Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Rencana Tiga Pihak Mengenai Pemberontakan


__ADS_3

"Apa katamu? Keluarga Malone memiliki kontak dengan Raja Iblis?" Julian mengerutkan keningnya.


Saat ini, Julian sedang diruang kerja milik Damian. Selain dirinya, ada juga Damian dan Inka. Damian memanggil Julian karena ia telah menemukan informasi.


"Ya, meskipun samar, tetapi bawahan ku berkata kalau ada energi iblis di Mansion Malone." Damian mengangguk dengan serius.


"Lalu apa tindakanmu selanjutnya?" tanya Julian.


"Aku akan mengumpulkan lebih banyak bukti. Kau dan teman-temanmu juga akan aku utus untuk membantu para bawahanku," jawab Damian.


"Bagus! Aku juga sedang bosan karena tidak ada kegiatan!" Julian tampak bersemangat.


"Lalu, ini adalah nama dan foto Keluarga Malone." Inka memberikan Julian beberapa kertas.


"Baiklah, terima kasih." Julian menyimpannya kedalam inventory dan ia pergi menemui Claire dan kedua demi-human.


"Claire, Nimi, Mine, ada tugas dari Damian. Keluarga Malone memiliki kontak dengan Raja Iblis, kita diminta untuk menyelidikinya," ucap Julian.


"Apakah kita langsung bergerak sekarang?" tanya Claire.


"Ya, persiapkan senjata kalian. Ini ada kaitannya dengan iblis, jadi mungkin saja akan sedikit berbahaya." Julian mengangguk.


Setelah persiapan selesai, mereka segera berkeliling kota dan menyelidiki tempat-tempat yang sering Keluarga Malone kunjungi. Untuk Mansion Malone sendiri sudah diselidiki oleh para bawahan Damian.


"Ayo istirahat sebentar di restoran itu." Julian menunjuk ke suatu restoran.


Sudah siang hari tapi mereka berempat belum menemukan sesuatu yang penting. Oleh karena itu Julian memutuskan untuk beristirahat sejenak.


"Selamat datang, kami memiliki alkohol disini! Tapi aku merekomendasikan sate rusa dan ale." Seorang pelayan wanita menyambut kedatangan mereka.


Kemudian Julian memesan empat porsi sate rusa, satu gelas ale untuk dirinya, dan 3 gelas jus buah untuk Claire dan kedua demi-human karena mereka tidak menginginkan ale ataupun alkohol.


"Aku ingin cepat-cepat melihat Sea Serpent, alasan itulah yang membuat kita pergi ke Kota Coramon dengan cepat," ucap Julian.


"Benar! Tapi sayang sekali kalau tidak ada yang mengetahui kapan Sea Serpent akan muncul." Claire mengangguk.


"Master, apakah kita akan melawan Sea Serpent itu?" Nimi memiringkan kepalanya dan bertanya kepada Julian.


"Aku ingin melawannya!" Mine mengangkat tangannya.


"Tentu saja kita akan melawannya, aku juga tidak peduli dengan bagian tubuh Sea Serpent asalkan kita bisa melawannya." Julian tersenyum dan berkata kalau mereka akan melawan Sea Serpent.


"Hore!" Nimi dan Mine berteriak.


Mungkin karena pemilik sebelumnya yang selalu menyuruh Nimi dan Mine melakukan sesuatu di alam liar yang membuat mereka berdua sangat menyukai pertarungan.


Atau mungkin saja karena mereka berdua melihat pertarungan Julian dengan wujud dinosaurus yang membangkitkan semangat mereka.


"Baiklah, tapi jika dalam satu bulan Sea Serpent tidak muncul, maka kita akan pergi dari sini," ucap Julian.

__ADS_1


"Baik! Tidak apa-apa!" Claire dan kedua demi-human menjawab.


Kebetulan sekali pesanan mereka sudah sampai, mereka kemudian makan sambil berbincang-bincang membahas beberapa hal.


"!! - Nimi, Mine, apakah kalian mendengar itu?" Julian mengerutkan keningnya.


"Dengar apa, Master?" Nimi dan Mine memiringkan kepalanya dan bingung.


Julian tidak membalas, ia menutup matanya sebentar dan menggunakan indera nya untuk merasakan kehadiran disekitarnya.


"Dibelakang ku, ada dua orang yang sedang duduk di pojok ruangan. Mereka mengenakan jubah bertudung dan mereka sedang membicarakan sesuatu yang ada kaitannya dengan iblis." Julian membuka matanya dan berkata.


"Apakah mereka?" Claire menduga kalau mereka adalah anggota Keluarga Malone.


"Ya. Salah satunya adalah Bruno Malone, anak tertua dari Keluarga Malone dan satunya Sika, aku tidak tahu siapa dia."


"Kalian berpura-pura berbicara namun tetap waspada. Aku akan fokus untuk mendengarkan mereka," ucap Julian.


...----------------...


"Katakan padaku, kapan itu muncul?" Bruno bertanya kepada orang didepannya.


"Lusa, aku bisa memastikannya. Persiapkan diri kalian, karena dia akan datang tanpa tanda-tanda." Sika menjawab pertanyaan Bruno.


"Bagus, aku akan mengerahkan seluruh pasukan Malone untuk melawannya. Aku tidak bisa membiarkan satu orangpun mendapatkan bagiannya," ucap Bruno.


