Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Istirahat setelah Pertarungan Melawan Orobas


__ADS_3

Nimi dan Mine memegang lengan Julian dan menaruhnya di pundak. Mereka memapah Julian untuk membantunya berjalan.


Mereka berempat kembali ke kereta kuda mereka yang hampir tertutup oleh pasir. Setelah Julian dibaringkan, Claire memulai menyembuhkannya.


Para pahlawan di samping diabaikan oleh mereka. Claire dan kedua demi-human sama sekali tidak berbicara kepada kelima pahlawan.


Bisa dikatakan kalau kontribusi para pahlawan saat bertarung melawan Orobas adalah hampir nol persen, atau bahkan minus.


Karena mereka menyerang Orobas secara gegabah yang membuat Nimi dan Mine terluka dan tidak bisa ikut bertarung bersama Julian melawan Orobas.


Kelima pahlawan saling memandang, mereka ingin mengatakan banyak hal namun pada akhirnya mereka tidak mengatakannya karena tahu salah mereka.


"..Kami minta maaf. Jika kalian pergi ke Kota Crosa, temui saja kami. Kami akan membawa kalian mengelilingi kota dan semua biaya akan ditanggung oleh kami," ucap Orion.


Claire menghembuskan napas, "Pergilah, aku tahu kalau aku bersikap tidak sopan karena kalian adalah pahlawan. Tetapi saat ini kami sedang tidak ingin berbicara."


Kemudian Claire mengabaikan mereka lagi dan fokus untuk menyembuhkan Julian. Nimi dan Mine juga tidak memandang pahlawan dan melanjutkan istirahat karena belum pulih.


Orion terdiam, tapi ia mengangguk. Kemudian ia bersama dengan pahlawan yang lain berjalan menuju kuda mereka lalu pergi meninggalkan tempat ini.


Karena sudah tidak ada hal lain yang perlu dilakukan oleh mereka. Desa gelap sudah hancur dan Orobas sudah dikalahkan.


Jika yang mengalahkan Orobas adalah mereka, maka tubuh Orobas akan dibawa ke Kota Crosa dan ditunjukkan kepada Rolant sebagai bukti.


Namun yang mengalahkan Orobas adalah Julian, jadi mereka kembali ke Kota Crosa tanpa membawa apapun, hanya sebuah laporan saja.


...----------------...


Claire tersenyum saat melihat ketiga rekannya sedang beristirahat. Ia kemudian keluar dari kereta kuda bersiap untuk memasak sesuatu.


Ia tahu kalau Nimi dan Mine akan bangun sedangkan Julian tidak karena lukanya yang terlalu parah ditambah mananya yang sudah habis tak tersisa.


"Kalian berdua, maaf ya. Ini makanan untuk kalian." Claire memberi dua kuda makan.


Kemudian ia mulai menyiapkan alat-alat masak dan membuat makanan.

__ADS_1


Dan benar saja, satu jam kemudian saat Claire sudah selesai membuat hidangan. Nimi dan Mine bangun karena mencium aroma yang lezat.


Hidung mereka bergerak-gerak mengikuti arah sumber aroma lezat itu berasal dan mereka melihat kau Claire sedang melihat mereka sambil tersenyum.


"Kalian lapar bukan? Ayo makan." Claire melegakan piring di atas kain yang sudah ditaruh.


"Daging!" Mata Nimi dan Mine berbinar-binar melihat daging.


Mereka berdua ingin melompat namun tubuh mereka seketika menjadi sakit.


Claire menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kalian ini belum pulih total. Jangan bergerak terlalu agresif. Bergeraklah secara perlahan-lahan."


"Hehehe." Nimi dan Mine hanya bisa tertawa kecil.


Mereka berdua kemudian bergerak secara perlahan-lahan, turun dari kereta kuda dan duduk di depan Claire yang sedang menyajikan makanan.


"Apakah kau tidak akan membangunkan Master?" tanya Nimi dengan nada polosnya.


"Kau bodoh! Master sedang pingsan! Mana mungkin kita akan membangunkannya." Mine memukul kepala Nimi dengan pelan.


Nimi tersadar dan berkata, "Oh! Benar juga!"


