
Keesokan harinya, mereka berempat sedang sarapan di restoran milik penginapan sambil berbincang-bincang mengenai Kota Cronna.
Claire memakan makanannya dan berkata, "Master, bukankah ini aneh? Kota Cronna yang kata pedagang yang kita temui sedang dalam krisis tapi sekarang tidak terlihat seperti itu."
Julian mengangguk dan menjawab, "Itu benar, aku juga merasakan sesuatu yang disembunyikan di sini."
Pedagang yang mereka temui di perjalanan sebelumnya mengatakan kalau Kota Cronna sedang mengalami suatu krisis.
Namun sekarang, mereka melihat kalau Kota Cronna sama seperti kota pada umumnya. Tidak ada sesuatu yang terlihat mengancam.
Jalanan terasa lancar, orang-orang bekerja seperti biasa, kereta kuda yang lalu-lalang, semua itu tidak mencerminkan sebuah kota yang sedang krisis.
Oleh karena itu Julian merasa kalau ada dua kemungkinan terkait hal ini.
Pertama, Kota Cronna tidak mengalami Krisis. Pedagang yang mereka temui mungkin hanya ingin menakut-nakuti Julian. Namun Julian merasa kalau pedagang itu tidak ada untungnya melakukan hal itu.
Jadi ia merasa kalau kemungkinan kedua ini yang tepat. Kemungkinan kedua adalah pemerintah Kota Cronna menyembunyikan krisis yang sedang terjadi agar orang-orang tidak khawatir.
"Nimi, Mine, bisakah kalian berkeliling kota dan mencari tahu apa yang sedang terjadi?" tanya Julian.
"Tentu saja, Master!" Nimi memberi hormat militer kepada Julian.
Mine juga melakukan hal yang sama dan berkata, "Kami sudah menunggu-nunggu hal ini!"
Julian terkekeh dan berkata, "Bagus, mau kalian mendapat informasi atau tidak, kembalilah saat tengah hari."
"Baik!" Nimi dan Mine mengangguk dan segera menyelesaikan sarapan mereka.
Kemudian mereka berdua memberi hormat militer lagi kepada Julian dan tiba-tiba menghilang dari tempat mereka.
"Claire, pergi ke kereta kuda dan periksa apa yang sedang kita butuhkan. Aku berbaur dengan orang lokal untuk mendapat informasi juga," ucap Julian yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Baik, Master." Claire mengangguk.
Claire segera pergi ke area parkir kereta kuda dan memeriksa barang-barang mereka kemudian ia mencatat sesuatu yang diperlukan.
Julian mengeluarkan jubah sederhana dari inventory dan mengenakannya. Kemudian ia keluar dari restoran dan pergi ke area yang ramai.
Memakai jubah yang sederhana membuat orang-orang yang melihat Julian berpikir kalau dia adalah orang miskin meskipun wajahnya tampan.
__ADS_1
"Apakah di dunia ini ada sesuatu yang bisa mengubah wajah? Aku akan bertanya kepada ahlinya nanti," batin Julian yang merasa tidak berdaya.
Karena ia tahu kalau para wanita di sekitarnya sering melirik wajahnya yang tampan meskipun dirinya mengenakan jubah sederhana.
Julian merasa kalau wajah tampannya akan merepotkan jika ia sedang melakukan misi menyamar atau sesuatu yang diam-diam.
...----------------...
Sementara itu, Nimi dan Mine sedang berada di sebuah gang gelap tempat dimana para berandalan berkumpul di sini.
Mereka tidak tahu harus kemana, jadi mereka memutuskan untuk memukuli berandalan dan mendapatkan informasi dari mereka.
"Ahh, siapa kalian? Mengapa kalian memukuli kami?" salah satu pria bertanya dengan nada lemah karena ia sudah kehabisan tenaga.
Dirinya dan teman-teman di sekitarnya sudah babak-belur karena Nimi dan Mine memukuli mereka segera setelah mereka berdua tiba.
Para berandalan merasa kalau Nimi dan Mine sedang mencari masalah, mereka melawan dengan penuh semangat karena melihat kalau Nimi dan Mine adalah perempuan.
Namun ekspektasi tidak sesuai dengan realita, pada berandalan dipukuli habis-habisan oleh Nimi dan Mine sampai tidak berkutik yang membuat mereka bertanya-tanya apa salah mereka.
"Kalian salah karena kalian berandalan, tapi kami berdua tidak memiliki masalah dengan kalian," ucap Nimi dengan nada datar.
