
"Ketemu." Julian dan Elita berkata secara bersamaan. Namun mereka menemukan lokasi sumber air dari arah yang berbeda.
"Hm, itu artinya tidak hanya ada di satu tempat saja, terus mencari," ucap Julian.
Mereka berdua terus mencari lokasi sumber air, lalu yang lain juga mencatat lokasi mana saja yang sudah ditemukan oleh mereka berdua.
Elita menghentikan langkahnya dan berkata, "Berhenti."
"Ada apa, Countess?" tanya Julian.
"Ada sumber air yang melimpah dari bawah sini, bisa dikatakan kalau yang di bawah adalah sumber air terbesar di sini," ucap Elita.
Julian mengangkat alisnya, "Oh? Kalau begitu mari kita tandai ini. Karena letaknya yang di bawah m, orang-orang mungkin akan lalai yang mengakibatkan kerusakan."
Elita mengangguk, "Ya."
Pembuatan lift sihir sudah selesai, orang-orang langsung menggunakannya untuk turun ke dalam gua bawah tanah dan menerima catatan dari Elita.
Julian juga sudah menggunakan sihir radarnya untuk memeriksa terowongan-terowongan yang bercabang dan memastikan kalau tidak ada apa-apa di sana.
Setelah itu ia meminta kertas dan pena dan menggambar struktur gua bawah tanah ini lalu memberikannya kepada orang-orang ahli.
"Semuanya sudah siap bukan? Langkah selanjutnya adalah menutup terowongan yang tidak akan digunakan karena airnya nanti malah pergi entah ke mana," ucap Julian.
"Ya!" Orang-orang mengangguk dan menjawab.
Julian, Elita, dan beberapa penyihir bumi mulai menutup terowongan yang tidak akan digunakan dengan cara membangun dinding yang kokoh.
Proses penutupan terowongan membutuhkan waktu beberapa jam karena mereka harus memastikan kalau dinding yang mereka bangun benar-benar kokoh.
Karena akan dinding tersebut akan bertemu dengan tekanan air yang cukup besar. Jika dindingnya tidak kokoh, maka airnya akan masuk ke dalam terowongan.
Yang lain juga tidak menganggur, pada pengguna sihir api termasuk Claire membuat terowongan baru sebagai saluran utama yang mengarah ke Kota Cronna.
Penyihir api akan menggunakan sihir mereka untuk meledakan dinding gua dan penyihir angin akan membantu penyihir api menyingkirkan puing-puing atau bebatuan.
Mereka membuat terowongan untuk saluran utama selama seharian penuh sebelum pada akhirnya mencapai bagian luar Kota Cronna.
Raff memutuskan untuk tidak membuat terowongan sampai ke dalam kota karena khawatir jika terowongannya akan membuat bangunan di atasnya roboh.
Setelah itu, mereka membuat sebuah terowongan atau lebih tepatnya sebuah lubang ke atas dengan diameter yang cukup besar karena akan dijadikan sebagai sumur untuk mengambil air.
__ADS_1
...----------------...
Keesokan harinya, ada banyak orang yang berkumpul di sekitar lubang besar karena mereka melihat ada banyak prajurit yang berjaga.
Salah satu orang bertanya apa yang sedang terjadi, prajurit itu menjawab jujur karena Raff juga tidak berniat untuk menyembunyikan hal ini.
Setelah mendengar jawaban dari mulut prajurit itu, orang-orang segera berinisiatif untuk membantu karena mereka tahu Raff melakukan ini untuk mereka.
Kemudian, orang-orang yang ada di sana juga mengajak keluarga atau teman mereka untuk ikut membantu dan sekarang ada banyak sekali orang di sini.
Raff datang dan berkata, "Terima kasih kalian semua. Aku sangat bersyukur karena kalian semua rela membantu kami."
"Apa yang akan katakan, Count! Justru kami yang berterima kasih!"
"Benar! Kami tidak tahu kalau anda membawa beban yang berat di pundak anda demi menyejahterakan rakyat Kota Cronna!"
"Ya! Jangan khawatir, Count!"
Raff tersenyum dengan ucapan orang-orang, ia juga tidak menyangka kalau akan ada banyak orang yang membantu pekerjaan ini.
Kemudian, setelah berbicara dengan orang-orang ahli sebentar, Raff tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya dan ia bersiap untuk memberi perintah.
