Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Bukti Tertulis Rencana Pemberontakan


__ADS_3

"Lightning Field." Karina berjongkok dan menaruh kedua telapak tangannya ditanah. Kemudian, ia menggunakan serangan mantra sihir area.


Petir emas muncul dari kedua tangan Karina dan merambat ketanah disekitarnya. Para penjaga dalam radius 10 meter langsung pingsan seketika saat terkena petir emas Karina.


"Nimi! Mine! Aku serahkan sisanya kepada kalian!" Karina berteriak kepada Nimi dan Mine yang sedang bertarung.


"Ya!" Nimi dan Mine membalas.


Karina memanfaatkan situasi dimana para penjaga yang sedang pingsan dan langsung memasuki mansion sambil menghindari serangan penjaga lain.


"Satu orang masuk kedalam mansion! Kejar dia!" Salah satu penjaga berteriak.


Rekan-rekannya yang mendengar teriakan itu langsung menghentikan serangan mereka dan masuk kedalam mansion mengejar Karina.


"Tidak akan kubiarkan!" Nimi melompat tinggi.


Ia mengumpulkan banyak mana dikedua tangannya saat diudara. Kemudian, ia menghantam tanah dengan keras yang membuat sebuah lubang besar yang menghalangi para penjaga yang akan masuk.


Mine memanfaatkan asap tebal yang muncul karena dampak hantamannya untuk menyerang para penjaga yang lengah.


Nimi juga ikut bertarung membantu Mine melawan penjaga karena asap tebal membantu dirinya yang ahli dalam serangan diam-diam.


...----------------...


Situasi di pihak Karina.


"Terakhir kali aku bersama mereka adalah diarea sekitar kamarku. Semoga saya mereka masih ada disana, jika tidak, aku akan kerepotan mencarinya," batin Karina.


Karina terus berlari menyusuri lorong yang berkelok-kelok dan banyak anak tangga karena Mansion Malone ini sangat luas bahkan lebih luas daripada Mansion Mollon.


Mansion Mollon memang luas namun yang halamannya lah yang sangat luas sedangkan Mansion Malone adalah kebalikannya dimana bangunan mansion nya yang luas dan halaman yang jauh lebih kecil.


"Dia penyusupnya!" Tiba-tiba saja seorang penjaga muncul dan berteriak yang membuat rekan-rekannya datang.


"Lightning Stream." Karina menggunakan mantra sihir elemen petir yang keluar dari kakinya dan merambat kelantai yang menyebabkan aliran-aliran petir berwarna emas.


Mantra sihir ini bukan untuk membuat target pingsan atau mati melainkan hanya untuk membuat otot-otot target kaku yang mengakibat target tidak bisa bergerak selama beberapa saat.


Karina mengepalkan tangannya dan meninju perut para penjaga dengan keras sampai mereka pingsan karena ia menyelimuti tangannya dengan aliran mana.


Kemudian perjalanan selanjutnya berjalan dengan mulus karena Karina tidak melihat satupun penjaga atau pelayan yang berjaga.


Karina sampai dilantai tiga mansion dan sekarang ia sedang berada area sekitar kamarnya saat ia masih disini beberapa hari sebelumnya.


Karina menendang pintu diarea itu satu per satu dan saat ia menendang pintu ruangan keempat, ia melihat pengawal dan pelayannya berada diruangan tersebut.


"Kalian!" Karina berteriak dengan gembira.


"Nona muda!" Pengawal dan pelayan langsung berteriak saat melihat kalau yang datang adalah Karina, nona muda mereka.


Keadaan pengawal dan pelayan Karina saat ini sedang dalam kondisi terikat. Mereka tidak bisa membebaskan diri karena yang mengikat mereka adalah tali yang dialiri dengan mana.

__ADS_1


"Nona Karina! Bagaimana bisa anda sampai disini!?" Salah satu pelayan berteriak dengan khawatir.


"Nanti saja penjelasannya, kita harus pergi dari sini secepatnya. Tolong tahan sebentar." Karina menyentuh tali yang mengikat salah satu penjaga dan mengeluarkan mantra sihir elemen petir untuk menghancurkan talinya.


"Ugh!" Penjaga itu merasa sedikit sakit karena tubuhnya terkena aliran petir namun itu bukan masalah besar.


Kemudian Karina melakukan hal yang sama kepada semua pengawal dan pelayan dan akhira mereka semua terbebas dari ikatan tali.


"Dimana senjata kalian?" Karina bertanya kepada para pengawalnya.


"Sepertinya senjata kami berada diruangan sebelah," ucap salah satu penjaga.


"Bagus, ayo kita ambil." Karina mengangguk dan pergi keruangan sebelah diikuti oleh para pengawal dan pelayannya.


Ternyata benar bahwa senjata para pengawal berada diruangan sebelah. Para pengawal langsung mengambil senjata mereka masing-masing.


Bahkan ada beberapa pelayan yang menggunakan senjata berupa pisau pendek karena mereka dilatih untuk dua pekerjaan yaitu pelayan dan pengawal rahasia.


"Semuanya sudah selesai. Ayo kita keluar dari sini dan jangan sampai wajah kalian terlihat karena saat ini aku dan rekanku sedang menyerang mansion ini dengan penyamaran," ucap Karina.


