
"Search." Julian menggunakan sihir yang konsep nya sama seperti sebuah radar dengan tubuh Julian sebagai pusat nya.
Ia berpikir untuk menggunakan konsep di bumi sebagai referensi sihir dan ternyata itu berhasil dan dapat digunakan dengan baik.
Di dunia ini, ada beberapa mantra sihir yang tidak menggunakan unsur elemen dalam penggunaan nya.
Contoh saja mantra sihir search yang baru saja digunakan oleh Julian yang berguna untuk mendeteksi lingkungan sekitar.
Namun, bukan berarti kalau semua orang bisa menggunakan matra sihir tanpa elemen.
Karena setiap mantra sihir entah itu yang berelemen atau tidak, tetap dibutuhkan pemahaman untuk menggunakan nya.
"Ada jalan bercabang di depan, jalur kanan memiliki beberapa Monster Ulat dan jalur kiri sama tetapi ada tanda-tanda kehidupan." Ucap Julian.
"Lalu, haruskah kita pergi ke jalur kiri, Master?" Claire bertanya.
"Ya, kita tidak bisa mengabaikan orang-orang. Mungkin saja mereka sedang dalam bahaya karena aku merasakan kalau mereka tidak bergerak." Julian berjalan ke arah jalur kiri diikuti oleh Claire.
Setelah berjalan menyusuri lorong selama beberapa menit, mereka menemukan kalau di depan mereka ada ruangan yang dipenuhi dengan sutra ulat.
Dan di pinggir ruangan tersebut terdapat sesuatu yang mirip dengan kepompong dan dengan mata dinosaurus nya, Julian bisa tahu kalau di dalam sana ada manusia.
"Claire, potong beberapa kepompong disana karena didalam nya terdapat manusia yang masih hidup. Lalu sembuhkan mereka dengan sihir mu." Julian memberikan Claire perintah.
"Baik, Master!" Claire mengangguk dengan serius.
"Appraisal." Julian menggunakan appraisal ke arah Monster Ulat.
[ Monster Ulat
HP : 100%
MP : 100%
level kekuatan : 3
level mana : 3 ]
"Kekuatan dan mana nya termasuk rendah. Namun yang sulit itu ketahanan kulit nya ya..." Julian berpikir sejenak.
Julian mulai bertransformasi, namun kali ini Julian memutuskan untuk tidak mengubah seluruh tubuh nya melainkan hanya sebagian saja.
Ia menumbuhkan ekor yang sangat panjang dari tulang punggung nya yang berasal dari ekor dinosaurus Seismosaurus.
Lalu Julian menumbuhkan kuku yang sedikit panjang namun sangat tajam di kedua tangan nya. Sekarang, Julian sedang dalam mode hibrida.
Ia maju ke arah para Monster Ulat dan menggunakan cakar nya untuk menyerang mereka sambil mengamati apakah cakar nya bisa menembus kulit Monster Ulat.
__ADS_1
"Kiekkk!!" Monster Ular berteriak dan mengeluarkan suara yang melengking.
Itu karena kulit mereka yang terkena serangan cakar Julian terluka dan mengeluarkan banyak darah berwarna hijau dari luka tersebut.
"Berhasil!" Julian tersenyum.
Ia datang ke Monster Ulat terdekat lalu mencakar nya dengan terus-menerus sampai Monster Ulat itu mati mengenaskan.
Kemudian ia menggunakan ekor panjang nya untuk mengambil Monster Ulat lain dan membawa nya ke dekat nya lalu ia serang.
Setelah membuang Monster Ulat yang lain, Julian menggunakan ekor nya lagi dan kali ini ia menusuk Monster Ulat dengan ujung ekor nya.
Claire yang berada di sisi lain melihat kalau itu bukanlah pertarungan melainkan pembantaian sepihak oleh Master nya.
"Dimana ini?" Seorang pria keluar dari kepompong yang baru saja Claire potong.
Kemudian manusia lain nya juga keluar satu per satu dari kepompong. Jika di total, ada sekitar 20 orang lebih yah terjebak di kepompong.
"Ha-halo semuanya, aku sudah mengeluarkan kalian dari kepompong ini. Master ku sedang bertarung melawan para Monster disana." Claire berbicara dengan gugup.
"Hah!? Budak!?" Seorang pria yang memakai pakaian mewah memasang tampang wajah jijik.
"!!" Claire menjadi takut karena ia selalu hidup dengan melihat tampang wajah seperti itu.
"Berhenti, meskipun dia seorang budak. Dia lah yang menyelamatkan kita, apakah kau mau mati disini?" Seorang wanita dewasa berdiri di depan Claire.
Wanita itu sangatlah cantik dengan rambut pendek sebahu dan memakai pakaian yang sederhana namun jika dilihat dengan seksama, pakaian nya sangat berkualitas.
"Kau mau mati?" Julian datang dan menodongkan pistol mana ke kepala pria mewah.
