Isekai Dinosaur

Isekai Dinosaur
Pertarungan Melawan Sea Serpent (2)


__ADS_3

Kembali ke beberapa waktu sebelumnya saat Julian baru muncul keatas permukaan laut dengan wujud Styxosaurus.


"Sialan, bagaimana bisa ada monster lagi!? Sika tidak mengatakan apapun mengenai hal ini!" Bruno berteriak saat melihat Julian dalam wujud Styxosaurus.


Ia segera memerintahkan salah satu bawahan nya untuk pergi ke kantor kota menemui Sika dan menyuruhnya untuk kesini agar dia bisa melihat monster baru itu.


"Tapi mengapa Pasukan Mollon menghalangi kami dan yang lain? Apakah mereka memang sudah tahu kalau ada monster lain?"


"Tidak, jika mereka tahu, mereka tidak akan membuat pergerakan besar dan akan memanfaatkan celah saat kedua monster bertarung."


"Kalau begitu, apakah monster itu milik Keluarga Mollon? Sepertinya itu adalah hal yang paling masuk akal melihat mereka menghalangi orang-orang."


Bruno mengerutkan keningnya saat melihat Julian dalam wujud Styxosaurus dan memikirkan beberapa kemungkinan terkait Keluarga Mollon.


Namun ia tidak bisa menemukan alasan bagaimana bisa Keluarga Mollon memiliki monster itu dan sama sekali tidak ada berita.


Setelah beberapa saat, Sika akhirnya datang. Ia sama terkejutnya seperti Bruno saat melihat kalau ada monster lain.


"Bruno! Ada apa ini!?" Sika menghampiri Bruno dan bertanya mengenai kedua monster didepan.


"Seharusnya itu adalah ucapanku! Mengapa kau tidak memberikan informasi kalau ada monster lain!?" Bruno bertanya balik kepada Sika.


"Sial, aku juga tidak tahu. Dia berkata kalau Sea Serpent akan muncul, tetapi tidak mengatakan kalau ada monster lain!" Sika mengerutkan keningnya dan menatap tajam kearah dua monster.


Bruno tetap memerintahkan Para Pasukan Malone untuk menerobos Pasukan Mollon. Namun entah mengapa mereka tidak bisa menembusnya bahkan dengan bantuan orang-orang.


Sika mengeluarkan sebuah benda yang berbentuk seperti bola mata dan menyalurkan mana nya kedalam benda tersebut.


"Ada apa?" Terdengar suara yang berat yang membawa aura agung yang menakutkan.


"Raja Iblis Boldax yang terhormat, tolong lihatlah itu." Sika mengarahkan benda tersebut kedepan.


Ternyata Sika menghubungi Raja Iblis Boldax dengan benda tersebut. Jika Julian atau Damian melihat hal ini, bisa dipastikan kalau Sika sudah mati sekarang.


"Monster lain?" Boldax terlihat bingung.


"Benar, ada monster lain yang muncul bersamaan dengan Sea Serpent. Namun, sepertinya kedua monster tersebut bukanlah teman karena mereka saling bertarung," ucap Sika.


"Aku tidak mengetahui hal ini, sepertinya ada pihak lain yang terlibat," ucap Boldax dengan nada marah.


Boldax marah karena ada pihak lain yang mengganggu rencana untuk menguasai Kota Coramon yang sudah ia buat jauh-jauh hari.


"Kau tetap laporkan padaku, aku akan menyuruh bawahanku untuk menyelidiki hal ini." Boldax memutuskan komunikasi.


"Tunggu dulu! Mengapa monster yang sekarang berbeda!? Apakah sebenarnya ada tiga monster!?" Sika berteriak saat melihat Julian yang berubah menjadi Basilosaurus.


"Bruno! Lihat itu!" Sika berteriak kepada Bruno dan menunjuk kearah Julian yang menjadi Basilosaurus.

__ADS_1


"Sialan, ada monster lagi!?" Bruno membelalakkan matanya karena terkejut.


Bahkan orang-orang yang rencananya hanya akan ikut bersenang-senang terlihat serius saat ini karena ada monster lain yang muncul.


"Apakah ini pertanda hal buruk?" Itu adalah pikiran semua orang.


Karena ini adalah kota tepi laut, maka tentu saja akan ada cerita masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya.


Cerita itu menyebutkan kalau jika ada monster besar yang saling bertarung, maka akan terjadi sesuatu yang besar di Kota Coramon.


...----------------...


Kembali ke waktu sekarang saat Julian dan Sea Serpent akan memulai ronde kedua pertarungan.


Sea Serpent menggunakan pusaran air untuk memperlambat gerakan Julian dan menggunakan petir untuk menyambar Julian.


Kedua cara itu berhasil membuat Julian terluka dan berteriak kesakitan karena serangan petirnya bisa dirasakan sampai ke seluruh tubuhnya.


Julian mengayunkan ekornya yang besar dan berat dan ditambah mana yang ia pakai untuk menyerang Sea Serpent dengan sapuan ekor.


Meskipun begitu tampaknya Sea Serpent hanya terluka sedikitpun. Ia menggunakan tubuhnya untuk melilit tubuh Julian seperti ular meskipun Sea Serpent memang ular.