"Lalu bagaimana? Apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan kita menuju Kota Chesa?" tanya Mine sambil memakan makanannya.


Claire mengangguk, "Kita lanjut saja, lagipula hanya butuh satu hari untuk ke Kota Chesa. Kasihan Master juga karena harus beristirahat di dalam kuda."


"Apakah kita akan langsung melanjutkan perjalanan?" tanya Mine yang menyantap makanan dengan lahap.


"Ya. Tapi kalian beristirahat saja, biarkan aku yang mengemudikan kereta kuda," angguk Claire sambil mulai makan.


Mine mengangkat alisnya dan bertanya, "Apakah itu tidak apa-apa?"


Claire tersenyum dan menjawab, "Tidak apa-apa. Lagipula hanya aku yang paling sehat di antara kalian. Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua mengemudikan kereta kuda."


Nimi dan Mine segera mengangguk karena tidak mungkin untuk mengemudikan kereta kuda dalam kondisi mereka yang sekarang.

__ADS_1


Sambil berbincang-bincang, mereka makan dengan gembira. Mereka juga tidak membahas mengenai kelima pahlawan yang merepotkan itu.


Kemudian setelah makan malam selesai dan peralatan sudah dibereskan, Nimi dan Mine melanjutkan istirahat mereka di dalam kereta kuda.


Claire pergi ke sisa-sisa pertarungan karena ia melihat ada banyak sekali mayat. Ia mengeluarkan dua pistol mananya dan menembakkan peluru mana ke arah semua mayat dengan tujuan membakar mereka.


"Apa yang harus aku lakukan dengan dia?" Claire menatap mayat Orobas dan tidak tahu harus bagaimana.


Saat ia sedang mencari cara, ia melihat ada benda berkilauan di mayat Orobas dan ternyata itu adalah cincin dengan kristal kecil.


"Cincin? Apakah ini cincin penyimpanan?" pikir Claire.


"Hm, aku punya ide bagus tetapi tidak tahu apakah Master akan marah." pikir Claire dengan ragu-ragu.


Idenya adalah untuk menggunakan cincin penyimpanan tersebut dan membawa banyak benda sekaligus mayat Orobas di dalamnya.


Kemudian saat Julian bangun, ia akan memberikan mayat Orobas dan benda dari desa gelap kepada Julian.


Namun yang membuat dirinya khawatir adalah apakah Julian akan marah karena ia menggunakan cincin penyimpanan milik Orobas.


"Tapi tidak ada cara lain. Aku gunakan saja, tidak apa-apa jika aku kena marah, tetapi jangan sampai aku membiarkan mayat Orobas ini," ucap Claire dengan tegas.


Ia juga khawatir jika mayat Orobas akan digunakan oleh Raja Iblis untuk sesuatu yang malah bisa jadi menjadi lebih buruk.


Kemudian ia meneteskan darah ke atas kristal kecil di cincin penyimpanan dan ia bisa merasakan ruang di dalam cincin penyimpanan tersebut.


Ruangnya bisa dikatakan cukup besar. Jika dibandingkan, maka sama seperti sebuah kamar tidur yang lumayan luas.


Dan di dalam cincin penyimpanan milik Orobas itu berisi banyak sekali perhiasan dan ada beberapa benda aneh yang digunakan untuk penyiksaan.


Claire menggeleng-gelengkan kepalanya tidak terlalu memikirkan isi dari cincin penyimpanan ini karena semuanya akan diberikan kepada Julian.


Setelah ia memasukkan mayat Orobas dan benda dari desa gelap yang dirasa cukup berguna, ia kembali ke kereta kuda dan mulai melanjutkan perjalanan menuju Kota Chesa.


"Rasanya cukup sepi. Nimi dan Mine yang biasanya paling berisik sekarang sedang beristirahat. Master yang biasanya berbicara dengan leluconnya juga sedang pingsan."

__ADS_1


"Tapi, sepertinya aku harus menjadi lebih kuat lagi. Aku tidak bisa hanya menggunakan serangan peluru api saja. Aku harus mengembangkan serangan baru."


"Demi Master yang telah mengubah hidupku, aku rela melakukan apapun untuknya," batin Claire.


__ADS_2