
"Sekarang, mari kita bahas mengapa ada penghalang di jantung Kakek Zain," ucap Julian dengan serius.
Mereka saat ini sedang berada di dalam kamar Zain karena Zain tidak bisa bergerak ke manapun untuk membahas masalah penghalang di jantung Zain.
"Kakek, sebelum kakek terkena penyakit jantung parasit, kakek pergi ke mana?" tanya Karina dengan serius.
Zain tidak menjawab, ia memejamkan matanya sebentar untuk mengingat momen sebelum dirinya terkena penyakit jantung parasit.
Zain membuka matanya dan berkata, "Aku pergi ke suatu tempat untuk melawan iblis. Lalu aku menemukan reruntuhan dan memasukinya karena penasaran."
"Lalu saat menjelajahi reruntuhan, aku melihat ada tulang belulang di sebuah ruangan. Aku masuk ke dalam dan menyentuh tulang tersebut."
"Lalu tiba-tiba saja banyak sekali kabut hitam yang berkumpul di satu titik di depanku lalu masuk ke dalam tubuhku dengan sangat cepat bahkan aku tidak bisa menghindarinya."
"Tapi karena tidak merasa adanya perubahan di dalam tubuhku, aku mengesampingkan hal ini dan melanjutkan penjelajahan."
Ternyata karena tidak ada perubahan yang terjadi di dalam tubuh Zain setelah dimasuki oleh kabut hitam, Zain jadi melupakan masalah ini.
Kemudian selang beberapa hari setelahnya, Zain merasakan kalau tubuhnya mulai rapuh. Tapi ia beranggapan kalau itu karena usianya yang sudah sangat tua.
Dan seminggu kemudian, saat Zain memeriksa kondisi tubuhnya, ia tercengang karena tabib mengatakan kalau tubuhnya menderita sebuah penyakit aneh yang tidak diketahui.
Alasannya karena tubuh Zain perlahan-lahan mulai rapuh seperti kaca yang sudah retak namun tabib tidak bisa menemukan sumber masalahnya.
Bahkan Zain sudah memanggil banyak sekali tabib, healer, dan orang ahli lainnya yang profesional dan sudah veteran namun tetap saja mereka tidak bisa menemukan sumbernya.
"Aku paham dengan penjelasannya, tapi itu masih belum bisa menjelaskan bagaimana caranya penghalang itu ada di jantung Kakek Zain," ucap Julian.
"Maksudku, kabut hitam itu sebenarnya apa? Apakah jebakan? Tapi tidak berguna karena tidak bisa langsung membunuh orang yang terkena jebakannya."
"Jadi, aku kepikiran kalau ini adalah ulah seseorang. Kakek, apakah Kakek memiliki musuh yang sangat membenci Kakek?"
Julian tentu saja paham dengan penjelasan Zain, tapi kabut hitam itu sangat tidak jelas asal usulnya. Bagaimana bisa kabut menciptakan sebuah penghalang di dalam tubuh orang yang sangat kuat tanpa di sadari?
Jadi Julian berpikir kalau kejadian itu ada hubungan dengan seseorang dan orang itulah yang mengendalikan kabut hitam untuk masuk ke dalam tubuh Zain lalu menciptakan penghalang di jantungnya.
"Aku juga berpikir seperti itu," ucap Claire yang sependapat dengan Julian.
__ADS_1
Nimi dan Mine tetap diam karena mereka tidak terlalu mengerti hal-hal yang rumit. Namun seberapa bodohnya mereka berdua, mereka paham kalau penghalang tidak bisa diciptakan oleh kabut biasa.
"Musuh, ya." Zain menghembuskan napas panjang karena ia tiba-tiba mengingat seseorang di dalam ingatannya.
Julian yang melihat ekspresi Zain tahu bahwa dia menyembunyikan sesuatu. Namun Julian tidak bertanya karena Zain pasti membutuhkan waktu untuk berbicara.
"Ya, ada. Dia adalah sahabat ku, tapi itu dulu. Aku, istriku, dan dia adalah sahabat sejati. Tapi, aku dan dia mencintai wanita yang sama, yaitu istriku."
"Dia bernama Gero, dia adalah orang yang sangat baik. Tapi entah mengapa sifatnya berubah drastis setelah ditolak oleh istriku karena istriku memilihku."
"Lalu hubungan kami retak, aku belum pernah melihatnya setelah itu. Tapi, beberapa iblis yang aku lawan selalu meneriakkan namanya sebelum mereka mati."
"Jadi aku berasumsi kalau Gero bergabung dengan iblis dan mungkin saja yang menaruh penghalang di jantungku adalah dia yang ingin melihat aku mati secara perlahan-lahan."
