Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Bertemu Pedagang dari Kota Coramon


__ADS_3

Julian dan yang lainnya kembali ke kereta kuda mereka dan membawanya ke tempat dimana prajurit tadi berada.


Kemudian, Julian turun dari kereta kuda dan melihat kalau prajurit tadi sedang membereskan puing-puing kereta kuda yang hancur.


"Ah, Tuan." Prajurit itu menyadari kedatangan Julian.


"Ya." Julian mengangguk.


"Tuan, silakan ikuti saya. Tuan dan Nyonya kami lah yang akan berbicara dengan Tuan." Prajurit berjalan menuju ke suatu arah dan diikuti oleh Julian dan yang lain.


Mereka melihat ada beberapa kereta kuda lagi didepan sana dan bedanya, didepan sana adalah kereta kuda yang mewah.


"Bangsawan? Tidak, dilihat dari kereta kuda yang membawa barang, sepertinya mereka adalah pedagang," batin Julian.


Disamping kereta kuda mewah itu, terdapat dua orang dewasa dan dua anak kecil yang sedang berdiri dan berbicara dengan prajurit lain.


Kemudian, prajurit yang membawa Julian kesini segera menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu kepada pria dewasa itu.


"Halo, Tuan. Terima kasih telah membantu kami." Pria dewasa itu menghampiri Julian dan mengulurkan tangannya.


"Sama-sama." Julian berjabat tangan dengan pria dewasa itu.


[ Damian Mollon


HP : 90%


MP : 40%


level kekuatan : 7


level mana : 4 ]


[ Inka Mollon


HP : 100%


MP : 50%


level kekuatan : 4


level mana : 6 ]


"Benar saja mereka adalah pedagang. Keluarga bangsawan tidak akan memiliki kekuatan seperti ini, mereka lebih kuat," batin Julian.


"Namaku adalah Damian Mollon, ini adalah istriku, Inka Mollon." Damian memperkenalkan dirinya dan istrinya.


"Julian Roley." Julian juga memperkenalkan dirinya.


"Ternyata anda adalah merupakan orang berstatus. Maafkan aku jika meminta bantuanmu lagi padahal kau baru saja membantuku." Damian menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" Julian bertanya.

__ADS_1


"Kami adalah pedagang dari Kota Coramon, kami baru saja melakukan perjalanan bisnis ke kota lain dan sekarang kami akan kembali ke Kota Coramon.".


"Seperti yang kau lihat tadi, kamu diserang oleh banyak serigala. Kami bisa membunuh semua namun untuk melakukan hal itu, kamu harus membuang banyak sekali barang."


"Dan kami tidak bisa melakukan hal itu karena semua barang disini adalah barang berharga. Oleh karena itu, aku ingin meminta bantuanmu."


"Tolong jadilah pengawal kami sampai ke Kota Coramon dan tentu saja akan kami bayar." Damian menjelaskan situasi mereka lalu meminta bantuan Julian.


"Itu mudah, kami juga ingin pergi ke Kota Coramon. Namun aku tidak menginginkan uang sebagai bayarannya." Julian mengangguk menerima permintaan bantuan Damian.


"Baguslah kalau begitu, lalu apa yang kau inginkan untuk bayarannya?" Damian bertanya kepada Julian.


Sebenarnya Damian cukup terkejut kalau Julian tidak menginginkan uang, karena hampir tidak ada orang yang akan menolak uang.


Namun Damian berpikir kembali kalau Julian memiliki nama keluarga yang berarti dia merupakan keluarga yang memiliki status tinggi.


"Penginapan untuk kami dan informasi tentang Kota Coramon." Julian mengatakan apa yang ia inginkan sebagai bayarannya.


"Hanya itu!?" Damian dan Inka terkejut.


"Hm? Apakah ada yang salah?" Julian memiringkan kepalanya dan bertanya.


"Yah, aku tidak menyangka kalau permintaanmu hanya itu saja." Damian menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Lagipula ini adalah hal yang mudah dan kita sudah dekat dengan Kota Coramon." Julian mengangkat bahunya.


"Baiklah, kita akan berangkat setelah para prajurit ku membereskan puing-puing kereta kuda yang sudah hancur." Damian tersenyum dan mengangguk.


...----------------...


"Apakah mereka bisa dipercaya?" Inka bertanya kepada Damian setelah melihat Julian kembali ke kereta kudanya.


"Setengah-setengah, namun aku memutuskan untuk percaya setelah melihat kalau dia tidak menginginkan uang." Damian menjawabnya.


"Benar juga." Inka mengangguk.


Mereka berdua menggendong kedua anak mereka dan masuk kedalam kereta kuda milik mereka.


