Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Menemukan Berlian Mana di Ruangan Rahasia


__ADS_3

Masih di lantai 15, setelah beruang raksasa yang menyerang mereka sudah mati, mereka melanjutkan perjalanan menuju lantai terdalam.


Selama setengah jam menelusuri lantai 15, mereka hanya menemukan dua beruang raksasa yang keduanya mudah untuk dibunuh oleh mereka berempat.


Mungkin karena beruang itu adalah monster yang kuat sehingga jumlahnya tidak banyak dan mereka juga tahu jalan mana yang perlu dilalui sehingga mereka tidak mengambil jalan panjang yang malah bertemu beruang lain.


Itu semua karena Julian yang bisa mendeteksi aliran mana sehingga jalan yang mereka ambil adalah jalan yang langsung menuju pintu untuk ke lantai selanjutnya.


Saat mereka akan melanjutkan perjalanan, Julian tiba-tiba berhenti yang membuat Claire dan yang lain menabrak punggung Julian.


"Aduh! Mengapa berhenti tiba-tiba, Master?" keluh Claire sambil menggosok-gosok hidungnya.


Nimi dan Mine juga menggosok-gosok hidung mereka dan melihat Julian. Sama seperti Claire, mereka juga penasaran mengapa Julian tiba-tiba berhenti.


Julian menyeringai dan berkata, "Kurasa kita akan kaya, ah tidak kita sudah kaya. Kurasa kita akan bertambah kaya."


Clare memiringkan kepalanya karena tidak paham, "Apa maksud master?"


"Hahaha, aku merasakan adanya aliran mana dari dinding gua di depan kita. Apakah kalian paham apa maksudnya itu?" tanya Julian sambil tersenyum kepada mereka bertiga.


Julian menunjuk ke arah dinding gua yang tidak memiliki perbedaan di depan mereka. Claire dan kedua demi-human mengikuti arah yang ditunjuk oleh Jukain.


Mereka bertiga berpikir, "Dinding gua yang mengeluarkan aliran mana."


"Ah! Ruangan rahasia!" teriak mereka bertiga secara bersamaan.


Julian mengangguk dan berkata, "Tepat sekali! Kita menemukan ruangan rahasia! Ruangan rahasia biasanya menyimpan harta atau benda sihir, itulah mengapa aku mengatakan kalau kita akan bertambah kaya."


Julian lalu mendekati dinding gua tersebut, ia melihat kalau aliran mana keluar dari salah satu batu yang menempel di dinding gua. Julian menekannya karena tahu itu adalah kunci untuk membuka ruangan rahasia.

__ADS_1


Dan benar saja, dinding gua sedikit bergetar, lalu membentuk pintu persegi panjang dan pintu itu terbuka lebar untuk mereka masuki.


Mereka berempat masuk dengan antusias dan rasa penasaran. Ruangan di dalamnya tidak terlalu besar dan ada batu bercahaya di dindingnya yang membuat ruangan tersebut terang.


Julian melihat ke seisi ruangan dan tidak melihat satupun harta atau benda sihir. Saat ia mengerutkan keningnya dan melihat lebih teliti, ia tercengang karena melihat sesuatu yang ia kenal.


"Master?" Mereka bertiga mengikuti pandangan Julian dan melihat kalau ada batu bercahaya di dinding gua bagian terdalam.


"Apa ini?" Nimi dan Mine mendekat dan menyentuh batu bercahaya tersebut dengan penasaran karena mereka belum pernah melihat batu bercahaya yang indah.


Julian tersadar, ia langsung menggunakan appraisal ke arah batu bercahaya tersebut. Dan benar saja, batu bercahaya tersebut adalah sesuatu yang ia kenal di bumi namun di sini, batu itu sedikit berbeda.


[ Berlian Mana


Mineral yang memiliki tingkat kekerasan yang sangat tunggu dan kekerasannya merupakan salah satu yang terbaik di antara mineral lainnya ]


Benar, batu bercahaya tersebut adalah berlian, atau lebih tepatnya intan. Karena berlian adalah intan yang sudah dipoles atau yang sudah diasah menjadi berkilau indah.


