
Keesokan harinya, Julian memutuskan untuk pergi ke labirin pada saat siang hari karena ia ingin mempelajari sihir juga dan semalam ia tidak sempat mempelajari nya.
Lalu saat sudah siang hari, mereka berdua pergi menuju labirin setelah makan siang menggunakan kereta kuda yang digunakan oleh umum.
"Labirin Ulat! Kita sampai!" Teriak sang kusir kuda.
Julian dan Claire turun dari kereta kuda dan membayar biaya perjalanan nya. Lalu mereka berjalan menuju Labirin Ulat.
"!!" Julian membelalakkan matanya dan menoleh ke langit.
Karena dengan indera yang sudah ditingkatkan nya merasakan kalau ada sesuatu yang berbahaya yang muncul di atas langit.
Dan benar saja, pusaran hitam muncul di langit dan mengeluarkan aura yang mencekam yang membuat orang-orang disini panik.
"Kukukuku..." Terdengar sebuah tawa dari dalam pusaran.
Lalu muncul empat tangan berwarna hitam yang memiliki kuku yang sangat tajam dan perlahan-lahan terlihat lah seekor monster.
Monster tersebut memiliki bentuk yang menjijikan. Tubuhnya adalah seekor gurita besar namun tentakel nya digantikan dengan tangan manusia.
Bahkan Julian merasakan mual di perut nya saat melihat bentuk monster menjijikan itu. Julian segera memeriksa nya dengan appraisal.
[ Iblis kelas rendah "???"
HP : 100%
MP : 50%
level kekuatan : 2
level mana : 5 ]
"Itu iblis?" Julian terkejut karena itu bukanlah monster melainkan iblis.
"Para manusia rendahan, terhormat lah karena kalian akan menjadi persembahan untuk raja iblis bangkit! Kukuku!!" Iblis berteriak.
Saat orang-orang disini panik, terdengar langkah kaki kuda yang sangat banyak dari kejauhan dan dengan mata dinosaurus nya, Julian melihat kalau ada pasukan yang datang.
"Hm? Bagus! Semakin banyak manusia malah semakin bagus!" Iblis itu tampaknya malah gembira.
Julian juga melihat kalau ada Conall diantara pasukan. Dia sedang berada di sebelah orang tua yang memiliki aura kuat.
[ Fran Walt
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 5
level mana :4 ]
"Sudah kuduga kalau orang itu kuat." Julian menyipitkan matanya.
...----------------...
"Dasar iblis! Berani-beraninya kau memasuki wilayah manusia ini!" Fran berteriak dan menunjuk ke arah iblis itu dengan pedang nya.
"Kukuku, tidak ada gunanya. Aku akan membuat kalian semua terjebak di dalam labirin ini dan kalian akan menjadi persembahan untuk raja iblis!" Iblis itu menghilang.
Lalu tanah tiba-tiba bergetar dan muncul cahaya yang menyilaukan yang membuat semua orang menutup mata mereka.
Setelah beberapa saat, cahaya itu redup perlahan-lahan dan menghilang. Namun, orang-orang yang ada di sana tidak ada.
...----------------...
"Ini dimana?" Julian membuka matanya dan melihat kalau diatas nya adalah batu.
Ia duduk dan melihat kalau Claire ada di samping nya. Ia membangunkan Claire lalu melihat ke sekitarnya yang seperti gua.
"Master? Kita ada dimana?" Claire bangun dan bertanya kepada Julian.
__ADS_1
"Selamat datang manusia! Ini adalah Labirin Ulat yang sudah aku ubah! Akan ada monster lain di dalam sini yang akan menyerang kalian."
"Aku sudah menutup semua akses jalan keluar. Jadi kalian akan terjebak disini dan akan menjadi persembahan untuk raja iblis!"
"Bergembira lah! Kukuku!" Suara iblis itu terdengar di seluruh labirin.
"Kau dengar itu? Kita sekarang ada di Labirin Ulat yang sudah diubah." Julian menyipitkan matanya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Master?" Claire tampak khawatir.
