
Keesokan harinya, di sebuah ruangan yang luas yang strukturnya mirip dengan aula utama, namun tidak ada karpet merah atau singgasana melainkan banyak kursi dan ada kursi yang sedikit mewah untuk keluarga kerajaan.
Ruangan ini adalah ruangan rapat, biasa digunakan untuk membahas sesuatu dengan banyak bangsawan atau dengan banyak orang yang terlibat.
Saat ini, semua anggota keluarga kerajaan hadir dalam rapat ini dan di depan mereka ada banyak sekali tabib dan healer yang ada di Kota Crosa.
Mereka diundang oleh Rolant tadi malam untuk menghadiri rapat ini karena akan membahas sesuatu yang penting. Mereka tidak berani lalai, mereka langsung bersiap saat undangan itu datang.
"Selamat pagi, semuanya. Terima kasih karena sudah hadir atas undangan yang mendadak ini," ucap Rolant yang sedang mengatakan sambutan untuk memulai rapat.
Setelah beberapa patah kata, Rolant kemudian memulai rapat ini dan segera mengatakan kepada para tabib dan healer mengenai dua cara dari Julian.
Lucas dan Doria juga sudah diberitahu, mereka sama bingungnya dengan yang lain apakah harus memilih cara pertama atau cara kedua karena mereka juga ingin memiliki anak.
Apalagi Lucas yang sangat terkejut karena yang mengusulkan dua cara itu adalah Julian, pria yang ia marahi kemarin saya di ruang makan.
"Raja, setelah berdiskusi, kami para tabib menyarankan untuk menggunakan cara yang pertama karena Nyonya Doria akan lebih aman. Meskipun ada resiko kalau bayinya akan gagal, tapi keselamatan Nyonya Doria lebih penting," ucap salah satu tabib.
"Kami para healer memiliki pendapat yang berbeda tuan. Karena kami menggunakan mana, jadi kami menyarankan untuk menggunakan cara yang kedua. Kami akan bergantian untuk menyalurkan mana agar tidak membebankan Nyonya Doria," ucap salah satu healer.
Memang, tabib lebih seperti dokter yang melakukan operasi untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit dengan tenaga tubuh dan tangan mereka secara langsung.
Lalu Healer melakukan operasi atau sesuatu yang lain untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit dengan mana mereka dengan cara memasukan mana ke dalam tubuh pasien lalu menyembuhkannya.
Oleh karena itu dua profesi ini memiliki pendapat yang berbeda sesuai dengan cara yang biasa mereka lakukan, bukan karena mana yang lebih baik di antara kedua cara.
"Hm, pendapat yang berbeda. Tapi tidak apa-apa, karena itu bagus karena kita akan berdiskusi lebih jauh untuk menentukan cara mana yang akan digunakan," ucap Rolant.
"Benar. Untuk sekarang, mari kita periksa tubuh Doria sekali lagi, agar kita bisa mendapatkan data yang lebih akurat," ucap Regina yang mengusulkan saran untuk memeriksa Doria.
__ADS_1
"Baik!" semua orang mengangguk.
Doria bersama dengan para tabib dan healer wanita pergi ke ruangan lain untuk pemeriksaan, sementara sisanya tetap di ruang rapat untuk berdiskusi sambil menunggu hasil pemeriksaan.
"Lucas, jika kita sudah menentukan cara mana yang akan digunakan, kau harus berterima kasih kepada Julian," bisik Conall kepada Lucas di sebelahnya.
"...Aku tahu. Selama kami bisa menghasilkan keturunan, aku akan berterima kasih sebanyak mungkin kepada orang itu," angguk Lucas yang tidak lagi keras kepala karena ia tahu keseriusan permasalahan ini.
Conall mengangguk puas, "Bagus. Juga, meskipun mereka adalah budak, Julian tidak menganggap mereka sebagai budak. Julian selalu menyebut mereka rekan kepada siapapun yang bertanya."
"Benarkah? Aku tidak percaya dengan itu," ucap Lucas dengan nada tidak percaya.
Conall mengangkat bahunya, "Tidak peduli kau percaya atau tidak, itu bukanlah urusanku. Yang penting aku sudah memberitahumu."
