Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Melewati Perbatasan dan Masuk ke Wilayah Elf


__ADS_3

Tiga hari setelahnya, mereka telah melewati daerah pegunungan di Wilayah Crosa dan mereka semakin dekat dengan wilayah elf.


"Bagaimana? Apakah kau sudah terbiasa?" tanya Julian kepada Karina yang duduk di sebelahnya.


Beberapa hari sebelumnya Karina meminta Julian untuk mengajarkannya mengemudikan kereta kuda. Ia bisa menunggangi kuda tapi tidak dengan kereta kudanya karena lebih sulit.


Julian dengan senang hati mengajarinya mengemudikan kereta kuda. Jadi saat jalan yang mereka lalui aman, Julian akan menyerahkan kereta kuda kepada Karina untuk dikemudikan.


"Ya! Ternyata cukup mudah. Aku kira akan sangat sulit karena harus mengendalikan dua kuda beserta kereta kuda yang membawa barang," angguk Karina dengan penuh semangat karena ia akhirnya bisa mengemudikan kereta kuda.


"Master!!" teriak Mine.


Julian menegur Mine lalu bertanya, "Jangan berteriak. Ada apa?"


"Ada sesuatu di sana!" Mine menunjuk ke suatu arah di depan mereka.


Mereka semua melihat ke arah yang Mine tunjuk. Hanya Julian dan Nimi saja yang bisa melihat itu karena jaraknya yang cukup jauh membuat Claire dan Karina tidak bisa melihatnya dengan jelas.


"Ada apa?" tanya Claire.


"Ah, itu sepertinya layar kapal. Kalian lihat garis yang menjulang tinggi bukan? Itu adalah tiang kapalnya," ucap Julian setelah menggunakan appraisal karena dirinya juga kurang yakin.


"Kapal? Bagaimana bisa ada kapal di daerah pegunungan?" tanya Mine sambil memiringkan kepalanya.


Karina menyentuh dagunya dan berkata, "Kapal? Itu artinya di depan sana ada perairan. Aku lihat di peta kalau memang ada sungai yang cukup lebar di antara wilayah manusia dan wilayah elf."


"Itu berarti kita sudah dekat dengan perbatasan!?" teriak Nimi yang antusias dan diberi anggukan oleh Karina.


"Master! Aku ingin melihat kapal!" ucap Mine dengan semangat.


"Tenang, kita akan melihatnya sebentar lagi," ucap Julian sambil menghembuskan napas tak berdaya karena mereka terlalu bersemangat.


"Yah, itu wajar karena mereka belum pernah melihat kapal dengan jelas. Saat di Kota Coramon juga kita tidak terlalu memperhatikan kapal di sana," pikirnya.


Julian mengambil alih kemudi kereta kuda dari tangan Karina. Kemudian kereta kuda melaju dengan kencang ke depan untuk melihat kapal karena Mine dan yang lain ingin melihat kapal.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, pohon-pohon di sekitar mereka mulai berkurang dan pegunungan juga tidak terlihat. Kereta kuda memperlambat kecepatannya, lalu mereka melihat ada sungai yang sangat lebar.


Lebar sungai tersebut cukup untuk menampung puluhan kapal jika dijejerkan. Ada dataran lain yang dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi di sisi lain sungai yang merupakan wilayah elf.


Di atas sungai saat ini terdapat kapal layar yang cukup besar sedang melaju. Kapak tersebut sepertinya adalah kapal barang karena ada banyak kotak di atasnya.


"Kapal!" Nimi dan Mine berteriak lalu melambai-lambaikan tangan mereka untuk menyapa.


"Manusia kah," batin Julian karena ia bisa melihat orang di atas kapal dengan mata dinosaurus nya.


Kereta kuda melaju di jalan sebelah sungai, mereka menikmati pemandangan yang sangat indah. Di sisi kiri ada pepohonan yang rindang dan di sisi kanan ada sungai dan wilayah elf.


"Bagaimana caranya kita menyeberang ke sana? apakah kita memerlukan kapal?" tanya Claire karena tidak melihat ada jembatan di sekitar.


"Tidak, ada jembatan di depan kita nanti. Jarak antara kedua wilayah sangat lebar jadi tidak mungkin untuk membangun jembatan di sini. Mereka membangun jembatan di depan yang memiliki jarak cukup pendek di antara kedua wilayah," ucap Julian.


