Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Nimi dan Mine yang Melawan Monster Beruang


__ADS_3

Mereka berempat melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju lantai terdalam labirin. Sepanjang perjalanan, mereka selalu bertemu dengan monster yang berbeda-beda bahkan ada beberapa monster yang berbentuk aneh.


Mereka memprioritaskan untuk menyelamatkan pengikut Gydhea, jadi mereka berusaha untuk menghindari monster dan menyerang mereka dengan secepat mungkin.


Jika mereka berlama-lama, mungkin saja kalau Robben sudah mati dan jika mereka tidak bisa menyelesaikan tugas ini, mungkin Gydhea akan marah meskipun Julian tidak yakin dia akan marah atau tidak.


Mereka saat ini sudah berada di lantai 15, dan dihadapan mereka saat ini ada seekor beruang dengan bulu berwarna merah dan matanya yang berwarna putih.


Beruang ini memiliki tubuh yang sangat besar dengan tingginya sekitar empat meter dan panjang lima meter yang membuatnya seperti raksasa kecil.


Julian menyipitkan matanya dan berkata, "Hm, dia terlihat kuat."


"Master, bisakah serahkan monster ini kepada kami? Kami ingin bertarung berdua seperti dahulu," ucap Mine yang meminta dirinya dan Nimi melawan beruang.


"Hm, boleh. Claire, ayo mundur." Julian mengizinkan mereka berdua bertarung dengan beruang dan dia dengan Claire menjauh dari mereka.


"Terima kasih, Master!" Mine dan Nimi berteriak berterima kasih kemudian mereka mengeluarkan senjata mereka.


Nimi berlari ke arah beruang dengan cara memutar yang membuat beruang itu memperhatikannya. Lalu seperti biasa Mine melempar dua pisaunya ke arah beruang.


Karena beruang itu fokus pada Nimi yang sedang berlari, ia tidak melihat ada dua pisau yang datang. Saat sudah dekat, ia baru sadar kalau ada pisau yang datang ke arahnya.


Beruang menggerakkan tubuhnya ke kanan untuk menghindari dua pisau itu namun karena sudah dekat, ia hanya bisa menghindari satu pisau dan satu pisaunya lagi mengenai bahunya.


"Wargh!!" beruang itu berteriak dengan marah.


Pisau Mine menancap di bahu beruang itu tapi sepertinya terlalu dangkal mungkin karena kulitnya yang terlalu tebal sehingga lemparan Mine tidak bisa menembusnya.


Saat beruang itu marah, Nimi sudah ada di sampingnya dan memegang pisau yang masih menancap lalu menekannya agar masuk lebih dalam.


Beruang itu berteriak lebih marah, ia menyerang mine dengan kaki depannya yang memiliki kuku yang sangat panjang sekaligus tajam.


Nimi akan menghindar serangan itu, namun dia tidak menyangka kalau beruang itu bisa bergerak dengan sangat cepat dengan tubuhnya yang sangat besar.


Kemudian Nimi terkena seragam beruang dan terhempas sampai menabrak tembok. Beruntung ia tidak terkena kuku tajamnya yang tidak menyebabkan luka parah.

__ADS_1


"Nimi!!!" teriak Mine dengan khawatir.


Mine berlari ke arah beruang dengan sangat cepat, ia menggunakan sihir untuk meningkatkan kekuatan dan pertahanannya kemudian ia mengayunkan kedua pisau di tangannya.


Karena dirinya sudah ditingkatkan, ia bisa menebas beruang itu sampai mengeluarkan banyak sekali darah yang membuat beruang itu berteriak kesakitan.


...----------------...


"Master, apakah mereka bisa membunuh beruang itu?" tanya Claire dengan nada khawatir setelah melihat Nimi yang terhempas.


"Jangan khawatir, mereka bisa membunuhnya. Nimi terhempas hanya karena dia tidak menyangka kalau beruang itu bisa bergerak dengan cepat padahal tubuhnya yang besar," ucap Julian sambil menepuk-nepuk kepala Clare.


Claire menjadi lebih tenang dan berkata, "Baiklah, aku percaya pada mereka berdua!"


Julian mengangguk dan berkata, "Ya, ayo percaya pada mereka berdua."


...----------------...


"Wargh!!" beruang mengayunkan kedua tangannya untuk menyerang Mine di depannya yang masih menebas dirinya dengan cepat.


"Diterima." Mine membuat pertahanan di kulitnya untuk menangkis serangan beruang dan bersiap untuk menahannya.


