Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Sampai di Kota Perdagangan, Kota Coramon


__ADS_3

Kota Coramon adalah sebuah kota dengan wilayah berbentuk huruf U dan merupakan kota perdagangan yang makmur.


Untuk luas kotanya, Kota Coramon tidak masuk 10 besar kota terbesar di Kerajaan Cruya, namun Kota Coramon adalah kota kedua setelah Ibukota dalam hal kemakmuran dan kekayaan.


Karena kota ini bersebelahan dengan laut, Kota Coramon menjadi kota perdagangan besar karena kebanyakan pedagang disini menggunakan kapal untuk berdagang.


Oleh karena itu ada banyak sekali pedagang kaya disini dan Guild Pedagang lebih besar dibandingkan dengan Guild Petualang.


"Bintang-bintang di langit sungguh indah." Julian melihat keatas.


Karena ini adalah dunia fantasi dimana sedikit polusi udara dan sekarang mereka dekat dengan laut, ada lebih banyak bintang yang bersinar di langit malam.


"Julian, dari sini kami yang akan memimpin." Kereta kuda Damian menghampiri kereta kuda Julian dan Damian berkata kepada Julian.


"Ya, tolong pimpin kami." Julian mengangguk dan tersenyum.


Prajurit yang menunggangi kuda berjalan didepan diikuti oleh kereta kuda milik Damian dan kereta kuda Julian yang mengikuti dibelakang.


"Halo, tolong tunjukan kartu identitas anda." Seroang penjaga datang menghampiri kereta kuda Julian.


"Ini." Julian menyerahkan kartu identitas bercorak emasnya.


"Ah! Anda-" Ucapan penjaga itu terpotong.


"Tolong tetap tenang, kau akan mengganggu yang lain." Julian tersenyum dan menyuruh penjaga tidak berteriak.


"Maaf atas kelancangan saya tuan." Penjaga mengembalikan kartu identitas Julian dengan hormat.


"Tidak apa-apa. Ah ya, mereka bertiga adalah budakku, mereka diperbolehkan untuk masuk bukan?" Julian membuka tirai yang menutupi bagian dalam kereta kuda.


"Tentu saja tuan, ini adalah kota perdagangan dimana tidak mendiskriminasikan ras lain. Budak anda tentu saja diperbolehkan untuk masuk." Penjaga mengangguk dan tersenyum.


"Bagus, terima kasih." Julian melempar satu koin emas kepada prajurit lalu mengemudikan kereta kudanya.


"Ah!" Penjaga tidak bisa berkata-kata setelah menerima satu koin emas dari Julian.


 


Julian mengikuti kereta kuda Damian dan mereka sampai disebuah tempat yang memiliki halaman luas dan ada bangunan besar ditengahnya.


"Sepertinya Mollon adalah keluarga pedagang yang kaya," batin Julian.


Mereka memarkirkan kereta kuda ditempat yang sudah disediakan dan turun dari kereta kuda dengan sambutan banyak pelayan.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan Damian, Nyonya Inka!" Para pelayan membungkukkan badan mereka dan menyambut kedatangan Damian dan Inka.


"Ya, tolong siapkan makan malam tambahan. Ada tamu yang disini," ucap Damian.


"Baik!" Para pelayan menjawab secara bersamaan.


"Julian, ayo kita pergi ke ruang makan." Damian berjalan memasuki mansion.


Julian dan yang lain mengikuti Damian sedangkan Inka, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kedua anaknya juga dibawa oleh pengasuh.


"Damian, maaf jika kau tersinggung. Apakah kau adalah kepala keluarganya?" tanya Julian.


"Haha, aku tahu apa maksudmu. Memang benar sekarang aku adalah kepala keluarga, tapi orang tuaku masih hidup dan mereka sedang berlibur." Damian tertawa dan menjawab dengan santai.


"Ah jadi begitu." Julian mengangguk.


Mereka sampai di ruang makan dan duduk disana. Damian juga mempersilakan Claire dan kedua demi-human untuk duduk.


Damian tentu saja tahu kalau mereka bertiga adalah seorang budak, namun Damian tidak mendiskriminasi mereka.


Itu karena Damian tidak memiliki prasangka buruk terhadap budak apalagi Julian dan mereka adalah orang yang menolong dirinya dan yang lain dari serangan serigala.


