
"By."
Panggilan dan sentuhan tangan Nissa di pundak Ruby secara tiba-tiba, membuat lamunan Ruby bubar barisan.
"Iya Nda."
"Sore-sore kok melamun," Nissa ikut duduk di samping Ruby. "Sedang memikirkan apa? Ayo cerita sama Nda kalau ada yang sedang By pikirkan."
Ruby menggelengkan kepalanya. "Nggak ada yang Ruby pikiran Nda."
Meskipun Nissa melihat wajah Ruby yang jelas nampak memikirkan sesuatu. Nissa memilih tidak memaksa Ruby untuk bercerita.
"Ikut Nda ke dapur yuk. Nda tadi buat kue brownies, kata Bunda, By suka kue brownies."
***
Malam harinya, setelah makan malam dan berbincang di ruang keluarga, Zen dan Ruby langsung memasuki kamar karena sudah waktunya istirahat.
Zen keluar dari kamar mandi dan melihat Ruby yang duduk bersandar di atas ranjang. Zen merangkak naik keatas ranjang secara pelan-pelan karena tidak ingin mengusik istrinya yang sedang hanyut dalam lamunan.
Huuufffttt ...
Ruby langsung tersadar saat wajahnya di tiup Zen. "Masss ..."
"Sedang memikirkan apa?" Zen membawa tubuh Ruby agar duduk di pangkuannya.
Katanya pasangan suami istri harus saling berkomunikasi tentang hal apapun. Jadi sekarang Ruby putuskan untuk selalu terbuka tentang apapun yang ia pikirkan.
__ADS_1
"Kenapa?" Zen mengusap kepala Ruby. Membawa beberapa anak rambut ke belakang telinga Ruby.
Ruby membasahi bibirnya menggunakan lidahnya. Nampak ragu tapi ia harus bertanya. "Emmm, apa Mas sudah ingin punya anak?" Ruby menatap Zen serius.
Zen tersenyum melihat Ruby. Mencoba menetralkan degup jantungnya. Siapapun yang telah membina rumah tangga, pasti menginginkan kehadiran buah cinta, melengkapi kebahagiaan mereka.
"Apa kamu sudah ingin punya anak?" bukannya menjawab, Zen justru mengajukan pertanyaan.
"Mas belum jawab pertanyaan By, kenapa sekarang Mas balik tanya ke By?"
"Karena nanti yang mengandung, melahirkan, menyusui itu kamu By. Aku hanya bisa membantu saja."
"By ikut sama Mas saja."
"Jadi kalau aku mengatakan ingin segera punya anak. Kamu siap?"
"Kita nikmati dulu kebersamaan kita ini By. Lagi pula, baru saja kamu kasih jatah buka puasa dan sekarang sudah wajib puasa. Ini sangat menyiksa."
"Ya mau gimana lagi Mas. Jatah bulanan juga kan nggak bisa di tunda-tunda."
"Ya kalau begitu kamu harus kasih aku jatah dengan cara yang lain."
"Mas mau cosplay jadi bayi lagi?" tanya Ruby dengan wajah polosnya. Karena yang ada di pikiran Ruby saat ini, yang bisa di santap Zen ya hanya tubuh bagian atasnya. Ruby tidak berfikir yang lainnya.
"Dasar bocil polos," batin Zen sambil terkekeh geli. "Itu PR buat kamu By," tangan Zen mengusap wajah, telinga hingga ke tengkuk. Membuat tubuh Ruby terasa mendapatkan sengatan aneh.
Mana mungkin Zen mengutarakan ide nakalnya. Bisa-bisa Ruby terkejut saat mendengar ucapannya nanti.
__ADS_1
"Aku mau jadi bayi lagi sebelum kamu mendapatkan jawaban yang aku maksud."
Sebagai obat pengantar tidur, Zen kembali menyatukan bibir mereka. Keduanya seolah mulai kencanduan dengan adegan pertukaran saliva. Tindakan pembuka sebelum akhirnya Zen menjelma menjadi baby.
.
.
.
Pagi ini Ruby lebih dulu datang ke kampus. Teman-teman sekelasnya juga nampak belum ramai yang datang.
Jari Ruby nampak berselancar mencari sebuah informasi, bagaimana cara menyenangkan suami di saat istri sedang palang merah. Ruby membaca dengan seksama poin yang tertera di layar ponselnya.
Poin pertama, seorang suami boleh mencum*bu tubuh istrinya selain area yang sedang berdarah-darah. Poin ini sudah setiap hari Zen lakukan.
Poin selanjutnya, berciuman dan berpelukan saat tidur. Ini juga selalu mereka lakukan.
Poin berikutnya, memberikan kata-kata romantis, agar pasangan merasa di cintai. Zen sudah setiap hari mengungkapkan perasaan. Begitu juga Ruby.
Poin selanjutnya, istri menjamah tubuh suaminya. Menurut Ruby hal ini juga sudah ia lakukan. Karena Ia selalu membalas, ciuman dan belaian tangan Zen.
"Yang benar saja?" batin Ruby setelah membaca poin yang terakhir. "Apakah aku harus melakukan ini?" gumamnya meragu. "Tapi caranya bagaimana?"
Bersambung ...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
__ADS_1