Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Desa Demi-Human Kadal, Desa Green Swamp


__ADS_3

"Di dalam beberapa kotak kayu di depan kalian adalah bibit-bibit tumbuhan dan beberapa makanan. Kalian bawa semua ini ke rawa-rawa tempat yang lain berkumpul di sana."


"Lalu berikan kotak berisi makanan kepada warga wanita agar mereka bisa menyiapkan makanan saat kita beristirahat nanti."


"Dan berikan kotak berisi bibit-bibit tumbuhan kepada mereka yang akan bekerja untuk menanamnya, apakah kalian mengerti?"


Julian menunjuk ke arah beberapa kotak kayu yang ada di dalam kereta kudanya dan memberitahu kepada demi-human kadal di depannya.


"Kami mengerti!" Gael dan yang lain mengangguk.


Julian menganggukkan kepalanya dan berkata, "Bagus, bawa semua kotaknya dan ayo mulai bekerja!"


Julian membawa dua kotak kayu di tangannya dan dia bersama dengan yang lain segera berkumpul dengan Claire dan Dace.


Kemudian mereka mengikuti instruksi Claire bagaimana cara menanam bibit-bibit tumbuhan dengan benar tanpa merusaknya.


Julian menyerahkan urusan itu kepada Claire karena dirinya tidak mengerti soal pertanian karena sebelumnya ia juga tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal tersebut.


"Tuan Julian, aku tahu kalau ini adalah rekonstruksi desa untuk jangka panjang, tapi apakah kau memiliki ide agar kami bisa berdagang dengan cepat?" tanya Dace yang menghampiri Julian.


Julian menyentuh dagunya dan berkata, "Hm, ayo kita bicarakan di tempat lain." Julian berjalan ke area yang lebih sepi diikuti oleh Dace.


Julian mulia menjelaskan, "Disekitar sini, tidak ada sesuatu yang bisa menghasilkan banyak keuntungan. Jadi, mari kita incar keuntungan kecil terlebih dahulu."


Dace paham dan berkata, "Baik, aku juga tahu kalau kami tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk dijual."


Julian mulai memberitahu ide-idenya agar demi-human kadal bisa berdagang sekarang meskipun hanya mendapat keuntungan kecil.


Pertama, Julian menyarankan Dace untuk mencari ikan-ikan yang berpenampilan menarik dan menjualnya di Kota Coramon.


Meskipun Kota Coramon adalah kota pelabuhan yang ada di dekat laut, kebanyakan ikan disana adalah ikan untuk dimakan, sangat jarang menemukan ikan hias dengan penampilan yang menarik.


Kedua, Julian menyarankan Dace untuk membuat sebuah ukiran atau pahatan dari kayu dan menjualnya di Kota Coramon karena di sekitar desa terdapat banyak pohon karena ini merupakan area hutan.


Meskipun hanya sebuah ukiran atau pahatan sederhana, yang penting bisa menghasilkan keuntungan meskipun hanya keuntungan kecil.


Lalu yang ketiga ini bukankah berdagang, melainkan menampilkan sebuah pertunjukan jalanan di Kota Coramon sama seperti penyanyi atau pertunjukan boneka yang dilihat oleh Julian bersama dengan Karina saat itu.

__ADS_1


Julian memberikan saran yang bisa dilakukan oleh para demi-human kadal untuk mendapatkan uang dalam situasi yang sekarang.


Jika masalah ini, Julian bisa memberi saran yang berguna karena di bumi dulu, jurusan universitas yang ia ambil adalah ekonomi bisnis.


"Terima kasih Tuan! Aku sangat menyukai ketiga ide yang Tuan berikan, apalagi menjual ikan-ikan hias itu!" Dace berkata dengan nada gembira.


Julian tersenyum dan berkata, "Tidak masalah, mau sekecil apapun pekerjaannya, kau harus melakukannya dengan sungguh-sungguh."


Lalu ia menambahkan, "Alasan mengapa kau ingin bekerja tidaklah penting saat ini. Adalah hal yang bagus kalau kau sudah termotivasi."


Dace menghembuskan napas dan berkata, "Tuan Julian, aku selalu kagum dengan kata-kata yang kau ucapkan itu."


Julian tertawa dan membalas, "Terima kasih kalau begitu."


...----------------...