Beruang itu menjadi sangat marah karena melihat Mine yang berdiam diri. Ia berpikir kalau Mine sedang mengejek dirinya karena tidak menghindari serangannya. Ia lalu mengayunkan kedua tangannya ke arah Mine.


Mine menyeringai dengan semangat karena ia ingin menguji seberapa kokoh pertahanan kulitnya karena ia tahu kalau beruang di depannya ini sangatlah kuat.


Serangan beruang bertemu dengan pertahanan kulit Mine yang menghasilkan suara yang sangat keras dan membuat gelombang udara yang menghempaskan sekitar.


"Ugh!" Mine bisa merasakan betapa beratnya serangan beruang, namun ia sama sekali tidak mundur dan bisa menahannya tanpa bergerak satu milimeter pun.


"Untung saja aku sudah berlatih dengan Master, serangan Master lebih kuat dan lebih cepat dari ini. Master memang yang terhebat!" piki Mine yang senang karena bisa berlatih dengan Julian.


Saat gelombang udara menghempaskan sekitar dan membuat debu-debu berterbangan, Nimi sudah berada di dekat mereka dan langsung masuk ke dalam bayangan beruang.


Lalu saat Mine menahannya, Nimi keluar dari bayangan beruang. Ia melompat dan menaiki punggung beruang lalu menusuk pisau di tangannya ke leher beruang.

__ADS_1


Sama seperti serangan Mine yang tidak bisa menembus kulit beruang, serangannya juga tidak bisa menembusnya. Namun Nimi sudah tahu, saat pisaunya menancap di leher beruang, ia memukul pisaunya agar masuk lebih dalam.


"Warghh!!" Beruang merasakan rasa sakit yang sangat parah karena lehernya diserang.


Karena berteriak, beruang itu mengayunkan kedua tangannya untuk mengusir Nimi dari atas punggungnya yang membuat Mine bebas.


"Master pernah mengatakan kalau sekuat apapun monster, jika bagian dalamnya terluka, maka monster itu bisa langsung mati," pikir Mine.


Mine melihat beruang yang berteriak dan membuka mulutnya lebar-lebar, ia kepikiran sebuah ide yang mungkin bisa membuat beruang itu mati.


Masih dengan tubuhnya yang ditingkatkan, ia memegang mulut beruang agar terbuka lebar. Lalu ia menancapkan pisaunya di lidah beruang sampai menembus ke rahang bawahnya.


Beruang itu hanya bisa berteriak kesakitan dan tidak bisa menyerang mereka berdua karena dirinya diserang dari dua arah dan pergerakan Nimi dan Mine yang gesit.


"Mine! Serang kakinya agar dia tidak bisa kabur nanti! Aku akan memukul pisau yang menancap di lehernya!" teriak Mine.


"Baik!" teriak Nimi yang melompat turun dari punggung beruang dan langsung menebas kaki belakangnya.


Mine tidak menusuknya karena tahu kalau kulit beruang yang tebal. Karena tujuannya untuk menghentikan beruang, ia menebas sendi-sendi kaki beruang agar rasa sakitnya lebih besar.


Mine naik ke atas punggung beruang menggantikan Nimi. Lalu ia memukul-mukul pisau yang masih menancap di leher beruang sampai seluruh bilahnya berada di dalam kulit beruang.


Beruang itu berencana untuk kabur tapi ia tidak menyangka kalau kedua kaki belakangnya tidak bisa digerakkan lagi dan ia hanya bisa menunggu kematian karena lehernya sudah diserang dan banyak sekali darah yang keluar.


Mine mengeluarkan pisau kecil dari tas yang ada di pinggangnya lalu ia menusukan pisau kecil itu ke dua mata beruang agar penglihatannya terganggu.


Lalu, mereka berdua menjauh untuk menjaga jarak dan menunggu beruang itu mati secara perlahan-lahan.


"Kerja bagus, kalian berdua." Julian muncul di belakang mereka dan mengelus-elus kepala Nimi dan Mine yang membuat mereka bahagia.


"Terima kasih, Master!" ucap Nimi dan Mine yang bahagia karena Julian mengelus-elus kepala mereka.


Julian tertawa karena melihat Nimi dan Mine yang menggerak-gerakkan ekor mereka tanda bahwa mereka sedang bahagia.


Claire juga tersenyum kepada mereka berdua, ia lalu menyembuhkan Nimi yang terluka dan memulihkan tenaga mereka berdua.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, beruang itu mati. Julian langsung menyimpannya ke dalam inventory karena daging beruang bisa di makan dan beruang yang dilawan oleh Nimi dan Mine bukanlah beruang iblis.


__ADS_2