"Baik, Nona" Pengawal dan pelayan Karina mengangguk.


Karina menuntun mereka untuk keluar dari Mansion Malone. Mereka menuruni anak tangga dan sampai di pintu belakang mansion.


Dua orang pengawal membuka pintu dan mengamati situasi diluar, setelah dirasa aman, mereka langsung keluar dari mansion.


Karina menuntun mereka ke sebuah lokasi berupa bangunan kosong sedikit jauh dari mansion dan ia pergi menuju atap bangunan.


"Lightning Ball." Karina mengangkat tangan kanannya keatas dan menggunakan mantra sihir elemen petir yang mengeluarkan sebuah bola petir berwarna emas.


...----------------...


"!!" Nimi dan Mine melihat kearah bola petir yang meledak.


"Bagus! Nimi! Mari kita bertahan sedikit lebih lama lagi!" Mine berteriak.


"Ya!" balas Nimi.


Ledakan bola petir tadi adalah tanda kalau Karina berhasil membawa pengawal dan pelayan mereka kelokasi yang sudah ditentukan.


Kemudian, jika ada ledakan bola petir kedua, maka itu berarti Pasukan Mollon sudah pergi dari mansion setelah menyelesaikan tugas mereka.


Sekarang, Nimi dan Mine tinggal menunggu sedikit lebih lama lagi sampai ledakan bola petir kedua terjadi.


...----------------...


Dipihak Pasukan Mollon.


Mereka saat ini sedang berada diruang bawah tanah mansion yang dipakai sebagai tempat menyimpan stok makanan dan anggur.


Meskipun ini adalah tempat penyimpanan makanan, mereka tetap mencari bukti tertulis disini sampai ke sudut-sudut ruangan.

__ADS_1


"Kapten! Aku menemukan pintu kecil ditanah!" Seroang prajurit muda berteriak.


Ada sebuah pintu kecil ditanah yang sebelumnya ditutupi oleh kotak-kotak anggur. Prajurit muda itu kebetulan menemukannya setelah memindahkan kotak-kotak anggur.


"Apa? Cepat buka!" Seorang prajurit tua yang sepertinya adalah kapten pasukan menyuruh prajurit muda membuka pintu kecil.


Prajurit muda itu mengangguk dan membuka pintu kecil ditanah. Kemudian, setelah dibuka, terdapat sebuah lubang yang hanya sedalam setengah meter.


Isi dari lubang tersebut adalah sebuah gulungan permanen yang diikat dengan tali merah dan sebuah botol kecil yang berisi cairan berwarna merah.


Prajurit muda itu mengambil kedua bawang dan menyerahkannya kepada kapten pasukan.


"Ini adalah buktinya!" Kapten pasukan berteriak dengan gembira setelah memeriksa gulungan perkamen.


Isi dari gulungan perkamen tersebut adalah seperti sebuah dokumen dimana ada banyak sekali tulisan-tulisan dan ada dua tanda tangan dan tiga stempel berwarna merah.


Meskipun kapten penjaga tidak membaca semua tulisannya, ia melihat kalau dua tanda tangan adalah milik Roman Malone dan Sika.


Ia menggulung perkamen itu kembali dan mengikatnya dengan tali merah. Kemudian ia memeriksa botol berisi cairan merah namun ia tidak bisa mengetahui apa cairan itu.


Kapten pasukan tidak berpikir terlalu banyak, sekarang karena bukti tertulis sudah ditemukan, ia menyimpan kedua barang disebuah kotak.


"Karena bukti tertulis sudah ditemukan, kita pergi dari sini!" Kapten pasukan memberikan instruksi kepada prajurit lain.


"Baik, Kapten!" Para prajurit mengangguk.


Mereka segera keluar dari mansion dan pergi ke bangunan kosong yang sama dengan Karina. Setelah bertemu dengan Karina, Kapten pasukan memberikan kotak berisi dua barang tadi.


"Ini kah? Bagus, aku akan memberitahu mereka berdua." Karina menyimpan kotak kedalam cincin penyimpanannya dan pergi keatap bangunan.


Kemudian, sama seperti sebelumnya, ia melancarkan bola petir keatas langit dan bola petirnya meledak di udara.


...----------------...


"Bola petir kedua sudah meledak!" Mine berteriak.


"Baik!" balas Nimi.


Mine kemudian menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghantam tanah dibawahnya dengan keras dan membuat asap yang lebih tebal dibandingkan dengan sebelumnya.


Kemudian, mereka berdua memanfaatkan asap tebal yang menghalangi pandangan para penjaga dan pergi dari sana kebangunan kosong.


"Berhasil, ayo langsung kembali ke Mansion Mollon," ucap Karina setelah melihat Nimi dan Mine kembali.


"Hah..Hah..Tolong bantu aku." Mine terengah-engah karena barusan ia menggunakan seluruh mana yang tersisa untuk membuat ledakan besar.


"Dua pelayan, bantu Mine." Karina langsung memerintahkan dua pelayan wanita untuk membantu Mine yang hampir terjatuh karena kelelahan.


"Nimi, apaka kau membutuhkan bantuan?" tanya Karina.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja." Nimi menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang, ayo kita kembali!" ucap Karina.


Mereka semua kemudian meninggalkan bangunan kosong itu dan lebih menuju Mansion Mollon.


__ADS_2