Julian dan yang lain membantu desa demi-human kadal selama tiga hari. Selain menanam tumbuhan, Dave juga sudah melakukan dua hal yang disarankan oleh Julian yaitu mencari ikan hias dan membuat ukiran atau pahatan kayu.


Tidak ada warga desa yang tidak bekerja, bahkan anak-anak sekalipun membantu orang dewasa beberapa hal ringan.


Meskipun mereka masih polos, anak-anak tahu kalau orang dewasa sedang melakukan hal yang baik untuk masa depan desa, oleh karena itu mereka membantunya.


Seperti ada demi-human kadal yang berotot yang bisa menebang pohon hanya dengan beberapa kali tebangan karena ototnya yang kuat.


Ada demi-human kadal yang memiliki tangan yang ringan yang membuat dirinya bisa membuat ukiran kayu dengan lancar.


Ada juga demi-human kadal wanita yang bisa membuat masakan lezat meskipun hanya dengan bahan-bahan yang sederhana.


Selain tiga diatas, masih banyak lagi demi-human kadal yang mulai menunjukkan bakat mereka yang berguna dalam rekonstruksi desa ini.


"Hal yang bagus bahwa mereka bisa menemukan bakat mereka saat melakukan kegiatan yang membahagiakan ini," batin Julian.


Dirinya saat ini sedang bersama Claire dan kedua demi-human di dalam kereta kuda karena mereka akan pergi dari desa ini.


"Tuan Julian! Nona Claire! Nona Nimi! Nona Mine! Terima kasih banyak atas bantuan kalian!" Dace berteriak dan membungkukkan badannya diikuti oleh warga desa yang lain.


Tambahan informasi, meskipun Nimi dan Mine tidak pintar, mereka bisa mengajari demi-human kadal yang kuat mengenai pertarungan.

__ADS_1


Mereka berdua juga memberitahu pengetahuan mengenai cara berburu binatang dan monster serta cara membuat jebakan yang ampuh.


Julian tersenyum dan berkata, "Sama-sama, jaga diri kalian!"


Dace maju selangkah dan bertanya, "Tuan! Sebelum pergi, bisakah tuan memberi desa ini nama?"


Julian menyentuh dagunya dan menjawab, "Nama ya, kalau begitu aku akan memberi desa ini nama Green Swamp gang memiliki arti Rawa Hijau."


"Meskipun sederhana, tapi aku memilih nama ini agar desa kalian tumbuh hijau berkat tumbuhan yang sudah kalian tanam di rawa-rawa sekitar desa."


"Green Swamp! Semuanya! Mulai saat ini, desa ini akan dinamakan Desa Green Swamp!" teriak Dace.


"Ohh!!" semua warga desa berteriak dengan penuh semangat.


Julian tersenyum melihat semangat mereka dan berkata, "Lalu pesan terakhir dariku, tolonglah demi-human yang lain jika kalian menemukan mereka yang sedang membutuhkan pertolongannya. Jangan menjadi tinggi hati karena kalian mendapatkan pertolongan dariku."


Dace mengangguk dengan serius dan menepuk dadanya, "Jangan khawatir, Tuan! Kami akan menolong demi-human lain yang sedang membutuhkan pertolongan!"


"Bagus, karena sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, maka, aku pergi!" ucap Julian.


Kedua kuda Julian paham dengan ucapan Julian dan berjalan menarik kereta kuda menuju keluar dari wilayah desa demi-human kadal.


"Sampai jumpa!" semua warga desa melambai-lambaikan tangan mereka.


Claire dan kedua demi-human juga melambai-lambaikan tangan mereka namun tidak dengan Julian karena dia sedang mengemudi.


"Roar!!!" Decha meraung dengan keras sebagai teriakan perpisahan.


"Tuan, entah mengapa hatiku terasa tenang..." Claire tersenyum.


"Aku juga!" Nimi dan Mine berkata secara bersamaan.


Julian tersenyum tulus dan berkata, "Begitukah? Yah, itu karena kalian juga pernah berada di posisi yang sama seperti mereka dan ditolong olehku."


"Benar, aku berterima kasih padamu, Master!" Claire memeluk Julian dari belakang.


"Itu curang! Aku juga ingin memeluk Master!" Nimi memeluk Julian dari sebelah kiri.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku!" Mine memeluk Julian dari sebelah kanan.


"Yah, kurasa ini adalah hari yang bahagia," batin Julian yang merasakan kelembutan dari belakang dan sampingnya.


__ADS_2