Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Istana Kerajaan Cruya yang diserang oleh Alastor


__ADS_3

Istana kerajaan dipenuhi dengan aura yang membahagiakan, para bangsawan juga bersenang-senang karena berita membahagiakan tersebut.


Namun, yang tidak diketahui oleh semua orang adalah ada sesosok misterius yang masuk ke dalam wilayah istana tanpa sepengetahuan penjaga.


...----------------...


"Dasar, bagaimana bisa dia kalah dari manusia biasa?" umpat sesosok misterius itu.


Dia adalah seorang pria yang memiliki perawakan kurus dengan kulit gelap, dua tanduk yang ramping namun panjang di kiri dan kanan kepalanya, gigi yang tajam seperti gigi hiu, dan matanya yang tajam.


Sosok itu adalah Alastor, salah satu jenderal iblis dari tiga jenderal. Dia diperintahkan oleh Raja Iblis Boldax untuk mengambil tubuh Orobas yang ditempatkan di salah satu ruang bawah tanah istana.


"Yah apapun itu, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat karena aku masih perlu meneliti sihir." Alastor naik ke atap salah satu bangunan kemudian mulai menggunakan mantra sihir skala besar.


"Matilah, kalian semua," gumam Alastor.


...----------------...


"!!" orang-orang kuat yang ada di dalam istana menyadari ada reaksi sihir di istana dan mereka merasakan adanya bahaya.


Kemudian seorang pria tua berambut panjang berwarna putih seger berteriak, "Semuanya menunduk!!"


Pria itu adalah ahli sihir nomor satu di Kerajaan Cruya yang bernama Oleus Aqire, ia adalah orang yang pertama kali menyadari ada reaksi sihir di istana dan langsung membuat sebuah penghalang yang menyelimuti seluruh istana.


Rolant bukanlah penyihir jadi ia sedikit terlambat menyadarinya. Namun ia langsung memerintahkan para prajurit untuk menjaga keamanan dan penyihir untuk membantu Oleus.


Lalu, terjadilah ledakan yang sangat dahsyat yang membuat istana bergetar bahkan getaran tersebut terasa sampai ke seluruh kota yang membuat warga panik.


Beberapa bangunan di dalam wilayah istana juga roboh karena dampak ledakan tersebut. Semua orang yang berada di sekitar wilayah wilayah istana segera melihat ke arah ledakan tersebut.


"Semuanya segera evakuasi! Ikuti prajurit yang akan menuntun kalian! Kami akan mengurus orang yang melakukan hal ini!" ucap Rolant yang langsung memerintahkan prajurit untuk mengevakuasi orang-orang.


Mereka semua mengangguk dan keluar dari istana bersama dengan prajurit. Regina dan Mellina juga ikut bersama mereka karena mereka bukanlah orang yang bisa bertarung.


Claire, Nimi, dan Mine langsung pergi ke balkon tempat Julian berada tadi namun mereka melihat kalau Julian sudah terbang ke suatu arah.


"Yang melakukan hal ini pastilah orang yang kuat. Kita tidak akan bisa mengikuti pertarungan ini, ayo bantu prajurit untuk mengevakuasi orang-orang," ucap Claire yang disetujui oleh Nimi dan Mine.


...----------------...


Beberapa waktu sebelumnya, saat Julian merasakan ada sebuah sihir yang berbahaya, ia langsung menumbuhkan sayap dan terbang ke arah sumber sihir.

__ADS_1


Lalu sekarang ia melihat kalau ada pria yang penampilannya mirip dengan Orobas namun terlihat lebih suram dengan tubuhnya yang kurus dan ekspresinya yang kusam.


"Appraisal," batin Julian.


[ Alastor


HP : 100%


MP : 100%


level kekuatan : 5


level sihir : 9 ]


"Level sihirnya 9!? Level yang sama dengan ahli sihir nomor satu di Kerajaan Cruya," batin Julian yang terkejut dengan hasil appraisal.


"Iblis!" teriak Oleus yang datang kemudian melihat Alastor.


"Tuan Oleus! Anda bisa menggunakan sihir ruang bukan!? Pindahkan aku dan dia ke suatu tempat yang kosong!" teriak Julian karena ia tahu kalau pertarungan dengan Alastor akan membuat kota ini hancur.


Oleus melihat ke arah Julian yang mengepakkan sayapnya. Ia tentu saja tahu siapa Julian karena dirinya juga dekat dengan Rolant dan Rolant memberitahu dirinya mengenai Julian.


