Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Eksekusi Roman dan Keluarganya di Kota Crosa


__ADS_3

Dua hari kemudian, Raja Rolant sudah memutuskan hukuman untuk Roman dan keluarganya, mereka akan dipenggal dihadapan seluruh rakyat.


Alasan Raja Rolant memberikan hukuman itu adalah karena ia menginginkan rakyatnya tidak seperti Roman dan keluarganya yang bekerja sama dengan iblis.


Roman dan keluarganya akan dieksekusi mati besok di alun-alun kota yang akan dihadiri oleh Keluarga Kerajaan dan bangsawan lainnya.


...----------------...


Lalu keesokan harinya, di alun-alun Kota Crosa.


Di tengah alun-alun terdapat sebuah alat yang bernama Guillotine yang digunakan untuk memenggal kepala seseorang.


Dan di sebelah Guillotine ada pria berotot yang mengenakan pakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali lubang untuk bernapas dan melihat.


Pria yang berpakaian serba hitam itu adalah algojo yang akan melakukan eksekusi terhadap Roman dan keluarganya.


Banyak warga yang berkumpul di alun-alun. Mereka juga penasaran orang seperti apa yang bekerja sama dengan iblis.


Para bangsawan termasuk Keluarga Largus juga sudah hadir, sekarang mereka semua berada di sisi kanan alun-alun.


Namun, Karina tidak bersama mereka karena ia akan hadir nanti setelah dipanggil oleh Raja Rolant sebagai orang yang mengalahkan iblis di Kota Coramon.


Beberapa menit telah berlalu, Keluarga Kerajaan sudah tiba. Orang-orang termasuk bangsawan segera membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat


Keluarga Kerajaan terdiri dari lima orang. Yang pertama jelas sang raja itu sendiri, Raja Rolant von Cruya dan yang kedua adalah ratu, Regina von Cruya.


Yang ketiga adalah pangeran pertama Conall von Cruya, yang keempat adalah pangeran kedua Lucas von Cruya, dan yang kelima adalah putri pertama Mellina von Cruya.


Rolant mengangkat tangan kanannya lalu orang-orang menegakkan tubuh mereka kembali dan menunggu pidato dari Rolant.


Rolant mengangguk kemudian ia memulai pidatonya.


"Para warga Kota Crosa yang aku cintai, dihadapan kalian saat ini ada sebuah alat untuk melakukan eksekusi untuk orang yang melakukan kejahatan besar."


"Orang yang akan dieksekusi hari ini adalah seluruh Keluarga Malone dari Kota Coramon beserta para bawahannya."


Bersamaan dengan itu, para prajurit membawa Roman dan keluarganya kehadapan pada warga agar mereka bisa melihat penjahat yang akan dieksekusi.


"Kejahatan yang mereka lakukan adalah bekerja sama dengan Raja Iblis Boldax untuk menguasai Kota Coramon saat Marquis Alan sedang pergi."


"Selain mereka, ada satu orang lagi yaitu Sika yang merupakan tangan kanan Marquis Alan, namun ia sudah mati."


"Sika berubah menjadi iblis menggunakan sebuah ramuan yang diberikan oleh Raja Iblis Boldax. Namun ia sudah dibunuh oleh prajurit dari Duke Largus."


"Karina Largus, orang yang memimpin penggagalan rencana pemberontakan di Kota Coramon, mari kita sambut dengan meriah!"


Mendengar namanya dipanggil oleh Rolant, Karina yang sudah menunggu kemudian berjalan kehadapan Rolant dan membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Bangkit, kau sudah berjasa dalam penggagalan rencana mereka," ucap Rolant.


Karina mengangguk, "Terima kasih, Raja."


Karina berbalik dan menerima tepuk tangan dan sorak-sorai dari para warga yang antusias termasuk keluarganya sendiri.


Para bangsawan lain juga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Karina. Mereka tidak menyangka Karina yang pergi ke Kota Coramon justru menggagalkan rencana pemberontakan.


Kemudian banyak orang tua yang berpikir untuk menjodohkan putra mereka dengan Karina namun mereka urungkan karena status mereka lebih rendah dibandingkan dengan Duke Largus.


"Terima kasih, semuanya." Karina menundukkan kepalanya kemudian ia berdiri di sebelah Putri Mellina.


"Tanpa membuang banyak waktu lagi, ayo mulai pengeksekusiannya!" teriak Rolant.


"Oh!!!" orang-orang berteriak dengan keras karena mereka juga ingin melihat pelaku kejahatan mendapatkan hukumannya.


Prajurit membawa bawahan Roman dan membaringkannya secara tengkurap di atas kayu. Lalu Algojo menaruh leher orang itu di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau.


Bawahan Roman yang tahu dirinya akan dieksekusi mulai meronta-ronta karena ia takut mati. Namun prajurit menahan tubuhnya agar tidak bergerak.


Setelah prajurit memandang algojo dan menganggukkan kepalanya, algojo memegang tali yang ada di sebelah Guillotine, lalu menariknya ke bawah.


Lalu, pisau tajam yang berada di bagian atas Guillotine terjatuh setelah algojo menarik tali. Pisau tersebut jatuh ke arah leher orang itu dan kepalanya jatuh di sebuah keranjang di depannya.


Pemenggalan kepala dengan guillotine hanya berlangsung beberapa detik saja. Cara ini bisa dikatakan sangat manusiawi bila dibandingkan dengan dibunuh setelah disiksa.


"Ohh!!!!" orang-orang berteriak dengan keras melihat orang itu dieksekusi.


