Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Orobas yang Berbuat Hal Licik saat Bertarung


__ADS_3

"Bagus! Ayo kita saling membunuh!" Orobas menyeringai karena bersemangat.


Ia mengeluarkan lebih banyak mana dan membuat tornado angin atau lebih tepatnya tornado pasir karena banyak pasir yang diangkat dengan angin.


Tornado pasir ini sangatlah dashyat dengan ukuran yang sangat besar dan membuat banyak pasir berterbangan ke mana-mana.


"Seperti yang diharapkan dari jenderal iblis, memiliki banyak sekali mana di dalam tubuh mereka. Apalagi mana itu adalah mana gelap milik iblis yang sifatnya sangat merusak," pikir Julian.


Kemudian aura yang sangat mengerikan keluar dari dalam tornado api menuju ke arah Julian. Julian mengulurkan tangan kanannya dan membuat sebuah penghalang mana.


"Dari tadi aku cukup penasaran, bagaimana bisa kau yang merupakan manusia biasa bisa memiliki banyak sekali mana?" tanya Orobas dari dalam tornado.


Tidak hanya Orobas saja, kelima pahlawan juga penasaran bagaimana bisa Julian memiliki kekuatan yang diluar nalar untuk seorang manusia biasa.


"Mengapa ya? Mungkin karena aku di masa lalu tidak memiliki keberuntungan sama sekali yang membuat aku yang sekarang menjadi beruntung?" Julian tersenyum tipis.


Apa yang dimaksud oleh Julian adalah saat ia di bumi, ia memiliki kehidupan yang sangat menyedihkan meskipun ia memiliki banyak uang.


Kemudian sekarang, berkat bantuan dari Dewa Tertinggi, ia bisa menjalani kehidupan yang ia mau dengan kekuatan yang diberikan oleh Dewa Tertinggi.


"...Sepertinya kau adalah pria yang memiliki cerita ya," ucap Orobas.


Meskipun tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan, tetapi Orobas bisa mengetahui sedikit kalau Julian memiliki masa lalu yang kelam.


Julian tertawa dan berkata, "Hahaha, terima kasih kurasa? Ayo kita mulai pertarungannya."


"Ya, ayo kita mulai!" teriak Orobas.


Tornado pasir menghilang kemudian terlihatlah Orobas yang dalam penampilan lain. Ia masih sama seperti sebelumnya hanya saja tangannya menjadi enam.


Julian juga mulai berubah, ia bertransformasi menjadi mode hibrida. Punggungnya menumbuhkan sayap yang lebar, muncul kulit dinosaurus di kaki dan tangannya sekaligus dengan cakar yang tajam.


Ada dua tanduk di dahinya, gigi-giginya yang menjadi tajam, mata yang berubah warna menjadi kuning keemasan, dan tumbuh ekor yang panjang dari tulang punggungnya.


"Ho? Sepertinya kau menggunakan seluruh kekuatanmu ya," ucap Orobas dengan nada tertarik.


"Begitulah, aku harus membunuhmu," balas Julian.


"Maju!!!" teriak Orobas sambil berlari ke arah Julian dengan sangat cepat.


Tetapi Julian tidak ikut maju, ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menembakkan beberapa meriam mana ke arah Orobas yang sedang berlari.


Orobas mengerutkan keningnya sambil menghindari meriam Julian, "Kau tahu kalau serangan itu tidak akan bisa mengenaiku bukan?"


Julian tidak menjawab karena ia sudah berada di dekat Orobas dan bersiap untuk menyerangnya menggunakan kukunya yang tajam.


Orobas menggunakan dua tangannya untuk menepis serangan Julian kemudian menggenggam kedua tangan Julian.


Kemudian ia menggunakan empat tangannya yang lain untuk memukul Julian. Namun Julian menggerakkan ekornya terlebih dahulu untuk menusuk pinggang Orobas.

__ADS_1


Orobas hampir tertusuk oleh ekor Julian, ia memegangi ekor Julian dengan satu tangannya dan sekarang tersisa tiga tangan yang menganggur.


"Keenam tanganmu sangatlah merepotkan," ucap Julian yang membuka matanya dan menembakkan meriam mana lagi.


"Sial! Apakah kau mau meledakkan kita berdua!?" Orobas mengutuk Julian yang bertindak gila.


Ia segera melepaskan kedua tangan dan ekor Julian kemudian ia terbang menjauh Julian yang sedang menembakkan meriam mana.


"Tidak ada gunanya bertindak hati-hati karena ini adalah pertarungan antar kekuatan," ucap Julian dengan nada tenang.


"Sepertinya aku bertemu dengan manusia yang gila," batin Orobas.


Orobas mengumpulkan banyak mana di dua tangannya, kemudian ia melakukan tepuk tangan satu kali dengan keras yang menghasilkan gelombang mana.


Julian menggunakan sihir yang Mine gunakan dengan membuat pertahanan di kulitnya kemudian ia berlari ke arah Orobas.


Orobas mengangkat alisnya melihat Julian tidak terkena dampak dari gelombang mana dengan menggunakan teknik yang sama dengan apa yang digunakan oleh demi-human anjing tadi.


"Sepertinya manusia ini bisa menggunakan sihir yang sama dengan para budaknya?" pikir Orobas.


Orobas mengepakkan kedua sayapnya kemudian ia terbang dengan cepat sampai-sampai Julian gimana bisa mengikuti kecepatannya untuk sementara waktu.


"Di mana dia?" Julian melihat ke segala arah.


Kemudian Orobas muncul di belakangnya, Julian berbalik dan melihat Orobas akan memukulnya dengan empat tangan.