"Selama kau berada di Kota Coramon, kau dan budakmu bisa menginap di mansion ini," ucap Damian.


"Tentu saja. Aku juga memiliki firasat kalau akan ada suatu kejadian dan denganmu disini, maka bisa membuat keluargaku aman." Damian mengangguk dengan mudah hati.


"Haha, jadi begitu ya. Tapi..." Julian tertawa namun tiba-tiba ia mengubah wajahnya menjadi serius.


"Ada apa?" Damian menyipitkan matanya saat melihat Julian memasang ekspresi wajah serius.


"Nimi, Mine." Julian memanggil Nimi dan Mine.


Nimi dan Mine tidak membalasnya, mereka berdua menghilang dari tempat mereka dan muncul kembali dengan membawa seseorang.


"Kau benar, dengan kehadiran kami, keluargamu akan aman." Julian tersenyum.


"Siapa!?" Damian berdiri dan berteriak karena ia tidak mengenali orang yang dibawa oleh Nimi dan Mine.


"Dia sudah bersembunyi di ruang makan dari awal, sepertinya tujuan dia adalah untuk membunuhmu dilihat dari pisau beracun yang ia sekarang dipegang oleh Nimi." Julian menunjuk kearah pisau dengan warna hijau.


"Siapa kau?" Damian berdiri didepan orang itu.


Orang yang ditangkap oleh Nimi dan Mine mengenakan pakaian serba hitam dan hanya matanya saja yang terlihat, sisanya tertutup.

__ADS_1


"Tidak ada gunanya, seroang pembunuh tidak akan mengatakan mengapa mereka membunuh," ucap Julian.


Damian kemudian memanggil prajurit dan menyuruh mereka untuk membawa dan mengurung orang itu di ruangan dan menjaganya dengan ketat.


"Terima kasih, aku tidak menyangka kalau langsung ada kejadian setelah aku mengatakan hal itu tadi." Damian tertawa pahit.


"Apakah saat ini kalian sedang melawan seseorang? atau sebuah keluarga?" tanya Julian.


"Ada, mereka adalah keluarga pedagang juga sama seperti kami. Bisa dikatakan kalau kedua keluarga telah bersaing satu sama lain."


"Namun entah mengapa akhir-akhir ini mereka berperilaku seperti penjahat dan mencoba mencelakai keluargaku." Damian menghela napas panjang.


"Siapa mereka?" Julian penasaran dengan keluarga itu.


"Mereka adalah Keluarga Malone," jawab Damian.


"Apakah kau perlu kami untuk menyelidiki hal ini?" Julian menawarkan bantuan.


"Hm, kurasa tidak perlu. Karena sudah ada orang-orang ku yang mengatasi hal ini. Kau akan kuserahkan untuk tugas menyerang atau bertahan saja." Julian menyentuh dagunya dan menjawab.


"Baiklah." Julian mengangguk.


Setelah itu Inka dan kedua anak mereka datang ke ruang makan. Kemudian para pelayan mulai menyiapkan makan malamnya.


Julian mengetahui kalau anak Damian adalah kembar laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki bernama Ethan dan yang perempuan bernama Ella.


Mereka berdua berusia 5 tahun dan memiliki sifat periang dilihat dari saat mereka menghampiri Nimi dan Mine karena penasaran dengan telinga mereka.


Mereka semua makan malam sambil berbincang-bincang dengan ria. Setelah itu, pelayan menunjukkan dimana letak kamar milik Julian.


Julian meminta untuk disediakan dua kamar dimana dia akan sendiri dan Claire dengan kedua demi-human akan bersama.


...----------------...


Setelah membersihkan diri dengan air di kamar mandi, Julian berbaring di ranjang dan sekarang ia sedang berkomunikasi dengan Dewa Tertinggi.


"Kakek, apakah aku memiliki tugas untuk mengalahkan raja iblis?" tanya Julian.


"Tidak, bukankah sudah kukatakan? Aku memindahkan mu kesana karena aku tertarik dengan kebaikan dan masa lalu mu."


"Kau boleh melakukan sesuatu sesuka hatimu disana, Julian," jawab Dewa Tertinggi.


"Baiklah..." Julian mengangguk.

__ADS_1


Setelah berbicara sebentar, Julian memutuskan panggilan dan ia tertidur.


__ADS_2