Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pertarungan Empat Lawan Satu dengan Orobas


__ADS_3

Orobas kini mulai berubah, dari bahu sampai ke punggungnya tumbuh banyak sekali duri berwarna hitam yang terlihat menyeramkan.


Kemudian, sayap lebar yang berwarna hitam juga tumbuh di punggungnya. Sayap itu mirip seperti sayap kelelawar karena bukan sayap berbulu.


"Ayo la-" Orobas tidak menyelesaikan ucapannya karena Julian sudah menyerang dari atas.


Julian mengangkat kedua tangannya kemudian ia menghantam Orobas yang sedang berubah sampai membuat dia terhempas.


"Sial, kekuatan macam apa yang dimiliki oleh manusia ini!?" batin Orobas.


Orobas mendarat dengan mulus namun Mine sudah berada di sana. Mine melempar satu pisau kemudian ia langsung berlari.


Orobas yang melihat pisau datang mengangkat tangan kanannya untuk menangkisnya dengan mudah, namun ia tidak memperhatikan Mine karena ia terlalu fokus pada pisau yang dilempar.


Mine mengumpulkan banyak mana di tangan kanannya kemudian ia memukul perut Orobas dengan kencang yang membuat dia terhempas sekali lagi.


"Sialan! Bahkan demi-human biasa memiliki kekuatan seperti ini!?" batin Orobas yang mulai kesal.


Orobas mengepakkan kedua sayapnya kemudian ia terbang tinggi. Ia mengarahkan tangan kanannya kemudian banyak sekali duri tajam yang keluar dari telapak tangannya.


Claire tahu kalau dirinya harus membuat Orobas tetap berada di bawah. Ia juga menembakkan banyak sekali peluru api ke sana.


"Ck, mengganggu sekali." Orobas menggerakkan tangan kirinya kemudian ia membuat sebuah penghalang dari mana untuk memblokir peluru api Claire.


"Mine!!" teriak Julian.


Mine mengangguk paham, ia berlari ke arah Julian dengan cepat. Kemudian Julian sudah menyatukan kedua telapak tangannya dan menunggu Mine datang.


Mine menginjak telapak tangan Julian dan Julian juga mengerahkan kekuatan di telapak tangannya agar Mine bisa melompat dengan lebih cepat.


Mine mengarah ke Orobas yang masih menembakkan duri tajam dan dirinya menggunakan sihir barunya yang bisa membuat pertahanan di kulitnya dengan mana.


Orobas mengerutkan keningnya, "Bagaimana? Mengapa pertahanannya tidak bisa ditembus dengan duri-duriku?"


Sebenarnya bukan karena tidak bisa ditembus, tapi jika diperhatikan lebih dekat, duri-duri Orobas menjadi lebih lambat di udara.


Itu karena Julian menggunakan elemen angin untuk mengubah arah angin yang membuat duri-duri Orobas menjadi lebih lambat.


Setelah melakukan hal itu, Julian juga menumbuhkan sayap di punggungnya kemudian ia terbang menyusul Mine dan menembakkan satu bola cahaya.


Meskipun Orobas sangat kuat, tetapi Julian dan yang lain menyerangnya dalam waktu yang tepat yang membuat dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menyerang.


Bahkan Orobas sempat mengagumi kalau kerja sama mereka berkali-kali lipat lebih baik dibandingkan dengan kelima pahlawan.


Mine dengan cepat sampai di depan Orobas kemudian ia memutar tubuhnya lalu mengayunkan pisau di tangan kirinya ke arah Orobas.

__ADS_1


Orobas menghentikan serangan duri-durinya, ia menunduk untuk menghindari serangan Mine. Tetapi ia tidak menyangka kalau ada serangan lain, bukan dari Mine melainkan dari Nimi.


Karena bola cahaya yang ditembakkan oleh Julian membuat sebuah bayangan meskipun sedang berada di udara.


Nimi yang sebelumnya berada di dalam bayangan Mine keluar dari sana kemudian ia langsung menyerang Orobas tanpa ragu-ragu.


"Sial, jaraknya terlalu dekat! Aku tidak bisa menghindari serangannya!" pikir Orobas yang menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis serangan Nimi.


Karena jaraknya yang terlalu dekat membuat Orobas tidak bisa menghindar dan memutuskan untuk menangkis serangan Nimi.


Kemudian, sedangan Nimi mengenai tangan kanan Orobas yang membuatnya tergores dan mengeluarkan darah berwarna hitam.


"Aku terluka!?" batin Orobas yang tidak percaya.


Orobas yang tidak menyangka kalau dirinya akan terluka kehilangan keseimbangan dan jatuh ke bawah.


Tubuh Orobas gemetar tidak terkendali, ia mengumpulkan banyak mana di tubuhnya kemudian melepaskannya secara tiba-tiba yang membuat Nimi dan Mine yang berada di udara terhempas jauh.


Julian yang melihat itu segera terbang ke arah mereka berdua dan membawa mereka di kedua tangannya kemudian mendarat ke bawah.


Orobas masih mengeluarkan banyak sekali mana, sepertinya dia benar-benar marah karena tidak melakukan apapun melawan manusia dan demi-human biasa.


