Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pelelangan Bagian Tubuh Sea Serpent (1)


__ADS_3

Dua hari kemudian. Hari ini adalah hari dimana tubuh Sea Serpent akan dilelang di Toko Mollon yang terletak didekat Pelabuhan Coramon.


Julian, Claire, dan kedua demi-human berada di ruangan pribadi. Meskipun mereka tidak akan mengikuti lelang, namun tetap saja mereka tertarik dengan lelang.


Julian pernah berpartisipasi dalam acara lelang di bumi sebelumnya, namun ia masih ingin berpartisipasi dalam acara lelang didunia fantasi.


Karena suasananya yang pastinya akan berbeda dan sudah banyak cerita-cerita fantasi yang memasukan adegan pelelangan.


...----------------...


"Aku sangat iri dengan mereka yang bisa berada di ruangan pribadi..."


"Sst, diamlah. Mereka adalah orang-orang berstatus sedangkan kita tidak."


"Mengapa pelelangan nya masih belum dimulai juga!?"


...----------------...


"Sepertinya dibawah sana sangat berisik ya." Julian melihat ke lantai satu.


Ruangan lelang ini memakan tiga lantai dimana lantai satu adalah panggung yang akan melelang barang dan orang-orang yang berstatus biasa duduk.


Sedangkan lantai dua dan lantai tiga merupakan ruang-ruang pribadi untuk orang-orang yang memiliki status tinggi atau kekayaan yang melimpah.


Kemudian seorang wanita naik keatas panggung dan orang-orang dilantai satu yang tadinya berisik menjadi diam seketika.


Wanita tersebut adalah Inka, dia sendiri yang akan memimpin acara pelelangan ini karena dia adalah orang yang ahli berdagang sama seperti Damian.


Jadi, Inka akan menjadi host lelang dan Damian sendiri berada dibelakang panggung dan mempersiapkan apa yang perlu disiapkan.


"Halo tuan-tuan dan nyonya-nyonya, kurasa kalian semua sudah mengenalku, namun, aku akan memperkenalkan diriku lagi. Namaku adalah Inka Mollon, istri dari Damian Mollon, aku yang akan memimpin acara pelelangan hari ini."


"Kalian pasti sudah tahu apa yang akan dilelang hari ini dan sepertinya kalian juga sudah mempersiapkan banyak sekali uang di kantung kalian."


"Cukup sekian basa-basi nya, dengan ini, acara pelelangan tubuh Sea Serpent, dimulai!!!"


Inka melakukan sedikit pidato untuk membuka acara pelelangan. Kemudian setelah selesai berpidato singkat, ia mengangkat tangannya tanda bahwa pelelangan telah dimulai.


"Woo!!!" Orang-orang berteriak dengan meriah.


Kemudian dua orang pelayan membawa sebuah troli keatas panggung yang ditutupi oleh kain. Saat sudah berada ditengah panggung, mereka membuka kain itu.


"Pertama, tentu saja dari yang terendah. Ekor Sea Serpent yang bisa dimanfaatkan untuk membuat senjata yang lentur seperti cambuk."


"Dimulai dari harga 10 koin emas!" Inka memperkenalkan barang pertama dan berteriak memberitahu harga awalnya.


"20 koin emas!"


"25 koin emas!"


"40 koin emas!"


Semua orang dilantai satu berteriak sambil menawar harga sedangkan orang-orang dilantai dua dan tiga tetap diam dan tidak menawar harga.


Karena ekor Sea Serpent bisa dikatakan biasa saja dan tidak terlalu bermanfaat bagi mereka yang memiliki status tinggi dan banyak uang.


"Terjual dengan harga 55 koin emas! Selamat kepada pria botak disana!" Inka mengetuk palu tanda bahwa barang lelang sudah terjual.


Kedua pelayan membawa troli itu keluar panggung dan ada dua pelayan lagi yang membawa troli baru yang berisi barang lain.

__ADS_1


...----------------...


Pelelangan terus berlanjut, sekarang sudah sekitar satu jam berlalu sejak pelelangan dimulai dan sudah banyak barang yang dijual.


Mulai dari ekor Sea Serpent diawal, kemudian kumis Sea Serpent, dua bola mata Sea Serpent, dan beberapa bagia tubuh lainnya yang memiliki kualitas rendah dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain.


Kemudian, babak kedua pelelangan pun dimulai. Kali ini, semua bagian tubuh yang akan muncul akan lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.


"Barang ke tiga belas! Sirip Sea Serpent yang lentur namun juga keras yang bisa dimanfaatkan untuk membuat armor ringan!"


"Armor ringan yang dibuat dari sirip Sea Serpent juga memiliki efek menangkis beberapa mantra sihir berelemen api!"


"Kami akan menjual sirip Sea Serpent menjadi 10 bagian. Harga awal masing-masing adalah sama, yaitu dimulai dari harga 80 koin emas!"


Inka membuka kain yang menutupi sepuluh troli diatas panggung dan menjelaskan sedikit kegunaan dari sirip Sea Serpent, kemudian ia memulai lelang sirip Sea Serpent nya.


"90 koin emas!"


"95 koin emas!"


"1 koin platinum!"


Kali ini, beberapa ruang pribadi di lantai dua dan lantai tiga mengeluarkan suara mereka tanda bahwa mereka menginginkan sirip Sea Serpent juga.


Kemudian, sepuluh bagian sirip Sea Serpent sudah terjual habis dalam waktu setengah jam saja.


Dari sepuluh bagian sirip Sea Serpent, yang termurah terjual dengan harga 3 koin platinum dan yang termahal adalah 10 koin platinum.


Meskipun isinya sama, namun semakin sedikit jumlah barang, maka tentu saja akan semakin mahal barang tersebut.


...----------------...


