
Julian dan Karina berjalan-jalan di sekitar kota, mereka juga membeli beberapa makanan ringan meskipun beberapa di antaranya gratis karena penjual menolak untuk menerima uang.
Lalu, kebetulan sekali mereka bertemu dengan Claire, Nimi, dan Mine. Mereka bertiga membawa banyak sekali makanan dan minuman bahkan tangan mereka hampir tidak terlihat saking banyaknya.
"Kau kan memiliki cincin penyimpanan, mengapa tidak memasukannya saja?" ucap Julian dengan nada tak berdaya melihat Claire.
"Oh iya!" teriak Claire yang baru sadar kalau dirinya memiliki cincin penyimpanan.
Kemudian Claire memasukan makanan dan minuman di tangannya dan tangan Nimi dan Mine ke dalam cincin penyimpanannya.
"Claire, mengapa kau tidak melakukan itu dari tadi," keluh Nimi yang merasakan kalau kedua tangannya sedikit mati rasa.
Claire menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya dan berkata, "Hehe, maaf."
Setelah itu, mereka berlima berjalan bersama sambil melihat barang-barang yang sedang gratis. Claire dan kedua demi-human sangat bersemangat karena mereka tidak pernah membeli banyak barang.
Karina yang sebelumnya tidak tertarik terpengaruh oleh semangat mereka bertiga dan pada akhirnya ia malah sama seperti mereka bertiga yang bersemangat.
Lalu karena terlalu bersemangat, mereka berempat berjalan dengan cepat dan meninggalkan Julian di belakang mereka yang memiliki ekspresi wajah pahit.
Julian menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Oh wanita."
Ia kemudian berjalan-jalan sambil melihat-lihat, karena memang dirinya tidak berniat untuk membeli barang-barang yang dijual oleh pedagang.
Julian sempat menghentikan langkahnya sebentar sebelum berjalan menuju area di mana sedikit orang di sana. Ia berhenti di salah satu gang, kemudian menguap.
"Bagaimana mengatakannya, apakah kalian tidak lelah mengikuti dari tadi?" ucap Julian meskipun tidak ada orang di sekitarnya.
Tapi tiba-tiba saja ada puluhan orang berpakaian serba hitam dan hanya mata mereka yang terlihat. Lalu, salah satu orang maju dan menatap Julian.
Lalu orang itu berkata kepada Julian dengan nada dingin, "Pelanggan kami ingin kau menemuinya."
Julian memiringkan kepalanya, "Aku tidak memiliki musuh di sini selain iblis. Bisakah kalian memberitahu siapa pelanggan kalian?"
Orang itu terdiam sebentar, "...Kau cukup mengikuti kami dengan tenang dan kau akan segera tau siapa pelanggan kami."
"Lalu, bagaimana jika aku tidak mau?" Julian membuat seringai mengejek.
"Akan kami bawa secara paksa," ucap orang itu secara singkat.
Julian menghembuskan napas dan berkata, "...Cukup basa-basinya. Apakah pelanggan kalian pengecut sampai-sampai mengirim puluhan orang agar bisa membawa satu orang saja?"
"Sialan, kau akan segera menyesalinya!" teriak orang itu kemudian dia menghilang dari tempatnya.
"Menghilang? Tidak, dia hanya bergerak dengan cepat. Kalau begitu, sesuai dengan rutinitas dari seorang pembunuh, dia pasti akan muncul di belakangku," pikir Julian.
__ADS_1
Julian tetap berdiri dengan tenang karena ia memang bisa melihat pergerakan dari orang itu dengan mata dinosaurus nya yang bisa melihat energi panas meskipun itu bergerak dengan sangat cepat.
Dan, sesuai seperti yang dipikirkan oleh Julian. Orang itu muncul di belakang Julian dan hendak menyerang punggungnya dengan pisau yang dilumuri cairan hijau yang sepertinya itu adalah racun.
Julian menyeringai dan berkata, "Heh, sudah kuduga."
Julian menekuk tangan kanannya lalu ia menggunakan sikunya untuk menyerang kepala orang itu sampai dia terhempas jauh dan menabrak dinding bangunan.
"Ketua!"
"Sialan, serang dia!"
"Serang!!"
Mereka yang melihat orang itu terhempas segera berteriak dengan marah dan mengeluarkan senjata mereka masing-masing yang berupa pedang pendek atau pisau.
Kemudian mereka menyerang Julian secara bersamaan entah itu menebas, menusuk, atau serangan lain.
Namun, Julian sudah menggunakan kekuatan dinosaurus dan mengubah kulitnya menjadi kulit Ankylosaurus yang memiliki pertahanan yang sangat kokoh.
"Ini tidak masuk akal! Mengapa senjata kami tidak bisa menembus tubuhnya!?" teriak salah satu pembunuh.
"Menembus? Jangan mimpi, bahkan kalian tidak mungkin untuk menggoresnya," ucap Julian dengan nada malas.
"Kalian ini pembunuh bukan? Lalu, karena kalian mencoba untuk membunuhku, maka kalian juga sudah siap untuk dibunuh olehku! Kekeke!" Julian tertawa jahat yang membuat mereka merinding.
Tanpa appraisal pun Julian sudah tahu kalau mereka ini sangat lemah. Mereka mungkin kuat jika lawan mereka adalah orang biasa, atau setidaknya ksatria. Tapi yang mereka lawan adalah Julian, orang yang memiliki kekuatan dinosaurus.
