
Julian menceburkan dirinya kedalam air dan disana ia mulai bertransformasi. Kedua tangan dan kakinya merapat dan membentuk sebuah kaki yang mirip seperti sirip.
Tulang punggungnya juga menumbuhkan ekor namun ekornya tidak panjang melainkan pendek dan juga lebar yang hampir sama seperti kakinya.
Kemudian lehernya menjadi sangat panjang dan ia menumbuhkan gigi-gigi berbentuk kerucut yang sangat tajam.
Julian bertransformasi menjadi salah satu dinosaurus predator yang hidup didalam air, yaitu Styxosaurus yang memiliki ciri khas leher yang sangat panjang.
Styxosaurus ini memiliki panjang tubuh sampai 12 meter dengan panjang lehernya hampir setengah panjang tubuhnya yaitu sekitar 5 meter.
Gigi-gigi berbentuk kerucut yang sangat tajam milik Styxosaurus juga digunakan untuk menahan dan mengoyak mangsanya.
Julian menampakkan diri ke atas permukaan laut dan orang-orang melihat kalau ada satu monster lagi yang muncul dari dalam air.
"Monster apa itu yang bersama dengan Sea Serpent!!?" Salah satu orang berteriak dan menunjuk kearah Julian.
Mereka bahkan menghentikan tindakan mereka yang melawan Pasukan Mollon untuk melihat monster apa yang muncul.
...----------------...
Di atap bangunan tempat Damian berada.
"Monster lain!? Tidak, jangan-jangan itu adalah Julian!?" Damian membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut.
"Benar, itu adalah Master." Claire tersenyum dan mengangguk.
"Sepertinya ide gila Julian memiliki peluang yang besar untuk berhasil." Inka tersenyum dan kekhawatirannya sedikit mereda.
...----------------...
Nimi dan Mine juga sudah mendarat diatas tubuh Sea Serpent, mereka berpegangan pada sirip di punggung Sea Serpent dengan cakar mereka karena siripnya juga licin.
"Roar!!!" Julian meraung keras tanda bahwa ia akan memulai serangan.
Sea Serpent yang melihat ada makhluk aneh didepannya merasakan kalau makhluk itu akan menyerangnya.
Sea Serpent menggerakkan tubuhnya dan melakukan serangan kepada Julian dengan cara mengigit tubuh nya dengan giginya.
Julian juga sama, ia mengigit leher Sea Serpent dengan gigi-gigi berbentuk kerucut nya dan ternyata ia berhasil melukainya.
"Wargh!!!" Sea Serpent berteriak.
Ia tidak menyangka kalau gigitan Julian akan melukai tubuhnya padahal ia memiliki sisik-sisik keras yang melindungi tubuhnya.
Nimi dan Mine yang melihat kalau Sea Serpent sedang berteriak memanfaatkan kesempatan ini dan menyerang tempat dimana Julian menggigit tadi.
Serangan mereka memang tidak cukup kuat untuk menembus sisik Sea Serpent, oleh karena itu mereka menyerang tempat yang sudah terluka.
Nimi dan Mine menggenggam pisau ditangan mereks dengan erat dan menancapkannya ke tempat yang tadi digigit oleh Julian.
__ADS_1
"Wargh!!!" Sea Serpent tidak menyangka kalau ada makhluk lain yang menyerang dirinya.
...----------------...
"Master berhasil melukainya! Ini kesempatan!" batin Claire.
Ia membidik luka Sea Serpent karena gigitan Julian dan menembakkan beberapa peluru api yang akan meledak saat mengenai targetnya.
"Ini pertarungan yang gila..." ucap Damian.
...----------------...
"!! - Mine!" Nimi berteriak.
"Aku tahu!" balas Mine.
Mereka berdua melompat dari sana dan pindah ke sisi lain karena mereka tahu kalau Claire sudah menembakkan beberapa peluru.
*boom boom
Peluru api tepat mengenai sasaran dan meledak yang membuat lukanya tambah membesar dan Sea Serpent berteriak kesakitan.
Sea Serpent menggoyang-goyangkan tubuhnya kemudian ia masuk kedalam air karena ia merasa kalau ia akan dirugikan jika bertarung diatas permukaan air.
"Tidak akan kubiarkan!!!" Julian berteriak.
Ia masuk kedalam air lebih cepat daripada Sea Serpent dan menggigit bagian tubuhnya yang lain sehingga Sea Serpent tidak jadi masuk kedalam air.
Tiba-tiba saja awan hitam berkumpul diatas Sea Serpent dan angin berhembus dengan kencang disekitarnya yang membuat Nimi dan Mine hampir kehilangan keseimbangan.
Kemudian, petir berwarna biru muncul dari balik awan dan menyambar area disekitar Sea Serpent dan Julian terkena petir nya.
"Master!!" Nimi dan Mine berteriak khawatir saat melihat Julian masuk kedalam air segera terkena sambaran petir.
Mereka berdua saling memandang dan mengangguk, kali ini mereka menyerang tempat yang sama namun dengan menggunakan mana agar serangan mereka lebih berdampak.
