
"Kukuku, kau mengharapkan pertarungan yang adil dengan seorang iblis? Mau seberapa hebat kekuatanmu, manusia tetaplah naif ya," Orobas tertawa mengejek.
Ia menarik duri dari tubuh Julian secara paksa agar rasa sakitnya lebih terasa. Perut Julian mengeluarkan banyak sekali darah dan dirinya terjatuh.
Kemudian Orobas menginjak perut Julian yang terluka dan menekannya secara perlahan-lahan karena dia ingin melihat ekspresi kesakitan Julian.
Namun, tidak sesuai dengan ekspektasinya, Julian tidak membuat ekspresi kesakitan. Julian tetap tenang dan menatap Orobas dengan tatapan dingin.
Kemudian, Orobas melihat kalau Julian menggerakkan mulutnya dan membuat seringai mengejek di wajahnya. Ia merasakan firasat yang buruk, ia menumbuhkan duri di tangannya bersiap untuk membunuh Julian.
"Master!!" Claire, Nimi, dan Mine berteriak dengan nada panik.
Bahkan kelima pahlawan juga membelalakkan mata mereka karena tidak menyangka Julian akan dibunuh seperti itu.
Tapi tiba-tiba Julian memegang kaki Orobas dengan tangan kirinya. Kemudian ia menggunakan kuku tajam di tangan kanannya untuk menusuk kaki tersebut.
"Argh!!!" Orobas berteriak kesakitan yang membuat serangannya meleset ke samping kepala Julian.
Orobas melompat mundur dan melihat kalau pergelangan kaki kirinya patah bahkan sampai tidak berbentuk lagi karena tulangnya hancur.
Julian memang menargetkan tulang pergelangan kaki Orobas karena berencana untuk menghancurkan kaki kirinya.
Julian perlahan-lahan berdiri, ia mengabaikan rasa sakit di perutnya yang mengeluarkan banyak darah. Ia menatap Orobas yang sedang menatapnya dengan tatapan sengit.
"Sialan kau manusia!!!" Orobas berteriak kemudian ia terbang ke arah Julian karena kakinya sudah tidak bisa digunakan.
Bahkan jika ia mencoba untuk menyembuhkan kakinya, itu akan memakan banyak waktu karena tulangnya sudah hancur.
"Hahaha! Iblis boleh bertindak licik sedangkan manusia tidak!? Justru terkadang kelicikan manusia melebihi kelicikan iblis!" teriak Julian sambil tertawa.
Orobas terbang ke arah Julian namun ia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Ia merasa kalau tubuhnya lebih berat dibandingkan dengan sebelumnya.
Itu karena Julian sudah membuat tubuhnya menjadi lebih berat. Julian tidak hanya menghancurkan tulang Orobas tetapi juga memasukan mana ke dalam tubuhnya.
Namun karena saat ini Orobas sedang marah besar, kekuatannya menjadi meluap-luap bahkan ia mengeluarkan tekanan yang mengerikan.
Claire dan kedua demi-human serta kelima pahlawan bahkan hampir tidak bisa berdiri karena tekanan tersebut, meskipun Julian masih bisa bergerak dengan bebas.
Karena tekanan yang dikeluarkan oleh Orobas bukankah tekanan untuk fisik melainkan mental. Oleh karena itu Julian baik-baik saja dan bisa bergerak dengan bebas.
__ADS_1
"Mengapa!? Mengapa kau bisa baik-baik saja sedangkan para pahlawan terkena tekanan dariku!?" teriak Orobas dengan nada tidak percaya.
Julian mengabaikan teriakan Orobas, ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan banyak sekali meriam mana.
Orobas segera berlindung menggunakan kedua sayapnya karena meriam mana yang ditembakkan oleh Julian terlalu banyak.
Julian yang melihat kalau Orobas sedang berlindung segera berlari ke arahnya dan memukul sayap Orobas secara bertubi-tubi.
"Jangan meremehkanku manusia!!" Orobas menghempaskan sayapnya kemudian memegangi tubuh Julian dengan keempat tangannya.
"Sial, tanganmu memang sangat merepotkan," ucap Julian dengan nada kesal namun ia tidak panik meskipun dirinya ditangkap.
"Mari kita lihat apakah kau masih bisa bersikap dengan tenang!" Orobas memegangi kepala Julian dengan dua tangan yang lain kemudian membenturkan dahinya.
"Apa yang kau lakukan sialan!? Untuk apa kau membenturkan dahimu sementara kita berdua memiliki tanduk!?" Julian mereka kalau Orobas ini bodoh.
Dan benar saja, Orobas berhenti karena menyadari kalau mereka berdua memiliki tanduk di dahi mereka yang membuat Orobas tidak bisa melukai dahi Julian.
Karena Orobas berhenti sejenak, Julian mengambil kesempatan ini kemudian menyerang pinggang kiri Orobas dengan ekornya dengan cara menusuknya.