"Apa!?" mereka bertiga sangat terkejut dengan penjelasan Julian karena berlian mana sangatlah berharga.


Di bumi, biasanya berlian digunakan sebagai perhiasan karena penampilannya yang indah dan bisa membuat seseorang bahagia hanya dengan melihatnya. Selian itu, berlian juga digunakan untuk melambangkan status sosial karena yang memiliki berlian pasti adalah orang yang kaya atau berstatus.


Jika berliannya memiliki kualitas yang rendah dan tidak bisa digunakan untuk perhiasan, maka berlian tersebut akan digunakan untuk alat industri seperti untuk alat pemotong, pemoles, dan pengeboran.


Namun karena ini adalah dunia yang penuh dengan sihir, maka kegunaan berlian akan meluas tidak hanya untuk perhiasan dan alat industri.


Contohnya, berlian bisa digunakan untuk membuat senjata tumpul karena kekerasan berlian yang tidak masuk akal. Atau juga bisa digunakan untuk membuat baju zirah yang kebal beberapa serangan.


Itu adalah berlian normal, dan yang ditemukan oleh Julian adalah berlian mana yang tingkat kekerasannya lebih tinggi lagi dibandingkan dengan berlian normal.

__ADS_1


Berlian normal biasanya dihargai dengan harga yang sangat tinggi dan sangat diminati oleh orang-orang kalangan atas. Bisa dibayangkan jika berlian mana keluar di pasaran, mungkin mereka akan gila.


"Tapi, karena tingkat kekerasannya yang sangat tinggi, bagaimana caranya kita akan mengambilnya?" tanya Claire yang membuat Nimi dan Mine juga bingung.


"Hm? Itu mudah. Berlian mana memang bisa menahan seluruh elemen, tapi ada dua elemen yang tidak bisa ditahan oleh berlian mana. Kalian tahu apa dua elemen itu bukan?" tanya Julian sambil tersenyum.


Mereka berpikir sebentar lalu menjawab dengan serempak, "Elemen ruang dan elemen waktu!"


Julian mengangguk puas karena mereka tahu, "Tepat sekali. Mastermu ini adalah orang yang bisa menggunakan semua elemen, jadi serahkan saja padaku."


Julian masih belum bisa menggunakan elemen waktu karena konsep waktu itu sangatlah rumit. Namun dirinya bisa menggunakan elemen ruang karena sudah pernah mencoba sebelumnya.


Julian memejamkan matanya sebentar dan membayangkan sebuah cara untuk mengambil berlian mana. Setelah beberapa menit, ia membuka matanya karena sudah tahu bagaimana caranya.


"Space Cube." Julian membuat sebuah kubus dari elemen ruang yang menyelimuti seluruh berlian mana mau itu yang di atas tanah atau yang ada di bawah tanah.


Bagaimana Julian bisa tahu seberapa dalam berlian yang ada di bawah tanah? Tentu saja itu karena ia bisa mendeteksi aliran mana.


Berlian mana, seperti namanya, berlian ini memancarkan mana yang melimpah. Itulah mengapa Julian bisa dengan mudah mendeteksi adanya aliran mana di sekitar.


Kubus ruang yang transparan muncul di depan Julian, lalu saat Julian menggerakkan tangannya ke atas, kubur ruang juga ikut bergerak ke atas sambil membawa berlian mana di dalamnya.


"Woah..." Claire, Nimi, dan Mine kagum dengan pemandangan itu.


Julian mengangkat kubus ruang sampai seluruh berlian mananya terlihat. Lalu ia meletakan berlian mana di atas tanah dan melepaskan kubus ruang.


"Lihat, mudah bukan?" ucap Julian sambil tersenyum memamerkan giginya.


"Sangat keren!" Mereka bertiga menatap Julian dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Julian membusungkan dadanya dengan bangga dan berkata, "Hahaha, tentu saja."


Setelah mengagumi berlian mana sebentar, Julian memasukannya ke dalam inventory. Lalu setelah melihat kalau tidak ada sesuatu yang berharga, mereka meninggalkan ruangan rahasia dan melanjutkan perjalanan mereka.


__ADS_2