
"Apakah semuanya sudah siap?" Julian bertanya kepada Karina yang sedang memasukkan pakaiannya kedalam tas.
"Sudah, hanya tersisa pakaianku saja," jawab Karina.
Karina memasukan pakaiannya kedalam tas karena hari ini ia akan pergi ke Kota Crosa, Ibukota Kerajaan Cruya dengan pengawal dan pelayannya.
Selain itu, Pasukan Kota Coramon juga akan ikut bersama Karina karena mereka akan membawa Roman dan keluarganya untuk menghadap Raja Rolant.
Sebenarnya Alan juga akan ikut pergi, tapi melihat ada masalah saat ia pergi beberapa hari yang lalu, ia memutuskan untuk tetap berada di Kota Coramon.
"Apakah hari ini kau akan pergi juga?" tanya Karina.
"Begitulah, aku sudah tidak memiliki urusan yang harus diselesaikan disini." Julian mengangguk.
"Kita akan berpisah dimana?" Karina memasukan tas berisi pakaiannya kedalam cincin penyimpanan.
Karina bertanya seperti itu kepada Julian karena arah kepergian mereka sama namun Karina tahu kalau Julian tidak pergi ke Kota Crosa.
"Um, kita akan berpisah saat melewati hutan diluar Wilayah Coramon, kau akan ke kiri sedangkan aku akan ke kanan." Julian menyentuh dagunya dan menjawab.
Tiba-tiba pintu kamar Karina diketuk, Julian berdiri untuk membuka pintu dan terlihat kalau Inka yang mengetuk pintunya.
"Oh Julian! Mengapa kau berada dikamar Nona Karina? Jangan-jangan..." Inka tersenyum.
"Bukan seperti yang kau pikirkan. Masuklah, Karina berada didalam." Julian memutar matanya karena tahu maksud ucapan Inka.
"Permisi." Inka mengangguk dan memasuki kamar Karina.
"Oh, Inka. Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya Karina.
"Tidak ada, aku disini hanya ingin membantu Nona Karina beres-beres." Inka menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terima kasih, aku lalu bisakah tolong aku memasukan pakaianku?" tanya Karina.
"Tentu saja." Inka tersenyum dan mengangguk.
Inka kemudian membantu Karina melipat pakaian-pakaiannya agar rapi dan memasukkannya kedalam tas.
Julian yang melihat mereka berdua berbincang-bincang keluar dari kamar Karina karena bosan dan ia tidak ingin bergabung dalam percakapan wanita.
Julian berjalan-jalan mengeksplorasi mansion dan kebetulan sekali ia bertemu dengan Ethan dan Ella yang sedang bermain dengan Claire dan kedua demi-human dikamar bermain.
"Master!" panggil Claire dan kedua demi-human.
"Yo." Julian memasuki kamar bermain dan ikut bermain karena ia sangat bosan.
...----------------...
Siang harinya, semua barang-barang yang diperlukan sudah diangkut ke kereta kuda barang. Kemudian setelah beberapa saat, Pasukan Kota Coramon datang.
__ADS_1
Pasukan Kota Coramon membawa beberapa kereta kuda besi tertutup yang ternyata didalamnya adalah Roman dan keluarganya serta para bawahannya yang berbuat salah.
Julian juga sudah mempersiapkan barang-barangnya dan kereta kuda miliknya juga sudah siap untuk berangkat.
Karina keluar dari mansion dan berbicara dengan Kapten Pasukan Kota Coramon lalu mereka berdua saling menganggukkan kepala.
Karina masuk kedalam kereta kuda miliknya yang baru saja ia beli dari Damian, tentunya dengan meminjam uang milik Julian karena ia sudah kehabisan uang.
Julian memang meminjamkan beberapa koin platinum kepada Karina karena ia tahu kalau Karina tidak memiliki orang yang dikenalnya didekat sini.
Kapten pasukan juga menunggangi kuda miliknya. Kemudian ia berteriak untuk memulai perjalanan.
"Hati-hati!" Damian dan Inka melambai-lambaikan tangannya.
"Hati-hati Paman Julian! Kakak Karina! Kakak Claire! Kakak Nimi! Kakak Mine!" Ethan dan Ella menyebutkan semua nama yang membuat Damian dan Inka tertawa.
"Dadah!" Karina membuka jendela kereta kuda dan melambai-lambaikan tangannya.
Claire dan kedua demi-human juga melambai-lambaikan tangan mereka sedangkan Julian tidak karena ia sedang mengendarai kereta kuda.
Rombongan kereta kuda keluar dari wilayah Mansion Keluarga Mollon dan setelah beberapa saat, mereka keluar dari Kota Coramon.
...----------------...
Saat malam hari tiba, mereka belum keluar dari Wilayah Coramon. Kemudian Kapten Pasukan memutuskan untuk beristirahat diarea terbuka didepan mereka.
