Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Muncul Banyak Monster Undead di Sisi Timur


__ADS_3

Mereka semua langsung bergerak setelah Julian memberi perintah. Raff mengerahkan seluruh prajuritnya untuk mencari Undead bahkan dirinya juga ikut andil.


Orang-orang berdiskusi mengenai apa yang terjadi karena mereka melihat ada banyak sekali prajurit yang menuju daerah timur.


Tapi Lex sudah mengantisipasi hal ini, ia memberitahu kepada orang-orang kalau ada latihan baru, karenanya seluruh prajurit wajib untuk mengikuti latihan tersebut.


Orang-orang mempercayainya karena Lex merupakan orang yang bisa dipercaya di Kota Cronna ini selain Raff dan keluarganya.


...----------------...


Para prajurit mencari sambil membunuh beberapa monster kecil yang sedikit mengganggu seperti kadal, ular, burung, dan yang lain.


Ada banyak monster di daerah timur karena daerah ini jarang dilirik oleh Raff. Karena memang ini adalah daerah miskin dan tidak ada hal yang spesial.


Hari sudah malam dan mereka masih belum menemukan petunjuk. Namun mereka tidak putus asa karena mereka mencari saat sore hari, jadi mungkin itu wajar karena tidak bisa menemukan Undead.


Kemudian, setengah dari prajurit dikembalikan ke tugas-tugasnya masing-masing dan setengahnya akan berjaga di luar tembok kota sisi timur, termasuk Julian dan yang lain.


Untuk Raff, dia kembali ke kantor kota karena masih ada banyak urusan. Namun Lex tetap tinggal karena dia adalah kapten prajurit.


Angin berhembus, karena sudah malam, anginnya terasa sangat dingin. Di sekitar mereka juga sangat sepi dan hanya ada pasir sejauh mata memandang.


"Tempat ini terlalu menyeramkan, jika seseorang mati di sini, tidak akan ada yang menyadarinya," batin Julian sambil menatap langit.


Lex menghampiri Julian dan bertanya, "Tuan Julian, apakah ada sesuatu?"


Julian menoleh dan berkata, "Dirikan tenda, kita akan bermalam di sini. Juga, atur beberapa prajurit untuk berjaga secara bergantian."


"Baik!" Lex mengangguk dan segera menyuruh para prajurit untuk mendirikan tenda.


Julian juga mengeluarkan tenda miliknya dari inventory. Ia sudah membeli tenda di Kota Coramon sebelumnya karena mungkin akan bosan jika selalu tidur di dalam kereta kuda.


Tenda yang ia beli cukup besar dan bisa menampung sekitar lima orang. Ia membeli yang besar karena malas jika harus mendirikan banyak tenda.


Julian dan kedua demi-human mendirikan tenda sedangkan Claire mengumpulkan kayu kering di sekitar dan menyalakan api unggun dengan sihir apinya.


...----------------...


Setelah makan malam bersama, mereka kembali ke tenda masing-masing dan ada beberapa prajurit yang berjaga malam secara bergantian.

__ADS_1


Julian sedang berbaring di dalam tendanya, ia melihat Claire dan kedua demi-human sudah tertidur dengan pulas di sampingnya.


"Tidak, meskipun suasananya sunyi, tapi mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda? Seperti lebih mencekam."


"Apakah suasana malam hari di padang pasir selalu seperti ini? Hah, ini merepotkan karena aku tidak pernah pergi ke padang pasir."


Julian menghembuskan napas panjang lalu memejamkan matanya bersiap untuk tidur. Tapi setelah beberapa menit, ia tiba-tiba membuka matanya dan keluar dari tenda dengan tergesa-gesa.


"Master, ada apa?" Claire bangun dan bertanya saat melihat Julian keluar dengan ekspresi wajah serius.


"Apakah terjadi sesuatu?" Claire mengerutkan keningnya lalu membangunkan Nimi dan Mine.


Mereka bertiga kemudian menyiapkan senjata mereka dan keluar dari tenda. Lalu mereka melihat kalau Julian sedang melihat ke sekeliling dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


Alasannya adalah karena Julian merasakan energi gelap setelah ia memejamkan matanya. Meskipun samar-samar, tapi ia bisa merasakannya dengan yakin.


"Claire! Nimi! Mine! Bangunkan semua prajurit dan suruh mereka mempersiapkan senjata! Kita akan berperang dengan makhluk gelap!" Julian berteriak secara tiba-tiba.


Meskipun tidak tahu apa yang terjadi, Claire dan kedua demi-human mengangguk dan melakukan apa yang Julian ucapkan.


