Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 121 BOCAH SONTOLOYO


__ADS_3

Bagai separuh nyawa yang hilang dari tubuh Nissa. Hingga membuatnya tidak enak makan. Bahkan menelan air minum saja harus Nissa paksa.


Lusa yang seharusnya menjadi hari kejutan Zen untuk Ruby, nyatanya harus Zen batalkan. Zen menyerahkan semuanya pada Alan, untuk memberikan kabar pada para tamu undangan kalau acara sudah di batalkan.


Sekalipun persiapan sudah matang, mana mungkin Zen meneruskan semua acara yang akan di selenggarakan. Apalagi momen itu sangat di tunggu-tunggu oleh Yusuf.


"Nda disini sama Ruby, Zen mau masuk dulu."


Setelah menggunakan baju yang si persiapkan rumah sakit, Zen langsung menghampiri Ayahnya yang terbaring di atas bangsal.


Zen mendaratkan tubuhnya di kursi, lalu mencium punggung tangan ayahnya.


"Zen minta maaf karena sudah membuat keributan, sampai membuat Ayah sakit seperti ini. Zen pasti maafkan Vian kalau dia sudah menyadari kesalahannya. Zen juga gak mau kalau pada akhirnya hubungan kami jadi renggang. Bagaimana pun Vian, dia tetap adik Zen."


Zen menghela nafasnya pelan. "Ayah sangat antusias menunggu pesta pernikahan Zen dan Ruby, karena Ayah sedang sakit, dengan terpaksa Zen membatalkan semuanya."


Tanpa Zen ketahui, jari-jari Yusuf sedikit bergerak. Seolah memberikan respon saat mendengar penuturan Zen barusan.


"Bukan hanya Ayah yang tidak sabar menunggu cucu kembar impian Ayah. Tapi Zen juga sudah ingin punya anak Yah. Zen nunda punya anak karena By masih sangat muda. Usianya saja belum genap 19 tahun. Setidaknya Zen harus menunggu By melewati usia 20 tahun dulu Ayah. Biar tidak terlalu muda saat hamil cucu impian Ayah. Apalagi Ayah inginnya kembar."


"Ayah harus sehat kembali, hidup bahagia momong cucu kembar bersama Nda. Kasian Nda, Ayah. Badan Nda sampai kurus, kering kerontang karena memikirkan ayah setiap detiknya," ucap Zen semakin melantur penuh drama.

__ADS_1


"Memangnya Ayah mau Nda jadi janda lalu menikah lagi dan hidup bahagia bersama selamanya. Emmm sama siapa itu lelaki yang suka sama Nda? Om Arya kalau nggak salah namanya," entah sadar atau tidak Zen mengatakan hal demikian seperti sedang bercanda dengan sang ayah saat dalam keadaan sehat.


"Awww ..." pekik Zen tiba-tiba sampai membuat dokter menghampiri Zen.


"Ada apa Pak Zen?"


"Ini Dok, tangan saya di genggam kuat Ayah saya," ucap Zen sambil mengangkat tangannya, Memberi tahu dokter kalau tangannya masih di genggam kuat oleh Yusuf.


Mengetahui respon yang sangat di tunggu-tunggu sejak kemarin, membaut dokter segera melakukan tindakan pemeriksaan.


Sejak semalam memang keadaan Yusuf sudah membaik. Detak jantung dan napas Yusuf juga sudah normal. Semua pemeriksaan sudah di lakukan. Namun, dokter masih menunggu Yusuf untuk sadarkan diri.


"Ayah bangun?" ucap Zen pelan sambil menahan rasa bahagianya.


"Pak, Bapak bisa mendengar suara saya?" tanya dokter.


Yusuf menatap dokter. "Bisa dokter."


"Nama Bapak siapa?" lanjut tanya dokter.


"Yusuf Dzuhairi Sucipto."

__ADS_1


"Bapak punya istri?"


"Saya punya satu istri bernama Zakia Nissa Wardani. Memiliki dua anak, yang pertama Reina Dzuhairi Sucipto dan yang kedua bocah sontoloyo ini bernama Zayn Dzuhairi Sucipto."


"Alhamdulillah ..." ucap syukur Dokter, perawat, dsn juga Zen.


"Akhirnya Ayah bangun juga," Zen langsung memeluk tubuh Ayahnya. "Zen tahu, pasti Ayah nggak rela kan Nda jadi ... Awww ..." ringis Zen saat telinganya di jewer Yusuf.


"Bisa-bisanya bocah tengik Iki ngomong seenak jidat," kesal Yusuf pada putranya.


"Zen minta maaf Ayah."


Bersambung ...


Maaf baru update 🙏 jangan marah ya🙏 mulai besok insha Allah akan rajin update lagi.


Bantu ramaikan karya temen othor yang super Sholehah ini ya 🥰🥰🥰



Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2