Menggunakan kedua tangannya untuk memegangi kepala dua pembunuh, Julian membenturkan kedua kepala mereka dengan sangat keras sampai kepala mereka hancur.
Saat mereka akan mundur untuk menjaga jarak, tiba-tiba salah satu pembunuh merasakan sesuatu yang melilit tubuhnya. Lalu ia melihat kalau Julian memiliki ekor yang panjang.
Julian menarik pembunuh itu dengan ekornya dan memukul kepalanya dengan keras sampai dia mati. Lalu ia membuang tubuh pembunuh itu ke rekan-rekannya yang lain.
"Kerajaan seluruh kekuatan kalian!" Ketua pembunuh sudah bangkit dan berteriak kepada para bawahannya.
Mereka yang mendengar perintah ketua langsung menggunakan sihir masing-masing. Ada yang memakai sihir penguatan, sihir, bayangan, sihir pembubuhan, dan masih banyak lagi.
"Yah, bahkan jika kalian menggunakan seluruh kekuatan kalian, kalian tidak akan bisa mengalahkanku." Julian menunjuk ke bawah.
Lalu tiba-tiba para pembunuh merasakan kalau tubuh mereka menjadi sangat berat namun melihat kalau Julian tidak kenapa-napa yah itu berarti Julian yang melakukan semua ini.
memang benar, Julian menggunakan sihir gravitasi untuk membuat tekanan yang sangat berat di area sekitarnya sehingga pada pembunuh tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.
"Sudah kukatakan bukan? Kalian ini terlalu lemah. Pelanggan kalian ini memang bodoh ya, menyuruh orang kuat untuk bertemu dengannya dengan orang lemah seperti kalian," ucap Julian sambil menghembuskan napas panjang.
__ADS_1
Saat mereka akan berbicara untuk membantah, mereka tiba-tiba melihat kalau ada tubuh tanpa kepala. Ternyata, kepala mereka telah terlepas dan mereka menjaga tubuh mereka sendiri.
Julian menebas leher para pembunuh dengan cepat karena mereka semua itu terlalu lemah dan Julian tidak ingin membuang-buang waktu dengan mereka.
"Lalu sekarang, apakah kau akan bekerja sama denganku untuk memberitahu siapa pelanggan kalian yang ingin bertemu denganku ini?" tanya Julian kepada ketua pembunuh yang masih hidup.
Ketua pembunuh sedang ketakutan saat ini karena melihat orang-orang yang sudah menjadi bawahannya sangat lama terbunuh hanya dengan satu serangan.
"A-aku akan mengatakannya! To-tolong jangan bunuh aku!" ucap ketua pembunuh dengan terbata-bata karena dia terlalu ketakutan.
"Lalu katakan," ucap Julian sambil tersenyum cerah.
Namun senyum cerah Julian justru seperti senyum iblis di mata ketua iblis. Ia segera berkata, "Aku tidak tahu siapa identitas pelanggan kami. Aku hanya tahu penampilannya saja!"
Julian mengerutkan keningnya dan berkata dengan dingin, "Kau tidak mengetahui identitas pelangganmu? Jangan bercanda denganku."
Ketua pembunuh segera berkata, "Aku bersumpah! Dia membayar kami dengan sangat banyak jadi kami tidak terlalu peduli dengan identitasnya!"
Julian mendecakkan lidahnya dan berkata, "Ck, lalu katakan penampilannya."
Ketua pembunuh mengangguk dan berkata, "Dia adalah seorang pria, sepertinya bangsawan karena pakaiannya yang berkualitas. Rambutnya pendek dan berwarna cokelat, wajahnya yang sedikit tampan, lalu tubuhnya yang sedikit kekar."
"Baiklah, terima kasih." Julian mengangguk lalu membunuh ketua pembunuh yang ketakutan karena tidak menyangka kalau Julian akan membunuhnya.
"Yah, aku tidak mengatakan kalau aku akan mengampunimu bukan?" ucap Julian meskipun dirinya tahu kalau dia sudah mati.
"Ah, bagaimana caranya aku membereskan mereka?" Julian menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena bingung dengan mayat-mayat yang berserakan.
"Jadi kau sudah membunuh mereka?" terdengar suara pria yang maskulin dari belakang Julian.
"Siapa!?" Julian segera menoleh dan menatap pria itu karena ia tidak merasakan kehadirannya.
"Hm? Dia adalah pelanggan yang dimaksud oleh pembunuh tadi?" pikir Julian sambil menyipitkan matanya.
Benar, pria itu memiliki penampilan yang sesuai dengan deskripsi dari ketua pembunuh. Julian menatapnya dengan waspada bahkan dia juga sudah bersiap-siap untuk menyerang.
"Pria ini kuat, appraisal." Julian menggunakan appraisal ke arah pria itu.
"Kau cukup kuat, karena bisa mengalahkan mereka," ucap Pria itu.
Julian yang sudah memeriksa hasil appraisal menyeringai dan berkata, "Apa yang membuat seorang malaikat datang menemui manusia fana ini?"
"!!" pria itu membelalakkan matanya lalu ia mengeluarkan niat membunuhnya ke arah Julian dan menatapnya dengan tajam.
"Oho? Seroang malaikat ingin membunuhku?" Julian juga membalas dengan mengeluarkan haus darahnya yang sangat pekat.
__ADS_1