Setelah memarkirkan kereta kuda, mereka semua turun dan mulai mempersiapkan tenda untuk istirahat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh dan memasak.
"Baik, Master!" Ketiganya menjawab secara bersamaan.
Julian mengangguk, ia turun dari kereta kuda. Ia mengeluarkan dua wadah yang terbuat dari kayu dari inventory nya.
Kemudian ia mengeluarkan rumput-rumput yang merupakan pakan kuda khusus yang ia beli di Kota Coramon sebelumnya.
Ia juga memberikan masing-masing dua buah apel kepada kedua kuda karena mereka tidak boleh makan terlalu banyak buah-buahan.
Setelah itu ia menghampiri Karina yang baru turun dari kereta kuda miliknya.
"Yo, mau makan bersama?" Julian mengajak Karina makan bersama.
"Tentu." Karina mengangguk.
Karina menyuruh para pelayannya untuk membuat sebuah hidangan. Julian juga meminta Claire membantu para pelayan Karina untuk membuat hidangan.
"Nona Muda, ada ingin makan apa?" Seorang pelayan datang menghampiri Karina dan bertanya.
"Apa ya, hidangan sup daging saja yang tidak terlalu berat dan juga menghangatkan tubuh." Karina menjawab setelah memikirkannya sebentar.
"Kalau begitu pakai daging ini saja." Julian mengeluarkan banyak daging dari inventory nya.
__ADS_1
"Maaf jika saya lancang Tuan Julian, kalau boleh tahu, ini daging hewan apa?" Pelayan itu bertanya dengan sopan.
"Beruang! Ini bisa dimakan bukan?" tanya Julian.
"Beruang? Tentu saja bisa tuan, daging beruang salah satu daging yang enak saat sudah dimasak." Pelayan itu mengangguk.
Kemudian Julian membantu membawa daging beruang yang sangat banyak itu ke area dapur sementara dimana para pelayan dan juga Claire sedang bersiap-siap.
Dari pihak Pasukan Kota Coramon juga ada beberapa prajurit yang membantu memotong-motong daging beruangnya.
"Master." Nimi dan Mine berjalan menghampiri Julian.
"Ya, ada apa?" Julian menoleh.
"Kami tidak ada kegiatan, bolehkah kami berburu beberapa hewan?" Nimi meminta izin untuk berburu.
"Oh kebetulan sekali stok daging nya juga menipis karena aku lupa membelinya. Boleh, sekalian ambil beberapa buah juga." Julian mengangguk mengizinkan mereka berdua untuk berburu.
"Baik! Terima kasih, Master!" Nimi dan Mine mengangguk dan segera pergi kedalam hutan.
...----------------...
Para pelayan Karina dan juga Claire sudah membuat hidangan yang berupa sup hangat dengan daging beruang dan beberapa sayuran didalamnya.
Mereka pertama-tama memberikannya kepada Karina dan Julian, kemarin para prajurit dan pengawal Karina mengantre untuk mengambil sup daging.
Kebetulan sekali Nimi dan Mine kembali dari perburuannya. Mereka membawa dua rusa ditangan masing-masing dan satu keranjang buah.
"Terima kasih. Bersikap tangan kalian terlebih dahulu, lalu ambil jatah makan kalian disana." Julian mengangguk dan berterima kasih kepada mereka berdua.
"Sama-sama, Master!" Nimi dan Mine mengangguk kemudian mereka membersihkan tangan dan kaki mereka lalu ikut mengantre.
Setelah semua orang mendapatkan hidangan mereka termasuk para pelayan, mereka duduk dan mulai makan malamnya.
"Untukmu." Julian menyendok sayuran didalam sup nya dan menyuapi Karina.
Karina membuka mulutnya dan memakan sayuran yang diberikan oleh Julian, kemudian ia merasakan sesuatu yang tidak beres.
"Kau tidak suka sayuran?" Karina mengangkat alisnya dan bertanya kepada Julian.
"Aku benci sayuran hijau." Julian menyuapi Karina lagi.
"Kau harus makan!" Meskipun Karina berkata demikian, ia tetap memakan sayuran yang disuapi oleh Julian.
Para pengawal dan pelayan Karina melihat adegan ini. Mereka segera berdiskusi apakah nona muda mereka dan Julian memiliki hubungan romantis.
Kemudian mereka memutuskan untuk memberitahu hal ini kepada orang tua Karina karena Karina sudah dipaksa untuk menikah karena dirinya tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.
Setelah makan malam selesai, mereka membersihkan peralatan makan mereka masing-masing. Kemudian mereka bersiap untuk tidur.
__ADS_1
Setelah mengucapkan selamat malam kepada Karima, Julian kembali ke kereta kudanya dan tidur bersama Claire dan kedua demi-human.
Sedangkan Karina tidur di tenda yang sudah didirikan oleh pengawalnya, kemudian ia tidur didalam tenda besar itu seroang diri.