Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Bertempur dengan Iblis yang keluar dari Gerbang Iblis


__ADS_3

Meskipun Hadden dan prajurit lainnya terkejut, mereka tahu prioritas saat ini yaitu mengalahkan iblis-iblis yang keluar dari Gerbang Iblis.


Iblis yang keluar bukanlah iblis yang kuat, melainkan iblis yang cukup lemah. Namun jumlahnya sangat banyak yang membuat mereka sedikit kesulitan.


Apalagi iblis-iblis ini memiliki penampilan yang beragam. Ada yang memiliki empat kaki, dua sayap, tiga mata, tanpa mata, ekor, dan masih banyak lagi penampilan aneh lainnya.


Hadden langsung mengayunkan pedang besarnya secara horizontal ke depan menggunakan kekuatan petirnya yang berbeda dengan Karina yang berwana emas, petir Hadden berwarna biru muda.


Satu ayunan pedang Hadden langsung membunuh puluhan iblis. Mungkin bisa lebih jika ada lebih banyak iblis yang berada di dekat Hadden.


Karina juga tidak ingin kalah dari ayahnya. Ia menembakkan bola petir berwarna emas yang ukurannya besar dan membuat ledakan dahsyat saat menyerang iblis di depannya.


Para prajurit lain juga membunuh iblis dengan mudah karena mereka bekerja sama agar lebih cepat dan juga lebih efisien dibandingkan dengan membunuh secara sendiri-sendiri.


"Roar!!!" Julian meraung dengan keras sebelum dirinya berlari ke arah iblis-iblis.


Julian langsung menabrak iblis di depannya tanpa memikirkan apa yang ia tabrak. Kemudian ia menggunakan ekornya untuk menyapu iblis di sampingnya.


Serangan Julian sangatlah berat dan langsung membuat iblis-iblis yang terkena serangannya mati karena mereka terlalu lemah dan Julian terlalu kuat.


"Fire Breath." Julian menghembuskan napas api yang sangat panas yang membakar iblis dan pohon di depannya.


"Wind Blade." Julian menggerakkan ekornya dengan cepat dan menggunakan sihir angin untuk membuat banyak sekali bilah angin yang tajam yang memotong-motong iblis di depannya.


Dua mantra sihir yang digunakan oleh Julian adalah mantra sihir yang sederhana namun kekuatannya sudah berada di level lain karena dia memahami mantra sihir tersebut sampai hampir sempurna.


Bahkan dengan mantra sihir yang sederhana bisa dijadikan senjata yang sangat kuat jika orang yang menggunakannya memahami mantra sihir tersebut dengan baik.


"Julian! Kau bertambah kuat!" teriak Karina dengan kagum karena ia bisa merasakan kalau Julian lebih mahir dalam menggunakan sihir.

__ADS_1


"Tentu saja. Bagaimana bisa aku tidak berkembang?" jawab Julian sambil menggigit iblis di depannya.


"Aku juga tidak akan kalah! Lightning Stream." Karina membuka kedua telapak tangannya dan melancarkan aliran petir ke arah iblis-iblis tersebut.


Dan serangan petir kali ini terus merambat ke arah iblis lain di sekitarnya dengan cepat yang membuat dirinya langsung membunuh puluhan iblis hanya dengan satu mantra sihir.


"Hm? Sepertinya aku belum pernah melihat mantra sihir itu. Apakah dia belajar mantra sihir lain? Apapun itu, sangat bagus karena dia belajar mantra sihir yang kuat," pikir Hadden.


Hadden melompat dengan tinggi sambil mengangkat pedang besarnya dengan dua tangan. Kemudian ia mengaliri pedang besarnya dengan petir dan membantingnya ke tanah.


"Divine Lightning Strike." Serangan itu langsung membuat ledakan besar yang membunuh ratusan iblis di bawahnya sampai membuat lubang yang dalam.


"Paman! Bukankah kau sendiri yang berkata untuk tidak menghancurkan sekitar!" teriak Julian yang tidak bisa berkata-kata dengan dampak serangan Hadden.


"Itu khusus untukmu nak. Untukku bebas ingin berbuat apa," balas Hadden sambil tertawa dengan puas.


"..." Julian terlalu malas untuk membalas ucapan Hadden.