"Para pria akan melakukan pekerjaan fisik. Kalian membawa kayu, batu, dan alat berat lainnya dari lokasi yang akan aku katakan nanti ke sini!"
"Lalu pada orang tua dan anak-anak, maafkan aku, tapi pekerjaan ini adalah pekerjaan kasar dan kalian tidak bisa membantu kami."
"Tapi, kalian bisa membantu memeriksa pekerjaan kami nanti saat sudah selesai dan berikan pendapat kalian dengan jujur!"
Raff langsung memberi perintah kepada orang-orang. Bahkan ia memberi pekerjaan kepada seluruh orang mau tua ataupun muda.
Mereka mengangguk dengan serius setelah mendengar perintah Raff lalu segera melakukannya bersama dengan prajurit lain.
...----------------...
Sementara itu, Julian sedang memeriksa kondisi geografis di sekitar gua bawah tanah. Ia harus melakukan hal itu, jika tidak, maka akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Untuk Claire dan kedua demi-human, mereka sedang membantu Raff dengan pekerjaan membuat sumur agar bisa dipakai.
Julian saat ini sedang dalam wujud Pterosaurus dan terbang dengan ketinggian rendah agar lebih mudah untuk memeriksa.
"Hm, baguslah. Tidak ada yang tidak beres di sekitar sini, beruntung." Julian kemudian terbang ke Kota Cronna.
__ADS_1
...----------------...
Pembangunan sumur besar telah selesai dengan memakan waktu sekitar setengah hari dengan tenaga dari banyak orang.
Bisa dibayangkan jika yang membangun sumur besar hanya pada prajurit, mungkin akan selesai selama seharian penuh atau bahkan bisa sampai dua hari.
Sebenarnya saat ini hari sudah sore menjelang malam dan Raff berencana untuk melanjutkannya besok, tapi orang-orang bersikeras untuk menyelesaikannya sekarang.
Raff hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tak berdaya. Ia menoleh ke arah Julian dan dibalas dengan anggukan kepala.
Julian segera bertransformasi menjadi Pterosaurus lagi dan terbang menuju lokasi gua bawah tanah yang di atasnya sudah dibangun sebuah bangunan tinggi agar bisa dilihat dari jarak jauh.
Raff melihat Julian pergi, ia kemudian berkata kepada orang-orang untuk menunggu sebentar dan mereka menunggu dengan patuh.
...----------------...
Julian saat ini sudah sampai di dalam gua bawah tanah, ia melihat lokasi sumber air yang sudah ditandai dengan pewarna.
Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan-lahan. Kemudian ia membuat banyak sekali bola api dengan banyak mana.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Julian menembakan bola-bola api ke arah lokasi sumber air yang sudah ditandai termasuk yang berada di bawah.
Kemudian gua bawah tanah bergetar dan berusaha keras, Julian tahu itu karena air sudah bergerak ke arahnya dengan sangat cepat.
Ia segera menumbuhkan sepasang sayap di punggungnya dan terbang keluar dari gua bawah tanah. Lalu ia terbang kembali ke Kota Cronna dengan kecepatan tinggi.
...----------------...
Orang-orang yang sedang menunggu merasakan getaran di bawah mereka. Mereka menjadi panik karena berpikir ada sesuatu yang terjadi, namun Raff dengan cepat menenangkan mereka.
"Jangan khawatir! Tunggu saja sebentar lagi, dan lihatlah ke arah sumur yang sudah dibuat!" teriak Raff.
Beberapa detik setelah Raff mengucapkan itu, getaran di bawah tanah menjadi semakin besar, saat orang-orang akan bertanya apa yang sedang terjadi, muncul semburan air dari sumur.
"!!" orang-orang membelalakkan mata mereka karena melihat air yang sangat melimpah keluar dari sumur.
"Air telah tiba! Semuanya! Kerja bagus hari ini!!" Raff berteriak dengan penuh kegembiraan.
Ia bahkan sampai mengeluarkan air mata bahagia karena krisis yang dialami oleh Kota Cronna akhirnya terselesaikan hanya dalam beberapa hari saja.
"Hm, bagus," batin Julian yang baru datang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(pesan : sihir bumi maksudnya elemen sihir yang bisa menggunakan konsepnya seperti di bumi, bisa mengendalikan tanah/pasir, tumbuhan, bahkan gravitasi, sebenarnya lebih cocok ke sihir planet tapi namanya kurang bagus jadi author namain sihir bumi)