Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Sampai di Kota Perbatasan Dua Wilayah, Kota Elrei


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka sudah dekat dengan Kota Elrei karena mereka hanya beristirahat pada saat malam hari saja. Untuk sarapan dan makan siang, mereka melakukannya di dalam kereta kuda saat perjalanan.


"Kita sudah dekat!" teriak Julian.


Jalan yang mereka lalui mulai melebar dan pohon-pohon di kedua sisi juga terlihat lebih sedikit. Kemudian mereka melihat ada kota besar dengan padang rumput di sekitarnya.


Kota tersebut seperti kota tua karena ada banyak sekali tanaman merambat di temboknya. Namun Julian tahu kalau tanaman tersebut memiliki peran khusus untuk pertahanan.


Julian memarkirkan mereka kuda di dekat gerbang, ia turun dan berbicara dengan penjaga gerbang mengenai situasi para elf muda yang diculik.


Saat berbicara, Julian juga melihat elf didepannya. Ini adalah pertama kalinya Julian melihat elf di dunia ini kecuali para elf muda.


Sama seperti yang ada di cerita-cerita fantasi di bumi. Elf memiliki daun telinga yang panjang dan runcing, mereka memiliki kulit cerah, dengan rambut pirang terang atau pirang gelap.


"Apa!? Apakah yang kau katakan itu benar!?" teriak penjaga itu dengan keras yang membuat orang-orang melihat ke arahnya.


"Ya, mereka semua ada di dalam kereta kuda. Apakah kau akan melihatnya?" tanya Julian sambil menunjuk ke arah belakang.


"Nanti saja, pertama-tama bawa masuklah ke dalam kota dan ikuti aku. Aku akan memanggil kapten penjaga karena masalah ini tidak bisa aku urus seorang diri," ucap penjaga.


"Baiklah." Julian mengangguk lalu kembali ke kereta kudanya.


Setelah memberitahu pada elf muda untuk jangan khawatir, ia mengemudikan kereta kuda mengikuti penjaga itu dan dibelakangnya juga ada Claire dengan kereta kudanya.


Penjaga itu menuntun Julian ke area terbuka di dekat sana. Kemudian ada seorang elf yang mengenakan seragam yang sama seperti penjaga itu di sana.


"Kapten, seperti ini," penjaga itu memberitahu masalah yang terjadi.


"Apa!?" elf yang ternyata adalah kapten penjaga jelas-jelas mengerutkan keningnya.


Kapten penjaga berjalan menghampiri Julian dan bertanya, "Permisi, siapa nama anda?"


"Halo, namaku Julian Roley." Julian memperkenalkan dirinya.


"Tuan Julian, bisakah saya melihat elf yang diculik?" tanya kapten penjaga dengan hormat karena ia tahu kalau manusia di depannya adalah seroang bangsawan.


Berbeda dengan manusia, yang memiliki nama keluarga hanyalah bangsawan, pedagang kaya, atau orang dengan status yang cukup tinggi.


Elf dan dark elf biasa memiliki nama keluarga. Bedanya, elf biasa hanya memiliki nama dua kalimat saja sedangkan bangsawan atau elf dengan status tinggi memiliki nama tiga kalimat.

__ADS_1


"Tentu, mereka semua ada di dalam dua kereta kuda," angguk Julian.


Dengan izin Julian, kapten penjaga melihat ke dalam kereta kuda dan benar saja ada banyak elf muda di dalamnya. Ia menghela napas lega karena tidak ada elf yang terluka atau mengalami trauma serius.


Ia bisa melihat kalau kondisi mereka baik-baik saja bahkan mereka berbincang-bincang dengan riang dengan Karina dan yang lain.


"Ngomong-ngomong, apakah kau tahu ini?" Julian mengemudikan pisau yang diberikan oleh Zain kepadanya.


"Pisau itu!?" Kapten penjaga membelalakkan matanya karena terkejut melihat pisau di tangan Julian.


"Reaksinya berlebihan, apakah elf teman Kakek Zain memiliki identitas yang tinggi?" pikir Julian.


"Maaf, ini diberikan oleh seseorang yang memiliki kenalan elf di sini. Aku menunjukannya hanya untuk bertanya saja, tidak ada maksud lain." Julian menyimpan kembali pisau itu.


"Identitas pemilik pisau itu adalah Keluarga Kerajaan, Tuan," ucap kapten penjaga dengan nada yang lebih hormat dibandingkan dengan sebelumnya.


Kapten penjaga tidak menyangka kalau manusia didepannya adalah orang yang memiliki status yang sangat tinggi karena bisa mengenal orang-orang yang setara dengan keluarga kerajaan.


Meskipun sebenarnya Julian tidak memiliki status khusus. Tapi bahkan jika Julian mengetahui apa yang dipikirkan oleh kapten penjaga, ia tidak terlalu peduli.


"Keluarga Kerajaan?" Julian mengerutkan keningnya karena tidak menyangka kalau kenalan Zain adalah dari Keluarga Kerajaan.


"Hm, baiklah, kita bahas nanti saja. Sekarang, bagaimana dengan para elf muda? Apakah aku langsung mengantarkannya ke panti asuhan atau ada beberapa hal yang perlu kulakukan?" tanya Julian.


