Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Meninggalkan Kota Cronna dan Dua Buku Sihir


__ADS_3

Raff langsung memperkenalkan manfaat Yak Pasir kepada orang-orang sekaligus membuktikannya dan mendapatkan respon positif dari orang-orang.


Para warga Kota Cronna tidak menyangka kalau Yak Pasir yang selama ini mereka anggap tidak berguna malah membawa banyak sekali manfaat dan semua manfaat itu bisa menghasilkan keuntungan.


Raff juga memerintahkan para bawahannya untuk membuat sebuah peternakan baru untuk Yak Pasir dan Lex beserta para prajurit akan menggiring Yak Pasir ke dalam peternakan.


Kemudian, lima hari sudah berlalu. Sekarang Julian dan yang lain sedang mengangkat barang bawaan ke dalam kereta kuda mereka.


Hari ini Julian dan yang lain berencana untuk meninggalkan Kota Cronna karena sudah tidak ada hal lagi yang perlu dilakukan di kota ini.


Setelah dari Kota Cronna, ada sebuah kota kecil tempat para demi-human yang berada di wilayah manusia ini tinggal.


Mereka, para demi-human membuat sebuah kota dengan izin Raja Rolant karena terlalu banyak diskriminasi di kota-kota manusia.


Alasan mereka membangun kota kecil di dekat Kita Cronna adalah karena Kota Cronna tidak mendiskriminasi demi-human dan bersikap ramah kepada mereka.


Kedua kota memiliki hubungan persahabatan dan sering melakukan perdagangan. Kota demi-human akan menjual hasil buruan mereka dan Kita Cronna akan menjual barang sandang.


Kota kecil tempat demi-human tunggal bernama Kota Chesa, sebuah kota yang masih termasuk ke dalam wilayah Cronna.


"Kalian akan pergi?" tanya Raff yang melihat Julian berkemas-kemas.


"Ya, tidak ada hal lain yang perlu kami lakukan di sini," angguk Julian.


"Baiklah. Ngomong-ngomong, ini adalah hadiah yang sudah disepakati, Tuan." Raff memberikan dua buku sihir yang Julian minta.


Julian tidak melihat buku sihir apa yang diberikan oleh Raff, ia langsung menyimpannya ke dalam inventory karena mereka akan berangkat.


"Sampai jumpa," ucap Julian sambil tersenyum.


"Sampai jumpa!" Raff dan Elita melambai-lambaikan tangan mereka.


Julian naik ke atas kereta kuda, kemudian ia mulai mengemudikan kereta kudanya. Mereka kemudian keluar dari kediaman Raff menuju gerbang kota.


Setelah beberapa menit, gerbang kota sudah terlihat. Namun, saat mereka akan keluar dari Kota Cronna, ada sesuatu yang membuat mereka terkejut.


Sesuatu itu adalah para warga Kota Cronna berdiri di sisi-sisi jalan kemudian mereka menundukkan kepala mereka saat kereta kuda Julian melintas.


Mereka juga tidak mengatakan apapun, hanya menundukkan kepala mereka. Namun Julian tersenyum dengan tindakan mereka.

__ADS_1


Claire dan kedua demi-human melebarkan mata mereka karena belum pernah diperlakukan seperti itu oleh orang-orang.


Mereka bertiga menjadi bersemangat dan melambai-lambaikan tangan mereka ke arah orang-orang yang masih menundukkan kepala mereka.


Kemudian, di bawah mata para warga Kita Cronna, Julian dan yang lain keluar dari Kota Cronna.


...----------------...


"Aku tidak menyangka mereka akan melakukan hal itu!!" Claire berkata dengan nada gembira.


"Kurasa mereka benar-benar menghargai kita ya," ucap Nimi.


"Tapi bukankah kita tidak memberitahu mereka kalau kita yang membantu menyelesaikan masalah di Kota Cronna?" Mine memiringkan kepalanya.


Claire menyentuh dagunya dan berkata, "Mungkin saja para prajurit yang membicarakan hal ini kepada orang-orang."


Nimi mengangguk, "Bisa juga kalau Count Raff atau Countess Eli yang membicarakan hal ini."


Julian yang mendengar percakapan mereka tersenyum tipis dan berkata, "Bagaimana? Membantu sesama itu menyenangkan bukan?"


"Ya!" Mereka bertiga menjawab bersamaan.


Membantu orang yang membutuhkan memang membuat hati kita bahagia karena bisa melihat orang yang kita bantu juga bahagia.


Tapi tentu saja kita harus membantu orang yang benar-benar membutuhkan, bukan membantu orang yang mengemis-ngemis tanpa usaha.


