Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Bandit yang Mengejar Dua Demi-human


__ADS_3

"Tunggu, aku akan bertarung dalam wujud manusia saja." Julian mengubah kuku-kuku di kedua tangannya menjadi tajam.


Kemudian Julian juga menggunakan kekuatan dinosaurus di kaki nya namun tidak mengubah nya menjadi wujud dinosaurus.


"Serang!" Julian berlari kedepan.


Demi-human kucing dan anjing juga berlari secara melengkung ke kanan dan juga ke kiri sedangkan Claire tetap ditempat dan menyerang dengan pistol mana.


"Kembalikan dua budak demi-human itu!" Gock si pemimpin bandit berteriak kepada Julian.


[ Gock


HP : 100%


MP : 100%


level kekuatan : 4


level mana : 2 ]


"Lemah, sangat lemah." Julian menghela napas panjang karena kecewa dengan kekuatan Gock.


Julian berlari menuju bandit terdekat didepannya, ia mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya kearah perut bandit itu.


Dalam sekejap mata, Julian berhasil membunuh bandit itu dengan satu serangan karena perut bandit itu sudah robek dan hampir terbelah.


"Pemandangan manusia mati..." Julian mengerutkan keningnya masih belum terbiasa saat melihat manusia yang mati.


Julian menahan perasaan jijik di dalam hatinya dan melanjutkan menyerang para bandit tanpa belas kasihan karena mereka adalah orang jahat.


"Huh?" Julian menyipitkan matanya.


Ia melihat ada bandit bertubuh besar yang memiliki penampilan seperti seorang prajurit. Pasalnya, bandit itu mengenakan armor besi yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Apakah dia sedang berperan sebagai prajurit?" Julian berpikir sebentar lalu mengangkat bahunya tidak peduli akan hal itu.


Julian bergegas ke bandit armor didepannya dan mencoba menusuk bagian mata yang berlubang dan tidak tertutup oleh armor besi.


*Ting!


Kuku tajam Julian yang akan menusuk mata bandit armor bertemu dengan pedang besar bandit armor dan membuat suara dentingan.


"Pedang yang bagus!" Julian menendang tanah dan melompat tinggi.


Kemudian ia menumbuhkan ekor dinosaurus yang panjang dan mengikat bandit armor sehingga dia tidak akan bisa bergerak.


"Sial! Lepaskan aku!" Bandit armor berteriak dan meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari ikatan ekor Julian.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu?" Julian membenturkan kepalanya dengan kepala bandit armor dengan keras sampai membuat armor nya penyok.


"Ugh!" Bandit armor merasakan sakit meskipun kepalanya terlindungi oleh armor besi.


"Sakit kan!?" Julian membenturkan kepalanya lagi.


Lalu Julian memanfaatkan kesempatan itu dengan melepas armor besi bagian kepala dan memukul kepala bandit armor dengan keras sampai membuatnya mati seketika.

__ADS_1


"Lagi!" Julian berteriak dengan semangat.


...----------------...


Demi-human kucing mengeluarkan cakarnya dan mencakar tubuh bandit dengan serangan cepat yang membuat serangan bandit selalu meleset.


"Jangan pengecut!" Bandit menjadi marah dan berteriak.


"Ini bukan pertandingan." Demi-human kucing menjawab dan mencakar punggung bandit.


"Ugh!" Bandit berteriak dan punggungnya mengeluarkan banyak darah.


Saat bandit masih berteriak kesakitan, demi-human kucing memanfaatkan kesempatan itu untuk mencakar lehernya sampai mati.


...----------------...


"Ternyata kalian semua lemah!" Demi-human anjing berteriak dan melihat kalau bandit yang ia hadapi tidak bisa menahan serangan nya.


Demi-human anjing menggunakan indera penciuman dan pendengaran nya untuk menghindari serangan bandit dan membuatnya bisa melihat celah.


Ia langsung menggunakan cakarnya untuk penyerang pinggang kiri bandit dan membuatnya terluka parah yang membuat bandit gemetar kesakitan.


Kemudian demi-human anjing langsung melakukan serangan lutut ke wajah bandit dan memukul kepalanya dengan keras sampai mati.


...----------------...


"Mereka semua sangat bersemangat..." Claire tersenyum saat melihat ketiga orang didepannya sangat bersemangat dalam bertarung.


"Aku juga tidak akan kalah!" Claire menarik pelatuk pistol mana dan menembakan banyak sekali peluru api.


Claire sudah berlatih mempercepat proses pembuatan peluru api sekaligus mengendalikan kekuatan yang terkandung.


Claire menembaki para bandit yang melewati Julian dan kedua demi-human yang datang kearahnya dengan banyak sekali peluru api.


...----------------...


"Sial, para bawahan yang tidak berguna." Gock sangat marah saat melihat para bawahannya tidak bisa mengalahkan musuh didepan.


Gock mengendalikan kudanya untuk berlari kearah Julian yang paling berbahaya diantara yang lain dan bersiap untuk menyerang dengan parang besarnya.


Saat sudah dekat dengan Julian, Gock langsung mengayunkan parang besarnya kearah Julian yang sedikit ceroboh.