...----------------...


Setelah setengah jam menunggu, seroang prajurit datang ke kereta kuda Julian dan memberitahunya kalau semua sudah selesai dan sudah waktunya untuk pergi.


"Baiklah, aku akan berjalan didepan, kalian akan mengikuti ku dibelakang." Julian mengangguk dan duduk di kursi kusir.


Julian mengemudikan kereta kuda ke depan dan kereta lainnya ada di belakang mengikuti kereta kuda Julian.


Ada juga dua prajurit yang menunggangi kuda yang berada di sisi kanan dan kiri kereta kuda Julian untuk berjaga-jaga atau memberikan pesan.


Untuk mencapai Kota Coramon, waktu yang dibutuhkan dari lokasi mereka saat ini adalah setengah hari dan mereka akan sampai disana pada sore hari jika tidak ada masalah.


"Hm? Sekarang apa lagi?" Julian mencium bau darah didepan.

__ADS_1


"Claire, gantikan aku." Julian melompat ke atap kereta kuda.


"Baik." Claire menggantikan Julian mengendalikan kereta kuda.


"Tuan Julian? Apakah ada sesuatu?" Prajurit disamping bertanya saat melihat Julian berada di atap kereta kuda.


Julian tidak menjawabnya, ia berkonsentrasi untuk mengetahui sumber bau darah didepan menggunakan hidung dan mata dinosaurus nya.


"Ada banyak monster kelelawar didepan, tapi jangan berhenti, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat." Julian melompat dan bertransformasi menjadi dinosaurus.


Ia merentangkan kedua tangannya yang berubah menjadi sayap yang muncul dari ketiaknya dan melebar sampai ke lututnya.



Julian bertransformasi menjadi salah satu dinosaurus terbang, yaitu Pteranodon. Dinosaurus ini merupakan dinosaurus karnivora dan memiliki penampilan yang mirip dengan Pterosaurus.


Itu karena Pteranodon dan Pterosaurus adalah satu keluarga. Bedanya, Pteranodon memiliki tanduk yang lebih panjang dibelakang kepalanya.


Pteranodon juga tidak memiliki gigi, namun dinosaurus ini merupakan dinosaurus karnivora pemakan hewan yang biasanya memakan ikan.


Julian bertransformasi menjadi Pteranodon dengan ukuran yang tergolong kecil yaitu dengan panjang 1,5 meter dan rentang sayap 4 meter.


Itu karena apa yang ia lawan adalah kawanan kelelawar dan tidak akan efisien jika bertransformasi menjadi yang lebih besar, karena lingkungan sekitar juga merupakan hutan.


"Monster!?" Damian dan keluarganya terkejut karena Julian bisa berubah menjadi monster.


Namun Nimi dan Mine melompat ke atap kereta kuda dan menjelaskan kalau itu adalah kekuatan Julian dan menenangkan mereka yang panik.


...----------------...


Julian terbang dengan cepat kearah depan dan melihat kalau ada banyak kelelawar yang sedang berkumpul disekitar mayat hewan.


"Ah, jadi mereka sedang makan. Tapi sekarang itu siang! Mana mungkin kelelawar berkeliaran di siang hari! Tapi ini juga dunia fantasi ya," batin Julian.


Karena lawannya adalah kelelawar yang memiliki tubuh kecil dan cepat, Julian menyerang mereka dengan kecepatan tinggi.


Ia menyerang dengan cakar dikedua tangannya dan membunuh kelelawar dengan sekali serang karena mereka terlalu lemah.


Lalu ada kelelawar yang mencoba untuk melawan digigit oleh Julian dengan mulutnya, mungkin lebih tepatnya ditekan dengan mulutnya karena Pteranodon tidak memiliki gigi.


Julian juga menggunakan mantra sihir sederhana berelemen angin untuk memudahkan dirinya terbang diantara pohon-pohon.


Pertarungan melawan kelelawar hanya terjadi selama 10 menit saja. Setelah membakar tubuh kelelawar dengan dengan mantra sihir elemen api, ia kembali.


"Kelelawar yang mengganggu didepan sudah teratasi," ucap Julian yang sudah bertransformasi menjadi manusia lagi.


"Terima kasih, Julian." Damian sekarang memanggil dengan nama saja karena mereka memiliki status yang sama dan usia mereka tidak cukup jauh.


"Yo, sama-sama. Ini juga tugasku." Julian mengangguk dan kembali ke kereta kudanya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka dengan damai karena tidak ada lagi monster atau hewan yang menyerang mereka.

__ADS_1


Setelah perjalanan yang membosankan itu, mereka akhirnya sampai di Kota Coramon yang dekat dengan lautan.


__ADS_2