Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Bertarung Melawan Para Undead di Sisi Timur


__ADS_3

"Monster!?" para prajurit melebarkan mata mereka saat melihat Julian bertransformasi menjadi dinosaurus.


Tapi meskipun mereka terkejut dan tidak mengerti, mereka mengesampingkan semua pikiran yang tidak berguna karena mereka sedang dalam medan tempur.


Sama seperti strategi Claire dan kedua demi-human. Prajurit yang tidak bisa menggunakan sihir api atau cahaya akan menahan para Undead.


Kemudian prajurit yang bisa menggunakan sihir api atau cahaya bertugas untuk membunuh Undead yang telah ditahan oleh rekan mereka.


Sedangkan untuk Julian, ia bertarung di depan sendirian dengan bebas, atau lebih tepatnya ia sedang bersenang-senang sekarang.


"Roar!!!!" Julian meraung dengan keras sambil menghembuskan napas api dari mulutnya.


"Jika aku bisa berubah menjadi naga, maka itu akan sangat keren!!!" batin Julian.


Ada berbagai macam Undead di depan, ada Undead manusia, Undead serigala, Undead ular, dan Undead burung yang terbang di langit.


Julian berlari menuju Undead serigala karena mereka adalah Undead yang paling merepotkan dengan kecepatan dan kekuatan yang tinggi.


Tanpa ragu-ragu, Julian membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan napas api ke arah Undead serigala di depannya.


Banyak Undead serigala yang mati karena napas api Julian dan ada banyak juga yang maju ke arah dirinya tanpa rasa takut.


Julian langsung menggunakan ekornya untuk menyapu semua Undead serigala yang datang. Mereka terkena sapuan ekor yang diselimuti oleh api itu dan meraung kesakitan karena tubuh mereka terbakar.


"Ini mudah..." batin Julian.


Tapi setelah Julian berpikir seperti itu, muncul sebuah anomali dari para Undead serigala yang masih hidup.


Mereka berhenti seolah-olah sedang kebingungan, mereka menggeleng-gelengkan kepala dan meraung seperti sedang kesakitan.


Lalu entah apa yang terjadi, mereka semua berkumpul dan tubuh mereka bergerak-gerak seperti ada benda dari dalam tubuh mereka yang memaksa untuk keluar.


"Sialan, apakah Undead bisa melakukan hal itu!?" Julian berteriak dengan tidak percaya karena ia belum pernah melihat Undead seperti yang ada di depannya.


Para Undead serigala yang tadinya berjumlah puluhan atau ratusan, kini mereka semua bergabung satu sama lain menjadi 10 Undead serigala yang ukurannya hanya sedikit lebih pendek dari Julian.


"Pasti Lich yang ada di belakang layar memiliki kemampuan unik. Apakah kekuatannya berasal dari Raja Iblis sialan itu? Yah, apa pun itu! Aku justru menjadi bersemangat!" Julian meraung keras dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Maju!!" teriak Julian.


Entah mereka mengerti atau tidak, tapi tiga Undead serigala maju dan membuka mulut mereka berniat untuk menggigit Julian.


Julian berlari dengan cepat dan langsung menggigit leher Undead serigala yang ada di depannya. Kemudian ia menghembuskan napas api saat masih menggigit.


"Roar!!!" Undead serigala meraung kesakitan karena lehernya sangat panas.


Lalu dua Undead serigala yang lain menyerang dari arah kanan dan kiri Julian. Mereka berdua menggigit tubuh Julian dengan gigi mereka.


Namun Julian tidak mempedulikan mereka karena tahu kalau gigi mereka tidak bisa menggores atau bahkan melukai tubuhnya.


Ia berfokus pada Undead serigala yang ada di mulutnya. Dia tidak langsung mati setelah terkena napas api Julian, mungkin karena sudah bergabung.


Tapi tanpa pikir panjang, Julian menggunakan mana di seluruh giginya untuk mengoyak leher Undead serigala dan merobek dagingnya.


Saat kulitnya robek dan dagingnya terlihat, Julian langsung menghembuskan napas api dan kali ini napas apinya lebih kuat.


Karena napas api Julian mengenai dagingnya, Undead serigala merasakan rasa sakit yang lebih parah dan perlahan-lahan dia mati menjadi abu setelah seluruh tubuhnya terbakar.


...----------------...


"Semuanya tolong tetap dekat denganku!" teriak Claire.


Ia lalu langsung menggunakan sihir penyembuh area yang membentuk sebuah kubah setengah lingkaran berwarna emas dalam radius sekitar 10 meter.