"Nak! Kau tidak bisa mengalahkan dia seorang diri, dia adalah jenderal iblis yang terkuat," ucap Oleus.


"Keberanian yang patut ditiru. Nak, apakah kau percaya diri dengan sihirmu?" tanya Oleus.


Julian menyeringai dan berkata dengan nada yakin, "Tentu saja. Aku ini memiliki mantra sihir yang bisa dikatakan unik dibandingkan dengan mantra sihir yang digunakan oleh orang lain."


"Ho? Itu bagus. Kalau begitu ayo kita hadapi iblis yang bernama Alastor ini. Aku yakin dia tidak sendirian dan pasti akan membawa iblis lain. Namun itu adalah tugas para pahlawan," ucap Oleus.


"Baiklah, ayo kita hadapi salah satu dari jenderal iblis!" Julian merasakan kalau darah di dalam tubuhnya mendidih.


"Apakah kalian sudah selesai bicaranya?" Alastor berkata dengan nada malas sambil melihat dua orang di atasnya.


"Maaf membuatmu menunggu. Space Transfer." Oleus mengayunkan staff sihirnya kemudian mereka bertiga menghilang.


...----------------...


"Raja!" Dua Duke datang ke arah Rolant yang sedang memerintahkan para prajurit.


Rolant menoleh ke arah mereka berdua dan berkata, "Orang yang menyerang adalah Alastor, salah satu dari jenderal iblis. Oleus dan Julian sedang menghadapinya di tempat lain, kita akan fokus untuk menyelesaikan masalah yang ada di sini."

__ADS_1


"Baik!" angguk mereka berdua meskipun mereka terkejut karena Julian ikut serta dalam melawan Alastor.


...----------------...


"Claire, Nimi, Mine!" Karina menghampiri mereka bertiga.


"Nona Karina!" teriak mereka bertiga.


"Julian ada di mana?" tanya Karina.


"Master sedang menghadapi iblis yang melakukan sihir ledakan bersama dengan Tuan Oleus," jawab Claire.


"Apa!? Jika Tuan Oleus turun tangan, maka iblis yang melakukan penyerangan ini sangat hebat. Namun kesampingkan hal itu, kita perlu membunuh iblis yang datang," ucap Karina sambil melihat ke arah luar kota yang penuh dengan iblis.


"Ya!" angguk mereka bertiga.


...----------------...


Hanya Alastor saja yang memasuki Kota Crosa, sedangkan iblis-iblis yang lain menunggu di luar kota dan menyerang jika Alastor memulai penyerangan.


Kemudian iblis-iblis tersebut melihat ada ledakan yang dahsyat dari istana. Mereka tahu kalau Alastor yang melakukan hal itu dan mereka langsung bergerak menuju Kota Crosa.


...----------------...


Rolant dan pasukannya juga sudah berada di tembok kota. Selain itu, para bangsawan yang bisa bertarung juga ikut karena saat ini Kota Crosa dalam bahaya karena iblis-iblis itu.


Bisa dikatakan kalau saat ini Kota Crosa sedang berperang melawan iblis. Rolant dan yang lain juga tahu situasi tersebut dan mereka memutuskan untuk mengerahkan semua kekuatan.


"Anak panah! Tembak!" teriak Rolant.


Ribuan anak panah ditembakkan ke arah para iblis yang membuat banyak dari mereka mati seketika karena tidak bisa menghindarinya.


Kemudian, para prajurit dan petarung jarak dekat termasuk dua pangeran segera keluar dari kota dan menghadapi para iblis.


Conall adalah pengguna pedang sedangkan Lucas adalah pengguna tombak. Mereka langsung keluar dari kota untuk membunuh para iblis yang menyerang Kota Crosa.


Karina, Claire, Nimi, dan Mine juga bekerja sama untuk membunuh iblis. Meskipun mereka belum pernah bekerja sama, namun kerja sama mereka sangatlah bagus karena hubungan mereka yang dekat.


...----------------...


Sementara itu, Oleus memindahkan dirinya, Julian, dan Alastor ke sebuah padang rumput yang jauh dari Kota Crosa agar pertarungan mereka tidak menimbulkan korban.

__ADS_1


Oleus juga sudah mengirimkan sinyal bantuan setelah ia berpindah tempat karena ia berpikir lebih baik banyak orang yang datang untuk membunuh Alastor.


Karena meskipun level mana mereka sama, bisa dikatakan kalau Alastor lebih kuat karena dia memiliki banyak sekali mantra sihir penghancur.


__ADS_2