Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 50 APA BISA TIDUR NYENYAK?


__ADS_3

Mendengar Bundanya mengatakan kalau Zen sudah kembali ke Jakarta. Tanpa di sadari Ruby, hal itu membuatnya hilang selera makan. Ruby yang biasanya makan cukup banyak akhir-akhir ini, karena ulah Zen yang iseng menambahkan sayuran, lauk, nasi ke dalam piring Ruby. Kini seporsi makanan saja Ruby tidak habis.


Perubahan keceriaan Ruby tentu saja sangat di sadari Zantisya dan Arjuno. Jika Zantisya membiarkan anaknya dengan pikirannya sendiri. Berbeda dengan Arjuno yang mengkhawatirkan keadaan anaknya.


"Bocah tengik itu apa benar-benar tidak pamitan dengan anak ku?" batin Arjuno mengingat rivalnya yang telah menjadi menantunya itu.


Ruby hanya bisa menghela nafasnya saat memasuki kamar. Gadis itu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sejenak.


Setelah selesai dengan perawatan wajahnya. Ruby langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Gadis cantik itu melihat ke samping. Letak dimana biasanya Zen ikut merebahkan tubuhnya di sana.


"Kenapa pergi ke Jakarta nggak pamit dulu sama By?" Ruby kembali teringat dengan obrolan mereka setelah solat malam bersama. "Dasar bodoh, Om Zen kan sudah bilang mengakhiri tiga permintaannya, kenapa kamu nggak peka sih By," Ruby jadi mengomeli dirinya sendiri. "Tadi juga Om Zen kan bilang kalau mau bekerja, harusnya kamu tuh peka By kerjaan lelaki itu apa?" Semakin panjang Ruby mengingat ucapan pamit Zen yang tidak di utarakan secara blak-blakan.


"Kenapa aku jadi mikirin Om Om yang selalu ngusik aku sih?" gumam Ruby sambil melihat tubuhnya sendiri.


"Akhirnya, malam ini aku bisa tidur seperti biasanya," Ruby langsung turun lagi dari ranjang. Melepas jilbabnya dan juga ikat rambutnya.


Ruby melangkah menuju lemari untuk mengambil seragam tidurnya.


"Ah, nyamannya," gumam Ruby setelah merebahkan tubuhnya secara bebas. Merasakan aset berharganya yang kini terasa nyaman tanpa pengaman. Hal yang sudah menjadi kebiasaan seperti ini saat akan tidur adalah hal yang disukai Ruby.


Ruby langsung menyembunyikan sebagian tubuhnya di bawah selimut. Tidur miring menghadap ke arah biasanya tubuh Zen ada di sana.


Bukannya tertidur, Ruby kembali teringat kebiasaan beberapa hari ini bersama Zen. Ruby hanya Menghela nafasnya. "Kenapa juga aku harus memikirkan Om yang sukanya korupsi waktu saat peluk aku. Cium aku tanpa permisi," Ruby kembali membatin Zen. Semua kebiasaan Zen sepertinya sudah membuat tubuh Ruby terbiasa.

__ADS_1


.


.


.


"Baru pulang Dek?" tanya Nissa saat berpapasan dengan Zen. Karena saat ini waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam.


"Nda belum tidur?' tanya Zen. Lelaki itu langsung mendaratkan kecupan di pipi Nissa setelah mencium punggung tangan Nissa.


"Belum, Ayah kamu itu masuk angin baru selesai Nda kerokin."


"Ayah sakit pasti gara-gara kemarin handle kerjaan Zen," lelaki yang pulang dengan wajah lelahnya itu mengikuti langkah Nissa menuju dapur.


"Bukanlah Dek. Ayah malah terlihat senang karena sudah lama tidak beraktivitas di kantor."


Nissa terkekeh mendengar komplainan Zen yang sudah biasa ia dengar. "Sudah menikah tapi belum menghasilkan," sindir Nissa.


"Hem ... Repot ya jadi Zen. Dulu belum nikah yang di sindir setiap hari nikah terus. Sekarang sudah nikah, Zen harus siap di sindir perkara menghasilkan. Repot-repot."


"Nasib mu jadi anak ya begitu, terima saja."


"Terimakasih Nda."

__ADS_1


"Sama-sama. Sudah makan malam belum? Biar Nda panaskan lauk buat makan."


"Sudah Nda."


Nissa seketika sadar kalau ini memang sudah malam. "Jangan bilang kamu habis makan di klub Zen?"


"Nah kan kalau lagi marah langsung di panggil Zen," batinnya. Zen hanya mengangguk.


"Ya Allah Zeeennn. Kamu ini sudah menikah Saudah ada istri dan keluarganya. Bagaimana kalau ada gosip yang menyebar foto kamu yang sedang di tempat seperti itu?"


"Nda jangan marah."


"Ya gimana Nda nggak marah kalau kamu kaya gini?"


"Itu pertemuan terakhir Zen sama klien di tempat seperti itu Nda. Zen sudah tegaskan kalau Zen tidak akan lanjutkan kerja sama jika maunya bertemu di tempat seperti itu."


Setelah selesai berdebat dengan Nda nya. Zen bergegas menuju lantai atas. Memasuki kamar dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Zen keluar dengan tubuhnya yang sudah segar. lelaki yang menggunakan bethrobe itu, melangkah menuju ranjang sambil mengusap rambutnya yang basah.


Zen mengambil ponselnya untuk melihat foto Ruby yang sudah banyak koleksinya.


"Apa kamu bisa tidur nyenyak malam ini By?"

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2