Zain memberitahu mereka semua kalau dia memikirkan orang yang kemungkinan besar adalah dalang dibalik semua ini dan mereka tidak menyangka kalau orang itu adalah mantan sahabat Zain.
Sekarang Julian mengerti mengapa tadi Zain memiliki ekspresi yang salah, ternyata itu karena sahabatnya sendiri yang melakukan hal ini.
Meskipun tidak ada bukti, tapi Julian tahu kalau kemungkinan besar Gero menaruh penghalang di jantung Zain menggunakan kabut asap itu.
"Kakek Zain, maaf-" Julian tidak menyelesaikan ucapannya karena ia merasakan kehadiran seseorang di dekat mereka yang sedang berlari.
Tanpa ragu-ragu, Nimi dan Mine juga berlari mengikuti Julian. Nimi masuk ke dalam bayangan Mine dan Mine menggunakan peningkatan kekuatan fisik agar dirinya bisa berlari dengan cepat.
"Penyusup!? Apakah selama ini ada orang yang mengawasiku!?" teriak Zain dengan marah dan Karina di sampingnya berusaha untuk menenangkan Zain.
Claire mengeluarkan kedua pistolnya dan bersiap siaga karena khawatir kalau ada orang lain yang mencoba untuk membunuh Zain.
...----------------...
"Mine! Naik!" teriak Julian yang bertransformasi menjadi Pterosaurus agar dia bisa mengejar orang itu.
Mine mengangguk lalu melompat ke atas punggung Julian. Lalu ia berpegangan erat-erat karena Julian terbang dengan sangat kencang mengejar orang itu.
"Appraisal." Julian menggunakan appraisal ke arah orang itu.
[ Kody
__ADS_1
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 5
level mana : 7 ]
"Mindy, apakah kau tahu mengapa orang itu berlari dengan sangat cepat?" batin Julian yang bertanya kepada Mindy.
[ Elemen angin, kemungkinan besar Kody telah mempelajari mantra sihir elemen angin yang bisa membuat tubuhnya berlari secepat angin ]
"Angin ya, tapi itu sia-sia dihadapanku!" Julian membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan banyak sekali bola api.
"Oh sialan! Mengapa orang yang mengejarku bisa berubah menjadi monster!?" teriak Kody dengan frustasi karena Julian mulai mendekat.
Kody berlari sambil menghindari bola-bola api yang datang. Kecepatannya mulai melambat karena ia harus fokus untuk berlari sambil menghindar yang membuat Julian menyusulnya.
Lalu, Mine yang berada di atas Julian berdiri. Ia menggunakan mana di kedua telapak kakinya lalu melompat dengan cepat ke arah Kody.
Kody yang fokus untuk menghindari bola-bola api tidak menyadari ada sesuatu yang datang. Mine datang memeluk pinggang Kody dan menjatuhkannya.
Mine memegangi dua tangan Kody, lalu Nimi keluar dari bayangan Mine dan memegangi dua kaki Kody. Kody yang tidak mengetahui mengapa mereka berdua hanya memeganginya berpikir untuk kabur.
Tapi saat ia akan kabur, ia melihat ada bayangan di atasnya. Kody membelalakkan matanya dengan ngeri karena Julian jatuh dari atas langit dengan mengarahkan lututnya ke bawah.
"Sialan! Lepaskan aku!!" teriak Kody sambil meronta-ronta namun sia-sia karena Nimi dan Mine memeganginya dengan sangat erat.
Lalu Kody hanya bisa melihat kalau Julian menjatuhkan lututnya ke arah perutnya lalu ia merasakan rasa sakit yang sangat parah bahkan bisa dikatakan kalau rasa sakit ini adalah yang terkadang selama ia hidup.
Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya terkena sesuatu yang jatuh dari atas langit dengan kecepatan yang sangat tinggi yang mengenai perut yang tidak memiliki tulang.
Kody merasa kalau organ-organ di dalam tubuhnya hampir hancur bahkan posisi organ dalam berpindah tempat karena dampak dari serangan lutut Julian.
"Argh!!!" teriak Kody dengan sangat keras sambil memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya sebelum pada akhirnya ia pingsan.
Julian berdiri dan menepuk-nepuk debu di pakaiannya, Nimi dan Mine juga membuka mata mereka karena tadi ada banyak sekali asap setelah Julian menjatuhkan diri.
__ADS_1
Julian mengeluarkan tali tambang yang sangat besar dari inventory. Mereka bertiga mengikat tubuh Kody dengan ikatan yang sangat rumit dan berlapis-lapis.
Kemudian Julian bertransformasi menjadi Pterosaurus lagi, Nimi dan Mine naik ke atas punggung Julian dan Julian menggunakan kedua kakinya untuk membawa Kody yang tidak sadarkan diri.