"Ice Field." Muncul es berwarna biru di bawah kaki Julian kemudian menyebar ke sekitarnya yang membuat iblis-iblis tidak bisa bergerak karena setengah tubuh mereka dibekukan.


"Aku pinjam sihirmu, Olivia. Ice Spear." Julian membuat banyak sekali tombak es dan melancarkannya ke arah iblis-iblis yang dibekukan.


Namun berbeda dengan sihir Olivia yang hanya melancarkan tombak es, Julian bisa mengendalikan tombak esnya menggunakan mana setelah dilancarkan.


Tujuan Julian melakukan hal itu adalah karena ia terlalu malas untuk membuat tombak es lagi setelah digunakan. Oleh karena itu ia berpikir untuk mengendalikan tombak es dengan mana dan itu berhasil karena kontrol mana Julian memang sudah mahir.


Hampir dari setengah jumlah iblis dibunuh oleh Julian yang membuat para prajurit memandang Julian dengan tatapan hormat dan kagum karena ia sangat hebat diusianya yang masih muda.


Karina juga gembira karena Julian bertambah kuat. Ia lebih menyukai seseorang yang bisa mengendalikan kekuatannya dengan maksimal dibandingkan dengan orang yang hanya kuat namun tidak bisa mengendalikan kekuatannya.

__ADS_1


Hadden mengangkat alisnya karena tidak menyangka kalau Julian terlalu kuat. Ia berpikir kalau Julian adalah anak muda yang paling kuat yang pernah ia lihat.


"Lightning Serpent." Hadden menancapkan pedang besarnya ke tanah kemudian membuat banyak sekali ular dari elemen petir yang menyerang Iblis-iblis di sekitar.


"Lightning Explosion." Karina melempar beberapa bola petir kecil namun saat menyentuh iblis, bola petir tersebut meledak dengan sangat dahsyat.


...----------------...


Setelah setengah jam, pertempuran melawan iblis-iblis yang keluar dari Gerbang Iblis telah usai. Meskipun tidak bisa dikatakan sebagai pertempuran karena iblis-iblis tidak bisa mendaratkan serangan kepada mereka.


Gerbang Iblis tertutup yang membuat jumlah iblis berkurang dengan drastis. Hadden adalah orang yang membunuh iblis terakhir dan berteriak kalau masalah telah selesai.


Hadden memandang para prajurit dan melihat kalau tidak ada yang terluka. Memang ada, tapi itu hanyalah luka goresan, bahkan tidak dikategorikan sebagai luka ringan.


Mereka kemudian naik ke atas kereta kuda terbuka dan kembali ke dalam kota dan Hadden akan melaporkan hal ini kepada Rolant.


"Ngomong-ngomong Ayah, mengapa Ayah ada di sana? Bukankah iblis yang keluar sangat lemah dan Ayah tidak perlu turun tangan?" tanya Karina yang penasaran.


Julian juga penasaran karena ia bisa melihat kalau Hadden bisa mengalahkan semua iblis yang keluar seorang diri dengan mudah tanpa bantuan prajurit lain.


"Ah itu. Hanya kebetulan karena Ayah dan prajurit lain sedang berlatih. Lalu Ayah memanggilmu agar kau memiliki pengalaman," jawab Hadden.


Mereka kemudian berbincang-bincang terutama Hadden yang mengajukan banyak pertanyaan kepada Julian sama seperti Marie.


Julian juga mengetahui kalau Hadden ternyata sangat baik hati dan berbicara dengan mudah yang membuat dirinya juga bisa menjawab pertanyaannya dengan lancar.


Bahkan dirinya mengira kalau ia sedang berbicara dengan ayah mertuanya karena sikap Hadden yang terlalu baik kepadanya yang membuat Karina tidak bisa berkata-kata.


Mereka berbincang-bincang sampai mereka sampai di Kota Cruya. Hadden mengucapkan sampai jumpa karena dia akan pergi ke istana dan melaporkan kejadian hari ini kepada Rolant.

__ADS_1


Sementara itu, Julian dan Karina kembali ke kediamannya dan masuk ke dalam kamarnya lagi. Kemudian Karina langsung bertanya apa yang dimaksud dengan 'sekarat' oleh Julian tadi.


Julian langsung menjelaskannya karena ia tidak menyangka kalau Karina akan langsung bertanya setelah mereka berdua sampai.


__ADS_2