Sea Serpent menggoyang-goyangkan tubuhnya mencoba untuk mengusir Nimi dan Mine yang sedang menyerang dirinya.
Ia tidak bisa menggunakan sambaran petir untuk mengusir mereka berdua karena itu akan melukai dirinya juga.
Kedua demi-human dan Claire tetap menyerang tempat yang terluka sambil menunggu kedatangan Julian yang tadi terkena sambaran petir.
Seolah-olah dewa menjawab kesabaran mereka bertiga, Julian muncul dengan cara melompat seperti lumba-lumba keatas permukaan air laut.
Namun, Julian saat ini memiliki wujud yang berbeda. Ia sudah tidak menjadi Styxosaurus, namun dinosaurus yang mirip dengan paus dan juga lumba-lumba.
Julian bertransformasi menjadi dinosaurus air yang bernama Basilosaurus yang memiliki panjang tubuh sekitar 16 meter, lebih panjang dibandingkan dengan Styxosaurus.
Basilosaurus adalah dinosaurus air karnivora yang memakan ikan yang memiliki gigi-gigi yang runcing dan juga tajam.
__ADS_1
Ada sesuatu yang spesial dari Basilosaurus ini, yaitu kekuatan gigitannya. Basilosaurus ini memiliki kekuatan gigitan yang sangat menakutkan.
Kekuatan gigitan dari Basilosaurus bisa mencapai 2.300 pounds atau jika dijadikan kilogram, maka akan setara dengan 1.043 kilogram atau lebih dari 1 ton.
Julian melompat dari dalam air sambil membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian ia mengigit tubuh bagian lain Sea Serpent dengan kekuatan gigitannya yang menakutkan.
Sea Serpent berteriak kesakitan karena kali ini gigitan yang ia rasakan lebih parah dibandingkan dengan gigitan sebelumnya.
Bahkan beberapa sisik yang ada di area gigitan menjadi hancur dan bisa dilihat kalau ada daging yang kelihatan karena sudah tidak dilindungi oleh sisik.
Sea Serpent segera melancarkan petir dari atas langit untuk menyerang Julian seperti sebelumnya, namun Julian tidak terluka sama sekali.
"Wargh!!!" Sea Serpent berteriak karena marah karena serangan petirnya sama sekali tidak meninggalkan goresan ditubuh Julia.
Kemudian tiba-tiba saja air disekitarnya bergerak dan berputar-putar yang membuat beberapa pusaran air besar yang memiliki kekuatan penghisap.
Namun karena ukuran tubuh Basilosaurus yang besar dan berat, kekuatan penghisap pusaran airnya tidak berpengaruh terhadap Julian.
Julian melanjutkan mengigit tubuh Sea Serpent dan mengoyak sisik-sisik nya seperti sebelumnya.
Disisi lain, Claire menemukan kalau serangan Julian kali ini lebih kuat dan membuat luka yang dalam ditubuh Sea Serpent.
Ia menembakan beberapa peluru api yang memiliki daya ledak yang lebih tinggi ke luka yang baru saja dibuat oleh Julian ditubuh Sea Serpent.
Ia tidak takut ledakannya akan melukai Julian karena ia tadi melihat kalau Julian tidak kenapa-napa saat terkena sambaran petir.
Sedangkan Nimi dan Mine, mereka memanjat sampai ke kepala Sea Serpent. Saat Sea Serpent terlalu fokus dengan Julian, mereka menusuk mata kanannya.
"Wargh!!!" Sea Serpent berteriak kesakitan dan ia menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan lebih kencang.
Dan itu membuat Nimi dan Mine kehilangan pijakan dan terjatuh dari sana. Beruntung Julian melihat hal itu dan mendekati mereka.
"Nimi! Mine! Mendarat diatas tubuhku!" Julian berteriak kepada Nimi dan Mine yang berada di udara.
Mereka berdua segera mengarahkan kaki mereka kebawah dan mendarat diatas tubuh Julian dengan mulus tanpa terluka.
Memanfaatkan Sea Serpent yang masih kesakitan, Julian membawa Nimi dan Mine mendekat ke daratan.
"Nimi, Mine, serahkan Sea Serpent padaku. Kalian berdua bantulah Pasukan Mollon untuk menghalangi orang-orang yang akan mendekat." Julian memberikan perintah kepada kedua demi-human.
"Baik, Master! Tolong berhati-hati!" Nimi dan Mine mengangguk.
"Serahkan saja padaku," ucap Julian.
Julian kembali kedalam air sedangkan Nimi dan Mine berlari kearah Pasukan Mollon untuk membantu mereka agar orang-orang tidak mendekati Sea Serpent.
"Ayo mulai ronde berikutnya, Ular Laut!!" Julian muncul di permukaan air dan berteriak kepada Sea Serpent.
Sea Serpent juga sepertinya mengerti apa yang Julian ucapkan, ia menatap Julian dengan tatapan tajam dan bermusuhan.
Sea Serpent mempersiapkan petir dan pusaran airnya sedangkan Julian hanya mempersiapkan tubuhnya saja.
__ADS_1