"Selanjutnya!" teriak algojo.


Ada petugas yang mengambil keranjang yang berisi kepala orang yang dieksekusi tadi kemudian menggantinya dengan keranjang baru.


Lalu prajurit membawa orang selanjutnya yang masih merupakan bawahan Roman. Setelah setengah jam, sudah ada 6 orang yang dieksekusi dan sekarang tinggal roman dan keluarganya saja.


Kemudian, prajurit membawa Bruno yang matanya sudah hampa dengan pikirannya yang sudah rusak karena melihat eksekusi dengan Guillotine dan karena dia sendiri takut mati.


Bruno adalah tipe orang yang pengecut, dia hanya akan terlihat kuat jika dibandingkan dengan yang lemah. Itu juga karena ia mengandalkan harta dan status keluarganya.


Meskipun dirinya sudah membunuh banyak orang yang ia benci, tapi dia tidak pernah merasakan situasi hidup dan mati.


Oleh karena itu saat ini adalah di mana dia merasakan perasaan hidup dan mati untuk pertama kali dalam hidupnya.


"Hm? Ah, sudah putus asa ya," ucap prajurit yang membawa Bruno.


"Bruno, anak dari Roman Malone, dia adalah orang kedua yang melakukan banyak kejahatan demi melakukan rencana pemberontakannya," ucap Rolant.


Orang-orang berbincang-bincang setelah mendengar itu, mereka bahkan mencaci-maki Bruno meskipun Bruno tidak bisa mendengar cacian mereka.

__ADS_1


Algojo menarik tali pisau seperti biasa, lalu kepala Bruno terpenggal. Eksekusi Bruno sangatlah lancar karena pikirannya sudah rusak.


Kemudian, setelah Bruno adalah istri Roman. Dia juga sama seperti Bruno yang pikirannya sudah rusak. Ia hanyalah seorang wanita biasa yang tidak pernah menghadapi situasi seperti ini.


Pikirannya langsung rusak setelah melihat proses pemenggalan kepala bawahannya tadi.


Lalu yang ketiga adalah Roman itu sendiri. Roman masih bisa menjaga pikirannya tetap jernih namun dia juga sangat kooperatif dan tidak memberontak.


Namun, saat ia akan dibaringkan, ia melihat ke arah Rolant dan bersujud.


"Rajaku, tolong beri saya sedikit waktu untuk berbicara kepada orang-orang," ucapnya dengan nada memohon.


Rolant menatap Roman yang sedang bersujud, setelah diam sebentar, ia mengangguk dan mengizinkan Roman untuk berbicara.


"Terima kasih, Rajaku," ucap Roman dengan nada penuh hormat.


Ia berdiri menghadap orang-orang, meskipun mereka membenci Roman, mereka juga penasaran apa yang akan dikatakan oleh Roman.


Namun, mereka membelalakkan mata mereka saat mendengar ucapan Roman selanjutnya dan tindakannya yang aneh.


"Dasar orang-orang rendahan! Kalian semua akan mati di tangan para iblis karena tidak mau mematuhi Raja Iblis Boldax! Untuk Raja Iblis Boldax!" teriak Roman dengan ekspresi wajah kegirangan.


Kemudian tiba-tiba saja tubuh Roman mulai membesar seperti balon. Orang-orang merasakan firasat buruk setelah melihat Roman.


"Bunuh dia!!!" teriak Rolant yang tahu kalau akan ada kejadian buruk jika Roman diberikan waktu lagi.


Pada prajurit langsung mengeluarkan pedang mereka, namun sebelum mereka maju, ada seseorang yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka.


Orang itu adalah Karina, ia mengambil pedang dari salah satu prajurit kemudian menggunakan Leap untuk bergerak dengan cepat ke arah Roman.


Lalu saat masih melakukan Leap, Karina memenggal kepala Roman. Tapi dia tidak berhenti sampai disitu saja, ia menggunakan Leap lagi dan memotong-motong seluruh tubuh Roman.


"Bagaimana..." Roman tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena Karina membunuh dirinya dengan sangat cepat.


Orang-orang masih belum memproses apa yang sedang terjadi. Namun mereka melihat kalau Roman berhasil dibunuh oleh Karina dengan sangat heroik.


Mereka berteriak dan bersorak untuk Karina karena tindakannya yang cepat tanggap dan menggagalkan sesuatu yang akan Roman lakukan.


"Dia bertambah cepat, apakah ini ada kaitannya dengan Julian? Jika iya, maka Julian adalah orang yang sangat hebat," batin Conall yang melihat kecepatan Karina.


"Ho? Sepertinya putri Duke Largus ini bertambah kuat ya. Entah apa yang terjadi di Kota Coramon, tapi mungkin aku akan menikahkan dia dengan Lucas," batin Rolant.


Meskipun ada situasi yang tidak terduga, proses eksekusi tetap berakhir dengan lancar. Kemudian setelah Rolant memberikan pidato, orang-orang mulai membubarkan diri.


Dan setelah itu, seluruh kota menerima berita bahwa ada keluarga yang bekerja sama dengan iblis dan sudah dieksekusi atas perintah Rolant.


Berita itu menyebar dengan cepat karena ada sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dari jarak yang sangat jauh.

__ADS_1


Alat itu merupakan bola sihir seukuran bola basket, selain suara, orang juga bisa melihat situasi orang yang dihubungi. Bisa dikatakan kalau alat ini mirip dengan ponsel di bumi yang bisa untuk panggilan suara dan panggilan video.


__ADS_2