Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Berbuat Kekacauan di Mansion Malone


__ADS_3

Keesokan harinya saat sore hari, semua orang sudah bersiap untuk menjalankan rencana mereka untuk mendapatkan bukti rencana pemberontakan tiga pihak.


Damian dan Inka tidak akan ikut bertarung karena mereka memang bukanlah petarung. Namun, mereka yang mengurus bagian selain pertarungan.


Karina, Nimi, Mine, beserta Pasukan Mollon akan pergi ke Keluarga Malone, tentu saja, mereka harus bergerak secara diam-diam.


Sedangkan Julian dan Claire, mereka berdua akan mengurus Sika. Mereka berdua sudah cukup karena Sika tidak memiliki pengawal.


Mereka memutuskan untuk menjalankan rencana mereka sekarang karena mata-mata Damian mengatakan kalau seluruh anggota Keluarga Malone sedang berada di Toko Malone.


...----------------...


"Seperti yang sudah aku katakan tadi malam. Mereka pasti memiliki sebuah bukti tertulis mengenai rencana pemberontakan mereka."


"Ingat, kalian harus memeriksa tempat penyimpanan di Mansion Malone. Jika tidak ada, maka tidak apa-apa, namun jika ada, dapatkan itu apapun yang terjadi."


"Apakah kalian semua mengerti?" Damian melihat Karina dan yang lain.


"Kami mengerti!" Karina dan yang lain mengangguk.


"Bagus, lalu Julian, kami serahkan Sika kepadamu. Meskipun Sika hanya seroang diri, tetapi dia berada dikediaman Marquiss Alan, jadi akan sulit untuk menutup," ucap Damian kepada Julian.


"Tenang saja. Aku tahu kali ini adalah masalah yang serius, aku tidak akan membuat ide gila seperti sebelumnya." Julian memutar matanya.


"Kalau begitu, sekarang, pergi!" Damian berteriak.


"Ya!" Semua orang mengangguk dan pergi sesuai dengan tugas mereka.


"Suamiku, jika Keluarga Malone hancur, akankah kita akan menjadi keluarga pedagang nomor satu di Kota Coramon?" Inka memeluk lengan Damian.


"Ya, sudah bisa dipastikan. Oleh karena itu, kita harus bersiap." Damian mengangguk dengan serius.


...----------------...


"Jangan sampa ketahuan!" Julian berteriak kepada Karina.


"Aku tahu. Seharusnya itu kalimatku karena kau akan memasuki kediaman Marquiss!" ucap Karina.


"Haha, baiklah. Sampai jumpa!" Julian dan Claire berpisah dengan mereka.


"Semuanya, ayo pergi!" Karina berperan sebagai pemimpinnya.


Rencana mereka adalah untuk menyusup kedalam Mansion Malone dan mencari bukti tertulis mengenai rencana pemberontakan tiga pihak.


Meskipun misi ini terdengar sepele, tapi tetap saja Mansion Malone itu luas. Dibutuhkan banyak orang untuk mencarinya apalagi tempat penyimpanan adalah tempat yang penting dan pasti tidak mudah untuk menemukannya.


Apalagi mereka harus menyusup secara diam-diam dengan jumlah orang yang banyak. Jika tidak, mereka hanya tinggal membuat kekacauan di suatu area sebagai pengalihan.


Tapi itu juga sedikit tidak mungkin, karena jika mereka melakukan hal itu, mereka justru akan dianggap sebagai penjahat karena telah menyerang Mansion Malone.

__ADS_1


Dan juga, ada tugas tambahan. Karina dan yang lain harus menyelamatkan pengawal Karina yang ternyata disandera oleh Keluarga Malone sebagai jaminan.


"Kita sampai." Karina berhenti.


Mereka sudah sampa didekat Mansion Malone. Mereka saat ini beradu diatas bangunan didekat mansion agar bisa mengamati.


"Nimi, Mine, laporkan situasi didepan." Karina melihat kearah Nimi dan Mine karena mereka salah demi-human yang memiliki mata tajam.


"Nona Karina, aku dan Mine sudah mengamati tempat ini beberapa kali sebelumnya. Tidak banyak orang yang berjaga di area terbuka seperti halaman."


"Namun situasi sekarang ada banyak penjaga yang berjaga dihalaman dengan senjata mereka. Mereka juga tidak diam aja melainkan melakukan patroli," ucap Nimi.


"Nimi benar. Sepertinya saat ini mereka meningkat keamanan mereka setelah mengetahui kalau Nona Karina tidak ada." Mine mengangguk.


"Berapa tinggi kemungkinan kita bisa menyusup tanpa menimbulkan masalah?" tanya Karina.


"Rendah. 4 dari 10." Nimi berpikir sebentar dan menjawabnya.


"Padahal aku tidak mau menggunakan rencana kedua karena terlalu berbahaya. Tapi, mau bagaimana lagi, kita harus cepat."


"Pasukan Mollon, kalian semua akan mencari bukti tertulis di tempat penyimpanan manapun. Nimi dan Mine akan membuat kekacauan untuk menarik perhatian para penjaga."


"Aku akan bersama dengan Nimi dan Mine sebentar, lalu aku akan pergi mencari pengawal dan pelayanku." Karina langsung membuat sebuah rencana tanpa ragu-ragu.


"Baik!" Mereka semua juga mengangguk dengan serius.


