Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pengumuman yang Berisi Perekrutan Pekerjaan


__ADS_3

Saat tengah hari, Claire sudah menunggu yang lain di kamar mereka. Kemudian, Nimi dan Mine datang duluan disusul oleh Julian beberapa menit setelahnya.


Pertama, Nimi dan Mine memberitahu informasi mengenai rumor orang hilang yang mereka dapatkan dari pria berandalan sebelumnya.


Lalu betapa terkejutnya Julian karena ia juga mendapat informasi yang sama seperti mereka dari obrolan orang-orang yang ia dengar.


"Roh jahat, Undead, dan Lich. Tiga dari mereka adalah makhluk gelap yang biasanya menimbulkan banyak masalah," ucap Claire.


Julian menyentuh dagunya dan berkata, "Benar. Jika rumor ini benar adanya, aku tidak bisa mengerti mengapa Lich mengumpulkan Undead untuk menyerang Kota Cronna."


Claire mengerutkan keningnya dan berkata, "Apakah ini ada kaitannya dengan Raja Iblis Boldax?"


Nimi mengangguk dan berkata, "Raja Iblis kah, mungkin apa yang Claire katakan benar."


Lalu Mine menambahkan, "Benar, dia mungkin ingin menguasai Kita Cronna seperti rencana pemberontakan di Kota Coramon."


"Apa yang kalian katakan mungkin benar adanya, tapi meskipun aku mengatakan akan membantu Kita Cronna sebelumnya, untuk sekarang kita tidak memiliki kedudukan untuk membantu," ucap Julian.


Karena masalah ini terkait dengan keselamatan Kota Cronna, warga sipil tidak akan membantu menyusun rencana, itu akan dilakukan oleh pejabat dan bangsawan.


Warga sipil hanya akan membantu dengan cara mengikuti perintah pejabat dan melakukan rencana yang sudah mereka susun.


Tentu saja Julian dan yang lain yang baru saja datang ke Kota Cronna tidak akan bisa dipercaya oleh mereka. Namun beda cerita jika Julian menunjukkan kartu identitasnya.


"Tidak, untuk sekarang jangan gunakan kartu identitasku terlebih dahulu agar mereka mempercayai kita bukan karena status," ucap Julian.


"Baik!" Mereka bertiga mengangguk.


Julian kemudian bertanya kepada Claire siapa yang memimpin Kota Cronna dan Claire menjawab Keluarga Hardi, Count Raff Hardi.


Julian mengangguk dan berpikir kalau dirinya harus bertemu dengan Count Raff ini untuk mendapatkan kepercayaannya.


Julian ingin membantu Kita Cronna bukan hanya karena dia ingin, tapi ada alasan lain yang merupakan alasan yang sederhana, yaitu bertarung.


Benar, Julian ingin bertarung dengan Undead atau Lich yang merupakan monster gelap yang hanya bisa dimusnahkan dengan sihir elemen api atau cahaya.


...----------------...


Sore harinya, saat mereka sedang bersantai dengan memakan camilan dan teh hangat sambil melihat pemandangan luar, tiba-tiba saja ada banyak orang yang mengenakan armor besi.

__ADS_1


Ternyata mereka adalah Pasukan Kota Cronna jika melihat lambang yang ada di bendera yang mereka bawa dan lencana di dada mereka.


"Ayo kita ikuti mereka, sepertinya mereka akan mengumumkan sesuatu," ucap Julian.


Mereka berempat keluar dari restoran dan berjalan mengikuti pasukan kota yang mengarah menuju alun-alun yang berada di pusat kota.


Setelah sampai di sana, Julian melihat kalau banyak warga yang penasaran sama seperti dirinya dan memutuskan untuk mengikuti pasukan kota.


Lalu salah satu prajurit maju ke tengah alun-alun dan membuka sebuah gulungan perkamen yang halus.


"Atas nama Count Raff Hardi, Kota Cronna sedang kekurangan tenaga kerja untuk membasmi monster kalajengking di sekitar tembok kota."


"Selain itu, ada beberapa pekerjaan seperti ahli perbaikan bangunan, ahli menggambar, ahli mengintai, dan masih banyak lagi."


"Jika ada diantara kalian yang tertarik, silakan pergi menuju kantor kota dengan membawa kartu identitas kalian" Prajurit itu menutup kembali gulungan perkamennya.


