Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Kebenaran Rumor Pertunangan Karina


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang. Kemudian mereka makan dan memulai percakapan mereka.


"Sekarang, katakan kebenaran mengenai rumor pertunanganmu," ucap Julian sambil meminum minumannya.


"Aku akan jelaskan secara singkat dan jelas karena aku merasa geram jika mengingat itu kembali." Karina mengerutkan keningnya.


"Tentu, buat dirimu nyaman." Julian mengangguk.


"Mulai dari awal saat aku baru kembali dari Kota Caver ke Ibukota..."


...----------------...


Ternyata saat Karina kembali ke Kota Crosa, ia mendapat kabar dari keluarganya kalau kakek Karina sedang sakit dan ia belum tahu itu penyakit apa karena tiba-tiba saja.


Karena tidak tahu itu penyakit apa, pastinya mereka juga tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya.


Kebetulan sekali Keluarga Malone mendatangi kami saat itu dan berkata kalau mereka memiliki sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit kakek Karina.


Dan itu adalah Jantung Sea Serpent. Mereka mengatakan kalau mereka tahu mengenai kapan waktu kemunculan Sea Serpent.


Seperti sedotan penyelamat, Keluarga Largus tentu saja senang dengan berita itu dan bersedia untuk membeli Jantung Sea Serpent berapapun harganya.


Namun yang Keluarga Malone inginkan bukanlah uang, mereka menginginkan kalau Karina dan Bruno, anak tertua, menikah dan mereka akan memastikan kalau mereka akan membunuh Sea Serpent.


Saat orang tua Karina ragu-ragu, kakek Karina menolak dengan tegas. Ia tidak akan membiarkan kebahagiaan cucunya direnggut oleh pernikahan yang tidak ia inginkan.


Namun, bagaimana bisa Karina tahan melihat kakeknya yang sakit? Ia menerima tawaran Keluarga Malone dan bersedia untuk menikah dengan Bruno.


...----------------...


"Keluarga Malone?" Julian menyipitkan matanya dan mengeluarkan napas berbahaya.


"Mengapa? Apakah kau memiliki masalah dengan mereka?" Karina bertanya dengan khawatir saat merasakan napas berbahaya Julian.


"Mereka mengirim pembunuh untuk membunuhku, yah, meskipun itu tidak berhasil karena pembunuhnya terlalu lemah." Julian menarik kembali napas berbahayanya dan menjawab.


"Apa!? Mengapa mereka melakukan hal itu!?" Karina memukul meja dengan marah.


Julian kemudian memberitahu alasan mengapa Keluarga Malone mengirim pembunuh untuk membunuh Julian dan yang lain.


"Hm, jadi mereka waspada ya karena kedatangan seseorang yang disambut baik oleh Keluarga Mollon." Karina menyipitkan matanya.


"Ya. Lalu, tiga pertanyaan lagi. Pertama, apakah tiga hari lalu dijalan kota, apakah kau ada disana? Ada seorang wanita mirip denganmu namun aku rasa itu bukan kau."


"Kedua, apa alasannya kau memakai barang sihir yang mengubah bau mu yang membuatmu tidak bisa terdeteksi?"

__ADS_1


"Ketiga, apakah kau ke Kota Coramon ini sendirian? Aku tidak melihat satupun pengawal atau pelayan disebelah mu."


Julian langsung mengajukan tiga pertanyaan berturut-turut kepada Karina dan Karina mendengarkannya dengan tenang dan menunggu Julian selesai.


"Aku akan menjawabnya. Pertama, itu bukan aku. Itu adalah pelayan yang diatur oleh Bruno untuk pergi ke sebuah acara karena aku menolak untuk ikut dengannya."


"Kedua, aku menggunakannya agar Keluarga Malone tidak mendeteksi ku karena aku saat ini sedang lari dari tangan mereka."


"Ketiga, tidak, aku tidak sendirian. Ada pengawal dan pelayan namun mereka semua berada di Mansion Keluarga Malone."


Karina mengangguk setelah mendengar tiga pertanyaan yang Julian ajukan dan dia menjawab ketiga pertanyaan itu dengan jujur tanpa menyembunyikan sesuatu.


"Ah, sekarang aku paham. Jadi kau kabur ke pelelangan untuk membeli Jantung Sea Serpent karena tahu kalau Keluarga Malone gagal membunuh Sea Serpent," ucap Julian.


"Ya, seperti itu." Karina mengangguk.


"Lalu, apakah kau tahu kalau Keluarga Malone memiliki sebuah rencana untuk melakukan pemberontakan?" tanya Julian.


"Apa!? Pemberontakan!? Aku tidak tahu itu!" Karina memukul meja lagi.


"Ya, seperti ini." Julian memberitahu Karina semua hal mengenai rencana tiga pihak untuk melakukan pemberontakan.