Lucas terdiam, ia juga tahu sifat kakaknya itu yang tidak suka berbohong apalagi jika itu mengenai dirinya sendiri atau orang-orang terdekatnya. Ia tahu kalau Conall dan Julian berteman dekat karena Conall jarang berbicara akrab.
Mereka mengangguk puas setelah melihat datanya karena tubuh Doria sangat sehat dan tidak ada masalah sama sekali di tubuhnya.
"Raja, karena tubuh Nyonya Doria baik-baik saja dan justru sangat sehat, kami para tabib setuju dengan para healer untuk menggunakan cara kedua karena resikonya lebih kecil," ucap tabib tadi.
Rolant mengangguk, "Benar. Tubuh Doria baik-baik saja, dan cara kedua memiliki resiko yang kecil. Tapi, apakah ada orang yang memiliki pemikiran lain?"
Pada tabib dan healer menggeleng-gelengkan kepala mereka tanda bahwa mereka tidak memiliki pemikiran lain, namun saat ini Conall mengangkat tangannya.
"Hm, Conall? Apakah kau memiliki sesuatu?" tanya Rolant.
"Ya, Raja," angguk Conall.
Karena saat ini adalah acara resmi, Conall memanggil Rolant dengan sebutan 'raja' bukan 'ayah' begitu juga saat memanggil Regina dengan sebutan 'ratu' bukan 'ibu'.
__ADS_1
Rolant menjadi tertarik karena anaknya sendiri yang memiliki pemikiran lain, "Ho? Katakan, aku akan mendengarkan dengan serius."
Conall mengangguk, "Aku setuju dengan menggunakan cara kedua, tapi aku memiliki pemikiran lain untuk melakukan cara kedua ini."
"Tentu saja saat kita melakukan cara kedua, kita harus menyuruh tabib dan healer agar selalu di sisi Doria di manapun dia berada."
"Tapi, agak kurang efisien jika ada orang lain yang memasukan mana ke dalam tubuh Doria untuk membantunya agar tidak kesulitan."
"Jadi, aku menyarankan untuk menggunakan sebuah benda sihir yang memasok mana ke dalam tubuh Doria secara teratur agar Doria mendapatkan mana secara cukup."
Mereka yang mendengar ucapan Conall menganggukkan kepala mereka karena memang, kurang efisien jika orang lain yang membantu Doria memasok mana untuk membantunya.
Karena takutnya orang tersebut memasukan mana secara tidak merata dan malah membahayakan Doria dan janinnya. Namun dengan bantuan benda sihir, maka masalah tersebut bisa diatasi.
"Ho? Boleh juga. Aku akan menghubungi departemen lain untuk membuat benda sihir yang dimaksud oleh Conall. Conall, nanti kau buat laporan mengenai benda sihir yang kau maksud," ucap Rolant.
Conall mengangguk dengan serius, "Ya, Raja!"
"Bagus. Kalau begitu sudah dipastikan kalau kita akan menggunakan cara kedua. Namun, kita akan melakukannya setelah benda sihir dibuat, apakah ada yang keberatan?" Rolant melihat ke pada tabib dan healer.
Mereka saling memandang dan menggeleng-gelengkan kepala mereka karena mereka juga setuju dengan saran yang diberikan oleh Conall.
"Bagus, karena tidak ada yang keberatan, maka kita akan menggunakan cara kedua! Rapat selesai!" Rolant berdiri dan mengumumkan bahwa rapat telah selesai.
Mereka kemudian kembali ke urusan mereka masing-masing. Conall juga kembali ke ruang kerjanya dan menulis laporan mengenai idenya tentang benda sihir yang akan membantu Doria.
"Hm, meskipun aku percaya diri dengan ideku, tapi apa salahnya jika aku meminta pendapat Julian? Dia selalu memiliki pemikiran yang unik yang bahkan aku tidak pernah memikirkannya," pikir Conall.
Setelah Conall selesai menulis laporannya, ia tidak sebesar menyerahkannya kepada Rolant, melainkan ia pergi halaman latihan di dekat istana karena Julian berada di sana setelah bertanya kepada pelayan.
__ADS_1