
Alvian Reindri Ann Wijaya, anak kedua hasil kebobolan dari pasangan Reina dan Hendri. Lelaki yang memiliki tubuh tinggi dengan wajah tampan itu, kini sudah akan berusia 21 tahun. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, lelaki yang akrab di panggil Vian itu melanjutkan studi S1-nya di luar negeri menyusul Kakaknya, Divya Reindri Anna Wijaya.
Sudah sejak satu tahun yang lalu, Divya lebih dulu pulang ke Indonesia karena ia sudah menyelesaikan pendidikannya. Divya melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu universitas ternama yang ada di kota Malang.
Semenjak Divya pulang ke Indonesia lebih dulu, hal itu membuat Vian belajar agar lebih mandiri m
Setiap liburan kuliah, Vian dan Divya selalu pulang ke tanah air. Tentu saja waktu libur harus mereka manfaatkan sebaik mungkin untuk bisa bersama keluarganya.
Vian menatap Ruby. Hanya beberapa detik Ruby menatap mata Vian, kemudian Ruby memalingkan wajahnya.
"By, sebenarnya aku ... aku ..." Vian kembali gugup. Entah berapa kali Vian membasahi bibirnya sendiri karena merasa bingung harus bagaimana cara menyampaikan apa yang ingin Vian utarakan.
"Kenapa sih kak? Kok kakak malah gugup begitu?"
Duduk berdua meski tidak satu bangku, tentu saja hal itu membuat Ruby merasa canggung sendiri. Apalagi Ruby merasa tidak memiliki keakraban dengan Vian.
"Aku suka sama kamu By. Aku nggak tahu sejak kapan aku tertarik dengan kamu By. Tapi, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu."
Sederet ungkapan hati yang berhasil Vian ucapkan. Kini membuat Vian merasa lega. Bagaimana bisa ia jatuh cinta dengan Ruby, entahlah. Karena perasaan yang tumbuh di dalam hati Vian hadir begitu saja. Walau tidak punya kedekatan, menyapa sekenanya. Melihat Ruby yang sering main ke rumah membuat Perasaan Vina semakin tumbuh begitu saja. Apalagi para Ruby yang cantik, usil, mudah akrab dengan siapapun. Membuat Ruby memiliki daya tarik tersendiri.
__ADS_1
Tangan Ruby spontan menyentuh cincin yang tersemat indah di jari manisnya, setelah mendengar ungkapan hati Vian.
Pemilik cincin yang meminta Ruby secara langsung kepada kedua orang tuanya, seolah sudah memikat hati Ruby dengan sendirinya. Padahal Ruby sendiri tidak tahu siapa dan bagaimana lelaki yang datang melamarnya dan memintanya secara baik-baik.
"By ..."
Panggilan Vian membuat Ruby tersadar dari lamunannya sendiri. "Iya kak."
"Aku tunggu jawaban kamu." Sorot mata Vian sudah sangat berharap mendapatkan sebuah jawaban yang ia inginkan dari perempuan yang membuatnya merasakan cinta.
"Kak. Ruby dengan kak Vian tidak punya kedekatan secara inten. Bagaimana mungkin Kakak bisa menyukai Ruby. Kakak tidak mengenal baik Ruby."
Ruby terus memutar cincinnya saat mendengarkan ucapan Vian. Jantungnya semakin berdegup seolah sudah mendapatkan sebuah sinyal peringatan.
Walau Vian adalah lelaki yang pertama kali mengungkapkan cinta padanya, tapi entah kenapa hati Ruby sama sekali tidak bergetar mendengarnya.
Ruby memejamkan matanya sejenak. Lalu menghembuskan nafasnya pelan.
"Maaf kak, Ruby tidak ingin memberikan sebuah harapan ke Kakak. Ruby nggak bisa, maaf."
__ADS_1
"Kenapa By?" tanya Vian ikut beranjak karena Ruby sudah ingin pergi meninggalkannya.
"Karena Ruby tidak memiliki perasaan yang sama." Ruby masih terus menyentuh cincin di jari manisnya.
"Kita bisa mencobanya By. Beri aku kesempatan, aku yakin aku bisa buat kamu membalas perasaan aku."
"Mencoba seperti apa kak? Kakak mau mengajak By pacaran?" pertanyaan Ruby berhasil membuat Vian terdiam. "By tidak bisa kak. Maaf."
"Apa kamu mau, jika aku meminta mu secara langsung pada orang tua mu By? Aku akan bawa orang tua ku datang ke rumah mu, sebelum aku kembali lagi ke luar negeri."
Ruby menggelengkan kepalanya. "Ke dua orang tua Ruby sudah menerima lamaran orang lain kak. Maaf."
"Siapa orang itu By? Apa kamu menyukainya?"
Bersambung ...
Hayooo siapa sebenarnya yang udah lamar Ruby🧐
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
__ADS_1