
Zen menghirup aroma manis dari kulit Ruby. Sedangkan Ruby, gadis yang akan menyerahkan kepe*rawa*nannya itu hanya bisa mende*sah dan memejamkan mata menikmati sentuhan yang Zen berikan.
Ruby menengadahkan wajahnya saat Zen menyesap kuat kulit lehernya. De*sah nafas Ruby semakin kuat saat Zen memberikan gigitan disana. Satu tangan Ruby menyusup ke sela-sela rambut Zen. Sedangkan tangan Ruby yang satunya mengusap lembut punggung Zen yang sudah mulai terasa lembab.
Setalah puas mengabsen leher Ruby, bibir Zen bergerak semakin turun menyesapi da*da Ruby.
Zen menjatuhkan tubuhnya ke samping, tujuannya saat ini adalah cosplay menjadi bayi yang sangat membutuhkan nutrisi terbaik di dunia.
Kedua tangan Zen mengekang tubuh Ruby. Membuat tubuh mereka rapat tanpa celah. Membuat tubuh mereka saling menyalurkan has*rat yang sudah membara.
Desah nafas Ruby terus terdengar di telinga Zen. Membuat lidah lelaki itu semakin cepat bergerak memainkan ujung puncak lembah secara bergantian.
"Ahhh, pelan Mas," Rintih Ruby saat dengan sengaja Zen memberikan gigitan di sana karena sangking gemasnya.
Ruby menunduk melihat wajah Zen yang tenggelam di dadanya dengan mata terpejam. Wajah dan telinga Zen nampak memerah. Sedangkan mulut Zen masih jelas terlihat sedang bekerja dengan sangat keras dalam menyesap. Membuat Ruby mengulas sebuah senyuman melihat hal itu.
"Suami ku ganteng banget, tolong," teriak Ruby dalam hati.
Tangan Ruby mengusap pipi sampai telinga Zen. Sedangkan tangan satunya, Ruby gunakan untuk menekan kepala Zen agar semakin tenggelam.
Kedua tangan Zen terus mengusap punggung Ruby. Bergerak turun menggenggam kuat bo*kong Ruby, membuat Ruby semakin melenguh dengan tubuh yang menegang.
__ADS_1
Zen mencubit pelan bo*kong Ruby, karena istri Zen itu menekan kepala Zen sampai kesulitan bernafas.
Tangan Zen bergerak ke depan, bersamaan pergerakan kaki Zen yang memberi jarak antara kedua pa*ha Ruby.
"Mas!" pekik Ruby kuat saat tangan Zen mendarat di permukaan lorong surga kenik**matan
Tubuh Ruby terasa semakin menegang, ingin membebaskan diri. Di saat tangan Zen mulai memberikan usapan lembut pada tempatnya yang sudah jelas lembab.
"Ahhhh, Maaasss."
Ruby menggeliatkan tubuhnya kuat, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Zen. Tangan Ruby mencengkram kuat tangan Zen yg sedang bergerak cepat di bawah sana. Membuat kedua kaki Ruby bergetar hebat. Perut yang semakin menegang, kepala yang mulai berdenyut karena menahan sesuatu.
"Jangan di tahan sayang, lepaskan semuanya dan berteriak lah sesuka mu," bisik Zen sambil mempercepat pergerakan jarinya.
Ingin sekali Zen menyusupkan jarinya semakin dalam, tapi mana mungkin hal itu di lakukan. Zen tidak ingin ada yang mendahuluinya bersarang di dalam sana sebelum pusaka keramatnya yang sudah siap menyusup, sekalipun jari masih anggota tubuhnya.
"Mas aku nggak kuat Mas," rengek Ruby mencengkram kuat seprai dengan wajah memelas. Berharap Zen menyudahi aksi tangannya.
Zen tersenyum melihat Ruby. Sungguh kata-kata Ruby bagai angin lalu saat ini. Karena Zen semakin mempercepat pergerakan jarinya. Menikmati indahnya tubuh Ruby yang meliuk kesana kemari.
"Maaasss ..."
__ADS_1
Pecah sudah teriakan kuat Ruby saat seluruh tubuh Ruby mengejang kuat, seluruh tubuh Ruby bergetar hebat, dan seketika rasa pusing di kepala Ruby hilang begitu saja, setelah semuanya dapat Ruby lepaskan begitu saja.
Tubuh Ruby terasa lemas, nafasnya masih tersengal membuat da*danya naik turun mengikuti ritme nafas Ruby yang cepat.
"Mas," ucap Ruby pelan saat Zen mendapatkan kecupan di dua manik mungil di da*da Ruby.
Zen tersenyum puas karena telah berhasil membuat Ruby lemas pasrah seperti saat ini. "Bagaimana?" tanya Zen sambil mengusap wajah Ruby yang penuh dengan peluh.
Ruby membalas senyuman Zen. "Unik," jawab Ruby menilai rasa yang baru pertama kali ia dapatkan. "Aku jadi penasaran dengan yang lainnya," spontan saja mulut Ruby mengatakan demikian.
Zen terkekeh pelan sambil memposisikan dirinya. Siap menuju ke permainan sesungguhnya.
"Karena istri ku sudah tidak sabar dengan permainan selanjutnya, jadi tunggu apa lagi?"
"Ah Maaasss ..."
Bersambung ...
Ya Allah kepolosan Ruby ku sudah hilang😭 sudah aku bilang ini bukan novel religi 🤔 karna kalau sudah seperti ini, jari laknut ini terjun bebas menye*sadkan diriku yang masih lugu ini😣😤
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
__ADS_1