"Tuan bisa langsung mengantarkan mereka ke panti asuhan Tapi aku harus melapor kepada pemilik kota, jadi mungkin beberapa hari ke depan Tuan akan dipanggil oleh tuan kota," ucap kapten penjaga.


"Baiklah, aku lebih suka begitu. Kalau begitu tolong ya, aku akan mengantar mereka kembali ke panti asuhan," ucap Julian sambil berjalan kembali ke kereta kudanya.


"Baik!" kapten penjaga membungkukkan badannya sedikit.


Julian naik ke kereta kuda dan bertanya kepada elf muda di mana lokasi panti asuhan mereka. Kemudian setelah mereka menjawab, Julian segera pergi ke sana.


Panti asuhan mereka terletak di pinggiran kota di sisi barat, jadi Julian pergi ke kiri karena ia datang dari gerbang selatan.


Setelah beberapa menit, mereka kemudian melihat kalau ada bangunan tua yang hampir tidak layak huni di depan mereka dan ada papan gantung dengan tulisan 'Panti Asuhan Elrei'.


Julian menyentuh dagunya dan berpikir, ia tau kalau bangunan panti asuhan ini dulunya adalah mansion mewah karena desain bangunannya tergolong mewah dan memiliki halaman yang cukup luas.


Tapi mungkin saja ada beberapa kejadian yang membuat bangunan ini terbengkalai dan sekarang dipakai sebagai panti asuhan yang menampung anak-anak elf di Kota Elrei.

__ADS_1


Julian mengemudikan kereta kuda ke halaman dan memarkirkannya di area terbuka. Saat ia turun, ia melihat kalau ada elf yang terlihat tua keluar dari bangunan.


"Dia pasti kepala panti asuhan ini jika dilihat dari penampilannya yang sudah tua," pikir Julian.


"Permisi, apakah anda memerlukan sesuatu?" tanya elf tua itu dengan sopan karena ia bisa melihat kalau Julian memakai pakaian yang berkualitas.


Julian tidak menjawab pertanyaan elf tua, ia berteriak kepada para elf muda, "Anak-anak, Keluarlah! Kita sudah sampai di panti asuhan!"


Setelah Julian berteriak, para elf muda segera melompat turun dari kereta kuda dan melihat kalau mereka memang sudah sampai di panti asuhan, tempat mereka tinggal.


Lalu saat melihat ada elf tua yang berdiri di samping Julian, mereka meneteskan air mata dan segera memeluk elf tua itu.


"Anak-anak!? Dari mana saja kalian!?" elf tua itu jelas tahu kalau anak-anak panti asuhan pergi selama beberapa hari.


"Baiklah, kalian sudah tenang bukan? Sekarang kalian bermain sebentar ya? Kakak akan berbicara dengan pengasuh kalian dulu," ucap Julian dengan lembut.


Para wanita juga mengajak para elf muda untuk bermain sebentar karena mereka tahu Julian akan berbicara serius dengan elf tua itu.


"Namaku Julian Roley, aku menyelamatkan mereka dari pedagang budak saat berada di dekat perbatasan wilayah manusia dengan wilayah elf," ucap Julian yang kemudian memberitahu bagaimana kejadiannya.


Elf tua itu sangat terkejut, ia memegangi dadanya karena informasi yang Julian berikan membuat dadanya sakit karena tahu kalau para elf muda diculik dan akan dijadikan sebagai budak.


"Terima kasih, terima kasih banyak..." elf tua itu menangis dengan sedih sekaligus bahagia karena pada elf muda diselamatkan oleh Julian.


"Sama-sama," ucap Julian sambil menunggu elf tua itu tenang.


Setelah beberapa saat, elf tua itu sudah tenang dan ia memberitahu kalau namanya adalah Lenna Presven, pengasuh sekaligus kepala Panti Asuhan Elrei.


"Oh, jadi anda yang membeli bangunan ini untuk membuat panti asuhan? Anda benar-benar sangat baik," ucap Julian yang terkejut dengan cerita panti asuhan ini.


Ternyata dulu Lenna adalah petualang, karena ia menderita cidera yang membuat tubuhnya lemah, ia memutuskan untuk menggunakan uang tabungannya untuk membeli bangunan ini dan membuat panti asuhan.


Lenna juga memberi nama keluarga pada anak-anak yatim piatu dengan nama keluarganya agar mereka tidak teringat dengan masa lalu mereka yang menyedihkan dan agar mereka semangat dengan nama keluarga yang baru.


"Ya, aku juga yatim piatu, jadi aku ingin memberikan kehangatan untuk anak-anak yatim piatu," angguk Lenna.


Saat mereka berbicara, ada beberapa pria dan wanita yang masuk ke dalam halaman sambil membawa beberapa barang. Saat melihat para elf muda yang sedang bermain, mereka menjatuhkan barang bawaan mereka dan langsung memeluk pada elf muda.


Lalu, Lenna mempersilakan Julian dan yang lain untuk masuk ke dalam bangunan karena hari sudah sore dan anak-anak mungkin juga sudah lelah karena perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2