"Jangan khawatir, kita akan mencari jalan keluarnya. Disini juga ada pasukan kota dan ada pangeran juga, jadi seharusnya orang lain akan aman." Julian berdiri dan menepuk-nepuk debu di pakaian nya.
"Pangeran!?" Claire nampan terkejut.
"Ah, jangan dipikirkan." Julian menyuruh Claire untuk tidak memikirkan hal itu.
"Baik." Claire mengangguk.
"Ah, ngomong-ngomong, kau tidak memiliki senjata. Ambil tongkat sihir ini yang akan meningkatkan efek sihir penyembuhan mu."
"Lalu, ini ada senjata yang bernama pistol yang akan menembakan sebuah peluru mana dari dalam nya jika kau menarik pelatuk ini."
Julian memberikan Claire tongkat sihir berwarna abu-abu dan sebuah pistol. Entah mengapa Dewa Tertinggi memasukkan pistol yang sudah diubah ke dalam inventory nya.
"Tapi, pistol mana akan menjadi senjata yang sangat berguna contoh saja dalam situasi seperti ini." Pikir Julian.
"Um, apakah master tidak menggunakan senjata?" Claire tampak bingung karena Julian tidak menggunakan senjata apapun.
"Hm? Jangan khawatir, kekuatan ku tidak membutuhkan senjata." Julian melambaikan tangan nya.
"Seperti yang aku katakan kemarin, kau adalah penyembuh. Jadi percayakah semua musuh kepada ku dan gunakan sihir penyembuh jika diperlukan." Julian memberikan instruksi kepada Claire.
"Baik, Master!" Claire mengangguk dengan sungguh-sungguh.
Mereka berdua lalu menyusuri lorong labirin yang sedikit gelap karena hanya ada pencahayaan berupa obor api yang ada di dinding.
Namun, Julian tidak kesulitan untuk melihat karena ia saat ini melihat menggunakan mata dinosaurus yang dapat membuatnya melihat dalam kegelapan.
Apalagi mata dinosaurus bisa mendeteksi panas dari tubuh makhluk hidup, jadi ini sangat berguna jika ada musuh yang mendekat tanpa bersuara.
Julian kemudian mendekati ruangan di depan nya dengan diam-diam sementara Claire tetap di tempat karena Julian khawatir jika ada monster yang kuat.
"Hm? Monster apa itu?" Julian menyipitkan matanya.
Di dalam ruangan ada satu monster yang memiliki tubuh humanoid. Tubuh nya sangat kekar dan memiliki tinggi sekitar 3 meter.
"Appraisal." Julian menggunakan appraisal.
[ Dismal Monster
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 7
level mana : 1 ]
"Sial, dia memiliki level kekuatan yang setara dengan raja. Apakah kami langsung bertemu dengan salah satu monster yang kuat?" Julian tidak menyangka kalau ia akan bertemu monster yang kuat.
Ia kembali ke lokasi Claire dan menyuruh nya untuk mengikuti dirinya masuk ke dalam ruangan namun hanya tetap di pinggir saja.
Sedangan dirinya akan maju ke tengah-tengah ruangan dan akan bertarung dengan Dismal Monster karena jalan lain nya adalah di sisi berlawanan jalan sebelumnya dan harus melewati monster itu.
Julian berjalan sambil mengubah tubuh nya, kedua kakinya membesar dan mengubah bentuk nya menjadi kaki dinosaurus.
Tangan nya juga membesar namun tidak sebesar kakinya, tubuh nya sedikit condong ke depan lalu ia menumbuhkan ekor yang berat dari tulang punggung nya.
Julian saat ini bertransformasi menjadi Allosaurus, dinosaurus yang mirip dengan Tyrannosaurus namun jauh lebih kecil.
Tetapi, Allosaurus merupakan salah satu predator yang sangat kuat dan ditakuti oleh dinosaurus lain nya karena sifatnya yang mirip Tyrannosaurus.
__ADS_1
[ Julian Roley
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 8
level mana : 4 ]
Level kekuatan Julian meningkat dua dan satu level lebih tinggi dibandingkan dengan Triceratops transformasi Julian sebelumnya.
"Monster?" Claire tampak terkejut dengan Julian yang bertransformasi menjadi Allosaurus.