"Sial, jadi mereka bekerja sama dengan Raja Iblis Boldax." Karina menggertakkan giginya karena terlalu marah.


"Ya, dan aku butuh bantuanmu." Julian menatap Karina.


"Keluarga Largus adalah Duke bukan? Dan keluarga mu dipermainkan oleh Keluarga Malone. Aku akan membongkar semua rencana mereka."


"Aku membutuhkan Keluarga Largus untuk menyampaikan berita pemberontakan ke sang raja," ucap Julian.


"Hanya itu? Apakah kau tidak memerlukan pasukan?" Karina memiringkan kepalanya.


"Tidak, aku sendiri sudah cukup karena Raja Iblis Boldax tidak mungkin datang kesini hanya demi manusia. Keluarga Largus akan melakukan hal dibalik layar." Julian menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hm, baiklah." Karina langsung setuju dengan rencana Julian.


"Tapi!" Julian menatap serius Karina sampai membuatnya gugup.


"Tapi jangan katakan kalau aku yang melakukan semuanya. Bahkan jangan ada namaku dilaporan kalian kepada sang raja." Julian tersenyum.


"Hah? Aku jelas tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika ini berhasil, kau bisa dikatakan adalah pahlawan Kota Coramon dan akan mendapatkan banyak hadiah dari raja." Karina menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hey, aku ini hanya ingin hidup dengan bebas. Aku tidak mau terlibat dengan sang raja. Mungkin aku akan terlibat, namun tidak sekarang." Julian mengangkat bahunya.


"Kau ini..." Karina terdiam dan tidak tahu lagi harus berkata apa.

__ADS_1


Mereka melanjutkan menyantap makanan mereka yang belum habis dan mengganti topik menjadi hal-hal yang lebih ringan.


Kemudian mereka kembali ke Mansion Mollon, Julian mengajak Karina karena tidak mungkin Karina akan kembali ke Mansion Malone.


"Julian, katakan padaku. Apakah kau memiliki hubungan khusus dengan Nona Karina?" Damian merangkul bahu Julian dan berbisik.


"Ya, aku adalah kekasihnya." Julian mengangguk dengan serius namun menjawab dengan candaan.


Damian mengedipkan matanya karena tidak menyangka Julian akan menjawab seperti itu. Ia kemudian menghampiri Karina yang sedang mengobrol dengan Inka dan menanyakan hal yang sama.


"Hm? Ya, dia adalah kekasihku." Karina tersenyum dan menjawab seperti Julian.


"..." Damian membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu namun ia tidak bisa mengeluarkan suaranya.


...----------------...


"Paman! Apakah paman baru saja berkencan dengan Kakak Karina?" Ethan menghampiri Julian yang sedang bersantai dan mengajukan pertanyaan yang membuat Julian terdiam.


"Tunggu dulu Ethan, dari mana kau tahu kata berkencan?" Julian menepuk-nepuk sofa disebelahnya.


"Dari Kakak Nimi!" Ethan naik keatas sofa dan menjawab dengan semangat.


"Dasar Nimi," batin Julian.


"Paman tidak berkencan dengan Kakak Karin, kami hanya makan bersama." Julian tersenyum dan mengelus-elus kepala Ethan.


"Eh? Tapi ayah juga pernah berkata kalau seorang lelaki dan perempuan makan malam bersama selain dirumah, itu dinamakan kencan." Ethan memiringkan kepalanya.


Dan kebetulan sekali Inka yang sedang mengambil minuman dan camilan melewati mereka berdua dan mendengar ucapan Ethan.


"Damian! Apa yang sudah kau katakan kepada anak kita!" Inka memberikan nampan yang berisi minuman dan camilan kepada Julian dan berlari menuju Damian.


Damian yang sedang bersantai terkejut mendengar teriakkan Inka dan telinganya ditarik oleh Inka.


"Ethan masih berumur 5 tahun! Mengapa kau sudah memberitahunya hal-hal mengenai pria dan wanita!" Inka mengomeli Damian sambil menarik telinganya.


"Ah? Kapan aku memberitahu itu kepada Ethan?" Damian malah tidak mengakui salah dan berpura-pura tidak tahu.


"Aku ingat! Ayah memberitahuku saat Ibu sedang sakit saat itu!" Ethan mengangkat tangannya.


"Saat aku sakit? Itu berarti masih 2 bulan yang lalu!" Inka tambah kesal dengan Damian.


"Ahh!! Ampuni aku!" Damian meminta ampun kepada Inka.


"Ethan, ambil ini." Julian memberikan Ethan camilan.

__ADS_1


"Wah! Terima kasih, Paman!" Ethan memakan camilan itu.


Kemudian seisi ruangan tertawa terbahak-bahak melihat Inka yang mengomeli Damian dan Damian yang terlihat pasrah.


__ADS_2