Orang-orang yang mendengar hal itu segera saling berdiskusi. Julian mendengar mereka kalau Count Raff ini jarang merekrut pekerja dalam jumlah besar.


"Pekerjaan kah, aku kira ada apa." Julian berbalik dan berjalan kembali menuju restoran karena ia tidak begitu tertarik.


"Master, Master." Nimi menarik pakaian Julian.


"Bolehkah aku dan Mine ikut membasmi monster kalajengking? Kami ingin melihat hasil latihan kami," ucap Nimi.


"Tolong izinkan kami ikut, Master," tambah Mine.


Claire tersebut dan berkata, "Izinkan saja mereka Master, aku akan ikut untuk mengawasi mereka."


Julian mengangkat bahunya dan berkata, "Kalau itu yang kalian mau, maka silakan. Tapi meskipun kalian ini kuat, tetap berhati-hati ya."


"Baik! Terima kasih, Master!" Nimi dan Mine memeluk Julian dengan erat.


Julian memberikan kartu identitas mereka lalu ia kembali ke restoran.


Mereka bertiga memang memiliki kartu identitas, untuk Nimi dan Mine baru dibuat saat berada di Kota Coramon karena pergantian pemilik.


Kartu identitas milik budak biasanya memang disimpan oleh pemiliknya, dan Julian menyimpan kartu identitas mereka di dalam inventory agar aman.


Setelah menerima kartu identitas, mereka bertiga langsung menuju kantor kota yang jaraknya sangat dekat dari alun-alun.

__ADS_1


Karena baru beberapa menit setelah pengumuman dibacakan, masih belum ada orang yang datang untuk mendaftar.


Mereka bertiga segera pergi ke resepsionis yang ada dan menunjukkan kartu identitas mereka.


"Kami ingin mendaftar sebagai pembasmi monster kalajengking," ucap Claire kepada resepsionis.


"Baik, tiga orang ya. Hm? Kalian bertiga budak?" Resepsionis mengangkat alisnya.


"Benar, apakah budak tidak boleh ikut?" Claire bertanya.


"Tidak apa-apa, budak boleh ikut. Tapi, kalian sudah mendapatkan izin bukan?" resepsionis itu bertanya untuk menginformasi.


Claire mengangguk dan berkata, "Tentu saja, buktinya Master kami sudah memberikan kartu identitas kami."


"Bagus, tunggu sebentar." Resepsionis segera mendaftarkan mereka bertiga.


Kemudian setelah beberapa saat, resepsionis mengembalikan kartu identitas mereka sekaligus memberikan sebuah plakat kayu sebagai tanda bahwa mereka ikut pekerjaan membasmi monster kalajengking.


Nimi memasang plakat kayu di pinggangnya dengan tali kemudian ia bertanya, "Apakah kami boleh membasmi monster kalajengking sekarang?"


"Sebenarnya kalian bisa memulai besok. Tapi jika kalian tidak apa-apa untuk melakukannya sekarang, maka kami akan sangat terbantu," jawab resepsionis.


Nimi mengangguk dan bertanya lagi, "Baiklah, lalu pertanyaan terakhir. Apakah monster kalajengking ada di seluruh sekitar tembok atau hanya berada di area tertentu?"


Resepsionis menjawab, "Di seluruh sekitar tembok, tapi kalian bisa pergi ka arah timur karena di sana ada kawanan monster kalajengking."


"Baik, terima kasih!" Mereka bertiga mengucapkan terima kasih dan pergi ke sisi timur tembok kota.


...----------------...


Sementara itu di dalam restoran milik penginapan, Julian sedang membaca buku yang ia beli dari pedagang yang lewat sebelumnya sambil menunggu pesanannya datang.


"Pahlawan ya, aku sangat ingin bertemu dengan mereka. Siapa tahu kalau kita berasal dari negara yang sama," batin Julian.


Julian penasaran dengan kekuatan para pahlawan yang berjumlah lima orang yang diberitahu oleh Dewa Tertinggi sebelumnya.


Ia sangat ingin bertarung melawan mereka karena pahlawan pasti memiliki kekuatan yang unik dan spesial yang berbeda dengan yang lain.


"Yah, mungkin saat aku berasa di ibukota, aku bisa bertemu dengan mereka," batin Julian.

__ADS_1


Kemudian pesanannya yang berupa jus dingin dengan camilan sederhana tiba dan ia melanjutkan membaca sambil menikmatinya.


__ADS_2