Julian menyadari kedatangan Gock namun ia diganggu oleh bandit lain yang membuatnya hampir tidak bisa menghindari serangan padang besar Gock.


"Hampir saja." Julian masih tenang meskipun kepalanya hampir terkena serangan.


Ia masih bisa tenang karena meskipun ia terkena serangan parang, itu tidak akan bisa menembus kulitnya dan hanya bisa menggores nya.


Itu karena kulit Julian saat ini sudah menjadi sangat keras karena efek kekuatan dinosaurus meskipun ia sedang tidak bertransformasi menjadi dinosaurus.


"Oh! Akhirnya kau datang! Aku sudah bosan dengan bawahanmu yang menyedihkan ini." Julian menyeringai dan memprovokasi Gock.


"Diam! Kau akan mati ditangan ku ini!" Gock melakukan serangan yang sama lagi.


"Apa kau bodoh? Serangan yang sama tidak akan bisa bekerja untuk kedua kalinya kecuali orang itu bodoh." Julian melompat tinggi.

__ADS_1


Ia mendarat belakang kuda yang ditunggangi oleh Gock dan mengambil paran yang ada di tanah lalu melemparkannya kearah Gock.


"!!" Gock menarik tali kuda yang membuat kudanya melompat untuk menghindari parang yang dilempar oleh Julian.


Namun hal itu justru membuat kudanya yang terkena lemparan parang di bagian tubuh dekat leher yang membuat kudanya mati.


"Cih, aku terlalu terkejut tadi." Gock mendecakkan lidahnya.


"Haha, katakan saja kau tidak bisa menunggangi kuda." Julian tertawa lalu ia berlari kedepan.


"Tidak akan kubiarkan!" Gock mengangkat parangnya tinggi-tinggi dan mengayunkannya secara vertikal dari atas ke bawah.


Namun Julian dengan mudahnya menghindari ayunan parang Gock dengan cara langsung menggerakkan tubuhnya ke kanan.


Lalu Julian menggerakkan ekornya dan menggunakan ujung nya untuk menusuk perut Gock sampai menembus ke belakang.


"Ugh!" Gock memegangi perutnya yang berdarah-darah.


"Orang lemah tetaplah lemah. Sekeras apapun kau berusaha, tidak akan bisa mengalahkan orang yang kekuatannya sangat besar." Julian tersenyum.


"Diam! Aku akan membunuhmu!" Gock memaksakan diri untuk mengayunkan parang nya secara horizontal dari kiri ke kanan.


"Ini bukanlah sebuah cerita dimana karakter utama yang lemah bisa mengalahkan musuh yang sangat kuat. Ini adalah kenyataan!" Julian memegang parang yang datang dan menahannya dengan tangan kiri.


Kemudian ia menggunakan tangan kanannya untuk menusuk jantung Gock sampai menembus ke belakang karena kuku nya yah sangat tajam.


"Ugh..." Gock memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya.


Saat Julian menarik tangan kanannya, Gock terjatuh ke tanah dan tidak bergerak tanda bahwa dia sudah mati karena jantungnya tertusuk.


Melihat pemimpin mereka yang mati membuat bandit-bandit lainnya ketakutan dan melakukan tindakan menyerah diri.


Namun demi-human kucing dan anjing tidak membiarkan hal itu dan membunuh mereka semua karena mereka memiliki dendam dengan para bandit yang sudah melukai mereka.


Julian juga tidak menghentikan tindakan mereka karena jika tidak membunuh mereka semua, Julian harus membawa para bandit ke pihak berwajib.


Namun tidak ada kota dengan jarak yang dekat disini dan Julian malas untuk berbalik ke Kota Caver demi menyerahkan para bandit.


Mungkin memang akan mendapatkan uang dengan menyerahkan bandit, namun Julian juga tidak membutuhkan uang sekarang.


"Kalian semua kumpulan tubuh-tubuh bandit! Aku akan membakar nya agar hewan buas atau monster tidak aka datang karena mencium bau darah!" Julian sudah mengembalikan kuku-kuku nya.


"Baik!" Claire dan kedua demi-human menjawab dan mulai mengumpulkan tubuh-tubuh bandit.


Setelah itu Julian menggunakan mantra sihir elemen api yaitu Fire Ball untuk membakar semua tubuh bandit sampai tidak tersisa.


"Aku tahu, aku tahu." Julian tersenyum saat melihat kedua demi-human menatap dirinya dengan mata berbinar-binar.


Mereka duduk diatas karpet yang sudah ditaruh tadi. Lalu Julian mengeluarkan daging kering dari inventory nya dan memberikannya kepada kedua demi-human.


"Wah!" Kedua demi-human langsung memakan daging kering yang diberikan oleh Julian.


Julian memberikan daging kering karena hanya itu daging yang siap makan. Daging lainnya masih mentah dan butuh waktu lama untuk memasaknya.


Kedua demi-human juga tidak mempermasalahkan hal itu dan langsung memakan daging kering karena mereka sudah lama tidak makan daging.

__ADS_1


"Hm, hari yang damai." Julian berbaring dan menutup matanya.


Julian berkata kalau sekarang adalah hari yang damai padahal sebelumnya ia dan yang lain membunuh banyak sekali bandit.


__ADS_2