Mine memukul wajah pria itu sampai jatuh dan berkata dengan nada dingin, "Jangan bicara omong kosong, kau tidak berhak untuk bertanya."
Nimi berjongkok di depan pria yang terjatuh itu dan bertanya kepadanya, "Katakan, apakah Kota Cronna sedang menghadapi sesuatu?"
Nimi memutuskan untuk bertanya langsung karena ia tahu kalau pada berandalan ini bodoh dan akan sulit menjawab jika pertanyaan yang ia ajukan bertele-tele.
Di sampingnya, Mine berdiri sambil memegang pisau di kedua tangannya sebagai ancaman meskipun mereka tidak akan membunuh para berandalan ini.
"A-aku tidak tahu apa yang kalian maksud! Kota Cronna baik-baik saja selama ini, tidak ada masalah yang terjadi!" teriak pria itu.
"Tidak ada?" Nimi mengerutkan keningnya.
"Hey! Apakah kau berkata dengan jujur?" Mine menatap pria itu dengan tajam sampai membuatnya ketakutan.
"A-aku bersumpah! Tidak ada gunanya aku berkata bohong!" Pria itu berkata dengan nada gemetaran.
"Bagaimana, Mine?" Nimi menoleh ke arah Mine.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku akan mengajukan satu pertanyaan. Hey, apakah kau mengetahui kejadian yang tidak biasa di Kota Cronna belakangan ini?" tanya Mine kepada pria itu.
"Kejadian aneh? Biarkan aku berpikir sebentar." Pria itu memejamkan matanya dan mengingat-ingat apakah ada kejadian aneh di Kota Cronna belakangan ini.
Nimi dan Mine membiarkan pria itu mengingat. Mereka saling menatap dan bisa melihat ketidakberdayaan di mata masing-masing karena tidak menemukan informasi yang berguna.
Sampai, mata mereka segera menyala setelah mendengar ucapan pria itu selanjutnya.
Pria itu membuka matanya dan berkata, "Ada, ada kejadian aneh yang aku sendiri juga merasa sedikit tidak mungkin."
"Katakan!" Nimi dan Mine berkata secara bersamaan yang membuat pria itu terkejut.
"Beberapa waktu belakangan, berita selalu mengatakan hal yang sama, yaitu bahwa satu warga menghilang pada malam hari dan itu terjadi selama lebih dari satu minggu."
"Orang-orang atas sudah menyelidiki hal ini namun masih belum ada petunjuk mengapa satu orang menghilang setiap satu malam."
"Lalu, muncul rumor di masyarakat kalau penyebab orang menghilang saat malam hari adalah karena ada roh jahat yang menculik mereka untuk dijadikan pengorbanan."
"Meskipun tidak ada bukti, namun banyak orang yang mempercayai rumor ini dan sampai sekarang, belum bisa ditemukan alasan mengapa orang menghilang setiap malam."
Pria itu terdiam sebentar untuk menyusun kata-kata yang tepat, kemudian ia memberitahu kejadian aneh di Kota Cronna belakangan ini.
Nimi dan Mine mengerutkan kening mereka karena berpikir kalau ini tidak ada hubungannya dengan krisis yang dikatakan oleh pedagang.
Namun mereka tidak menganggap hal ini enteng karena mereka samar-samar mereka merasakan kalau akan ada sesuatu yang terjadi yang berkaitan dengan informasi rumor aneh ini.
Mereka berdua saling memandang dan mengangguk, Mine mengangkat tangannya dan memukul tengkuk leher pria itu dengan kekuatan yang membuat dia pingsan.
Setelah itu, mereka berdua mencari informasi lain di tempat lain karena masih belum tengah hari.
...----------------...
Di posisi Julian yang sedang makan makanan ringan di pinggir jalan sambil mendengarkan obrolan orang-orang di belakangnya.
"Undead?" Julian mengerutkan keningnya setelah mendengar informasi yang aneh dari orang-orang di belakangnya.
Mereka mengatakan kalau ada Lich yang sedang mengawasi Kota Cronna dan membuat Undead untuk bersiap menyerang kota ini.
"Apa pun itu, mari fokus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Lalu infomasi tersebut akan dipilah saat berkumpul nanti siang," batin Julian.
__ADS_1
Ia menghabiskan makanannya dan segera membayar. Kemudian ia pergi ke tempat lain sambil mendengarkan obrolan-obrolan yang sedang dibicarakan orang-orang di sekitar.