Julian segera menyilangkan kedua tangannya di depan dada karena sudah terlambat untuk membuat penghalang mana.


Orobas memukul Julian dengan sangat keras yang membuat kedua tangan Julian mati rasa dan dia terhempas jauh.


Julian tidak diberikan kesempatan untuk menyerang karena Orobas mengejarnya saat masih terhempas. Orobas menggunakan keenam tangannya untuk memukul Julian secara bertubi-tubi.


Orobas memukul Julian sambil tertawa terbahak-bahak karena melihat kalau Julian hanya bisa menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis pukulannya meskipun tidak semua bisa ditangkis.


Saat berpikir bagaimana agar dirinya bisa lepas dari pukulan Orobas, Julian teringat karakter dari animasi tertentu saat di bumi.


Kemudian ia memutuskan untuk mencobanya karena tidak ada cara yang bisa ia pikirkan lagi untuk lepas dari situasi sekarang.


Julian menggerakkan tangan kanannya untuk memegang salah satu tangan Orobas. Kemudian ia memasukan banyak mana dan menggunakan sihir yang sudah ia pikirkan.


"Hahaha! Apakah dengan memegang salah satu tanganku akan mengubah situasi sekarang!?" Orobas tertawa mengejek.


Namun Julian mengabaikan ejekannya, ia mulai menggunakan sihir yang sudah ia pikirkan kepada Orobas dan seharusnya sekarang Orobas bisa merasakannya.


Dan benar saja, satu detik kemudian Orobas berhenti memukul Julian dan mengerutkan keningnya karena merasakan ada perubahan di dalam dirinya tetapi ia tidak mengetahui apa yang terjadi.


Julian menyeringai, ia kemudian menggunakan kakinya untuk menendang perut Orobas dengan keras dan Orobas terhempas jauh ke atas langit.


"Apa yang terjadi sialan!? Mengapa dia bisa membuatku terhempas jauh!?" pikir Orobas.

__ADS_1


"Berhasil!" pikir Julian.


Sebenarnya tadi Julian teringat sebuah karakter animasi yang bisa menggunakan gravitasi untuk menghempaskan banyak musuhnya.


Kemudian ia berpikir untuk mencobanya dan ternyata itu berhasil. Mungkin ini karena berkat Dewa Tertinggi yang membuat efisiensi belajar Julian menjadi berkali-kali lipat.


Saat mulai memasukan mana ke dalam tubuh Orobas, ia membuat tubuh Orobas memiliki gravitasi yang kecil yang membuatnya bisa terhempas sangat jauh ke langit.


"Sialan kau!!" teriak Orobas setelah akhirnya ia bisa mengendalikan dirinya dengan kedua sayapnya.


Orobas tidak menyangka kalau ia akan terhempas jauh, ia kemudian berpikir kalau seharusnya tadi ia langsung membunuh Julian saja.


Kemudian ia melihat ke sekeliling dan matanya terkunci ke arah Claire dan kedua demi-human yang masih dalam pemulihan. Ia menyeringai dan terbang ke arah mereka dengan sangat cepat.


"Apa yang dia lakukan? Mengapa malah terbang ke arah lain?" Julian mengerutkan keningnya karena tidak tahu mengapa Orobas terbang ke arah lain.


Kemudian ia melihat kalau Orobas terbang ke arah lokasi Claire dan yang lain berada. Ia menjadi marah dan segera mengejar Orobas.


Namun karena Orobas masih dalam pengaruh gravitasi kecil, ia jadi bisa terbang lebih cepat dibandingkan dengan Julian.


Claire yang sedang memulihkan Nimi dan Mine melihat kalau Orobas sedang terbang ke arahnya. Ia terkejut namun tidak panik dan segera memegang kedua pistol mananya.


Ia tidak menyerahkan perlindungan dirinya kepada para pahlawan karena ia tidak bisa mempercayai mereka yang tidak memiliki kerja sama dengan baik.


Dan benar saja, Orobas bisa dengan mudah melewati kelima pahlawan yang berusaha untuk menghalanginya dengan berbagai macam serangan.


Claire menembakkan banyak sekali peluru api ke arah Orobas namun bisa dihindari dengan mudah olehnya.


Orobas dengan cepat sudah berada di depan Claire, ia menyeringai dan mencekram lehernya dengan erat.


Claire melebarkan matanya dan mencoba untuk melepaskan diri. Namun cengkraman Orobas terlalu erat yang membuatnya hampir kehabisan napas.


"Sialan, aku seharusnya tahu kalau hal ini akan terjadi karena dia adalah iblis! Dan kelima pahlawan memang tidak berguna!" batin Julian yang marah dengan kelima pahlawan.


Julian sampai dan melihat kalau Claire hampir kehabisan napasnya. Ia menjadi marah dan kali ini ia tidak bisa menahannya.


Ia terbang ke arah Orobas dengan cepat, "Lepaskan dia, iblis siaran!!"


Orobas menyeringai, ia melemparkan Claire ke arah Julian dan ditangkap olehnya. Kemudian saat Julian masih terpaku pada Claire, ia menyerang Julian.


"Master!!" teriak Claire.


Julian tahu kalau Orobas datang, ia segera melempar Claire agar menjauhi mereka berdua. Namun karena hal itu membuat Julian tidak bisa menghindar dengan tepat.


"Ugh!" Julian melebarkan matanya.


Karena saat ini duri tajam yang muncul di salah satu telapak tangan Orobas sudah menembus perutnya.


Claire melebarkan matanya dan berteriak, "Master!!"

__ADS_1


Bahkan Nimi dan Mine yang masih lemas juga bangkit dan berteriak saat melihat pemandangan itu.


__ADS_2