Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 122 SEASON 1 SELESAI


__ADS_3

Setelah di lakukan beberapa pemeriksaan, dan hasilnya sangat baik. Yusuf langsung di pindahkan ke ruang perawatan.


"Kalian nggak masuk?" tanya Nissa saat akan memasuk ruang rawat. Mengikuti perawatan yang mendorong kursi roda yang Yusuf duduki.


"Ehm, kami mau cari makan Nda, tiba-tiba Zen laper," Alibinya.


"Perasaan Mas tadi sudah mak hammmppp ..."


Dengan cepat Zen membungkam mulut Ruby. Zen tahu Ruby pasti akan mengatakan kalau dirinya habis makan sebelum datang ke rumah sakit.


"Ya sudah, Nda masuk duluan."


"Mas kan kita tadi sudah makan sebelum datang kesini," protes Ruby saat Zen merangkulnya. Mengajaknya menuju lift untuk segera turun.


"Kita harus berbaik hati, agar Ayah dan Nda berduaan dulu. Tahu kan kamu yang, gimana cemasnya Nda."


"Bener juga ya Mas."


Tanpa Ruby ketahui. Kalau Zen menghindari Ayahnya. Bisa di jadi Ayam geprek Zen kalau masuk saat ini juga. Mengingat ucapan konyolnya yang berhasil membuat Ayahnya sadarkan diri.


Zen Akan membawa Ruby masuk kedalam ruang rawat saat keluarganya datang. Zen pikir, Ayahnya tidak akan mengomelinya di saat banyak orang.


#Di ruang rawat#


"Ayy ..." Nissa langsung menghambur ke pelukan Yusuf saat perawat sudah keluar dari sana. "Hik hik," Nissa menangis merasakan tangan Yusuf yang memeluknya erat.


"Hei, kenapa istri ku menangis seperti ini?"


"Aku takut Ayy. Tiba-tiba Ayy nggak sadarkan diri. Aku nggak siap."


Yusuf merenggangkan dekapannya. Mengusap air mata Nissa yang belum mau berhenti. "Dengarkan aku sayang. Hidup dan mati itu sudah ada yang mengatur?" Nissa mengangguk paham. "Kematian itu juga hal yang paling dekat dengan hidup kita. Kapan pun dan di mana pun, kita harus siap."


"Ayy sudah janji mau momong cucu kembar. Ayy harus panjang umur."


"Bukan hanya aku sayang, tapi kita."


Spontan Yusuf sedikit menjarakkan tubuh Nissa. Yusuf melihat dengan seksama tubuh sang istri.


"Kenapa Ayy?" tanya Nissa bingung saat Yusuf melihat dengan seksama tubuhnya dari sisi kiri dan kanan.


"Tak kira badan sayang beneran kurus, kering, kerontang?" ucap Yusuf heran saat mengingat ucapan Zen tadi.


"Kurus apaan sih Ayy? Meskipun aku nggak enak makan nggak enak minum badan aku tetep kaya gini. Tapi nyusut satu kilo sih, Ayy."

__ADS_1


"Ooohhh, dasar bocah tengik," batin Yusuf kesal terhadap anaknya.


"Sayang harus makan yang banyak biar tetep sehat dan mon*tok," ucap Yusuf kelepasan.


Nissa mendelik menatap suaminya. "Ayy ini masih sakit tapi masih saja omes nggak ketulungan."


Beberapa jam kemudian, semua orang sudah berkumpul di ruang rawat Yusuf setelah mendapatkan izin dari pihak rumah sakit tentunya.


Yusuf dan Nissa duduk di atas bangsal. Sedangkan Zen, Ruby, Hendri, Reina, Adam, dan Luna duduk di sofa yang ada disana.


"Ayah minta kalian kumpul disini untuk meluruskan masalah yang terjadi. Ayah nggak mau masalah antara Zen dan Vian, membuat Rere dan Hendri marah dan kecewa sama Zen. Karena sepenuhnya Ayah dan Nda yang ikut andil membesarkan cucu-cucu Ayah."