Claire tetap diam sambil mempertahankan sihir penyembuhnya agar tidak rusak atau menghilang lalu Nimi dan Mine bertugas untuk menahan Undead sekaligus melindungi Claire.


Karena Nimi cukup lemah jika bertarung secara langsung, ia tidak pergi dari Claire terlalu jauh dan tetap di dalam kubah penyembuh. Sedangkan untuk Mine, iya maju ke depan, keluar dari kubah penyembuh.


Mine menggunakan kedua pisau di tangannya untuk menebas kepala Undead manusia di depan, ia melakukan itu tanpa berbelas kasih karena tahu dia sudah bukan manusia lagi.


Kepala Undead manusia terlepas dari tubuhnya namun itu tidak membuatnya mati. Mine tahu hal itu, jadi ia memegang kepala dan tubuh Undead manusia dan melemparkannya ke arah Claire.


Saat Undead manusia melewati kubah penyembuh milik Claire, tubuh dan kepalanya terbakar dan berubah menjadi abu dalam kecepatan yang cukup cepat.


Karena sihir suci atau elemen cahaya lebih cepat membunuh makhluk gelap dibandingkan dengan sihir elemen api.

__ADS_1


Para prajurit yang tidak bisa menggunakan sihir elemen api atau cahaya juga melakukan hal yang sama seperti yah Mine lakukan.


Mereka menebas Undead manusia atau Undead ular kemudian melemparkannya ke arah kubah penyembuh milik Claire.


Untuk Undead burung, beberapa prajurit menggunakan serangan api ke udara namun tidak begitu efektif karena prajurit tidak seperti penyihir.


Untuk Lex, dia juga tidak bisa menggunakan sihir elemen api atau cahaya. Sihirnya mirip seperti Mine yaitu sihir peningkatan kekuatan atau ketahanan.


Oleh karena itu, ia bertarung di garda depan membantai banyak sekali Undead manusia dan Undead ular. Tubuh para Undead yang telah dipotong akan diserahkan kepada bawahannya untuk dilempar ke arah Kubah penyembuh.


...----------------...


Sekitar 10 menit kemudian, bala bantuan datang. Bahkan Raff membawa beberapa orang kota yang bisa menggunakan sihir api dan cahaya untuk membantu mereka.


Reaksi bala bantuan sama seperti prajurit yang lain, mereka sangat terkejut saat melihat ada monster besar yang sedang melawan Undead serigala. Namun mereka juga tahu kalau prioritas mereka saat ini adalah membasmi para Undead.


"Para penyihir segera siapkan serangan elemen api dan cahaya! Lalu tolong serang Undead burung yang terbang di langit!"


"Para prajurit akan membantu sama seperti yang lain, sedang para Undead dan lemparkan ke arah kubah berwana emas itu!"


Raff langsung mengeluarkan perintah setelah mengamati situasinya. Ia mengeluarkan dua pedangnya dan bergabung bersama Lex.


Sama seperti Lex, ia tidak bisa menggunakan sihir elemen api atau cahaya. Afinitasnya adalah sihir angin dan itu tidak bisa membunuh para Undead. Namun dia menggunakan sihir angin untuk mempercepat pergerakannya.


Kemudian penyihir dan prajurit melaksanakan perintah Raff. Para prajurit menghunuskan pedang mereka dan bergabung dengan yang lain.


Para penyihir api juga membuat serangan sihir api dengan berbagai macam. Ada yang menggunakan bola api, semburan api, tombak api, dan masih banyak lagi.


Lalu pada penyihir cahaya mendekati Claire dan bertanya apa sihir yang dia gunakan. Claire dengan senang hati menjawab pertanyaan mereka.


Mereka mengangguk dan mencoba melakukan hal yang sama seperti Claire karena sihir elemen cahaya yang berupa serangan sangat jarang adanya.


Meskipun tidak semua penyihir mampu menggunakan mantra sihir yang sama seperti Claire, beberapa diantara mereka menggunakan sihir yang mirip.


Seperti membuat jaring cahaya yang mirip seperti jaring laba-laba, dinding cahaya, dan berbagai mantra sihir lainnya yang fungsinya mirip seperti kubah penyembuh milik Claire.


Lalu, pertarungan melawan para Undead bisa dilakukan dengan mudah. Saat pertarungannya hampir selesai karena para Undead tersisa sedikit, ada satu sosok yang muncul dari udara tipis yang mengeluarkan energi gelap yang mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2