Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 84 REBUTAN CUCU TERUS


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Zen, sudah memasuki halaman rumah utama. Rumah megah yang menjadi tempat tinggal Yusuf dan Nissa.


Zen sengaja membawa pulang Ruby ke rumah utama, Karen malam ini, Zen berniat mengajak Ruby bermalam di rumah orang tuanya. Lagi pula kalau pulang ke apartemen dan berduaan di sana pun percuma. Karena Ruby nggak bisa di ajak yang begitu-gitu.


Setelah menyapa Yusuf dan Nissa sejenak, Zen dan Ruby bergegas naik, menuju kamar mereka.


"Mau mandi lagi?" tanya Zen sambil melepas jasnya.


"Kan By tadi sudah mandi di kantor Mas," heran juga Ruby jadinya.


"Ya siapa tahu mau mandi bareng sama aku gitu," Zen menaikkan ke dua alisnya, memberi kode maksud dari ucapannya.


Ruby mendelik menatap Zen. "Dasar Om mesum," Ruby mendorong tubuh Zen yang sudah telanjang dada, menuju ke kamar mandi. "Sudah Om mandi sana, biar isi kepala Om kembali bersih dan suci."


Zen hanya terkekeh geli saat pintu kamar mandi sudah di tutup Ruby. "Ternyata sangat menyenangkan punya istri. Sudah cantik, mungil, menggemaskan lagi. Polos tapi juga bar-bar. Tahu kalau begini, sudah sejak lama kamu aku nikahi By," Zen melihat pantulan wajahnya yang super ganteng di depan cermin. "Tapi kamu masih sangat muda By," lanjutnya.


Ruby melangkah menjauhi kamar mandi. "Bisa-bisanya Om ini godain aku terus. Mana mesum terus isi kepalanya, untung aku lagi palang merah. Kalau enggak ..."


Ruby terdiam nampak memikirkan sesuatu. Sudah jelas palang merah saja Zen masih melucuti pakaiannya tadi saat di kantor, lalu bagaimana kalau Ruby tidak bulanan. Sudah dapat di pastikan Zen akan meminta lebih dari cosplay jadi baby.


Belum lagi godaan Zen yang mengajak mandi bareng. Membuat isi kepala Ruby traveling ke adegan panas pagi mereka kemarin.


"Apa semua lelaki yang telah memiliki istri akan bertingkah mesum seperti suami aku?"

__ADS_1


Ruby menggelengkan kepalanya kuat. Mengusir isi kepalanya saat ini. "Gara-gara Mas, aku jadi mikir begituan. ohhh, isi kepala ku sudah tercemar."


Ruby kemudian mendekati lemari dan menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Setelah itu, Ruby keluar dari kamar untuk menghampiri Nissa.


***


"Ya Allah, cucu ku semakin pinter," puji Nissa.


Saat ini, Nissa sedang berada di ruang keluarga sambil melakukan sambung video call dengan Amira.


"Lagi telponan sama siapa sayang?" Yusuf baru saja menghampiri Nissa. Dan langsung duduk merangkul pundak Nissa.


"Ini sama Amira ayy. Duuuhhh ... cucu kita makin gemesin Ayy," ucap Nissa sambil mengamati gerak aktif anak Amira yang sudah berusia satu tahun.


"Enak saja, aku maunya itu kembar perempuan ayy," sela Nissa.


"Ayah sama Bubun selalu saja rebutan cucu. Yang jadi pertanyaannya, memangnya Zen sudah berhasil dapetin Ruby?" tanya Amira di seberang sana.


"Loh, lak gak eruh arek Iki," celetuk Yusuf. Kemudian Yusuf dan Nissa melakukan high five tanda rencana mereka telah berhasil.


"Wah berarti calonnya bakal punya cucu nih?" tanya Amira antusias, setelah paham dengan high five Nissa dan Yusuf, sepasang suami istri yang sudah seperti orang tuanya sendiri.


"Nanti kalau sudah rezeki pasti Bubun sama ayah dapat cucu dari Ruby dan Zen. Saat ini biarkan mereka pacaran dengan bebas dulu," tutur Nissa.

__ADS_1


"Duuhhhh Amira jadi nggak sabar nunggu kabar baik selanjutnya. Nggak bisa bayangin perpaduan Zen dan Ruby hasilnya akan seperti apa," Amira terkekeh geli.


"Yo seng pasti kembar lanang mirip sama Opanya yang menawan ini," ucap Yusuf.


Nissa menatap serius sang suami. "Ingat umur Ayy, masak iya bayi brojol mirip Ayy yang sudah aki-aki."


"Loh loh, ini aki bukan sembarang aki, sayang."


Amir terkekeh melihat interaksi Yusuf dan Nissa yang selalu menyenangkan. Membuat siapapun bisa tersenyum. Berharap Amira dan suami akan terus harmonis sampai tua, seperti Nissa dan Yusuf.


Ruby yang sejak tadi berada di ambang pintu, mendengarkan obrolan Nissa dan Yusuf, hanya diam mematung.


Ruby melangkah menjauhi ruang keluarga. Langkahnya terhenti tepat di halaman samping rumah. Ruby mendaratkan tubuhnya di kursi yang ada di sana.


"Ayah sama Nda terlihat sekali ingin segera punya cucu. Apa Ayah sama Bunda juga sama?"


Tatapan Ruby jadi terpaku pada bunga-bunga bermekaran yang ada di sana. "Apa Mas Zen juga ingin cepat punya anak?" Ruby tersenyum samar. "Apa hal seperti ini harus aku tanyakan? Apa lagi dari segi usia, Mas Zen sudah sangat cocok mempunyai seorang anak."


Bersambung ...


Di buat gamon kalau udah ada partnya Yusuf dan Nissa 🀭🀭🀭 Aku jadi gak sanggup buat season season selanjutnya 😭 apa lagi Yusuf sekarang sudah tua 😣 Aaaa... pokoknya aku nggak bisa ... 😭😭😭


Aku usahain nanti update lagiπŸ™ maaf ya aku lagi kurang fitπŸ™

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan πŸ₯° kasih like dan komennya πŸ’‹ tab favorit juga ya


__ADS_2