"Bagus sekali, aku akan mendukungmu dari balik layar. Katakan padaku jika kau membutuhkan sesuatu, rencana ini harus berhasil apapun yang terjadi." Sika mengangguk.


"Tentu saja, meskipun aku hanya bisa memberikan Keluarga Malone status Viscount karena keterbatasan otoritas," jawab Sika.


"Tidak apa-apa, asalkan kami bisa mendapatkan status di dunia politik. Dan juga, untuk menaikan status juga cukup mudah jika dibandingkan dengan mendapatkannya." Bruno mengangguk dan meminum minuman yang ada di meja.


"Tapi ingatlah selalu kalau tujuan kita bertiga adalah menguasai Kota Coramon." Sika berkata dengan nada serius.


"Tentu saja aku ingat, lagipula kita sudah membuat rencana ini jauh-jauh hari." Bruno mengangguk dengan serius.


...----------------...


"Bagus, tidak kusangka kalau kita akan mendapatkan informasi yang sangat berharga saat sedang beristirahat di restoran acak." Julian menyeringai setelah mendengar semua percakapan antara Bruno dan Sika.


"Master, sepertinya informasi yang Master dapatkan sangatlah berharga ya," ucap Claire saat melihat seringai di wajah Julian.


"Tentu saja. Kalian bertiga, dengarkan dengan baik-baik..." Julian mengatakan semua informasi yang ia dapatkan kepada Claire dan kedua demi-human.


"Menguasai Kota Coramon?" Claire menyipitkan matanya.


"Benar, sepertinya Keluarga Malone akan melakukan pemberontakan." Julian mengangguk dengan serius.


"Master, tapi apa yang mereka maksud dengan 'kapan itu muncul' ?" Nimi bertanya kepada Julian.

__ADS_1


"Mungkin saja itu Sea Serpent," ucap Mine.


"Kemungkinan besar Mine benar. Yang mereka maksud adalah Sea Serpent karena mereka juga membahas tentang mereka yang akan melawannya." Julian mengangguk.


"Lalu mengapa mereka mengatakan kalau mereka bertiga?" Claire berpikir.


"Mungkin saja orang ketiga yang mereka maksud adalah Raja Iblis karena tadi aku mendengar kata iblis di percakapan mereka," jawab Julian.


"Jadi bisa dipastikan kalau mereka terlibat dengan Raja Iblis ya. Tapi, sepertinya kita masih belum bisa mendapatkan informasi mengenai Nona Karina ya," ucap Claire.


"Kau benar, mungkin saja rumornya salah. Tapi jika itu salah, mengapa rumor pertunangan Karina beredar di masyarakat?" Julian menyentuh dagunya.


"Tapi yah, kita fokus ke masalah Sea Serpent dan Keluarga Malone ini terlebih dahulu." Julian melanjutkan makannya.


Mereka kemudian menghabiskan makanan dan minuman mereka lalu mereka keluar dari restoran setelah membayar biaya pesanannya.


Mereka tidak langsung kembali ke Mansion Damian karena Damian juga sedang berada di Toko Mollon yang terletak dipusat kota.


Pusat Kota Coramon berada di sebelah pelabuhan, karena area itu adalah area dimana banyak orang berdatangan dari banyak tempat.


Julian dan yang lain tetap melanjutkan berkeliling kota sambil menyelidik tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh anggota Keluarga Malone yang belum mereka periksa.


Lalu pada malam harinya, mereka kembali ke Mansion Mollon dan mengatakan semua informasi yang mereka dapatkan kepada Damian dan Inka.


"Bagus sekali! Ini informasi yang sangat berharga!" Damian berteriak dengan gembira setelah mendengar informasi yang didapatkan oleh Julian.


"Tapi, siapa Sika ini?" Julian bertanya mengenai identitas Sika.


"Sika Cerko. Tangan kanan Tuan Kota Coramon, Marquiss Alan." Inka mengatakan identitas Sika.


"Apa? Itu berarti dia mengkhianati Marquiss Alan?" Julian mengerutkan keningnya.


"Aku memiliki asumsi, mungkin Sika memiliki ambisi yang besar dan Raja Iblis mengetahui hal itu. Kemudian Raja Iblis menghasut Sika untuk melakukan pemberontakan."


"Tapi karena Sika tidak memiliki banyak orang, ia juga menghasut Keluarga Malone yang akhir-akhir ini kalah saing dari Keluarga Mollon."


"Kemudian Keluarga Malone mengikuti hasutan Sika. mungkin karena Sika mengatakan kalau ia akan membantu Keluarga Malone melawan Keluarga Mollon."


Inka menyentuh dagunya dan mengatakan asumsi yang sudah ia pikirkan mengenai pemberontakan Sika dan Keluarga Malone dan terlibatnya Raja Iblis Boldax.


"Asumsi yang cermat, aku bahkan tidak bisa berpikir sejauh itu," ucap Damian.


"Tapi mengapa Sika bisa berani melakukan pemberontakan?" Julian memiringkan kepalanya karena bingung.


"Itu mungkin karena Marquisd Alan sedang tidak berada disini. Ia sedang pergi ke kota sebelah karena beberapa urusan."


"Lalu Sika memanfaatkan ketidakhadiran Marquiss Alan dan berencana untuk melakukan pemberontakan," jelas Damian.


"Wah wah, situasi yang sangat kebetulan ya." Julian mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka bertiga kemudian membahas mengenai beberapa hal dan mempersiapkan pasukan untuk melawan Sea Serpent yang akan muncul dua hari lagi.


__ADS_2