
Arjuno pulang ke rumah tepat pukul 06.00 WIB. Lelaki yang semalaman menyusuri jalanan ke sembarang arah itu, keluar dari mobil dengan wajah lelah. Ke dua matanya sudah nampak sayu karena mencari anak gadisnya yang entah berada di mana. Langkah kakinya sudah tertatih, seperti orang yang kehilangan arah. Anak gadis satu-satunya, anak kesayangannya yang ia jaga hampir 18 tahun ini, menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak.
Zantisya langsung beranjak dari sofa sambil mengusap wajahnya yang sudah sembab akibat semalaman menunggu suami dan anaknya dengan air mata yang kini sudah mengering.
"Gimana mas?"
"Aku nggak tahu harus gimana dek, entah mau kemana mencari anak kita. Aku sudah lapor polisi, tapi proses pencarian bisa di lakukan jika sudah 24 jam."
.
.
.
Tidak ada waktu untuk mendengarkan penjelasan di rumah. Begitu Ruby dan Zen selesai melakukan kewajiban mereka, Hendri dan Reina langsung mengantar Ruby untuk segara pulang.
Divya fokus mengendarai mobil. Sedangkan di belakang kursi kemudi, ada Queen yang sejak tadi menenangkan Ruby yang terus menangis.
Ruby sangat takut jika nanti sesampainya di rumah, Arjuno dan Zantisya akan memarahinya. Selama ini, ke dua orang tua Ruby selalu memberi batasan dalam berteman dengan lelaki. Tapi apa yang terjadi pagi ini? Ruby terbangun dalam kekangan lelaki yang beberapa kali Ruby lihat di layar televisi. Ruby jadi merutuki kecerobohannya sendiri, bisa-bisanya dirinya salah masuk kamar.
__ADS_1
Sedangkan di belakang mobil Divya, ada Hendri yang mengemudikan mobilnya. Di belakang kursi kemudi, ada Reina yang sedang melakukan interogasi terhadap adik satu-satunya.
"Kamu kok bisa sih dek, tidur di dalam kamar sendiri. Nggak sadar kalau ada Maira di sana?"
"Ya mana Zen tahu kak, Zen capek, ngantuk. Mana sempat Zen periksa kamar Zen, yang ternyata ada bocil nyusup ke kamar Zen. Kalau Zen tahu ada bocil di kamar Zen, sudah pasti Zen tidur di kamar Vian."
"Namanya Maira Zen, bukan bocil." peringatan Reina. "Ya Allah Mas, ini gimana?"
Hendri tetap memilih diam tidak menanggapi pertanyaan sang istri, yang sejak tadi kebingungan akan menjelaskan bagaimana pada keluarga Arjuno.
"Kamu tahu dek, orang tua Maira itu sangat agamis. Kamu bisa lihat sendiri bagaimana penampilan Maira? Kamu harus tanggung jawab kalau kedua orang tua Maira menuntut mu."
"Maksud kakak apa?" Zen sudah ketar ketir, tidak siap mendengar jawaban Reina yang sudah ketebak.
Deg ...
Zen langsung menunduk dalam, menatap ke dua tangannya yang sudah menyatu sejak tadi. Ke dua matanya terpejam, mengingat kembali tujuannya pulang ke Malang.
"Ruby," batin Zen berulang kali menyebut nama Ruby, perempuan yang ia mau sejak dulu.
__ADS_1
"Selain datang ke Malang untuk menuruti Queen, Zen juga ingin menemui gadis yang Zen suka selama ini kak," tutur Zen pelan.
Tentu saja Reina terkejut. Selama ini adiknya tidak pernah sekalipun mengatakan hal pribadi tentang perasaannya. Tapi sekarang, Zen mengatakan hal itu dengan suara yang pelan, namun begitu mendesak jantung Reina.
"Dek ..." Reina mengusap punggung Zen.
"Zen sangat menyukai gadis yang akan Zen temui kak, sangat. Zen cuma mau dia, Zen nggak mau yang lain. Sudah sangat lama Zen menunggunya, Zen nggak mau sia-sia begitu saja kak," Zen mengangkat wajahnya menatap Reina. "Zen benar-benar nggak ngapa-ngapain bocil tadi, yang sembarang masuk ke dalam kamar Zen. Tolong bantu Zen ya kak,"
Hanya kejujuran dan tatapan sedih yang dapat Reina lihat dari sorot mata Zen, saat ini. Membuat Reina menghela nafasnya pasrah. Apalagi saat ini Zen kembali menunjukkan wajahnya.
"Kakak akan bicara baik-baik pada orang tua Maira nanti," Reina jadi sangat berharap, Arjuno tidak menuntut Zen seperti perkiraannya.
Sampai tanpa terasa mobil sudah memasuki halaman rumah Arjuno.
"Ayo keluar," ajak Hendri.
Zen semakin menundukkan wajahnya, ia tidak tertarik untuk melihat sekitar karena yang ada di kepalanya saat ini adalah Ruby. Hatinya terus berdoa dan berharap, kekhawatirannya tidak akan terjadi.
Bersambung ...
__ADS_1
Apa cuma aku yang kangen sama pertengkaran Arjuno dan Zen 🤣🤣🤣
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️