"Sialan!!" Orobas tersadar karena rasa sakit di pinggangnya.
"Argh!!!" Julian melebarkan matanya dan berteriak kesakitan.
Bunyi dari kedua tangan Julian adalah karena kedua tangannya patah yang menyebabkan dirinya berteriak kesakitan.
"Hahaha!!!" Orobas tertawa terbahak-bahak.
Kemudian mereka bisa melihat kalau di belakang Orobas kini terlihat sebuah ilusi yang memperlihatkan sebuah iblis bersayap yang mengeluarkan aura mengerikan.
Itu karena mana yang dikeluarkan oleh Orobas terlalu banyak sekaligus mengerikan sampai-sampai mananya bisa berubah menjadi sebuah bentuk.
Lalu setelah Orobas tertawa, ia mengeluarkan banyak sekali duri dari tubuhnya yang menusuk tubuh Julian sampai berdarah-darah.
"Bagaimana? Apakah itu sakit? Pasti sakit bukan? Sekarang tubuhmu sudah banyak mengeluarkan darah, pasti sakit bukan!?" Orobas bertanya namun dengan nada mengejek sekaligus gembira.
Orobas adalah jenderal iblis terkejam, ia menyukai ekspresi putus asa dari lawannya yang kalah, oleh karena itu saat ini dirinya dipenuhi dengan kegembiraan.
"Yah, ini sakit. Tapi apakah menurutmu aku akan putus asa?" Julian masih bisa menyeringai bahkan dengan banyak luka ditubuhnya.
__ADS_1
"Apa!? Mengapa kau masih bisa tenang!?" Orobas berteriak dengan marah karena tidak sesuai dengan harapannya.
Julian mengabaikan Orobas, karena tubuhnya tidak bisa digerakkan, ia membuka mulutnya lebar-lebar bersiap untuk menembakan meriam mana.
"!! - Sialan kau!! Apakah kau mau membunuh kita berdua!!" Orobas berteriak dengan panik.
Orobas kemudian melepaskan tubuh Julian dan bersiap untuk kabur. Namun ekor Julian yang tidak terluka melilit tubuh Orobas dengan kencang.
"Sialan!! Lepaskan aku!!" Orobas mencoba untuk melepaskan diri dari lilitan ekor Julian.
Setelah dirasa semua mananya sudah digunakan, Julian kemudian menembakkan meriam mana di mulutnya ke arah Orobas.
"Sialan!!!" Orobas berteriak dengan panik.
Kemudian terjadi ledakan yang sangat dahsyat sampai membuat permukaan bergetar hebat dan terjadi sebuah gempa kecil.
Claire dan kedua demi-human menatap ke arah ledakan itu dengan mata terbuka lebar karena tahu kalau Julian berada di dalamnya.
Mereka hanya bisa berdoa agar Julian selamat meskipun tahu kalau kemungkinannya sangat kecil. Namun mereka tidak putus asa dan tetap percaya kepada Julian.
Kelima pahlawan juga membuka mulut mereka karena terlalu terkejut dengan ledakan dahsyat. Mereka berpikir kalau mereka tidak akan bisa seberani Julian yang menyerang Orobas meskipun tahu tubuhnya akan berada dalam bahaya.
Ledakan yang dahsyat itu berhenti dan menghasilkan banyak sekali asap tebal serta pasir yang juga beterbangan ke mana-mana.
Claire dan kedua demi-human terus menatap ke sumber ledakan dengan tubuh gemetar. Mereka juga bernapas dengan cepat karena terlalu gugup.
Setelah beberapa menit, asap tebal itu perlahan-lahan mulai menipis kemudian menghilang. Mereka semua bisa melihat kalau ada bayangan di sana.
Kemudian mereka melebarkan mata mereka karena melihat kalau bayangan itu adalah Julian yang berdiri dengan tegak dengan tubuhnya yang berlumuran darah.
"Master!!!" Claire dan kedua demi-human berteriak dengan gembira kemudian mereka bertiga berlari ke arah Julian.
Kelima pahlawan saling memandang, kemudian mereka memutuskan untuk menghampiri Julian juga karena ingin melihat kondisinya.
Sesampainya mereka di dekat Julian, mereka melihat kalau darah ada dimana-mana dan di depan Julian ada tubuh yang hampir tidak dikenali.
Julian sedang berdiri sambil menutup matanya, namun Claire dan kedua demi-human tahu kalau Julian masih hidup karena kontrak budak yang memberitahu mereka.
Julian membuka matanya perlahan-lahan, kemudian ia membuka mulutnya dan berkata, "Kita menang." ke arah Claire dan kedua demi-human.
__ADS_1
Claire dan kedua demi-human tersenyum dan mereka juga mengeluarkan air mata bahagia, "Ya, kita menang, Master."