Karena tubuhnya yang seperti lumba-lumba membuat Julian tidak bisa melepaskan diri dari lilitan tubuh Sea Serpent.


"Kenapa aku harus bersusah-payah melepaskan diri dengan tubuh Basilosaurus ini?" batin Julian.


"???" Sea Serpent kebingungan mengapa Basilosaurus yang besar itu menghilang dan digantikan dengan seorang manusia biasa.


Saat Sea Serpent masih kebingungan, Julian yang sudah menyelam didalam air bertransformasi menjadi Basilosaurus lagi.


"Haha! Rasakan ini!" Julian menggigit tubuh Sea Serpent yang berada didalam air.


"!!" Sea Serpent melebarkan matanya karena merasakan rasa sakit di bagian tubuhnya yang lain.


Sea Serpent menyelam dan melihat kalau Basilosaurus yang tadi hilang muncul lagi dan sedang memasang ekspresi wajah provokasi.


"Wargh!!!" Sea Serpent meraung keras didalam air.


Ia berenang dengan cepat kearah Julian dan menggigit tubuh Julian dengan giginya. Namun, kulit Julian sangat keras sehingga tidak bisa ia tembus.


Julian membalas Sea Serpent dengan cara menggigit balik tubuh Sea Serpent dan seperti tadi, ia dengan mudah menembus sisik-sisik Sea Serpent.


Julian menahan tubuh Sea Serpent, ia menggunakan mantra sihir air yang bisa meledak didalam mulutnya yang membuat tubuh Sea Serpent yang ia gigit terkena ledakan.


"Oh aku lupa, aku tidak boleh merusak tubuh Sea Serpent terlalu banyak," batin Julian.


Kemudian Julian melepaskan gigitannya dan berenang menuju kepala Sea Serpent. Lalu ia menggigit lehernya dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


"Wargh!!!!" Sea Serpent meraung kesakitan dan menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk melepaskan diri.


Namun, tindakan Sea Serpent justru membuat dirinya bertambah kesakitan karena saat ia bergerak, gigitan Julian menjadi lebih dalam.


Julian juga menggunakan hampir semua mana yang ada ditubuhnya dalam gigitan ini. Sea Serpent meraung lebih keras sampai orang-orang di daratan bisa mendengarnya.


Kemudian, gerakan Sea Serpent perlahan-lahan menjadi lambat lalu menjadi diam tanda bahwa dirinya telah mati digigit.


Sebagian leher Sea Serpent sudah terkoyak karena gigitan Julian yang membuatnya mati meskipun jantungnya masih ada.


Orang-orang di daratan yang mendengar teriakan Sea Serpent mengecil dan menghilang, mereka mulai berpikir apakah Sea Serpent akan kalah.


...----------------...


"..." Damian membuka matanya dan hampir tidak berkedip yang membuat matanya kering.


Ia menantikan apakah Julian berhasil mengalahkan Sea Serpent saat setelah tidak mendengar teriakan Sea Serpent lagi.


...----------------...


"Sialan, apakah Sea Serpent kalah!?" Sika menggertakkan giginya dan hanya bisa berharap kalau yang kalah adalah monster lain, bukan Sea Serpent karena ia tidak mengetahui informasi mengenai monster itu.


...----------------...


Detik demi detik terlewati, ditengah suasana yang hening saat orang-orang mulai berpikir kalau kedua monster sudah mati, muncul riak air lautan.


Kemudian, mereka melihat kalau ada sesuatu yang melompat dari dalam air dan itu sangat tinggi dan mendarat tepi laut.


Saat air yang menutupi sesuatu itu menghilang, mereka melihat kalau yang melompat tadi adalah Sea Serpent namun mereka melihat ada yang berbeda darinya.


Saat mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi karena Sea Serpent tidak bergerak, muncul manusia dari balik tubuh Sea Serpent.


Manusia itu melompat keatas tubuh Sea Serpent dan mengangkat kedua tangannya dan terdengar teriakan yang sangat keras.


"Ahhhh!!!!!!" Manusia itu berteriak dengan sangat keras sampai orang-orang dari jarak jauh bisa mendengarnya.


Manusia itu tentu saja Julian, ia berhasil mengalahkan Sea Serpent dan alasan mengapa ia membutuhkan banyak waktu adalah karena tubuh Sea Serpent sangat berat.


Ia membutuhkan banyak waktu untuk membawa tubuh Sea Serpent, dan saat hampir sampai di permukaan, ia kepikiran untuk menggunakan mantra sihir air untuk melempar tubuh Sea Serpent sampai ke daratan.


"Julian menang!!!!" Damian berteriak dan langsung memeluk Inka disampingnya bahkan ia menciumi pipi Inka berkali-kali.


"Hey!" Inka memerah karena malu namun ia tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Damian.


"Master menang!!!" Claire dan kedua demi-human bersorak dengan bahagia.


"Hahaha!!!" Julian tertawa terbahak-bahak setelah ia berhasil mengalahkan Sea Serpent.

__ADS_1


__ADS_2