Para prajurit yang sedang berjaga juga mendengar teriakan Julian dan sama seperti Claire dan kedua demi-human, mereka pergi untuk membangunkan yang lain.


Mereka segera menoleh dan melihat kalau Julian sedang menahan seekor monster yang mirip seperti serigala namun nampaknya monster itu tidak terlihat hidup.


Karena di beberapa bagian tubuhnya tidak memiliki kulit bahkan terlihat tulang berwarna putih. Kedua bola matanya juga berwarna hitam pekat.


Ledakan yang keras itu membuat yang lain terbangun, mereka keluar dari tenda dan melihat pemandangan yang membuat mereka terperangah.


"Jangan hanya melihatnya saja! Bantu aku menyerang yang lain! Para Undead telah muncul!" Julian berteriak dengan keras.


"Ah, ya!" Mereka semua segera bersiap.


Julian membuat kulit di kedua tangannya menjadi kulit dinosaurus dan jari-jarinya memiliki kuku yang tajam dan keras.


Ia menahan mulut Undead serigala di depannya dengan tangan kirinya. Kemudian dengan tangan kanannya, ia menusuk bola mata Undead serigala tersebut.


"Roar!!!!" Monster serigala itu berteriak dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena kesakitan.


Tanpa basa-basi, Julian memegang kepala Undead serigala dengan dua tangan dan memutarnya sampai 360 derajat.

__ADS_1


Saat Julian menghela napas, ia melihat kalau kepala Undead serigala berputar ke arah sebaliknya dan tiba-tiba menyerang Julian lagi.


"Aku lupa! Undead tidak akan mati hanya dengan serangan fisik biasa!" Julian mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.


Kemudian ia menggunakan elemen api yang membalut kedua tangannya. Sekarang ia malah seperti petinju api dalam karakter fiksi tertentu di bumi.


"Karena aku tidak bisa menggunakan sihir suci, maka akan aku gunakan api saja," batin Julian.


Melihat Undead serigala yang sedang berlari di depannya, Julian meninju kepala Undead serigala dengan tinju api tanpa ragu-ragu.


Dan karena Undead serigala memiliki banyak bulu di tubuhnya, api yang ada di kepalanya mulai menyebar dengan cepat dan membakarnya sampai mati.


Kemudian Julian berbalik dan melihat kalau banyak prajurit yang kesulitan untuk membunuh para Undead termasuk Lex.


"Apa yang kalian lakukan! Gunakan sihir suci atau api untuk membunuh Undead! Jika tidak bisa, tahan selama mungkin dan beberapa di antara kalian panggil bala bantuan!" teriak Julian.


"Ya!" Beberapa prajurit pergi untuk memanggil bantuan.


"Claire, gunakan sihir penyembuh area, meskipun itu digunakan untuk menyembuhkan seseorang, tapi bisa juga membunuh makhluk gelap."


"Jadi ada dua fungsi, selain sihirmu bisa menyembuhkan prajurit di sekitar, sihirmu juga bisa membunuh para Undead menjijikan ini."


"Lalu Nimi dan Mine, karena kalian belum bisa menggunakan sihir elemen, maka gunakan senjata kalian untuk melindungi Claire." Julian menghampiri mereka bertiga dan memberi perintah.


"Baik, Master!" Mereka bertiga mengangguk.


Claire menyimpan kembali kedua pistol mananya lalu mengeluarkan staff sihir pendek miliknya yang jarang digunakan dalam pertarungan.


Nimi dan Mine juga memegang pisau ganda mereka dengan erat dan bersiap menahan monster Undead apa pun yang mendekati mereka.


"Bagus. Lalu, haruskah kita serius?" Julian menoleh dan membuat seringai di wajahnya.


Ia mulia menggunakan kekuatan dinosaurus nya, tubuhnya membungkuk dan mulai membesar. Tumbuh ekor yang panjang dari tulang punggungnya.


Kemudian, setelah ia menjadi dinosaurus, tumbuh duri-duri kecil namun sangat tajam dari punggung sampai ke ekornya.


Julian bertransformasi menjadi salah satu dinosaurus predator yang paling mengerikan sekaligus berkuasa, yaitu Giganotosaurus.


Namun, ada yang berbeda dengan transformasi kali ini. Ekornya diselimuti dengan api panas, mulutnya juga mengeluarkan napas api sampai hidungnya mengeluarkan asap.

__ADS_1


Sekarang, Julian tidak bertransformasi menjadi Giganotosaurus yang biasa, melainkan Giganotosaurus sihir.


__ADS_2