"Saya justru malu Ayah, karena saya dan Reina kelepasan memahami sikap Vian sebenarnya. Saya juga akan melakukan hal yang sama jika saya berada di posisi Zen,"


"Ruby juga sudah benar menceritakan sama suami By. Kakak juga pasti akan melakukan hal yang sama jika diposisi By. Jadi By jangan menjaga jarak sama Kakak ya," ucap Reina. Semenjak kejadian perkelahian itu Ruby memang menjadi salah tingkah karena bingung mau bagaimana saat berhadapan dengan Reina.


"Iya kak."


"Tapi Adam penasaran Mas. Katanya Zen tadi, Mas sadar saat di ajak bicara Zen. Memangnya beneran begitu?"


"Duuuhhh Om, ngapian di ingetin," pekik Zen saat mendapatkan tatapan peperangan dari Yusuf.


"Bocah sontoloyo ini, bisa-bisanya ngomongin Nda menikah lagi dan hidup bahagia bersama laki yang ngejar-ngejar Nda dulu itu, kalau Ayah nggak bangun," Adu Yusuf agar anaknya mendapatkan pelajaran berharga.


Sedangkan orang-orang yang menjadi penonton tentu hanya tertawa melihat Nissa menghajar anaknya.


Sungguh tidak menyangka, ternyata Yusuf sebucin itu dengan Nissa. Sampai-sampai sadarkan diri karena takut istrinya menjadi janda dan menikah dengan lelaki lain.


"Awww, Nda sakit. Beruntung loh Nda, Zen ancam Ayah begitu. Buktinya Ayah langsung sadar."


Nissa langsung menghentikan aksinya. "Loh lah iya juga," ucapnya pelan.


"Ya emang iya Nda."


"Jadi sekarang Nda harus bersyukur dong berkat ancaman kamu, Dek?"


"Harus Nda," Zen mengacungkan jempolnya karena sangat-sangat setuju.


***


"Persiapan sudah matang Zen?" tanya Yusuf setelah Nissa, Ruby, Luna, dan Reina keluar dari ruang rawat.


"Sudah Zen batalkan. Alan Yang mengurus semuanya."

__ADS_1


"Loh lah kenapa? Siapa yang nyuruh batalin?"


"Zen lah Ayah. Nggak mungkin acar di lanjut saat Ayah lagi sakit."


Yusuf langsung menyambar ponselnya di atas meja untuk menghubungi Alan.


"Waalaikumsalam."


"Ayah, maaf Al belum bisa jenguk ayah lagi di rumah sakit."


"Nggak apa-apa. Pasti bocah tengik itu banyak ngerjain kamu kan?"


Merasa tersindir, Zen menatap kesal Ayahnya yang sedang berbincang dengan Alan.


"Pak Bos sangat khawatir sama Ayah, makannya sampai nggak fokus kerja."


Leleh hati Yusuf mendengar penuturan Alan. Tidak menyangka anak lelaki yang super ngeselin sejak kecil itu selalu mengkhawatirkan Yusuf setiap kali ia sakit.


"Apa Semua sudah kamu batalkan?"


"Alhamdulillah belum Ayah. Mana mungkin Alan batalkan kalau Ayah selalu menanyakan ini dan itu ke Al."


"Bagus Nak, kamu tidak mendengarkan Bos mu yang sontoloyo itu."


Yusuf kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Acara tetap harus di selenggarakan," ucap Yusuf.


"Ayah ini lagi sakit," ucap Zen yang jelas tidak setuju.


"Mas harus banyak istirahat loh kata dokter tadi," ucap Adam.


"Benar Ayah. Sebaiknya di tunda dulu. Kita lanjutkan acaranya Minggu depan kalau Ayah benar-benar sudah sehat." Tambah Hendri.


"Nggak bisa. Ayah sudah sehat. Pokoknya pesta tetap di lanjutkan," ucap Yusuf tanpa menerima negosiasi. "Ayah janji akan segera istirahat saat merasa lelah."


Season 1 selesai


Tolong baca komentar aku di bab ini jika ingin terus mengikuti kisah Zen sama Ruby ya🙏 Maaf aku sudah membuat kalian semua menunggu dan aku sudah buat kalian semua kecewa🙏 aku sangat sangat meminta maaf.


Terimakasih yang sudah selalu support dan dukung karya aku ini 🤗 semoga kita sehat semua dan kalian berkenan mengikuti season 2 nya.


Season 2 akan fokus sama kehidupan ZeBy yang akan kasih cucu impian 🥰

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2