Lebih baik memberikan uang kepada seorang pekerja yang miskin dibandingkan dengan memberikan uang kepada orang yang mengemis.


Jika kita berada di situasi yang sulit dan tetap melakukan kebaikan kepada orang lain, maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.


...----------------...


Perjalanan menuju Kota Chesa memakan waktu dua hari dari Kota Cronna. Namun Julian mengambil jalan yang sedikit jauh karena ingin menikmati alam.


Kemungkinan besar mereka akan tiba di Kota Chesa sekitar tiga sampai empat hari kemudian.


Claire dan kedua demi-human juga tidak mempermasalahkan hal ini, karena mereka juga bosan dengan pemandangan kota dan ingin menikmati alam.


Siang harinya mereka tetap melanjutkan perjalanan. Mereka makan siang di dalam kereta kuda dan bergantian untuk mengemudikan kereta kuda.

__ADS_1


Lalu saat sore menjelang malam saat suhu udara mulai turun, mereka memutuskan untuk berhenti dan mulai mendirikan tenda.


Julian mengeluarkan dua buku yang diberi oleh Raff tadi dan memeriksanya karena ia tidak sempat memeriksa kedua buku ini.


Buku yang pertama berwarna hitam gelap. Julian sudah tahu kalau buku ini untuk Nimi. Setelah membacanya sebentar, Julian sudah tahu apa isinya.


Buku tersebut berisi sebuah sihir yang memungkinkan pengguna untuk berpindah tempat dengan media bayangan benda atau makhluk hidup dalam jarak 10 meter dan bisa bertambah jauh.


Namun pengguna tidak bisa terlalu lama berada di dalam bayangan jika masuk ke dalam bayangan makhluk hidup yang lebih kuat dari pengguna.


Kemudian buku kedua berwarna abu-abu gelap yang tentu saja buku ini untuk Mine. Sama seperti sebelumnya, Julian membaca buku itu sebentar dan sudah tahu apa isinya.


Buku kedua ini berisi sebuah sihir yang memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah pertahanan di kulit menggunakan mana.


Jika dipelajari secara mendalam, maka pengguna bisa membuat pertahanan yang tebal. Musuh akan berhenti beberapa sentimeter dari kulit karena pertahanan yang dibuat sangat tebal.


"Nimi, Mine, ambil ini. Aku sudah memberikan sesuatu untuk Claire dan rasanya tidak adil jika tidak memberikan sesuatu kepada Kalian." Julian melemparkan kedua buku ini ke arah Nimi dan Mine.


Nimi dan Mine menangkap buku yang Julian lempar dan membaca judulnya. Mereka langsung tahu buku apa itu dan segera berterima kasih kepada Julian.


Nimi dan Mine memeluk Julian dan berkata, "Terima kasih, Master!"


Julian tersenyum dan berkata, "Ya, sama-sama. Kalian pelajari itu sekarang, aku akan membuat makan malam dengan Claire."


"Baik!" Mereka berdua segera pindah tempat dan mulai membaca dengan serius.


"Sepertinya kita akan menjadi lebih kuat lagi," ucap Claire dengan suara lembut saat melihat Nimi dan Mine yang serius membaca.


"Ya, kita akan menjadi salah satu yang terkuat di dunia, hahaha!" Julian tertawa santai.


Claire terkekeh, "Fufufu, salah satu yang terkuat di dunia ya. Apapun itu, aku akan tetap bersamamu, Master."


Julian mengangguk, "Ya. Kita akan selalu bersama, bahkan jika ada musuh yang sangat kuat berada di depan kita."


Julian kemudian mulai menyiapkan api unggun dan Claire mengeluarkan peralatan masak dari kereta kuda.


Mereka berdua memutuskan untuk membuat sup daging sapi, roti yang dihangatkan, lalu kopi untuk Julian, teh untuk Claire, dan susu untuk Nimi dan Mine.


Nimi dan Mine memang selalu meminta susu karena sebelum bertemu dengan Julian, mereka belum pernah merasakan susu dan setelah meminumnya, mereka segera jatuh cinta dengan rasanya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, semua hidangan sudah selesai dibuat. Julian menaruh kain tebal sebagai alas untuk mereka duduk lalu Claire memanggil Nimi dan Mine yang masih serius membaca.


Mereka berempat kemudian makan malam sambil berbincang-bincang dengan canda tawa di bawah langit malam yang dihiasi dengan bulan dan bintang-bintang yang bersinar terang dan memancarkan cahaya yang indah.


__ADS_2