"!!" Semua orang terkejut dengan kedatangan Julian yang tiba-tiba padahal mereka melihat kalau Julian tadi masih bertarung melawan Monster Ulat.
"Master!!" Claire berteriak senang.
"Sepertinya kau sudah menyadari posisi mu sekarang. Kalau kalian semua tidak mau mati disini, ikuti aku." Julian menyimpan kembali pistol mana nya dan berjalan menuju lorong lain.
[ Karina Largus
HO : 100%
MP : 40%
level kekuatan : 6
level mana : 7 ]
"Hm? Wanita ini sangat kuat, apakah dia berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang? Tapi, jika dia sekuat itu mengapa tidak membebaskan diri?"
"Eh, saat aku datang, orang yang baru keluar dari kepompong namanya merasakan pusing. Itu berarti mereka dalam keadaan tidak sadar saat di dalam kepompong."
__ADS_1
Julia berpikir banyak hal mengenai kepompong itu namun ia menggeleng-gelengkan kepala nya mengesampingkan semua nya.
"Ngomong-ngomong, terimakasih karena telah membela Claire. Aku Julian." Julian berterimakasih kepada Karina.
"Tidak apa-apa, aku juga tidak menyukai orang yang seperti itu. Aku Karina." Karina mengangguk.
"Dia tidak memperkenalkan nama keluarga nya, itu berarti keluarga nya memang merupakan bangsawan terpandang." Pikir Julian.
Mereka semua mengikuti Julian yang dapat dengan mudah mendeteksi jalan yang penuh dengan jebakan dan menetralisir jebakan nya.
Kemudian, mereka sampai di sebuah ruangan yang luas dan juga kosong. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa kayu tua yang sepertinya bekas bangunan.
Julian memutuskan untuk beristirahat di ruangan ini karena ia melihat kalau orang-orang sudah kelelahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Sepertinya saat mereka terjebak di dalam kepompong, mana mereka terserap yang membuat mereka saat ini sedang kelelahan.
Ada beberapa orang yang memiliki cincin penyimpanan dan mulai beristirahat setelah menaruh kain di atas lantai batu yang keras.
Kemudian, hanya tersisa Julian dan Karina yang masih terjaga. Sedangkan Claire sudah beristirahat karena telah menggunakan banyak MP untuk menyembuhkan orang-orang yang terluka.
Meskipun level mana Claire adalah 7, ini adalah pertama kalinya ia menggunakan mantra sihir setelah sekian lama tidak menggunakan nya.
Oleh karena itu Claire menjadi tidak terbiasa dan cepat lelah meskipun baru saja menggunakan beberapa mantra sihir sederhana.
"Kalau boleh tahu, kekuatan apa yang kau punya? Aku melihat kalau kau tadi bertarung dengan penampilan yang sedikit aneh." Karina memiringkan kepala nya.
"Hm? Yah, singkat nya aku memiliki kekuatan yang bisa mengubah wujudku menjadi monster." Julian menjawab nya dengan singkat namun jelas.
"Jadi begitu ya, itu kekuatan yang sangat kuat. Aku mungkin bisa mengalahkan semua ulat itu seroang diri tapi tidak akan secepat dirimu." Karina paham dengan kekuatan Julian.
"Apakah kau disini untuk iblis gurita itu?" Julian mengeluarkan daging kering dari inventory nya dan membagikan nya kepada Karina.
"Terimakasih. Tidak, aku ke Labirin Ulat hanya karena tubu ku kaku dan butuh digerakkan. Lalu dirimu bagaimana?" Karina menerima daging kering dan menjawab pertanyaan Julian.
"Kalau aku, aku penasaran dengan Labirin ini dan pergi ke sini dengan Claire yang baru saja aku beli." Julian menunjuk ke arah Claire yang sedang tidur.
"Sepertinya kau memiliki mata yang bagus ya. Aku lihat kalau Claire ini memiliki potensi yang besar." Karina mengedipkan matanya.
"Haha, kau benar. Claire sangatlah berbakat." Julian tertawa kecil.
Setelah berbincang-bincang sebentar sambil menghabiskan daging kering nya, Karina kemudian beristirahat dan tidur karena sudah lelah.
Sedangkan Julian, ia berjaga-jaga dan karena ia masih memiliki banyak sekali stamina karena tubuh nya sudah ditingkatkan.
Ia mengambil beberapa kayu yang berserakan di sekitar ruangan dan mengumpulkan nya di tempat ia duduk sebelumnya.
"Sparks." Julian menggunakan mantra sihir yang bisa mengeluarkan percikan api.
Percikan api nya membakar kayu-kayu kering yang sudah dikumpulkan dan menjadikan nya api unggun untuk menghangatkan tubuh.
__ADS_1
"Hari ketiga di dunia fantasi dan malah ada kejadian seperti ini. Namun kuras tidak apa-apa karena aku bisa merasakan ciri khas dunia fantasi, hahaha." Julian tertawa kecil.