"Tapi, didunia fantasi sekarang, yang menjadi pemimpin bukanlah mereka yang memiliki kekuasaan ataupun uang, melainkan kekuatan."


"Dengan kekuatan absolut, aku bisa mendapatkan banyak sekali uang, aku juga akan ditawari status yang tinggi, bahkan para wanita akan mendekat."


"Mungkin, dengan kesempatan yang diberikan oleh Dewa Tertinggi, aku bisa mengubah hidupku," batin Julian.


...----------------...


"Kemudian sekarang adalah waktunya untuk melelang sisik Sea Serpent! Masih sama seperti sebelumnya, ada 10 bagian untuk sisik ini."


"Harga awalnya adalah 1 koin platinum!" Inka berteriak melanjutkan barang selanjutnya


Setelah sisik terjual dengan harga terendah adalah 5 koin platinum dan yang tertinggi adalah 15 koin platinum, selanjutnya adalah gigi Sea Serpent.


Gigi Sea Serpent dibagi menjadi 5 bagian dengan harga awal adalah 1 koin platinum juga dan terjual dengan harga terendah adalah 4 koin platinum dan yang tertinggi adalah 11 koin platinum.


Disisi lain, Julian bisa mendengar suara Bruno dan Sika yang berada dilantai tiga berhasil memenangkan sisik dan gigi Sea Serpent.


"Tapi sepertinya mereka tidak mengambil banyak? Apakah mereka menyimpan uang untuk bagian terpenting?" batin Julian.


Bagian terpenting yang Julian maksud adalah organ dalam Sea Serpent yang memiliki manfaat lebih besar dibandingkan dengan bagian luar tubuh Sea Serpent.


Pelelangan di jeda selama satu jam untuk beristirahat. Orang-orang banyak yang keluar untuk menghirup udara segar dan membeli beberapa makanan.


Julian juga keluar dari ruangan dan menuju belakang panggung dimana Damian berada.


"Damian, bisakah aku meminta sesuatu?" tanya Julian.

__ADS_1


"Hm? Tentu saja. Katakan apa yang kau inginkan." Damian mengangguk.


"Berikan aku sedikit daging Sea Serpent." Julian mengatakan permintaannya.


"Itu saja?" Damian mengangkat alisnya karena heran Julian hanya meminta itu.


Damian mengira kalau Julian akan meminta sesuatu yang lebih besar seperti beberapa sisik Sea Serpent atau gigi atau siripnya.


"Ya, itu saja. Aku ingin merasakan daging Sea Serpent." Julian tersenyum sambil membayangkan bagaimana rasa dari daging Sea Serpent.


"Haha, baiklah. Aku akan menyuruh orang untuk memotong daging Sea Serpent dan memberikannya kepadamu." Damian tertawa sebentar lalu menyetujui permintaan Julian.


"Bagus, terima kasih!" Julian mengangguk dan berterima kasih kepada Damian.


Kemudian saat mereka berdua sedang berbincang-bincang, Ethan dan Ella datang kesana dan langsung memeluk kaki Julian.


"Paman!" Ethan dan Ella mendongak dan berteriak memanggil Julian.


"Oh, Ethan, Ella, apa yang kalian lakukan disini?" Julian menggendong mereka berdua dan bertanya.


"Kami bosan di mansion!" Ethan menjawab.


"Benar! Kami ingin bertemu Paman!" tambah Ella.


"Haha, bagus-bagus, mari kita bermain sebentar. Kita juga akan berbincang-bincang dengan mereka bertiga." Julian menoleh kearah Claire dan kedua demi-human.


Karena Ethan dan Ella sudah akrab dengan Claire dan kedua demi-human. Selama dua hari terakhir, mereka berlima selau bermain bersama dihalaman mansion.


Apalagi Nimi dan Mine yang selalu menjahili Ethan dan Ella meskipun pada akhirnya mereka berdua dimarahi oleh Claire.


"Baiklah!!" Ethan dan Ella mengangguk dengan penuh semangat.


"Sepertinya kalian berdua sudah tidak mencintai ayah?" Damian berkata dengan nada pura-pura sedih.


"Ayah selalu sibuk!" Ethan mendengus dengan kesal.


"Benar! Kami selalu bermain dengan ibu dan pengasuh!" Ella juga cemberut.


"Kau dengar itu? Banyak-banyaklah bermain dengan mereka. Uang bisa dicari karena kalian juga merupakan Keluarga Pedagang."


"Namun kebahagiaan bersama dengan keluarga akan terkikis oleh waktu. Oleh karena itu kau harus membuat banyak kenangan bersama keluargamu," ucap Julian.


"Sepertinya kau benar. Baiklah, Ethan, Ella, setelah pelelangan ini selesai, ayah akan mengajak kalian dan juga ibu untuk bermain bersama!" Damian tersenyum kepada Ethan dan Ella.


"Benarkah?" Ethan dan Ella menatap Damian dengan tatapan berharap.


"Tentu saja." Damian mengangguk.


"Lalu apakah ayah juga akan membelikan kami banyak makanan dan minuman enak seperti Paman Julian?" Ethan bertanya namun setelah itu ia langsung menutup mulutnya.


"Ethan!" Ella juga menutupi mulut Ethan karena ia menyadari kesalahan saudaranya itu.


"Makanan dan minuman enak? Julian, apa yang kau lakukan dengan anak-anakku!!!" Damian berteriak.


"Haha, Ethan, Ella, ayo kabur! Jangan sampai tertangkap oleh Ayah kalian!" Julian tertawa sebentar kemudian ia lari sambil menggendong Ethan dan Ella.


"Ayo-ayo!!!" Ethan dan Ella juga bersenang-senang dan melupakan kesalahan Ethan tadi.


Inka yang baru datang hanya bisa terdiam dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2