"Master, apakah master bisa terbang ke sana?" tanya Nimi dengan penasaran sambil menunjuk ke arah wilayah elf.


"Tentu saja aku bisa. Aku bahkan bisa membawa kereta kuda ini ke seberang," jawab Julian dengan santai.


Berpetualang berarti harus bepergian lalu menjelajahi banyak tempat dan harus menikmati tempat yang dikunjungi.


...----------------...


"Jembatannya terlihat," ucap Julian.


Mereka semua langsung melihat ke depan di mana ada jembatan yang besar yang menghubungkan antara wilayah manusia dengan wilayah elf. Jembatan itu dibuat cukup tinggi sehingga kapal bisa melewatinya tanpa terhalang.


"Mari makan siang di sini terlebih dahulu sebelum menyeberang," ucap Julian yang memberhentikan mereka kuda di dekat jembatan.


Karena kedua kuda juga sudah lelah dan perlu istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah elf di seberang sana.


"Baik!" mereka berempat mengangguk.


Seperti biasa, Claire dan Karina akan memasak hidangan. Julian memberi makan kedua kuda sambil memeriksa kondisi mereka. Nimi dan Mine ditugaskan untuk melihat sekitar area.

__ADS_1


Mereka makan siang bersama sambil menikmati angin sejuk yang berhembus dan pemandangan sungai yang jernih yang membuat mereka sedikit mengantuk.


Julian menyuruh para wanita untuk tidur siang, sementara dirinya pergi ke area yang sedikit jauh untuk berlatih sebentar sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena sepanjang perjalanan mereka tidak menemukan monster yang menyerang.


...----------------...


Sore harinya, para wanita bangun dari tidurnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan. Mereka menyeberangi sungai dengan melalui jembatan dan mereka mulai memasuki wilayah elf.


"Kita sampai di wilayah elf," ucap Julian.


Mereka melihat-lihat apa perbedaan antara wilayah manusia dengan wilayah elf dan ternyata saat baru masuk mereka sudah tahu apa perbedaannya.


Pohon-pohon yang ada di kedua wilayah memiliki ukuran yang berbeda jauh. Pohon-pohon di wilayah manusia memiliki ukuran tinggi dan lebar yang normal.


Sementara di wilayah elf, pohon-pohon di sini memiliki ukuran tinggi dan lebar yang dua sampai lima kali lipat dari pohon-pohon di wilayah manusia.


"Mindy, apakah ada sesuatu yang membuat pohon-pohon di sini sangat tinggi dan lebar?" tanya Julian kepada Mindy.


[ Tidak ada alasan khusus, hanya saja para elf menggunakan sihir mereka untuk membuat pohon-pohon di sini tumbuh drastis ]


[ Mereka melakukan hal ini karena mereka akan sangat diuntungkan jika bertarung di pohon-pohon yang cukup tinggi dan daun-daun yang rimbun juga memungkinkan mereka untuk menyembunyikan keberadaan mereka ]


"Jadi begitu, terima kasih." Julian mengangguk paham dengan penjelasan dari Mindy.


Dan saat mereka baru memasuki wilayah elf, mereka mendengar ada raungan yang keras dari dalam hutan yang cukup mencekam dan mengerikan.


Bukannya takut, mereka justru menjadi bersemangat saat mendengar raungan itu. Karena itu artinya ada monster di depan sana dan mereka saat ini sangat ingin merenggangkan tubuh mereka yang sudah kaku.


"Tenang, mari kita lihat dulu," ucap Julian yang paham dengan semangat mereka namun menyuruh mereka untuk tenang dan jangan bertindak gegabah karena mereka saat ini berada di wilayah elf.


Mereka mengangguk dan duduk dengan tenang, mereka juga tidak menurunkan kewaspadaan mereka karena bisa jadi ada monster yang tidak mereka ketahui menyerang mereka saat ini.


Kereta kuda melaju selama beberapa menit, lalu mereka melebarkan mata mereka melihat sesuatu yang ada di depan mereka saat ini.


Itu karena mereka melihat ada banyak sekali elf muda dalam kondisi terikat dan ada beberapa manusia berotot yang sedang melawan monster seperti serigala di depan mereka.

__ADS_1


"Pedagang budak." itu adalah pikiran mereka saat melihat situasi di depan sana.


__ADS_2