Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 101 GOOD BYE JOMBLO


__ADS_3

Rasanya Ruby sangat merindukan sahabatnya itu. Ruby lari cepat menaiki anak tangga.


"Eh," seketika Ruby terkejut dan spontan memundurkan tubuhnya saat hampir saja menabrak tubuh seseorang.


"Maira," gumamnya. Seketika wajahnya langsung terpancar rasa bahagia saat melihat perempuan yang selalu ia pikirkan selama di luar negeri hingga detik ini.


"Kak Vian," gumam Ruby terkejut. Untung saja Ruby bisa mengerem langkah larinya. Kalau tidak, sudah pasti Ruby tadi menabrak Vian. Ruby menganggukkan kepalanya menyapa ramah.


"Kamu kuliah di sini Mai?" tanya Vian. Bahkan senyum dan binar kebahagiaannya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi. Sejujurnya Vian merasa heran dengan kedatangan Ruby. Namun, Vian sadar kalau Ruby sahabat adiknya, Queen.


"Iya Kak."


"Aaa ... Tante ku sahabat ku," teriak Queen saat melihat Ruby yang sedang berbicara dengan Vian.


"Ratu kuuu ..." teriak Ruby. Istri Zen itu langsung lari masuk kedalam rumah saat Vian memberinya jalan.


Ruby dan Queen saling berpelukan. Bahkan karena terlalu senang, dua perempuan muda beda status itu berpelukan sambil lompat dan berputar-putar.


Vian hanya bisa menatap heran kearah Ruby dan Queen.


"Apa aku salah dengar," gumamnya saat mendengar Queen memanggil Ruby dengan sebutan Tante ku.


"Kamu kok makin cantik aja sih Mai," gemes Queen menarik pipi Ruby. "Cocok ini pasti pupuknya."


"Hah. Aku mana mungkin pake pupuk Queen," Ruby jadi heran sendiri. Yang di pikirkan Ruby saat ini, dikira Ruby petani hingga pakai pupuk.


Queen tertawa melihat wajah polos Ruby. "Pupuknya Om aku," bisik Queen menjahili.


Kedua mata Ruby tentu saja langsung membulat karena tidak menyangka Queen menggodanya.


Plak ...


"Aw, sakit Mai," Queen mengusap lengannya yang telah di pukul Ruby.


"Suruh siapa, masih gadis pikiran kamu kemana-mana."

__ADS_1


"Eh ada Tante mungil," sapa Divya dan Reina bersamaan.


"Eh Kak." Ruby mendekati Divya dan Reina. Saling bersalaman dan saling berpelukan.


"Makin cantik aja nih Maira," puji Reina membuat Ruby malu-malu sendiri.


"Biasanya juga tukang ngaku diri cantik. Kenapa sekarang malu-malu marmut," ucap Queen.


"Jangan buka kartu dong," kesal Ruby. "Jadi ini Kakak satu keluarga mampir kesini semua?" tanya Ruby pada Reina.


Reina, Divya, dan Queen saling melempar pandangan. Tersenyum penuh arti karena hanya Ruby yang tidak tahu perihal rencana Zen.


"Assalamualaikum," salam Zen teriak sambil menaiki tangga.


"Waalaikumsalam," jawab semua orang bersamaan.


"Om."


Vian dan Zen saling bersalaman dan saling berpelukan karena sudah lama tidak bertemu.


Reina merebut posisi Vian dan langsung memeluk adik satu-satunya.


"Kangen banget sama Adeknya Kakak satu ini," Reina mendaratkan kecupan di pipi Zen berulang kali karena sangking gemes dan rindunya Reina.


"Geli banget sih kak, pakek di cium-cium segala," protes Zen yang nampak pasrah.


"Jangan heran sama kelakuan Kak Re sama suami By ya" bisik Nissa yang baru datang karena mendengar kehebohan.


"Iya Nda."


"Zen itu sudah nikah, Kakak masih aja anggap Zen anak kecil. Mana manggilnya adek-adekan lagi," Protes Zen setelah Reina mengakhiri kegemarannya.


"Lah kan emang adeknya kakak. Pye to arek iki. Makanya cepat kasih kakak keponakan, biar nggak Kakak panggil adek lagi."


"Nanti kalau Zen beneran punya anak, Awas saja masih panggil dek-dekan."

__ADS_1


"Jangan ngomong aja Dek. Buktiin dong, iya nggak Mai?"


Pertanyaan Reina pada Ruby barusan berhasil membuat Vian menatap Ruby. Vian semakin bingung karena Ruby jadi salah tingkah sendiri.


"Eh itu. I-iya Kak."


Jawaban Ruby semakin membuat pikiran Vian kemana-mana. Praduga menjadi ada di hati Vian saat ini. Namun, Vian berharap dugaannya tidaklah benar.


"Sudah kamu mandi sana Dek. Bau kamu kecut."


"Heleh, tadi saja peluk-peluk terus ciumi Zen. Mana mungkin Zen yang super ganteng menawan anak Bapak Yusuf ini bau kecut. Tanya tuh sama istri Zen, kalau tubuh Zen itu wangi sepanjang hari."


"Mas," pekik Ruby karena malu.


"Iya sih yang punya istri," ucap Divya dan Queen bersamaan.


Tanpa di sadari semua orang yang ada di sana. Ada hati yang mulai kalut dengan pikirannya sendiri.


"Astagfirullah Dek ...." Reina nggak habis pikir kalau ternyata sikap adeknya masih tetap sama sekalipun sudah menikah.


Zen menghampiri Ruby dan membelit pundak Ruby dengannya tangannya. Hal itu berhasil membuat Vian semakin terkejut. Apalagi Ruby yang tampak tenang-tenang saja mendapatkan perlakuan inten seperti itu.


"Ayo sayang, kita mandi dulu."


"Astagfirullah Om, ini keponakan pada jomblo semau," kesal Divya dan Queen bersamaan.


Sedangkan Nissa dan Reina terkekeh. Dan tanpa sadar ada satu orang yang nampak syok dengan ke adaan saat ini.


"Good bye jomblo," Zen mengejek 'Queen dan Divya sambil membawa Ruby melangkah.


"Tunggu ..."


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2