"?" Dismal Monster menoleh ke belakang dan melihat ada makhluk aneh yang belum pernah ia lihat.
Namun ia tidak peduli akan hal itu dan langsung berlari menuju Julian sambil berteriak mencoba mengintimidasi Julian.
"Roar!!!" Julian meraung kencang.
Ia berlari ke arah Dismal Monster. Saat mereka berdua berdekatan, Julian berhenti dan mengayunkan ekor nya untuk menyapu Dismal Monster.
"Wargh!" Dismal Monster berteriak kesakitan.
Itu karena ekor Allosaurus sangatlah berat dan bisa diibaratkan seperti tertabrak oleh truk saat terkena sapuan ekor nya.
Julian mengejar Dismal Monster yang terhempas jauh lalu ia menggigit kepala nya. Namun Dismal Monster bereaksi cepat dan Julian sedikit meleset.
Namun meskipun begitu, Dismal Monster kehilangan lengan kirinya akibat gigitan Julian yang mengoyak lengan nya secara langsung.
Bahkan Dismal Monster tidak merasakan kalau lengan nya terlepas dan tiba-tiba saja ia merasakan rasa sakit yang parah.
"Wargh!!" Dismal Monster tampak ketakutan saat ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya yang terlihat arogan.
"Heh, pada akhirnya yang kuat lah yang menang!" Julian tidak mempedulikan Dismal Monster yang ketakutan.
Ia menyerang Dismal Monster dengan ekor nya lagi sampai membuat dinding gua runtuh karena Dismal Monster menabrak nya dengan sangat keras.
Kemudian Julian mengigit kepala Dismal Monster dan kali ini Dismal Monster tidak sempat menghindar atau lebih tepatnya tidak bisa.
Kepala Dismal Monster terputus dari tubuh nya dan mengeluarkan banyak sekali darah berwarna hijau yang nampak menjijikkan.
Julian memuntahkan kepala Dismal Monster dan meraung dengan keras tanda bahwa ia telah memenangkan pertarungan.
Kemudian ia mengubah wujudnya nya lagi menjadi manusia dan berjalan menghampiri Claire yang masih terkejut.
"Hey, aku tahu kau terkejut tapi pertarungan nya sudah selesai. Ayo kita pergi." Ucap Julian.
"Ah? Master, apakah tadi itu adalah kekuatan mu?" Claire memiringkan kepala nya.
"Ya, kekuatan yang bisa mengubah ku menjadi monster. Tapi tenang saja, hanya tubuh ku yang berubah, pikiran ku tidak akan menjadi monster yang gila." Julian mengangguk dan memberitahu nya.
"Syukurlah..." Claire menghela napas lega karena ia takut kalau Julian akan berubah menjadi monster sesungguhnya.
"Lalu, ayo kita pergi." Julian berjalan menuju jalan yang berada di sisi lain.
"Tunggu sebentar, Master." Claire menghentikan Julian.
Julian berhenti dan berbalik melihat Claire yang mendekati tubuh Dismal Monster dan mencari sesuatu dengan pisau yang ia bawa.
"Sedang apa kamu?" Julian kebingungan dengan tindakan Claire.
"Um, ada sebuah core di dalam tubuh monster iblis, dan itu bisa dijual kepada penjual atau digunakan oleh para penyihir. Ah, ini dia!" Claire mengambil sebuah bola seukuran telapak tangan yang berwarna ungu.
"Mindy, tolong jelasan." Julian sedikit tertarik dengan core.
[ Core adalah inti yang menyimpan mana di tubuh monster. Para penyihir biasanya akan memurnikan core lalu menyerap nya ]
"Ah, karena ini adalah core iblis jadi harus dimurnikan terlebih dahulu ya..." Julian mengangguk.
__ADS_1
"Lalu, taruh di kantung ini." Julian mengeluarkan kantung kain dari inventory nya dan Claire memasukan core ke dalam kantung.
Setelah itu Julian menyimpan nya ke dalam inventory nya lagi dan mereka berdua berjalan menuju jalan yang berada di sisi lain jalan sebelumnya.