Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 108 MAU SESUATU PUNYA OM


__ADS_3

Setelah dua mata kuliah selesai, Ruby dan Tiara memilih untuk ke kantin sambil menunggu jam mata kuliah selanjutnya.


Disana, ada Queen dan Vian yang sudah menunggu kedatangan Ruby dan Tiara. Ruby pun memperkenalkan dua keponakan dari suaminya kepada Tiara.


Mereka berempat duduk bersama. Ruby duduk bersama Tiara, sedangkan Queen duduk bersama Vian. Mereka berempat Menikmati makan siang sambil saling berbincang. Lebih tepatnya hanya para perempuanlah yang saling berbincang. Karena Vian hanya sebagai pendengar saja.


"Tinggal satu mata kuliah lagi kan Mai? Aku sama Kak Vian tunggu kamu selesai, biar kita pulang bareng."


Ruby melihat Queen. Lalu melihat Vian, yang membuat Ruby tidak nyaman dengan tatapan yang di berikan Vian ke Ruby.


"Kamu sama Kak Vian pulang lebih dulu saja. Aku sudah janji setelah dari sini mau ke kantor dulu," alibi Ruby.


"Duh bucin banget sih Tante aku satu ini. Ayo Kak kita pulang lebih dulu."


Rasanya Vian masih ingin disini. Bukan untuk menikmati suasana kampus. Tapi untuk menunggu Ruby selesai kuliah.


"By."


"Iya Kak."


"Aku kok ngerasa kalau Vian suka sama kamu ya."


Langkah Ruby terhenti. Membuat langkah Tiara juga berhenti.


"Apa menurut Kakak begitu?"


Tiara mengamati mimik wajah Ruby. Jelas Tiara juga tahu kalau Ruby sejak tadi merasa tidak nyaman.


"Vian pernah nyatain perasaannya ke kamu?" tebak Tiara hanya mengira-ngira.


Ruby semakin diam. Karena selama ini, ia tidak pernah sekalipun menceritakan perihal ungkapan hati Vian pada siapapun bahkan pada orang tua Ruby sendiri.

__ADS_1


Dari diamnya Ruby, tentu saja Tiara dapat menyimpulkan sebuah jawaban.


"Pak Zen tahu masalah ini?" Ruby hanya menggelengkan kepalanya. "Saran Kakak, sebaiknya kamu membicarakan ini sama Pak Zen, By. Dari pada nantinya Pak Zen tahu dari orang lain. Malah akan menjadi masalah nantinya."


.


.


.


Setelah membuatkan jus untuk suami dan ayahnya, Reina memilih menuju ke halaman samping rumah. Menikmati suasana menjelang sore sambil melihat tanaman bunga disana.


"Vian."


Vian yang sejak tadi melamun, langsung tersadar saat mendengar panggilan Mamanya. "Ma."


Reina ikut duduk di samping Vian. "Mama kira tadi Vian sedang tidur siang."


Reina memperhatikan wajah Vian yang masih saja nampak murung.


"Waktu kita mau pulang ke Indonesia, sepertinya anak Mama ini sangat antusias. Seperti orang yang akan bertemu dengan pujaan hati. Tapi Mama perhatikan, sejak kemarin Vian terlihat murung. Kenapa nak?" Reina mengusap punggung Vian agar mau bercerita.


"Vian ingin sesuatu Ma."


"Bilang sama Mama, Vian ingin apa?"


"Vian menginginkan sesuatu dari Om," ucapnya tanpa ragu.


Reina terkekeh. Ia sangat paham, anaknya selalu meminta mainan koleksi Zen. Terkadang meminta di belikan sesuatu. Dan Zen selalu menuruti permintaan Vian begitu juga Divya dan Queen.


"Karena Vian belum kerja, biar Mama yang belikan. Jangan malakin Om kamu terus. Vian ingin apa nak?"

__ADS_1


"Vian ingin sesuatu yang punya Om, Ma."


"Sebenarnya apa sih yang ingin kamu minta dari Om kamu, Vian?" tanya Reina keheranan. "Setau Mama, Om kamu sudah tidak pernah mengoleksi barang-barang unik lagi."


.


.


.


Sudah satu jam lebih, Ruby berada di dalam ruangan kerja Zen. Duduk di atas kursi kerja sang suami, sambil mengerjakan tugas kuliahnya.


Hingga tugas kuliah Ruby selesai. Zen masih saja belum kembali ke ruang kerjanya.


"Apa aku pulang aja ya?" gumam Ruby. Ia langsung menata kembali buku dan memasukkan beberapa alat tulis kedalam tas.


Baru saja Ruby akan beranjak dari tempat duduknya, pintu ruang kerja Zen terbuka.


"Eh ada Bu Bos," sapa Zen dengan senyum senangnya.


Ruby menatap Zen dan Alan bergantian. "Sebenarnya Om Om ini pada pindah kerja ya ke hotel?" tanya Ruby mau interogasi. "Perasaan sering banget ke hotel?"


Ruby mendapatkan informasi dimana Zen berada dari pegawai yang menjadi bawahan Alan.


"Akhirnya turun derajat. Biasanya di panggil bapak sekarang Om. Siapa tahu bulan depan ganti Oppa," ucap Alan berharap jadi oppa-oppa Korea.


"Ngimpio sampek lebaran Mon*yet juga nggak akan di panggil Oppo, Al. Rupa mu nggak mendukung."


Bersambung ...


Selamat malam dan selamat istirahat 🥰

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2