Kemudian Karina, Nimi, dan Mine pergi duluan sementara Pasukan Mollon akan masuk setelah para penjaga teralihkan perhatiannya.


"Lightning strike." Karina langsung menggunakan mantra sihir elemen petir untuk menyerang sebuah area kosong.


Ia sengaja tidak menyerang pada penjaga karena tujuan mereka adalah untuk mengalihkan perhatian saja, bukan bertempur habis-habisan.


"!! - Serangan!" Salah satu penjaga berteriak.


Seketika, hampir seluruh penjaga pergi ke area yang diserang oleh Karina dan meninggalkan posisi kosong yang dimanfaatkan oleh Pasukan Mollon.


"Ayo bergerak," ucap salah satu prajurit.


Mereka semua bergerak dengan cepat memasuki Mansion Malone namun tidak mengeluarkan suara sama sekali karena mereka memang spesialis untuk menyerang secara diam-diam, bukan pasukan garda depan.


"Bagus, Nimi, Mine, ayo kita mulai," ucap Karina setelah melihat Pasukan Mollon berhasil memasuki mansion.


"Ayo kita bersenang-senang, Mine!" Nimi menghilang dari tempatnya.


"Ya! Sudah lama kita tidak menghadapi manusia!" Mine juga menghilang dari tempatnya.


"Yah, mereka itu demi-human, wajar jika memiliki semangat bertarung yang tinggi." Karina tersenyum dibalik topengnya


"Itu dia! Usahakan tangkap hidup-hidup dan serahkan kepada Tuan Roman!" teriak salah satu penjaga.

__ADS_1


Banyak penjaga yang langsung berlari sambil membawa senjata mereka yang berupa pisau, pedang, dan tombak kearah Karina.


Namun, saat mereka akan mendekati Karina, tiba-tiba saja beberapa penjaga terjatuh dengan leher mereka yang berdarah karena sayatan.


"Tidak! Penyusupnya bukan hanya ada satu saja! Semuanya berhati-hatilah!" Para penjaga menjadi lebih berhati-hati.


"Astaga kalian, mengapa kalian membunuhnya!?" Karina berteriak kepada Nimi dan Mine setelah melihat beberapa penjaga tewas.


"Mau bagaimana lagi? Mereka terlalu banyak, kita tidak bisa menghadapinya sekaligus!" Mine menjawab dengan alasan yang masuk akal.


"Ah sudahlah. Lakukan semau kalian! Yang penting, kita bisa melakukan tugas kita!" Karina berteriak karena ia juga tahu kalau apa yang Mine katakan memang benar.


"Bagus!" Mine menyeringai.


Mine meninju perut penjaga didepannya dengan keras sampai penjaga itu terhempas jauh ke belakang dan menabrak penjaga lain.


Ia sudah mempelajari beberapa mantra sihir sederhana mengenai peningkatan kekuatan, ketahanan, dan kecepatan dari buku sihir yang Julian beli dari Damian.


Ia juga sudah mulai bisa menggunakan kekuatannya secara efisien tanpa membuang-buang tenaga setelah beberapa pelatihan.


Oleh karena itu, Mine saat ini sedang bersemangat karena ingin mencoba hasil latihannya selama beberapa hari terakhir.


"Sial! Siapa dia!?" Penjaga yang dipukul perutnya oleh Mine berteriak kesakitan.


Kemudian beberapa penjaga yang bisa menggunakan mantra sihir elemen segera mempersiapkan mantra sihir serangan.


Namun tiba-tiba saja, mereka sama seperti rekan yang lain. Mereka terjatuh dengan leher mereka yang berdarah karena sayatan.


Mine tersenyum karena ia sudah tahu kalau Nimi akan menyelesaikan penjaga yang berada diluar jangkauannya seperti penjaga yang bisa menggunakan mantra sihir tadi.


Dan benar saja, Nimi muncul setelah membunuh salah satu penjaga dengan kedua pisau ditangannya yang berlumuran darah.


Sama seperti Mine, Nimi sudah mempelajari beberapa mantra sihir sederhana mengenai kecepatan dan beberapa keterampilan pembunuhan.


Karena seperti yang dikatakan oleh Julian, Nimi akan menjadi seseorang yang akan menyerang secara cepat namun tidak bersuara layaknya seorang pembunuh.


Kemudian, Nimi menghilang dari tempatnya lagi dan membantu Mine menyelesaikan penjaga yang berada diluar jangkauan serangan Mine.


...----------------...


"Gila, aku tidak menyangka kalau mereka sangat kuat. Tidak, mungkin lebih tepatnya mereka sangat mahir." Karina melihat Nimi dan Mine yang membunuh beberapa penjaga.


"Jangan alihkan perhatianmu saat bertarung!" Salah satu penjaga mengayunkan pedangnya kearah Karina.


Karina menggerakkan tubuhnya kesamping untuk menghindari ayunan pedang itu. Kemudian ia mengarahkan telapak tangan kanannya kearah penjaga itu dan menggunakan mantra sihir elemen petir.


"Argh!!" Penjaga itu merasakan sakit karena seluruh tubuhnya tersengat aliran listrik.


"Seperti biasa, yang menyerang pertama adalah penjaga yang lemah sedangkan yang kuat akan mengamati situasinya terlebih dahulu," batin Karina.

__ADS_1


__ADS_2