"Black Magic : Dark Ball." Orobas menciptakan sebuah bola kegelapan yang besar kemudian melemparkannya ke arah Julian.


Ia terbang ke arah bola kegelapan yang dilempar oleh Orobas dengan cepat. Ia mengencangkan tangan kanannya menariknya ke belakang.


Kemudian saat Julian sudah dekat dengan bola kegelapan, ia memukulnya dengan kencang.


Bola kegelapan tidak langsung hancur karena pukulan Julian. Julian menggunakan lebih banyak mana sebelum akhirnya bola kegelapan hancur.


Nimi dan Mine mengabaikan rasa sakit karena terhempas tadi. Mereka berdua segera berlari ke arah Orobas sambil mencari kesempatan untuk menyerang.


Kebetulan sekali Claire menembakkan dua peluru api yang mengandung banyak mana. Dua peluru tersebut langsung meledak saat mengenai mana Orobas yang ada di udara.


Nimi dan Mine berpikir kalau Orobas sedang terganggu karena ledakan besar. Mereka langsung mendekati Orobas kemudian bersiap untuk menyerang.


Namun, apa yang tidak mereka sangka adalah Orobas tidak terpengaruh oleh ledakan tadi. Ia yang melihat Nimi dan Mine datang langsung memukul mereka.


"Ugh!" Nimi dan Mine merasakan sakit yang lumayan meskipun hanya berupa pukulan biasa.


Saat asap yang muncul karena ledakan tadi menghilang, mereka semua melihat kalau Orobas masih berdiri dan sedang memegangi leher Nimi dan Mine.


Julian melebarkan matanya dan berteriak, "Nimi! Mine! Sialan, lepaskan mereka!"


Meskipun Julian berteriak dengan marah, ia tidak bertindak gegabah. Ia tahu jika menyerang Orobas sekarang, Nimi dan Mine mungkin dalam bahaya.

__ADS_1


Tetapi, apa yang tidak Julian duga adalah Olivia, pahlawan penyihir menyerang Orobas dengan paku esnya atas perintah Orion.


Orobas yang melihat ada banyak paku es datang ke arahnya membuat seringai mengerikan di wajahnya.


Ia menempatkan Nimi dan Mine di depan tubuhnya menggantikan target dari paku es itu. Dan benar saja, paku es itu mengenai tubuh Nimi dan Mine yang membuat mereka berdarah-darah.


"Apa yang kalian lakukan sialan! Apakah kalian ingin membunuh rekan-rekanku!?" Julian berteriak dengan marah kepada para pahlawan.


Bisa dikatakan kalau saat ini adalah kemarahan Julian yang paling mengerikan setelah ia dipindahkan ke Dunia Fantasi Unionia.


"Master! Tolong tetap tenang!" Claire menghampiri Julian dan memeluk tubuhnya.


Orion juga tidak menyangka sekali Orobas akan melakukan hal itu. Tadinya ia berpikir untuk menyerang Orobas karena ia melihat kalau Orobas sedang fokus pada Julian dan yang lain.


Orion dan Olivia bisa merasakan kemarahan Julian yang mengerikan. Mereka berdua juga merasa bersalah karena telah menyerang Nimi dan Mine meskipun niat mereka tidak seperti itu.


"Kukuku, kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Kalian masih terlalu lemah," ucap Orobas sambil tertawa dengan puas.


Orobas melihat Nimi dan Mine yang sedang sekarat, ia berpikir kalau mereka berdua sudah tidak berguna lagi memutuskan untuk melempar mereka ke arah Julian.


"Nimi! Mine!" Julian segera menangkap Nimi dan Mine.


"Claire, tolong sembuhkan mereka berdua. Aku akan membunuh Orobas ini." Julian menyerahkan Nimi dan Mine kepada Claire.


"... Tolong berhati-hati, Master." Claire mengangguk karena situasi sekarang tidak memungkinkan dirinya untuk menghentikan Julian.


"Jangan khawatir. Kalian bertiga ingin melihat kekuatan penuhku bukan? Sekarang kalian bisa melihatnya," Julian tersenyum tipis.


"Kami ingin melihat." Claire, Nimi, dan Mine mengangguk sambil tersenyum.


Nimi dan Mine yang masih sadar juga merasakan kalau Julian sangat peduli dengan mereka dan membuat hati mereka terasa hangat.


Mereka berdua, tidak, mereka bertiga kemudian berpikir untuk menjadi lebih kuat agar bisa membantu Julian tanpa membebaninya.


Julian menoleh ke arah para pahlawan, "Untuk kalian, sebaiknya kalian bantu lindungi rekan-rekanku dan jangan berpikir untuk ikut campur."


"Jika kalian mengganggu lagi seperti sebelumnya, bisa dipastikan kalau aku akan bergabung dengan Orobas untuk membunuh kalian," tambahnya.


Aron yang mendengar itu langsung marah, "Apa yang kau katakan sialan! Kau berani mengancam kami, para pahlawan!?"


"Aron! Hentikan itu!" Orion menatap tajam ke arah Aron yang membuatnya diam.


"Maafkan kami. Aku dan teman-temanku tidak akan mengganggu kalian." Orion menundukkan kepalanya.


Julian mendengus karena kesal, "Sebaiknya begitu."

__ADS_1


__ADS_2