kekuatan dinosaurus nya. Tubuhnya membungkuk karena akan bertransformasi menjadi dinosaurus yang besar.
Ia bertransformasi menjadi dinosaurus yang berada di posisi puncak rantai makanan, dinosaurus itu bernama Giganotosaurus.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita mulai!" Julian berteriak dengan keras yang membuat monster buaya juga menjadi bersemangat.